Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Bab 224 Kekuatan Mengerikan Dari Grandmaster Pencak Silat


__ADS_3

Setelah melihat orang yang datang, Sharon, Lisa dan Leona langsung senang dan berteriak keras,


"Guru!"


Orang ini adalah Henry James, kepala Pencak Silat Raung mountain, seorang grandmaster di bidang Pencak silat.


Setelah melihat orang itu, ekspresi Paman Joni menjadi serius untuk pertama kalinya, meskipun tidak mengenal Henry, tapi tekanan yang diberikan Henry sangat kuat.


"Kekuatan orang ini mungkin jauh melebihiku." Paman Joni merasa terancam untuk pertama kalinya, selain monster tua di perguruan WD, Henry ini adalah orang pertama yang membuat Paman Joni tertekan semenjak keluar dari perguruan.


“Siapa kau?” Paman Joni tidak mau mengakui kekalahan begitu cepat.


"Kepala Pencak Silat Raung Mountain, Henry James." Henry melirik Paman Joni dengan mata yang tampak biasa saja, tapi terasa tegas.


Mendengar ini, Paman Joni sedikit terkejut, sekarang kepala Pencak Silat Raung Mountain sampai turun tangan, sepertinya masalah ini memang tidak akan berakhir dengan baik.


Orang-orang yang hadir juga setidaknya pernah mendengar tentang kehebatan Henry, mereka entah kenapa merasa bersemangat ketika melihat Henry, sangat grandmaster muncul secara langsung.


Pada usia ke 20, Henry sudah tak terkalahkan di kota-kota dekat Raung Mountain, dalam 20 tahun berikutnya, dia mulai berlatih sambil berkeliling dunia dan menantang berbagai aula seni bela diri, Perguruan, sekolah seni bela diri kuno, dan lain sebagainya yang ada di dalam negeri.


Yang paling terkenal adalah Kompetisi Seni Bela Diri Laut China Timur, yang diadakan bersama oleh kalangan seni bela diri dari berbagai negara, yang mengumpulkan grandmaster dari 12 negara di seluruh dunia, termasuk judo, muay thai, karate, tinju, dan seni bela diri lainnya.


Pada usia empat puluh, dia sudah  mengalahkan empat puluh delapan grandmaster dari dua belas negara dan memenangkan juara Kompetisi Seni Bela Diri Laut China Timur, yang membuatnya terkenal di dunia seni bela diri.


Sejak itu, Henry telah pensiun dan berkonsentrasi untuk menerima murid serta berlatih.


"Pencak Silat kami tidak pernah punya selisih dengan Perguruan WD kalian, tapi kalau kalian berani provokasi, kami tentu tak akan tinggal diam!" Henry berkata dengan tenang dan memancarkan semacam rasa paksaan di sekujur tubuhnya.


"Tuan Henry, kalau begitu maaf telah mengganggu." Paman Joni tidak mau menyerah tanpa bertarung, ini bukanlan gayanya, dia tidak mau ditakuti oleh tekanan Henry, karena itu hanya akan mempermalukan Perguruan WD.


Sambil berbicara, Paman Joni menggunakan seluruh kekuatannya untuk menyerang Henry, serangan cengkraman sekali lagi terlepaskan, bahkan menciptakan suara samar memecah udara, yang menunjukkan kecepatan serangan ini.


Jika terkena serangan ini, setidaknya akan cedera berat.


Namun, Henry masih tidak bergerak, bahkan tidak mengedipkan kelopak mata, begitu cengkraman Paman Joni mendekati tubuhnya, dia tiba-tiba mengeluarkan tinju secara langsung.


Pukulan yang tampaknya biasa itu dipenuhi dengan energi, dan bahkan sampai membawa gelombang udara, yang menyebabkan getaran di udara sekitarnya, sebelum tinju itu sampai, energi terlebih dahulu menyentuh cengkrama Paman Joni.

__ADS_1


Selain terkejut, tubuh Paman Joni dipantulkan oleh energi hingga terpental jatuh di beberapa meter jauhnya, menyemburkan seteguk darah dan terlihat jelas menderita luka dalam.


Penonton langsung terkejut, dan bahkan Erwin juga tercengang.


Bukankah ini terlalu luar biasa? Baru saja tinju Henry bahkan tidak terlihat menyentuh cengkraman Paman Joni sama sekali, tapi tubuh Paman Joni tiba-tiba terpental, bagaimana Henry melakukannya? Keraguan dan ketidakpahaman yang menumpuk melintas di hati Erwin.


Penonton lainnya juga sangat terkejut, inilah kekuatan dari seorang Grandmaster pencak silat, yang bisa mengalahkan tetua perguruan WD hanya dengan satu pukulan, sungguh kekuatan yang menakutkan.


"Tuan Henry ini benar-benar luar biasa! Hanya dengan satu pukulan sudah menang!"


"Sungguh luar biasa seseorang bisa berlatih seni bela diri sampai tingkat ini."


"Benar, Pencak Silat dari Raung Mountain ini kuat sekali, aku akan menyuruh para junior datang mendaftar nanti, ini adalah seni bela diri yang sebenarnya, bukan yang keroco-keroco."


"Aku juga harus minta anak-anak di keluargaku datang mendaftar, bisa belajar ilmu dari Tuan Henry pasti tak perlu takut dibully orang lain di sekolah."


...


Untuk sementara, orang-orang di sekitar mulai mendiskusikannya, dan melihat Henry dengan penuh kagum.


Paman Joni bangkit dengan susah payah, matanya penuh kejutan dan ketidakpercayaan.


"Ini hari pembukaan Balai Seni Bela Diri Pencak Silatku, jadi aku sedang dalam suasana hati yang baik dan tidak akan mempermasalahkan ini, jadi cepat bawa orang-orangmu keluar dari sini." Henry berteriak kepada Paman Joni.


Paman Joni tidak berani menunda, dan ingin pergi dengan orang-orangnya, tapi justru dihentikan oleh Erwin.


"Kau boleh pergi, tapi tidak dengan Farel dan Chris."


Erwin itu tidak semudah itu untuk diajak berkompromi, karena dia sudah peringatkan mereka sebelumnya, kalau masih berani provokasi, maka masalahnya tidak akan selesai semudah patah kaki, kali ini harus tepati kata-kata.


“Dasar sialan, memangnya kau siapa? Tuan Henry sudah suruh kami pergi, kau tak berhak menyuruh kami tetap tinggal.” Farel marah dan merasa sedikit gelisah.


“Erwin, kata-kata Henry sekalipun berani kau langgar? Kami sudah disuruh pergi.” Chris yang berada di sebelah mau tidak mau menelan ludah, karena tidak ingin kakinya dipatahkan untuk yang kedua kalinya.


"Kau pikir Balai Seni Bela Diri Pencak Silat ini boleh kalian masuk dan pergi sesuka hati? Kalian harus menanggung resikonya, cepat bawa Chris dan Farel ini ke lantai dua." Erwin berkata dengan dingin, jika kedua orang tidak diberi pelajaran, maka pasti akan meremehkan Erwin lagi.


Begitu kata-kata itu keluar, beberapa petinju hitam berjalan keluar dari kerumunan, kemudian langsung menangkap Farel dan Chris.

__ADS_1


Segera, Paman Joni juga terkejut, ini adalah dua tuan muda dari keluarga Graham yang harus dilindunginya, jika sesuatu terjadi pada mereka berdua di bawah perlindungannya, maka kesalahannya tidak akan kecil.


"Dasar sialan, apa yang kau mau? Ini dua putra keluarga Graham Kota Santa, apa yang mau kau lakukan?” Paman Joni berteriak dan memarahi.


"Aku tidak peduli mereka siapa, yang berani provokasi harus membayar harganya, jika bukan karena Henry membiarkanmu pergi, kau juga jangan harap bisa pergi dari sini." Erwin menunjuk ke Paman Joni dan berkata dengan dingin.


“Ka-kau, Tuan Henry, apa boleh aku bawa kedua tuan muda ini pergi?” Paman Joni tidak bisa berdebat dengan Erwin, jadi berbalik untuk melihat Henry Dan memohon.


Namun Henry bahkan tidak memandangnya.


"Karena keduanya telah menyinggung tuan muda ini, maka selesaikan urusan kalian sendiri, jika masih ingin tinggal di sini, maka maaf." Kata-kata Henry setara dengan mendukung Erwin, yang membuat Paman Joni sangat marah, tapi tidak ada yang bisa dia lakukan.


Pada saat yang sama, Farel dan Chris tidak bisa menahan keringat dingin, sepertinya Henry ada di pihak Erwin, kalau tidak tidak mungkin terus memihak padanya.


"Oke, anggap kau kejam kali ini." Paman Joni tahu bahwa selama ada Henry di sini, maka dia tidak akan bisa menyelamatkan Farel dan Chris, jadi hanya bisa pergi dan mencari cara lain.


Setelah Paman Joni pergi, Farel dan Chris dibawa ke lantai dua oleh beberapa petinju hitam, dan Erwin mengikuti.


Sedangkan untuk Henry, di bawah panduan Sharon dan Damon, dia menyapa bos-bos besar dari semua sisi satu per satu, lagipula dia merupakan kepala sebenarnya dari Balai Seni Bela Diri Pencak Silat ini.


Di sebuah kantor lantai dua, Erwin memandang Farel dan Chris dengan sudut mulut yang berkedut dingin.


"Sudah kuperingatkan kalau berani provokasi lagi masalj tak akan selesai semudah patah kaki saja!"


Begitu kata-kata itu keluar, Farel dan Chris ketakutan karena sudah pernah disiksa oleh kekejaman Erwin.


“Erwin, kami mengaku salah dan tidak akan berani menganggumu lagi! Gimana kalau kami masing-masing bayar 2 milyar sebagai permintaan maaf?” Farel ingin menggunakan uang untuk menyelesaikan masalah ini.


“Aku tidak kekurangan uangmu yang tak seberapa itu! Cukup jawab pertanyaanku dengan jujur, kalau hari ini bukan hanya patah kaki saja.” Erwin mengancam dengan tegas.


“Apa yang ingin kau tahu, kami pasti jawab sejujurnya.” Chris dengan cepat mengangguk, dengan adanya Henry sebagai pendukung, mana mungkin mereka berani provokasi lagi.


“Kalau begitu bagaimana kaki kalian bisa pulih secepat itu? Dan langsung bisa berjalan seperti biasa dalam tujuh hari?” Erwin sangat bingung tentang hal ini, sebenarnya mungkin saja petinju hitam itu berbelas kasih pada waktu itu, tapi biasanya para petinju hitam tidak akan melakukan hal seperti itu di depannya.


Rata-rata orang yang patah kakinya perlu istirahat setidaknya selama sebulan, dan harus memasang gips atau semacamnya. Tetapi kedua orang bisa pulih dengan kecepatan yang tidak wajar, terutama Chris yang kedua kakinya dipatahkan waktu itu, mana mungkin bisa sembuh dalam tujuh hari saja? Pasti ada rahasia di balik semua ini.


Setelah keduanya saling memandang, Farel akhirnya membuka mulut.

__ADS_1


"Keluarga Graham kami ini bergerak di bidang industri farmasi, jadi ada beberapa obat luka dari resep rahasia leluhur keluarga kami yang sangat efektif."


"Oh?" Mata Erwin berbinar ketika mendengar ini.


__ADS_2