
Erwin tidak menyangka Tuan Besar dari keluarga Aleda akan begitu berambisi kali ini, seluruh anggota keluarga Aleda bukan hanya mengumpulkan 2 triliun secara internal, tapi juga mau pinjam 4 triliun dari luar, ini jelas ingin membangun bisnis berskala besar di distrik baru utara kota!
"Paman, bukannya perusahaan barunya baru terdaftar beberapa hari ini? Kalau tidak ada aset sebagai jaminan dan tidak ada bisnis khusus, bank mana yang bersedia pinjam 4 triliun ke perusahaan baru?" kata Erwin dengan cukup halus.
"Memang tidak ada aset untuk digadaikan, tapi Tuan Besar mempertaruhkan semua aset perusahaan dari ketiga putranya sebagai jaminan. Selain itu, dia juga memakai semua barang antiknya sebagai jaminan untuk pinjaman 2 triliun dari Bank keluarga Ragnarson," Kata Lucas dengan tak berdaya, sepertinya Tuan Besar kali ini sangat mementingkan investasi di Distrik Baru utara kota.
“Sepertinya Tuan Besar Aleda sangat tertarik dengan ini!” Kata Erwin setelah memikirkannya. “Kalau begitu akan kubantu! Pergi saja Klub Keuangan Jade di selatan kota dan cari seseorang bernama Andy, dia akan membantumu dapat pinjaman 4 triliun nya."
Untuk hal-hal seperti pinjaman, akan lebih tepat untuk pergi ke Klub Keuangan Jade yang dimiliki Kakeknya.
Bagaimanapun, Klub Keuangan Jade ini mengendalikan sebagian besar lembaga keuangan dan bank di Kota Bandung. Bahkan industri keuangan Keluarga Ragnarson yang merupakan orang terkaya di Kota Bandung saja tidak sebanyak industri keuangan yang dikendalikan oleh Klub Keuangan Jade ini.
Lucas terkejut sekaligus senang begitu tahu Erwin bisa menyelesaikan masalahnya semudah itu, dia merasa telah menemukan orang yang tepat! Selama bergantung pada Erwin ini, dia bisa melakukan apa saja dengan sangat mudah, tidak seperti istrinya Mary, yang selalu tidak menyukai Erwin, sungguh suatu kebodohan.
Sedangkan abang dan adiknya, ketika mereka sibuk membangun hubungan beserta koneksi dengan bank, Lucas sendiri sudah dapat pinjaman 4 triliun semudah itu, memikirkan hal ini, Lucas tidak bisa menahan diri dan merasa senang, siapa yang bilang punya anak perempuan itu tidak ada gunanya, kan tinggal cari menantu yang bisa diandalkan.
"Erwin, sungguh merupakan sebuah berkah bagi Lina kami bisa punya pacar sepertimu! Ayo sini kita minum-minum, Paman bersulang untukmu." Lucas semakin puas dengan Erwin.
Ketika keduanya berbicara, Lina datang dengan piring penuh hidangan, dan melihat ayahnya menuangkan anggur untuk Erwin lagi, Lina tanpa sadar menegur,
"Ayah, sudah kubilang berkali-kali kalau Erwin itu tidak boleh minum karena harus nyetir nanti~" Kata Lina sambil ganti anggur di depan Erwin dengan minuman soda, kemudian menaruh semangkuk bebek rebus ke atas meja.
"Memangnya kenapa kalau anak laki-laki minum-minum sedikit? Kalau memang tak bisa nyetir, tinggal nginap di sini, ayah janji tak akan mengganggu dunia kalian berdua, cukup pelankan suara kalian saja nanti." Lucas sebisa mungkin ingin mempererat hubungan Erwin dan putrinya, dengan begitu koneksi antara dia sendiri dengan Erwin bisa lebih stabil!
"Apa yang ayah bicarakan? Aku takkan peduli padamu lagi." Lina tersipu saat dikatakan begitu oleh Lucas, setelah menghentakkan kaki, dia menutupi wajah yang tersipu dan berlari kembali ke dapur, tampak seperti gadis kecil yang malu-malu.
Erwin tidak bisa menahan senyum, karena dia sangat menyukai suasana ini.
Erwin baru pulang ke Villa Mahkota di Teluk Oak Timur Kota setelah larut malam.
Pada saat ini, Mary baru pulang dengan wajah lelah, baring di sofa dan tidak mau bergerak lagi.
“Ibu sudah makan? Biarku panaskan beberapa hidangan.” Lina datang dan bertanya dengan perhatian.
“Aku tak punya nafsu makan, sudah kenyang karena kesal sama orang-orang dari bank.” Mary menjadi marah begitu mengingat bagaimana para bankir itu memandang rendah dirinya, sejak kapan dia harus menderita perlakuan seperti ini.
Melihat ini, Lucas tidak bisa menahan diri dan menegur.
__ADS_1
"Sudah kubilang tak ada gunanya meminta tolong orang dari bank, kan? Karena tak ada jaminan dan aliran bisnis khusus, mana mungkin bank mau pinjam 4 triliun."
Mary menjadi semakin marah saat melihat Lucas berbicara dengan sinis.
"Kamu masih berani menegurku? Akhir-akhir ini aku pergi ke bank tiap hari untuk mencari koneksi dan itu sangat capek sekali, kamu sendiri malah minum-minum di rumah tiap hari, memangnya minum-minum bisa dapat pinjaman 4 triliun?! Jangan salahkan aku karena tidak mengingatkanmu, abang dan adikmu saja pergi ke rumah keluarga Ragnarson setiap hari, baik traktir maupun kasih hadiah, tolong sadar diri!"
"Siapa bilang minum-minum tak bisa dapat pinjaman 4 triliun? Keluarga Ragnarson bukan satu-satunya yang investasi di bidang bank, kan? Lucu sekali." Lucas duduk di sofa dan berkata dengan misterius.
"Maksudmu?? Bukannya bisnis terbesar Kota Bandung di industri keuangan itu dipegang Keluarga Ragnarson? Kalau bukan cari mereka, cari siapa?" Mary terkejut sekaligus ragu.
Ini adalah pinjaman 4 triliun, bank kecil biasanya tak akan mampu menyediakan pinjaman sebesar itu sama sekali, hanya Keluarga Ragnarson yang bergerak di bidang industri keuangan di Kota Bandung ini yang dapat memberikan pinjaman sebanyak itu, kalau tidak, untuk apa para saudara dan saudari Lucas bersaing untuk mengunjungi Keluarga Ragnarson?
"Klub Keuangan Jade di selatan kota, yang merupakan pusat keuangan Kota Bandung kita, meminjam 4 triliun sama mereka itu bagaikan setetes air dalam ember." Kata Lucas dengan bangga.
" Klub Keuangan Jade? Bukannya cuman anggota yang boleh masuk? Memangnya kamu bisa? Jangan besar mulut." Mary memutar mata ke arahnya, dan merasa Lucas ini hanya membual karena mabuk.
Mary sebenarnya bukan tidak pernah berpikir untuk meminjam ke Klub Keuangan Jade, tapi pusat keuangan ini hanya menerima anggota, jadi non-anggota bahkan tidak bisa masuk pintunya.
"Tentu saja bisa, bukan cuman bisa masuk, tapi juga bisa pinjam 4 triliun," kata Lucas dengan percaya diri.
"Mana mungkin bohong! Ikut aku ke Klub Keuangan Jade di selatan kota besok, akan kutunjukkan kehebatan suamimu ini." Kata Lucas dengan bangga.
Pada saat yang sama, Earson datang mengunjungi Frendy, sang CEO Laws Group, saat tengah malam.
“Kenapa datang selarut ini? Ada masalah penting?” Frendy baru saja hendak tidur dan beristirahat, tapi pelayan tiba-tiba melapor bahwa Earson, sang putra tertua dari Keluarga Ragnarson datang berkunjung untuk sebuah masalah penting, jadi dia berjalan keluar untuk menyambut Earson.
“Paman Lawrence, Keluarga Lawrence dalam masalah serius, aku di sini untuk menyelamatkan kalian.” Earson mengancam dengan tatapan serius begitu datang..
"Apa maksudmu? Tolong jangan bicara omong kosong.” Frendy mengerutkan kening, dan heran mengapa Earson ini tiba-tiba mengutuk keluarga Lawrence begitu datang?
“Aku bukan mencoba menakut-nakutimu! Kalau Keluarga Lawrence tidak mengambil tindakan, maka akan berakhir seperti keluarga Ricardo.” Earson mengingatkan lagi setelah menemukan tempat duduk.
“Berakhir seperti keluarga Ricardo?” Pikiran Frendy terpengaruh, karena dia tahu apa yang terjadi pada keluarga Ricardo, jadi tanpa sadar bertanya dengan penasaran. “Tolong beritahu secara rinci dan berhenti basa-basi."
"20% saham Laws Group yang dipegang Ragnarson Group kami sudah direbut High Build Group." Earson berkata dengan ringan dan jujur.
"Apa? 20% saham itu direbut High Build Group??” Frendy terkejut, dia memang sudah khawatir High Build Group akan menjadi semakin berpengaruh dalam perusahaan mereka, dan sepertinya sekarang benar-benar berjalan ke arah situasi yang tidak dia inginkan.
__ADS_1
Karena Giselle Lawrence, seorang anak perempuan tidak sah ini mendapat dukungan dari High Build Group, yang berarti jika pengaruh High Build Group semakin besar dalam perusahaan mereka, itu bisa membuat Giselle menggantikan posisinya.
“Iya, jadi aku datang berkunjung saat tengah malam begini untuk menyelamatkan Laws Group.” Earson melirik Frendy yang sedikit panik, dan berpura-pura baik.
"Caranya bagaimana? High Build Group dari Damon baru-baru ini sangat berjaya di kawasan bisnis Kota Bandung, dan memegang hak untuk membuka pasar di kawasan bisnis utara kota, memangnya ada cara untuk menjatuhkannya??" Frendy mengerutkan kening dengan ekspresi mendesak.
"Ada pepatah lama yang mengatakan, untuk mengapai sesuatu itu butuh kerja keras dan niat, kalau kamu bahkan tak punya niat untuk melawan, maka mohon maafkan aku karena sudah mengganggu." Earson berdiri dengan sengaja dan hendak berjalan keluar, tapi dihentikan oleh Frendy.
"Kita diskusikan dulu baik-baik, jangan buru-buru pergi."
Mana mungkin Frendy menyerah begitu saja tanpa perlawanan! Lagipula, dia juga sudah lama berbisnis di pasar lingkaran bisnis ini, mana mungkin mengakui kekalahan dan membiarkan pencapaian yang dengan susah payah dikumpulkan selama ini direnggut oleh orang lain.
"Karena kamu berniat, maka sebenarnya cukup mudah untuk dilakukan! Izinkan aku membocorkan informasi yang sebenarnya, ayahku dan Keluarga Davis akan memimpin pembentukan aliansi lingkaran bisnis untuk melawan High Build Group, kalau kamu mau melepaskan diri dari kendali High Build Group, maka bergabunglah dengan aliansi lingkaran bisnis kami, ini adalah kesempatan terakhirmu, kalau tidak, maka tinggal menunggu waktu bagi Laws Group untuk berakhir seperti keluarga Ricardo."
Earson berkata dengan suara dingin dan menyatakan tujuan mereka yang sebenarnya, Keluarga Lawrence adalah salah satu dari empat raksasa di Kota Bandung, dengan adanya rekan seperti itu, pengaruh aliansi lingkaran bisnis mereka pasti akan semakin kuat.
"Oh? Keluarga Ragnarson dan Keluarga Davis akan memimpin pembentukan aliansi lingkaran bisnis untuk melawan High Build Group??" Mata Frendy tiba-tiba berbinar saat mendengar itu, dia mengerutkan kening sambil berjalan bolak-balik di ruang tamu, memikirkan masalah ini dengan sangat hati-hati, Keluarga Ragnarson dan Keluarga Davis sama-sama merupakan empat keluarga raksasa di Kota Bandung, jadi pengaruh industri juga sangat besar.
"Selain Keluarga Ragnarson dan Keluarga Davis, sebenarnya ada satu keluarga besar dari ibu kota yang akan bergabung dan mendukung aliansi lingkaran bisnis kami." Kata Earson dengan senyum misterius.
“Keluarga besar dari ibukota? Keluarga yang mana??” Jantung Frendy tiba-tiba melonjak, matanya menunjukkan antisipasi, jika memang ada dukungan keluarga besar dari ibukota, maka Frendy pasti akan bergabung tanpa ragu-ragu.
"Keluarga Baxter, salah satu dari empat keluarga raksasa di ibukota, putra tertua mereka, yaitu Drake Baxter, sudah berada di Kota Bandung, dan akan sepenuhnya mewakili Keluarga Baxter untuk mendukung aliansi bisnis kami." Mulut Earson tersenyum, ini adalah kartu pamungkas terbesar mereka yang membuat mereka percaya diri untuk melawan High Build Group.
"Ternyata keluarga Baxter dari ibukota, kamu yakin mereka akan mendukung dan bergabung?" Detak jantung Frendy tiba-tiba bertambah cepat, jika itu benar, maka Frendy jelas akan memilih untuk bergabung dengan lingkaran bisnis ini tanpa ragu-ragu.
"Tentu saja~" Earson tersenyum sedikit, semenjak lelang amal sebelumnya, dia sudah berteman dengan putra tertua Keluarga Baxter ini.
Drake ini adalah pemuda misterius dan kaya di pelelangan amal, saat cincin biru Bulgari di lelangkan, hanya dia satu-satunya orang yang berani menawar dengan Erwin.
Kuncinya adalah, setelah Earson dan Drake mengobrol secara pribadi, Earson baru tahu Erwin ternyata menipu aset Keluarga Baxter yang seharga 8-10 triliun dari adik Drake, yaitu Xavier, yang membuat Drake selalu mencari peluang untuk berurusan dengan Erwin.
Oleh karena itu, aliansi lingkaran bisnis ini jelas merupakan peluang untuk berurusan dengan Erwin beserta High Build Group, tentu Drake tidak akan melewatkan kesempatan ini.
"Baiklah, Keluarga Lawrence akan bergabung." Frendy mengambil keputusan setelah berpikir sejenak, Keluarga Lawrence sudah berada di ambang kehancuran, dia tidak mau melihat Keluarga Lawrence berakhir menjadi anak perusahaan High Build Group, jadi sekarang adalah saatnya untuk bergabung, aliansi lingkaran bisnis ini merupakan kesempatan terakhirnya untuk bangkit kembali.
Melihat Frendy setuju, Earson tersenyum, strategi berserikat ini akhirnya berhasil mengambil langkah pertama.
__ADS_1