Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Dogmatis


__ADS_3

Ketika Erwin masuk, dia menemukan bahwa sebagian besar temannya telah tiba, tetapi dia melihat sekeliling dan tidak menemukan sosok Lina, yang membuatnya sedikit kecewa, tetapi dia menyesuaikan suasana hatinya dengan cepat.


“Erwin, akhirnya kamu datang juga, kudengar kamu datang dengan Ferrari.” Namun alasan Andre berjalan kemari bukan karena mendekati Erwin, melainkan untuk menguji.


Ketika masih kuliah, mereka berdua pernah mengejar Lina, jadi dapat dianggap sebagai saingan cinta, hingga mereka bahkan hampir berkelahi, tetapi setelah Lina pergi ke luar negeri, pertengkaran mereka berdua sudah mereda.


Setelah lulus, dengan bimbingan orang tuanya, Andre menjadi cukup sukses di dunia hiburan. Dia telah mencapai posisi direktur produksi dalam tiga tahun, dengan gaji 1 miliar per tahun, ini sudah merupakan pencapaian yang bagus di antara teman-temannya, dan dia juga sudah mengendarai mobil BMW seri X.


Andre mengira dirinya sudah merupakan yang terbaik di antara teman-temannya, tetapi Erwin tiba-tiba muncul dengan mengendarai Ferrari yang harganya belasan miliar, sehingga pusat perhatian menjadi beralih, yang membuatnya sangat tidak senang.


“Iya, Ferrari F12 Bernelitta.” Erwin mengangguk dan menjawab dengan datar, karena dia tidak terlalu memedulikan Andre.


Erwin segera dikelilingi oleh teman-teman laki-laki lainnya.


“Wang Cheng, dari mana kamu mendapat uang sebanyak itu? Bahkan sampai naik Ferrari, bawa aku juga!” Para teman-teman laki-laki secara alami mengesampingkan Andre, dan mendekati Erwin.


Erwin tidak tahu harus menjawab apa, dia tidak mungkin mengatakan identitasnya yang sebenarnya, bukan?! Jadi dia hanya bisa mengalihkan topik dan berbicara dengan mereka tentang hal lain.


Dibandingkan dengan teman laki-laki yang hampir semuanya membahas tentang cara menghasilkan uang, mata para teman perempuan justru berbinar.


“Rasanya seperti Erwin semakin tampan saja, aku suka pria yang bisa mengendarai Ferrari dengan satu tangan.” Banyak teman perempuan yang ingin dekat dengan Erwin, terutama karena Erwin telah putus dengan Leticia, sehingga Erwin masih lajang sekarang, yang membuat mereka punya kesempatan untuk mendekati Erwin.

__ADS_1


“Leticia, untungnya kamu bertengkar dengan Erwin, kalau tidak aku benar-benar tidak akan punya kesempatan,” kata seorang teman sekelas perempuan tinggi dan cantik yang sedang merapikan rambutnya, kemudian dengan berani berjalan ke arah Erwin.


Leticia marah hingga gemetar ketika mendengar ini, tetapi dia masih berusaha untuk menekan rasa kecemburuan dan kemarahan di dalam hatinya.


"Aku ikut, aku ikut juga~" Segera para teman sekelas perempuan lainnya meninggalkan Leticia di belakang dan mengelilingi Erwin, ini adalah masalah yang sangat nyata dalam reuni kelas. Orang yang kaya pasti akan disanjung dan orang-orang juga pasti akan mencari cara untuk mendekatkan diri.


“Para wanita mata duitan ini benar-benar ditipu dengan apa yang mereka lihat dari si bocah miskin itu.” Leticia sangat marah saat ini, karena Erwin adalah sampah yang dia buang, tetapi sekarang justru berubah menjadi incaran para wanita. Hal ini membuatnya merasa bodoh, jadi bagaimana mungkin dia tidak marah sama sekali.


“Sayangku, jangan marah, lihatlah bagaimana aku membongkar kebohongannya.” Adam yang memandang Erwin dikelilingi para gadis juga merasa sangat tidak senang.


“Yah, dia pasti sedang berpura-pura, Ferrari itu mungkin hasil dari pinjaman atau sewaan, pasti begitu, dia tidak mungkin akan mampu membeli Ferrari.” Leticia terus meyakinkan diri dan tidak percaya kalau Erwin mampu membeli Ferrari hanya dalam beberapa hari.


Adam pun tersenyum dingin di sudut mulutnya, dan segera berjalan ke arah Erwin.


Ini adalah rencana cerdas Adam untuk membongkar kebohongan Erwin, karena Erwin ingin berpura-pura sebagai orang kaya, maka dia akan ikut dengan permainannya serta menyuruhnya bayar semua pengeluaran hari ini, dia ingin lihat bagaimana cara Erwin mengeluarkan uang sebanyak itu.


Ketika Andre yang berdiri di samping mendengar ini, matanya berbinar seketika, dan menjadi orang pertama yang setuju.


"Benar, Erwin kan begitu kaya, sampai mampu membeli Ferrari, jadi tentu saja biaya reuni teman-teman pasti tidak seberapa baginya!"


Dengan usulan dua orang ini, sebagian besar teman sekelas juga mengangguk dengan cepat. Lagi pula, setiap orang harus membayar 1 juta untuk makan malam ini, tentu saja mereka akan setuju karena saat makan secara gratis, bukan?

__ADS_1


Seseorang segera berdiri dan berkata dengan keras. "Betul tuh, Erwin bahkan sudah membeli Ferrari, jadi kenapa tidak sekalian membayar biaya reuni kita ini!"


Meskipun ini disetujui oleh sebagian besar para hadirin, tapi beberapa dari mereka masih kurang setuju karena menganggap ini terlalu membully Erwin. Terutama Daniel yang berada di dekat Erwin, dia langsung dengan cepat menarik Erwin keluar dari kerumunan dan diam-diam datang ke sudut sebelum Erwin sempat mengatakan apa-apa.


Melihat bahwa tindakan si gemuk itu mencurigakan, Adam diam-diam mengikuti mereka, dan mendekatkan telinganya untuk menguping.


"Bro, kusarankan jangan setuju, untuk pesta ini, biaya tempat dan makanan saja setidaknya 60 juta, hadiah lotremu hanya tersisa 400 juta karena sudah meminjamkanku 600 juta, biaya reuni ini terlalu boros, jangan sampai terjebak di dalamnya."


“Jangan khawatir, aku tahu batasku.” Erwin tersenyum sedikit, uang sekecil ini bahkan tidak dia  anggap, baginya mengeluarkan uang ini untuk traktir teman-temannya makan malam adalah hal yang wajar.


Meskipun Daniel dan Erwin hang berbisik, tetapi Adam justru berhasil menguping pembicaraan mereka. Ketika dia mendengar bahwa Erwin memenangkan lotre, dia tiba-tiba terkejut.


"Ternyata menang lotre sebanyak 1 miliar, pantasan begitu sombong, tapi dia benar-benar bodoh karena memberi pria gendut itu 600 juta. Sepertinya kesombonganmu itu persis seperti yang kuduga, ternyata memang menyewa seseorang untuk berakting, dan Ferrari kali ini mungkin hanya hasil sewaan."


Setelah mendapat informasi ini, Adam menunjukkan senyum puas, menurut pendapatnya, Erwin masih tetap seorang bocah miskin, yang hanya menang lotre dan tiba-tiba mendapat sedikit uang.


"Merupakan sebuah takdir kita semua untuk bisa berkumpul di sini, jadi aku akan membayar semua biaya reuni ini, dan standar biaya prasmanan per orang akan kunaikkan jadi 2 juta." Erwin tersenyum sedikit dan berdiri sambil berkata dengan keras. Karena bagi Erwin jumlah uang sekecil ini bukanlah apa-apa.


Begitu dia mengatakan ini, semua teman-temannya tercengang, Erwin ini terlalu murah hati dan sekali traktir langsung berlipat ganda.


Para teman-temannya bahkan semakin mengagumi Erwin, sementara itu para teman perempuan justru memarahi Leticia karena bodoh, dan menyerah pada pria bakat serta sekaya ini, melihat bahwa Erwin lebih didukung oleh teman-teman, wajah Leticia berubah total.

__ADS_1


“Namun, orang itu bukan teman kelas kita, jadi dia harus membayar pengeluarannya sendiri di sini.” Erwin menunjuk ke arah Adam, tersenyum di sudut mulutnya. 'Berani bermain denganku? Akan aku ikuti permainanmu yang murahan itu.'


__ADS_2