Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Bab 163 Kejutan


__ADS_3

Erwin langsung menelepon Doni dan menyuruhnya memobilisasi pasukan keamanan Klub Hiburan Square untuk mendengar semua perintah Erwin, pada saat yang sama, Erwin juga membawa Giselle dan Nora untuk terus berjalan seperti biasa sambil berpura-pura tidak terjadi apa-apa.


“Erwin, apa yang akan harus kita lakukan sekarang? Apa kita akan ditangkap mereka?” Nora sangat gugup dan bertanya dengan suara rendah sambil berjalan.


"Jangan khawatir, aku sudah bisa menggerakkan para petugas keamanan Klub Hiburan Square ini, tapi kita harus bersembunyi di ruang yang aman dulu, memancing mereka sambil menunggu para petugas keamanan datang," kata Erwin sambil melihat sekeliling.


Tiba-tiba, pandangan Erwin tertuju pada ruang permainan dan kartu yang paling dekat dengan mereka.


"B306 Ruang Catur dan kartu ini saja."


Begitu selesai berbicara, Erwin langsung membawa Giselle dan Nora ke dalam ruang catur dan kartu. Seorang pelayan wanita berjalan mendekat untuk menanyakan apakah mereka membutuhkan bantuan, tetapi Erwin langsung mengirimnya pergi.


"Kami akan memanggilmu kalau butuh, jadi kamu keluar dulu, kami ingin main sendiri."


Setelah Erwin mengirim pelayan itu pergi, dia langsung menutup pintu, ruang catur dan kartu ini tidak besar, hanya lima belas meter persegi, tetapi sudah cukup bagi mereka bertiga untuk bersembunyi.


Setelah menutup pintu, Erwin langsung menelepon kapten keamanan Klub Hiburan Square, nomor ini diberikan oleh Doni agar Erwin bisa mengerakkan para petugas keamanan di sini, dan panggilan itu pun dengan cepat terhubung.


Erwin menyuruh kapten keamanan untuk membawa para petugas ke lantai tiga, dan jangan mengambil tindakan apapun hingga mendapat aba-aba darinya, dia ingin memberi Aaron sebuah kejutan spesial.


“Baik Tuan Erwin, akan segera kubawa petugas lantai tiga.” Suara tegas kapten keamanan terdengar dari ponsel.


"Pergerakannya jangan terlalu mencolok, itu hanya akan membuat musuh waspada, sebaiknya kalian semua ganti pakaian biasa dan menunggu aba-aba dariku di lantai tiga." Erwin mengingatkan lagi.


Setelah menutup telepon, yang tersisa hanyalah menunggu! Menunggu Aaron dan orang-orangnya agar kapten keamanan dan para petugas bisa datang mengepung dan menekan mereka.


"Erwin, Nora, akulah yang sudah melibatkan kalian semua." Giselle menyalahkan diri sendiri, Aaron itu jelas menyimpan dendam padanya, jadi pasti mengambil kesempatan untuk membalas.


“Jangan khawatir, dia tidak bisa menyakiti kita, kali ini aku harus memberinya pelajaran." Ada kilatan dingin di mata Erwin, dia sudah bersikap baik dan melepaskan Aaron beberapa kali, tapi Aaron ini justru membawa orang untuk mengepung mereka sekarang, jika tidak diberi pelajaran, mungkin orang ini akan berpikir Erwin itu boleh sembarang disinggung.


Pada saat yang sama, di luar ruang catur dan kartu nomor B306, tiga penjaga keamanan dari keluarga Lawrence sedang berdiskusi dengan pelan.


“Kalian awasi mereka di sini, aku akan melapor pada tuan muda.” Salah satu dari mereka langsung berbalik dan pergi melapor.


"Tuan muda, Giselle dan yang lainnya sedang di ruangan catur dan kartu nomor B306 lantai tiga, kami sedang awasi di luar, tolong bawa semua orang ke sini."


“Bagus, terus awasi mereka, jangan sampai mereka kabur.” Aaron dalam suasana hati yang baik saat ini, karena akhirnya bisa membalas dendam, dia mulai mengumpulkan semua petugas keamanan keluarga Lawrence yang berpencar, lalu pergi ke ruang catur dan kartu B306 di lantai tiga.


Ketika mereka beraksi, para petugas keamanan Klub Hiburan Square juga sudah siap berganti pakaian biasa dan sedang bergegas ke lantai tiga untuk menunggu aba-aba dari Erwin.


Aaron tentu tidak Erwin telah mengatur kejutan sambil menunggunya, dan tidak menyangka seorang bocah miskin di matanya dapat mengerakkan semua petugas keamanan Klub Hiburan Square.

__ADS_1


Aaron memimpin orang-orang ke lantai tiga dengan cepat sambil dipandu oleh ketiga orang yang menemukan Giselle, dan mereka pun tiba di depan ruangan catur dan kartu nomor B306.


“Mereka belum keluar, kan?” Aaron memastikan sekali lagi.


“Belum, mereka belum keluar semenjak masuk.” Orang yang menemukan Giselle mengangguk dengan percaya diri.


“Bagus, dobrak pintunya!” Mata Aaron sangat kejam, dia tidak peduli lagi ini tempat apa, yang paling penting sekarang adalah menangkap Giselle dan Erwin, sisanya dia cukup membayar ganti rugi pada Klub Hiburan Square.


Begitu suara itu keluar, dua petugas keluarga Lawrence yang kuat mulai mendobrak pintu.


Erwin yang mendengar suara pintu didobrak justru tidak takut sama sekali, melainkan tersenyum, 'Akhirnya datang juga.' dan segera mengirim pesan pada kapten keamanan Klub Hiburan Square.


"Bawa semua petugas ke ruang catur dan kartu B306 dan kalahkan semua orang-orang dari keluarga Lawrence yang membuat masalah."


Di sisi lain, Giselle dan Nora yang gugup dan takut terus bersembunyi di belakang Erwin.


“Erwin, apa yang harus kita lakukan sekarang?” Nora sangat ketakutan saat ini.


“Duduk dan tunggu mereka masuk.” Erwin menarik mereka ke kursi dalam ruang catur dan kartu sambil menunggu orang di luar mendobrak masuk.


Begitu selesai bicara, pintu ruang catur dan kartu langsung dirobohkan oleh kedua petugas keluarga Lawrence, dan tiba-tiba Aaron berjalan masuk sambil tertawa,


“Hahahaha, Erwin, Giselle, mau lari ke mana?” Setelah Aaron membawa orang-orang masuk, dia sangat bersemangat karena akhirnya bisa membalas dendam saat melihat Erwin dan Giselle memang ada di sini.


"Aku senang terlalu awal? Lelucon yang lucu sekali. Hei bocah miskin, keluarga Lawrence kami juga salah satu empat keluarga raksasa di Kota Bandung, seharusnya kau sadar akan berakhir seperti ini jika menyinggung kami." Aaron teriak dengan angkuh.


"Aaron, akulah akar penyebab semua masalah ini, aku akan pulang denganmu, biarkan mereka pergi." Giselle berpikir untuk menanggung semuanya sendiri karena tidak ingin melibatkan Erwin dan Nora, tapi dia sepertinya telah meremehkan dendam dari Aaron.


Aaron sudah dipukuli dua kali oleh Erwin, mana mungkin dia dengan mudah melepaskannya, tujuan dia membawa orang datang itu memang untuk menangkap Erwin, dan membalas dendam.


"Dasar Giselle lacur, jangan pikir bisa kabur, dan kau juga bocah miskin, aku akan menghajarmu juga setelah kubawa kembali, berani-beraninya memukulku, akan kubuat kau membayarnya."


Aaron berteriak dengan mata merah, dan merasa sangat bersemangat.


"Petugas sekalian, hajar orang ini sampai mati, aku yang tanggung jawab kalau terjadi kecelakaan, dan bawa kembali si ****** Giselle itu."


Begitu perintah ini keluar, para petugas keluarga Lawrence di belakang Aaron langsung melangkah maju, yang membuat Giselle dan Nora mundur ketakutan dengan wajah pucat, sedangkan Erwin justru sangat tenang.


Namun, sebuah suara menginterupsi mereka.


"Gawat, tuan muda, ada banyak petugas keamanan Klub Hiburan Square di luar, kita sudah dikepung."

__ADS_1


Seorang petugas masuk dari kerumunan dan melapor ke Aaron dengan wajah bingung.


“Petugas Klub Hiburan Square? Mereka datang secepat itu? Ada berapa banyak?” Aaron tidak menyangka petugas keamanan klub hiburan Square akan datang secepat ini, begitu dia baru masuk ke ruangan ini, para petugas sudah mengepung mereka, ini seolah para petugas keamanan itu sudah menunggu mereka sejak awal.


"Sepertinya lebih dari seratus," kata petugas itu dengan panik.


"Apa?! Lebih dari seratus?!” Aaron juga panik sekarang, kenapa penjaga keamanan Klub Hiburan Square bisa datang dengan jumlah sebanyak orang itu? Jelas sudah menunggu mereka sejak awal.


“Aaron, masih bisa tersenyum sekarang??” Erwin akhirnya berdiri dari kursi, dan berjalan menuju Aaron dengan senyum di sudut mulutnya.


“Erwin, kau yang memanggil para petugas keamanan klub hiburan ini?” Aaron baru sadar, bocah miskin ini jelas sudah menjebaknya sejak awal.


“Ada pepatah yang mengatakan belalang yang mengintai jangkrik tidak menyadari burung kedopang di belakang (Mengacu pada orang yang sengaja menjebak seseorang tidak sadar dirinya sendiri sedang dijebak oleh orang lain) hari ini aku akan membuatmu merasakannya.” Erwin berkata dengan ringan, tetapi dengan nada suara yang dingin.


Begitu suara itu keluar, pembantaian terjadi di luar ruang catur dan kartu, begitu para petugas keamanan tiba, mereka langsung mengeroyok petugas keluarga Lawrence yang dibawa oleh Aaron hingga menyerah.


Tidak butuh waktu yang lama bagi petugas keamanan klub hiburan Square untuk mengeroyok tiga puluh orang yang dibawa Aaron, hingga pada akhirnya hanya tersisa Aaron yang masih berdiri, tapi Aaron sudah ketakutan sampai gemetaran sekarang.


Adegan di depannya benar-benar di luar dugaannya.


Kapten keamanan berjalan masuk dari kerumunan dan berkata pada Erwin dengan hormat.


"Tuan Erwin, orang-orang keluarga Lawrence sudah tumbang semua, bagaimana dengan Aaron yang tersisa ini?"


"Serahkan saja orang ini padaku, bawa pergi dan tahan saja yang lain dulu, jangan biarkan mereka pergi tanpa perintah dariku." Erwin memerintah kapten keamanan.


"Baik Tuan Erwin. Bawa pergi semuanya!" Setelah kapten keamanan berteriak, semua orang-orang keluarga Lawrence yang babak belur dan menyerah langsung dibawa pergi, sehingga hanya tersisa Aaron di ruang catur dan kartu.


Giselle dan Nora tertegun untuk waktu yang lama. Apa yang sedang terjadi? Situasinya terbalik dalam sekejap mata, selain itu, kenapa petugas keamanan Klub Hiburan Square mendengarkan perintah Erwin? Kenapa Erwin bisa memegang kendali penuh?


Giselle dan Nora yang terkejut benar-benar kehabisan kata-kata terhadap cara licik Erwin, Erwin yang di depan mereka sekarang entah kenapa terasa asing.


"Giselle, tutup pintunya." Erwin menoleh dan melirik Giselle yang terpana di tempat, Giselle baru saat ini bereaksi kembali dan mengangguk dengan linglung.


"Oh, oke oke"


Pintunya sudah roboh dan tidak bisa ditutup lagi sama sekali, jadi Giselle tidak punya pilihan selain menutup paksa pintu dengan tubuhnya sendiri.


“Aaron, kita sudah bisa bicara sekarang.” Erwin berjalan dengan ekspresi dingin di wajah, Aaron ini sudah memprovokasinya berulang kali, jika tidak diberi pelajaran, maka masalah ini tidak ada habisnya.


“E-Erwin, aku salah, tolong maafkan aku!” Aaron sadar dirinya bukan lawan dari Erwin, jadi dia sudah tidak peduli dengan harga dirinya lagi dan buru-buru memohon.

__ADS_1


“Kau membawa orang sebanyak itu untuk mengepung dan berniat menghajarku sampai mati, apa kau pikir aku akan membiarkanmu pergi?” Erwin langsung meraih kerah Aaron, dan matanya jelas terlihat sangat marah, jika masih tidak diberi pelajaran, Aaron ini mungkin akan mendatangkan lebih banyak masalah lagi kedepannya.


__ADS_2