
Lisa mengantar Erwin langsung ke Klub Dragon. Di dalam mobil, Erwin menerima informasi dari Anita tentang perusahaan serta industri yang dimiliki Adam.
“Ternyata anak kaya ini punya beberapa industri yang bagus.” Erwin mengeluarkan ponselnya dan melihat pesan yang dikirim Anita dengan serius.
"Memegang 10% saham dari toko No. 3 Sun Villa di bagian timur kota, tidak heran dia punya begitu banyak uang." Erwin tersenyum mulut, karena kali ini dia ingin menunjukkan kemampuannya dan memberi Adam pelajaran yang mendalam.
Mobil dengan cepat tiba di Klub Dragon bagian timur kota. Di pinggiran, Liam sudah mengatur bawahannya dan menunggu perintah dari Erwin.
“Tuan muda Smith, bawahan saya sudah siap siaga, tolong telepon saya kapan saja jika perlu.” Liam membuktikan pintu mobil untuk Erwin, dan Erwin pun turun dari mobil Ferrari sambil diikuti oleh Lisa.
"Terima kasih atas kerja kerasmu, aku akan menelponmu ketika saatnya tiba."
Erwin berencana untuk membawa Lisa menemui Hans terlebih dahulu.
“Dimengerti, apakah Anda ingin membawa beberapa anak buah saya untuk jaga-jaga?” Liam melirik Lisa dan berkata dengan sedikit khawatir.
“Dengan adanya Lisa, mereka tidak akan bisa menyakitiku, apalagi kalian sudah ada di sini, tidak akan terjadi apa-apa.” Erwin masih percaya pada kekuatan Lisa.
“Baiklah kalau begitu.” Karena Erwin bersikeras, maka Liam hanya bisa menurut.
__ADS_1
“Lisa, ayo pergi!” Erwin tersenyum dan membawa Lisa ke Klub Dragon, segera seseorang keluar untuk menyambut mereka, kemudian Erwin dibawa ke kamar tempat Hans berada.
Setelah memasuki Klub Dragon, terlihat bahwa dekorasi di dalamnya sangat indah, dengan lukisan cat minyak yang dipanjang di dinding dengan jarak tiga hingga lima langkah. Lampu yang digunakan di klub juga adalah lampu kristal yang sangat indah.
"Sepertinya Hans ini sangat suka mengumpulkan lukisan cat minyak, tidak tahu apa dia punya beberapa mahakarya yang berharga, sekalian bisa aku ambil dan kasih kakek Lina sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke-80."
Sebelum pulang tadi malam, Erwin bertanya kepada Lina tentang hal-hal yang disukai kakeknya, jawaban Lina adalah lukisan dan kakek Lina juga berencana untuk membuka pameran koleksinya sendiri, jika dia memberi kakek Lina beberapa koleksi berharga, itu pasti akan membuat kakek Lina sangat senang.
Ketika memikirkannya, Erwin dan Lisa sudah tiba di kamar tempat Hans berada, begitu mereka masuk, terlihatlah Hans yang duduk di kursi sambil memutar bola batu di tangannya dengan ekspresi santai.
Adam berdiri di samping Hans dengan bangga, bersama dengan 20 lebih pemuda yang kuat di sekitarnya, dilihat dari otot mereka saja sudah dapat dipastikan bahwa orang-orang ini sangat kejam. Melihat Erwin sudah masuk, orang-orang ini segera menutup pintu kamar.
“Erwin, haha, tak kusangka kau beneran datang, kali ini kau dan sepupumu tidak akan kabur lagi.” Adam berteriak penuh semangat ketika melihat kedatangan Erwin.
“Beri dia kursi.” Hans menjadi penasaran ketika melihat Erwin yang berekspresi tenang dan tidak takut ketika dikelilingi oleh orang-orangnya.
Segera anak buahnya membawakan kursi untuk Erwin, setelah duduk, dia berkata dengan ringan, "Oke! Sekarang katakan alasan kalian memanggilku kemari, aku ingin katakan terlebih dahulu, sekali aku datang, aku tidak akan pulang dengan tangan kosong."
"Erwin, apa kau ingat terakhir kali di Shelter Bar, kau menyuruh sepupumu untuk melukaiku dan keempat anak buah Kak Dragon?"
__ADS_1
Adam marah besar ketika melihat ekspresi tenang Erwin, karena awalnya dia berpikir Erwin akan gugup dan takut hingga memohon belas kasihan ketika dikelilingi oleh begitu banyak orang.
“Yah, ingat, ada apa?” Erwin menjawab dengan acuh tak acuh.
"Baguslah kalau ingat, kau harus bayar biaya pengobatan untuk keempat anak buah Kak Dragon, masing-masing 2 miliar rupiah, jadi totalnya 8 miliar," kata Adam dengan arogan, karena adannya Kak Dragon di sini, sehingga nada bicaranya menjadi lebih tinggi.
"8 miliar? Aku tak punya uang," kata Erwin sambil mengangkat bahu.
"Tidak masalah, tinggalkan saja sepupumu, lalu aku akan mematahkan kaki serta lenganmu, dan kau hanya perlu bersujud padaku!"
Adam menatap Erwin dengan kejam, kali ini dia harus mengembalikan semua penghinaan yang dia alami sebelumnya pada Erwin, kemudian mengusir Erwin keluar dari kota Bandung, dengan begitu Lina akan menjadi miliknya.
“Datang dan ambillah jika kau bisa!” Erwin menatap dingin ke arah Adam, tatapannya seolah sedang menatap mayat.
"Oke." Hans akhirnya berbicara. Dikelilingi oleh begitu banyak orang dan diancam dengan patah tangan dan kaki, namun Erwin masih bisa begitu tenang.
"Selama kau membayar 8 miliar hari ini, aku tidak perlu mempermasalahkan masalah itu lagi, jika kau tidak bisa membayar, maka biarkan sepupumu tinggal untuk melunasi hutang." Sepasang mata Hans sudah mengamati Lisa dari atas kepala hingga ujung kaki.
Bisa dikatakan bahwa tubuh Lisa ini sangat seksi, dan karena berlatih seni bela diri, anggota tubuhnya sangat kuat, yang membuat Hans semakin tertarik.
__ADS_1
“Sudah kubilang, datang dan ambillah jika kalian bisa." Ketika Erwin mengatakan itu, dia tiba-tiba mencibir dan melanjutkan, “Tapi jika kalian berani, maka tanggunglah konsekuensinya, jangan salahkan aku karena tidak memperingati kalian."
“Dasar bocah, karena kau sudah tak takut mati, maka akan kuperlihatkan padamu seberapa hebatnya kekuatanku, hajar dia!!” Setelah Hans meraung, beberapa orang langsung bergegas ke arah Erwin, dan Lisa segera mengeluarkan sansetsukonnya untuk melindungi Erwin.