
Rumah tua Keluarga Aleda, hari ini Tuan Besar Aleda mengumpulkan semua anggota Keluarga Aleda untuk makan bersama, yang bertujuan untuk mendiskusikan suatu hal penting yang berkaitan dengan masa depan Keluarga Aleda.
David Aleda memiliki tiga putra, satu putri, dan tujuh cucu, pada usianya yang ke 80 ini, sisa waktunya tidak akan lama lagi, dia seharusnya pensiun dan menikmati kehidupan di rumah.
Namun, peristiwa besar yang terjadi di Kota Bandung baru-baru ini terus berdatangan, dan masing-masing terkait dengan masa depan Keluarga Aleda, jadi dia terpaksa harus turun tangan dan memanggil semua anggota keluarga untuk berdiskusi bersama.
"Alasan aku memanggil kalian ke sini bukan hanya untuk makan bersama, tapi juga untuk masalah yang sangat penting untuk didiskusikan, kalian semua seharusnya dapat undangan resepsi dari Damon di Klub Keuangan Jade, dan tertulis tiga tokoh utama yang akan ikut hadir."
Ketika Tuan Besar Alera mengatakan ini, Lucas dan yang lainnya mengangguk karena memang dapat surat undangan dari Damon untuk resepsi, dan pada saat yang sama juga menajamkan telinga untuk mendengarkan dengan seksama.
"Tiga tokoh penting ini yaitu Oswin, yang mewakili otoritas tertinggi di Kota Bandung, setahuku Oswin ini biasanya tidak menghadiri resepsi bersifat komersial seperti itu, jadi sudah jelas Oswin memberi muka pada Damon sehingga bersedia hadir."
"Benar." Semua orang mengangguk serempak, resepsi yang dihadiri walikota sendiri saja sudah patut dikunjungi, karena kalau bisa berteman dengan walikota, itu pasti akan sangat bermanfaat bagi masa depan Keluarga Aleda.
"Kemudian Andy, manajer umum Klub Keuangan Jade, seperti yang kita tahu, Klub Keuangan Jade ini adalah pusat keuangan Kota Bandung, investasi perbankan, asuransi, dan industri keuangan lainnya yang mereka punya itu jauh lebih banyak daripada keluarga Ragnarson, jadi Andy ini pada dasarnya mewakili sebagian besar Keuangan Kota Bandung."
Lucas dan yang lainnya juga mengangguk setuju, Klub Keuangan Jade ini hanya memperbolehkan akses dari anggota saja, jadi melalui resepsi ini, kalau dapat berteman dengan Andy, maka Keluarga Aleda tidak perlu khawatir tentang uang lagi jika ingin berkembang ke depannya.
"Tokoh penting terakhir adalah Tuan Muda Smith, pewaris keluarga Smith yang disorot dalam surat undangan, meskipun keluarga Smith tidak berada di peringkat keluarga kaya di Indonesia, tapi itu bukan berarti pengaruh mereka kecil, melainkan mereka tidak suka disetarakan dengan orang kaya di dalam negeri, industri mereka sudah menyebar ke seluruh dunia, dan CEO mereka, Arthur Smith, itu adalah orang terkaya di Indonesia 20 tahun yang lalu."
Lucas dan yang lainnya diam-diam terkejut saat mendengar ini, kalau bisa memiliki sedikit hubungan dengan orang kaya yang sudah melampaui sepuluh keluarga teratas di negara ini, yang memiliki kekuasaan dan industri kelas dunia, maka masa depan keluarga Aleda tidak perlu diragukan lagi.
“Menurut Ayah, Damon beneran bisa mengundang Tuan Muda kelas dunia itu datang?” Tanya Simon Aleda dengan ragu.
Sebenarnya, ini merupakan pertanyaan semua orang di sini juga, karena mana mungkin pewaris keluarga kaya top dunia mau datang ke kota tingkat ketiga seperti Kota Bandung? Memangnya status Damon mampu untuk itu? Bahkan Lucas yang cukup dekat dengan Damon saja tidak percaya akan hal ini.
"Sejujurnya, aku juga tidak percaya!" Tuan Besar Aleda langsung menyatakan pendapatnya, kemudian melanjutkan, "Sangat mungkin Damon hanya mau manfaatkan nama Tuan Muda Smith untuk menekan keluarga Baxter di Aliansi Bisnis Bandung. Tapi pada saat yang sama tidak menutup kemungkinan Tuan Muda Smith ini beneran akan datang."
__ADS_1
Mendengar itu, semua orang di sini menarik napas dalam, kalau Tuan Muda Smith ini beneran datang, Aliansi Bisnis Bandung yang dibentuk susah payah oleh keluarga Ragnarson dan keluarga Davis mungkin akan runtuh dalam satu malam.
"Sepemahamanku tentang Damon, kemungkinan Tuan Muda Smith bisa hadir sangat tinggi, dan kita tidak boleh taruhan sepenuhnya pada satu pihak saja," kata Tuan Besar Aleda dengan penuh arti.
“Maksud Ayah, Ayah mau kita bagi menjadi dua kelompok untuk mendukung Aliansi Bisnis Bandung sekaligus Damon?” Lucas berkata dengan jelas.
“Iya, mau pihak mana yang menang pada akhirnya, keluarga Aleda kita tidak akan hancur.” Setelah jeda, Tuan Besar Aleda melanjutkan,
"Aku dan abang tertua kalian sudah tanda tangan kontrak Aliansi Bisnis Bandung, jadi sementara ini akan berada di pihak keluarga Ragnarson, jadi kalian bertiga hadiri saja resepsi Damon besok."
“Ayah, apa ini tidak apa-apa? Keluarga Ragnarson tidak akan menyalahkan kita, kan?” Simon berkata dengan khawatir, mengingat Steve sudah mengeluarkan larangan bagi anggota yang menandatangani kontrak untuk menghadiri resepsi Damon, itu akan dianggap sebagai pelanggaran aturan kontrak dan dikenakan denda besar.
“Jika terjadi kesalahan, aku akan bertanggung jawab!” Tuan Besar Aleda menunjukkan keberaniannya, jika hanya bertindak bodoh dengan memilih satu pihak saja, itu justru akan mempersempit masa depan Keluarga Aleda, setelah mengatakan itu, Tuan Besar Aleda mengingatkan dengan sedikit canggung,
"Dan juga, untuk semua cucu perempuanku yang akan pergi ke resepsi besok, suruh mereka dandan secantik mungkin."
“Kenapa Ayah tiba-tiba peduli?” Mary yang duduk di sebelah Lucas berkata tanpa sadar, dia hanya punya seorang putri, dan biasanya selalu diabaikan oleh Tuan Besar Aleda, tapi sekarang tiba-tiba menjadi seperti ini, jadi otomatis dia harus bertanya untuk mengetahui alasannya dengan jelas.
"Seharusnya Tuan Muda Smith seumuran dengan para cucu perempuanku.” Tuan Besar Aleda hanya mengucapkan kalimat ini, tapi semua orang yang hadir langsung mengerti, lagi pula mereka tidak bodoh.
Tidak heran Tuan Besar Aleda tiba-tiba menyuruh cucunya dandan secantik mungkin, ternyata ingin menargetkan Tuan Muda Smith! Meskipun peluang ini lebih rendah daripada memenangkan lotre, tapi bagaimana kalau berhasil memikat hati Tuan Muda Smith? Itu jelas sebuah batu loncatan besar bagi Keluarga Aleda!
Mata semua orang berbinar, tiga bersaudara itu punya seorang putri. Simon, Darwin, dan bahkan Stella punya satu putra dan putri, di sisi lain, hanya Lucas yang memiliki seorang putri.
Tuan Besar Aleda ini biasanya kurang suka melihat Mary, menantu perempuan keduanya, karena tidak melahirkan seorang putra, jadi mana mungkin senang pada Mary? Perlakuan yang berbeda selalu membuat Mary marah.
Rencana keluarga Aleda ini dipakai oleh banyak keluarga kaya di Kota Bandung juga.
__ADS_1
Salah satunya adalah bagi menjadi dua kelompok, yang masing-masing berpihak pada Damon dan Aliansi Bisnis Bandung, kemudian adalah menyuruh cucu atau anak mereka dandan secantik mungkin untuk memikat Tuan Muda Smith, walaupun peluangnya kecil tapi setiap orang menaruh harapan akan hal ini.
Pada hari resepsi, Erwin mengendarai mobil ke rumah Lina, bersiap menjemput Lina untuk menghadiri resepsi di Klub Keuangan Jade.
Tapi begitu tiba di depan pintu, terdengar suara Lina dan Mary yang sedang berdebat di lantai atas.
“Bu, Erwin tak suka aku pakai gaun terbuka, itu hampir seperti tidak menutup tubuh sama sekali!” Lina sangat tidak senang, Mary bersikeras memaksanya pakai gaun yang sangat mengekspos tubuhnya.
"Ini untuk kebaikanmu sendiri, kalau tidak tunjukkan sedikit tubuhmu, bagaimana kau bisa menarik perhatian Tuan Muda Smith? Kau membuatku kesal saja, jangan sia-siakan kecantikanmu." Mary menatap Lina dengan kecewa.
“Untuk apa menarik perhatian Tuan Muda Smith? Aku sudah punya Erwin!” Lina menolak secara langsung, dan dibuat kesal oleh ibunya.
"Selain itu, aku tak peduli menikah dengan keluarga kaya, aku cuman mau hidup damai dengan Erwin!"
Setelah mengatakan ini, Lina dengan marah meninggalkan gaun itu dengan Mary, dan turun ke lantai bawah dengan gaun putih yang biasanya dia pakai.
Begitu tiba di pintu masuk tangga, wajahnya yang cantik langsung senang kembali saat melihat kedatangan Erwin, dan buru-buru mendekati Erwin.
“Erwin, akhirnya kamu datang juga, yuk kita duluan saja.” Lina memegang lengan Erwin dengan penuh kasih sayang dan mendesak, dia tak mau melihat ibunya yang marah-marah.
“Tante sama paman tak akan menyalahkanku, kan?” Erwin berkata tanpa daya.
“Santai saja, yuk cepat, sebelum ibuku menyusul ke sini.” Apa yang dikatakan Lina benar, begitu Lina selesai berbicara, Mary langsung menyusul dari lantai atas dengan ekspresi marah dan gaun yang terbuka di tangan.
Erwin yang melihat ini terdiam beberapa saat, dia tidak menyangka undangan yang Damon sebarkan akan berpengaruh sebesar ini, bahkan sampai Mary juga ikut bertindak.
Namun, Erwin jelas telah meremehkan daya pikat status Tuan Muda keluarga Smith terhadap para wanita dan gadis.
__ADS_1
Setelah membawa Lina sampai ke depan pintu Klub Keuangan Jade, Erwin baru sadar akan pengaruh identitas Tuan Muda Smith.