Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Bab 175 Aku Lebih Kejam Darimu


__ADS_3

Setelah Erwin mandi dengan santai, dia membawa Lisa dan Doni ke lantai bawah.


            Orang-orang di seluruh gedung berada dalam suasana tegang, Damon telah menempatkan lebih dari 100 penjaga keamanan di perusahaan, dan berpikir jumlah ini seharusnya cukup.


            Tapi dia salah memperkirakan kekuatan tiga keluarga besar di utara kota, terutama Rio dari keluarga Louis utara kota, yang memiliki lebih dari 100 penjaga keamanan di keluarga Louis, jadi menurut perhitungan ini, Perusahaan Real Estate Hype tidak mungkin bisa didobrak masuk secara paksa.


            Apa yang tidak dia duga adalah bahwa Rio diam-diam menyimpan sekelompok master tinju hitam, ini adalah kartu as Rio, para petinju hitam ini tidak hanya dapat menghasilkan uang untuknya, tapi juga dapat dengan cepat dikumpulkan untuk melakukan penyerangenyerang pada saat-saat kritis.


            Dengan adanya petinju yang sebanyak itu, orang-orang Doni tidak bisa bertahan lama dan menderita banyak pukulan, mereka hanya bisa menutup sementara pintu perusahaan dan memasuki keadaan pertahanan tertinggi.


            "Bawa Anton ke sini, sudah saatnya memanfaatkan Anton." Erwin tiba-tiba teringat dengan Anton, yang seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai sandera untuk memaksa ayahnya.


            "Baik, akan kubawa ke sini.” Doni langsung pergi setelah menjawab.


            Tak lama kemudian, Erwin membawa Lisa ke lobi lantai pertama, dan melihat bahwa pintu kaca perusahaan tertutup rapat, melalui pintu kaca transparan dapat dengan jelas melihat kerumunan yang ada di luar.


            Rio yang memimpin pasukan ditemani dua pria yang jelas berbeda dari orang biasa, kedua orang itu kokoh, berotot, dan memiliki mata yang tajam, dapat dilihat merupakan master petinju.


            Erwin menyuruh seseorang untuk membuka pintu kaca, kemudian berjalan keluar bersama Lisa.


            “Apa yang datang adalah ayah Anton, Rio Louis?” Erwin berteriak dari jarak lebih dari sepuluh meter dengan ekspresi tenang.


            "Benar, jadi kau Erwin yang menculik putraku?? Cepat serahkan putraku, atau kurobohkan tempat ini." Teriak Rio sambil mengambil beberapa langkah ke depan dengan nada yang cukup arogan.


            Pada saat yang sama, Rio memandang Erwin dari atas ke bawah, dan karena Erwin terlihat biasa-biasa saja, jadi dia langsung mengalihkan perhatiannya ke arah Lisa dan mengerutkan kening.


            Risky yang melihat ini buru-buru datang untuk menjelaskannya kepada Rio.


            "CEO, orang uang berdiri di samping Erwin itu petinju wanita bernama Lisa yang sangat kuat itu, bahkan Baka bukan tandingannya."


            "Wanita ini terlihat biasa-biasa saja, dia beneran menang melawan Baka?"


            Rio tahu bahwa Baka adalah petinju hitam peringkat ketiga, dan putranya suka menggunakan Baka untuk pertandingan taruhan, awalnya dia mengira petinju wanita ini setidaknya seorang wanita yang tinggi dan berotot, tapi penampilan Lisa ternyata mirip dengan wanita biasa yang sedikit lebih dingin saja.


            "Iya, dia menang taruhan dua kali dengan tuan muda secara beruntun, dan Baka dikalahkan dalam sepuluh teknik." Risky melanjutkan.


            Risky sangat memuji Lisa sehingga dua master petinju hitam yang mengikutinya mendengus dingin dan mencibir pada Risky untuk sementara waktu.


            "Risky, jangan terlalu melebih-lebihkan, Baka itu juga tidak seberapa, aku bahkan bisa mengalahkannya dengan satu tangan." Rhoda yang menempati peringkat kedua dalam petinju hitam berkata dengan jijik.


            Faktanya, kekuatan Rhoda setara dengan Baka, tetapi di depan Rio, dia masih ingin pamer, karena jika bisa mendapatkan bantuan Rio, masa depannya akan cerah.


            "Rhoda benar, Risky, bukannya itu cuma seorang wanita? Memangnya bisa sekuat apa? Rhoda, maju dan beri sedikit pelajaran, tunjukkan kemampuanmu." Rio juga tidak percaya seorang wanita bisa sekuat itu, pasti Baka yang berbelas kasihan dan melakukan kesalahan.


            "Baik CEO, tunggu kabar baik dariku." Rhoda menjawab dan segera berjalan ke depan, Doni saja bukan lawannya, jadi dia sangat percaya diri kali ini.


            Ketika sudah berada sepuluh meter dari Erwin, dia berhenti dan berteriak keras.


            "Siapa lagi yang berani menantang??"


            Erwin mengerutkan kening, karena merasa orang ini tidak sederhana.


            "Tuan Erwin, itu Rhoda, dia sangat kuat sampai bang Doni saja bukanlah lawannya." Orang-orang Erwin tanpa sadar sedikit gemetar saat melihat Rhoda yang datang untuk memprovokasi lagi, karena mereka sudah melihat betapa kuatnya Rhoda ini.


            Tidak hanya Doni saja yang bukan lawannya, tapi bahkan beberapa dari mereka dihajar olehnya saat maju, yang jelas Rhoda ini sangat tangguh.


            “Lisa, kasih paham.” Erwin mengangguk diam-diam, sepertinya mereka harus melawan kesombongan mereka, jika tidak maka akan merugikan negosiasi berikutnya.


            Begitu kata-kata itu keluar, Lisa berjalan maju, dan suasana di tempat kejadian menjadi sangat serius.


            “Kau petinju wanita yang mengalahkan Baka? Aku justru mau lihat seberapa kuat kau itu!” Saat berbicara, Rhoda mengepalkan tinjunya dan menyerang Lisa.


            Lisa sedikit mengernyit dan menyapanya tanpa bergeming.

__ADS_1


            Keduanya sangat kuat, dan bertarung melawan satu sama lain.


            Setelah lebih dari sepuluh menit, Lisa perlahan-lahan unggul, membalikkan badan dan melakukan tendangan samping, kekuatan besar langsung membuat Rhoda termundur beberapa langkah.


            "Pelacur sialan ini malah semakin kuat." Rhoda menarik napas dalam, merasa bahwa secara bertahap staminanya tidak mengikuti Lisa, dan gerakan Lisa terus meningkat baik dalam segi kecepatan maupun kekuatan, yang membuatnya sangat sulit untuk percaya.


            Secara umum, semakin lama durasi pertarungan, maka stamina semakin terkuras, pada saat yang sama kecepatan serta kekuatan juga akan menurun, tapi Lisa ini justru semakin kuat, itu yang membuat Rhoda sangat bingung.


            “Hanya dengan ini kau ingin mengalahkanku?” Lisa hanya menguji Rhoda awalnya, jadi terus menahan diri, setelah menganalisis gerakan ofensif dan defensif lawan, Lisa baru fokus pada penguatan ofensif.


            Dengan teriakan, Lisa menyerang Rhoda lagi, Rhoda juga berteriak sebelum bersiap untuk melemparkan tinjunya.


            Namun, Lisa mengubah teknik tinjunya menjadi teknik kakinya di tengah penyerangan, menukik langsung ke tanah. Tinju Rhoda menjadi meleset, sementara Lisa menyapu Rhoda dengan sapuan kaki yang menempel di tanah.


            Alhasilnya Rhoda jatuh ke tanah, dan sebelum sempat untuk bangun, Lisa berbalik dan menginjak lengannya, kali ini tidak berbelas kasihan sama sekali, suara retakan tulang terdengar, lengan Rhoda pun patah.


            Lisa melompat lagi, menginjak lengan yang lain, hal yang sama terjadi, lengan tersebut juga patah.


            Kedua lengannya merosot dengan lembut, Rhoda jatuh ke tanah dan melolong kesakitan.


            Semua orang merinding, wanita berwajah dingin ini terlalu kuat dan juga kejam, Rhoda sama sekali bukan lawannya.


            Melihat ini, ekspresi Rio berubah untuk sementara waktu, setelah menyaksikan kekuatan Lisa dengan matanya sendiri, dia langsung mengerti bagaimana putranya bisa kalah kemarin.


            “Siapa sebenarnya orang ini, bisa memiliki orang sekuat itu yang mengikutinya.” Rio memandang Erwin dengan iri, master bela diri seperti wanita ini jelas adalah objek yang diperebutkan oleh tiga keluarga besar mereka di utara kota, tapi kenapa bisa ikut dengan Erwin.


            “Tuan CEO, mau saya beri petinju wanita itu pelajaran?” Dallen, master lain di belakang Rio berinisiatif untuk bertanya.


            Dallen adalah master petinju nomor satu di stadion tinju hitam yang kaya akan pengalaman.


            Dia sudah melihat pertarungan antara Rhoda dan Lisa barusan, jadi setidaknya sedikit mengerti pola serangan Lisa, ditambah sekarang Lisa telah menghabiskan banyak stamina, jadi merupakan kesempatan yang bagus untuk maju menantang sekarang.


            “Tunggu, aku akan menyuruh yang lain untuk menguras tenaganya lagi.” Rio tidak bodoh, hanya satu master petinju hebat yang tersisa di sisinya sekarang, jika kalah lagi, itu akan sangat melukai mental mereka, jadi dia memutuskan untuk mengirim yang lain untuk menguras stamina petinju wanita ini.


            "Tuan Erwin, Anton sudah kubawa ke sini!!"


            Erwin tersenyum sambil melirik Anton yang tampak tak berdaya, akhirnya dia bisa memegang kendali situasi.


            Namun, ketika Anton melihat bahwa ayahnya sudah membawa orang sebanyak itu, dia langsung berteriak,


            “Ayah, selamatkan aku!” Anton bagaikan melihat adanya harapan di matanya, melihat orang-orang ayahnya membuatnya bersemangat.


            "Lepaskan anakku!" Rio langsung marah begitu melihat Anton.


            "Boleh saja melepaskan putramu, tapi aku mau Klub Hiburan Fox," teriak Erwin dengan keras.


            Setelah melihat kekuatan petinju hitam, Erwin sudah tertarik dengan stadion tinju hitam, dengan adanya tim petinju sebagai kartu as, maka akan jauh lebih mudah untuk bertahan di utara kota.


            “Mau Klub Hiburan Fox-ku? Jangan harap!" Rio tidak akan mau menyerahkan klub hiburan paling menguntungkan dari keluarga Louis begitu saja, jika kehilangan para petinju stadion tinju hitam yang merupakan kartu asnya, kekuatannya di utara kota akan berkurang lebih dari setengah.


            "Kalau tidak setuju nyawa putramu akan hilang.” Erwin berkata dengan nada mengancam yang ringan.


            "Berani mengancamku? Kalau anakku kehilangan sehelai rambut saja akan kukubur kau hidup-hidup." Rio berkata dengan angkuh, dia memang akan melakukan hal semacam itu, karena dulu saat masih dalam organisasi jahat, dia sering melakukannya, kalau tidak akan mustahil baginya untuk menempatkan posisinya yang sekarang.


            “Kalau begitu aku justru ingin lihat.” Erwin mendengus dingin, lalu mengeluarkan sebuah belati yang selalu dibawanya dan menancap ke arah paha Anton.


            Anton diikat dan ditahan oleh Doni, jadi tidak bisa bergerak sama sekali, belati tersebut langsung menusuk daging paha Anton.


            Anton menjerit kesakitan, darah merah mengalir keluar dari paha dan wajahnya langsung memucat.


            “Rio, kau memang kejam, tapi aku juga tidak kalah kejam, kalau tak setuju hari ini, Anton akan mati di tempat.” Erwin berkata dengan keras.


            Melihat ini, Rio sangat sedih, dan wajahnya berangsur-angsur menjadi cemberut, Erwin ini ternyata cukup tangguh!

__ADS_1


            Namun, saat ini Risky tiba-tiba menyarankan.


            "CEO, kita akan dapat keuntungan apapun kalau menghadapi Erwin secara langsung saat ini, kalau tidak berhasil tuan muda benar-benar akan mati, kenapa tidak kita setuju dulu, setelah menyelamatkan tuan muda, baru kita cari kesempatan untuk balas dendam."


            Rio perlahan menjadi tenang, Erwin ini tampaknya cukup kejam, kalau menghadapi secara langsung memang beresiko, bagaimanapun Anton ada di tangan mereka.


            “Oke, akan kuingat dendam ini.” Rio bersumpah diam-diam, kemudian mengambil beberapa langkah ke depan dan berkata,


            "Erwin, aku setuju, klub Hiburan Fox akan jadi milikmu mulai sekarang! Kita bisa menandatangani kontrak di tempat."


            “CEO Rio memang tanpa basa-basi, aku suka barter dengan orang sepertimu.” Erwin tersenyum sedikit, Rio akhirnya setuju dan menyuruh bawahan untuk mempersiapkan perjanjian kontrak transfer Klub Hiburan Fox.


            Di depan pintu masuk Perusahaan Real Estate Hype, Rio menandatangani kontrak paling memalukan dalam sejarahnya.


            “Lepaskan anakku sekarang." Rio berkata dengan wajah muram setelah meletakkan penanya.


            "Oke, tapi tunggu aku masukin tim petinju hitam di tempat kejadian ini dulu, bagaimanapun, orang-orang ini sudah jadi atas namaku," kata Erwin sambil tersenyum tipis.


            Selama tim petinju hitam ini disertakan, Erwim tidak akan takut lagi jika Rio berubah pikiran.


            “Oke.” Kata Rio sambil menggertakkan giginya, karena tidak menyangka Erwin itu cerdik juga, tapi tidak mungkin bagi Erwin untuk menaklukkan tim petinju hitam ini dalam waktu singkat.


            Erwin yang diikuti Lisa tiba di hadapan tim petinju hitam, ada sekitar seratus petinju hitam di sini, dengan kekuatan yang berbeda, jika Erwin ingin memenangkan hati mereka dalam waktu singkat, maka hanya ada satu trik, yaitu dengan uang!


            "Saudara-saudara petinju hitam sekalian, mulai sekarang, stadion tinju hitam akan jadi milikku, jadi yang bersedia mengikutiku akan kuberi gaji tahunan sebesar 2 miliar per orang, bonus serta komisi akan dihitung secara terpisah, gaji tahunan bagi yang lebih kuat akan lebih tinggi."


            Begitu kata-kata itu keluar, para petinju hitam sedikit terdiam, mereka belum sempat merespons untuk sementara waktu, karena para petinju hitam ini tidak pernah menerima gaji pokok, bisa memiliki gaji tahunan sebesar 2 miliar ditambah bonus serta komisi dihitung secara terpisah, tentu merupakan hal yang terlalu baik  untuk jadi kenyataan bukan?


            Rio di sebelahnya tidak bisa menahan tawa saat melihat ini, para petinju hitam akan diberi gaji pokok sebesar 2 miliar pertahun, sungguh terdengar tidak nyata sama sekali! Kalau seperti ini, merebut kembali Klub Hiburan Fox atau membangun tempat tinju hitam baru di masa depan adalah hal yang mudah.


            Melihat petinju hitam tidak mempercayainya, Erwin sedikit mengernyit, lalu memanggil Doni dan memintanya untuk membawa formulir pendaftaran, kemudian berkata kepada para petinju hitam lagi,


            "Bagi yang bersedia untuk mengikutiku boleh maju untuuk mendaftarkan nama dan nomor rekening, aku akan kirim uangnya di tempat."


            Begitu kata-kata ini keluar, beberapa petinju hitam sudah terguncang dan tergiur.


            “Aku duluan saja!” Seorang petinju hitam akhirnya membuka suara, petinju ini berkulit hitam, kurus, dan terlihat sangat lemah, mungkin merupakan petinju hitam paling bawah, bagaimanapun, dia tidak bisa menghasilkan banyak uang pada waktu-waktu biasa, jadi lebih baik mencoba keberuntungannya kalau ini, lagipula tidak ada ruginya.


            Tak lama kemudian, dia berjalan ke arah Erwin dan mengisi nama dan nomor rekening di atas formulir, Erwin langsung transfer 2 miiliar tanpa ragu di tempat dengan ponselnya.


            Setelah menerima pesan dari bank, petinju hitam dan kurus itu senang sekali.


            "Guys, aku dapat 2 miliar, orang ini tidak bohong!"


            Begitu kata-kata ini keluar, petinju hitam yang tersisa bergegas untuk mendaftar satu per satu.


            "Tuan Erwin, aku juga bersedia mengikutimu!"


            "Tuan Erwin, saya juga bersedia!"


            "Aku juga!"


            Setelah ada yang mendapatkan hasil, para petinju hitam buru-buru maju untuk mendaftar, bagaimanapun, petinju hitam yang diberi gaji pokok benar-benar hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ekspresi Rio tiba-tiba berubah total karena itu..


            Erwin merasa lega, selama bisa menangani kelompok para petinju hitam ini, itu akan lebih mudah untuk tahap selanjutnya! Situasi di tempat kejadian terbalik dalam sekejap.





__ADS_1


__ADS_2