Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Bab 157 Siap Siaga


__ADS_3

Saat malam hari, Erwin dipaksa tinggal untuk makan bersama, Mary memasak banyak hidangan sendiri, kali ini, dia benar-benar berubah pikiran pada Erwin.


“Erwin, makanlah yang banyak, Tante secara khusus membuat semua ini untukmu.” Mary memberi sepotong daging rebus pada Erwin dengan sikap yang sangat bersemangat, sama sekali berbeda dari sikap biasanya yang dingin dan jijik pada Erwin.


Melihat ini, Lucas tidak bisa menahan diri dan menggoda.


"Tak kusangka kamu akan seantusias itu pada Erwin, biasanya selalu memberi tatapan jijik, apa yang terjadi sekarang?"


"Pfft~" Lina tertawa di samping, tapi ikut senang saat melihat kedua orang tuanya menyukai Erwin!


“Itu dulu, sekarang kupikir Erwin cukup baik.” Mary sangat berterima kasih pada Erwin kali ini, jika bukan karena bantuannya, dia tidak akan mampu bersaing dengan Meisha, apalagi menjadi CEO.


"Ngomong-ngomong, aku punya kabar baik lain, ayahku akan pensiun lebih awal, dan akan membiarkanku mengambil alih posisi CEO bulan depan." Mary sangat bangga, tetapi memikirkan Rick yang sakit hati karena perselisihan antara kedua putrinya, dia tiba-tiba merasa tidak tega, karena inilah Rick berpikir untuk pensiun lebih awal.


“Selamat, Tante akhirnya bisa menjadi CEO!” Erwin memberi selamat, setelah menghabiskan begitu banyak usaha, Mary akhirnya bisa menjadi CEO, ini memang hal yang menggembirakan.


"Selamat Ma." Lucas dan Lina juga sangat bersemangat tapi Mary hanya senang sesaat sebelum mengerutkan kening.


"Tapi ayahku memberiku sebuah ujian, tampaknya sebuah distrik baru yang disebut Distrik Bandung Bay akan didirikan di utara kota, dalam waktu dekat, tanah itu akan dilelangkan dan bersiap untuk menarik investor, ayahku menyuruhku untuk membangun cabang di sana."


“Bukankah sisi utara utara kota itu sangat sunyi? Tapi ingin membangun distrik baru?” Lina bertanya dengan cemberut.


"Aku pernah mendengar tentang hal ini, ayahku juga sangat memperhatikannya. Baru-baru ini, dia berencana untuk membangun sebuah perusahaan baru, dan membiarkan kami bergabung dalam investasi, dia ingin merebut sebidang tanah di distrik baru itu." Lucas juga mengangguk.


“Kakek sudah sangat tua, apa masih mempermasalahkan ini?” Lina bertanya dengan bingung. Meskipun Kakeknya cukup sehat, tapi bagaimanapun juga kakeknya sudah berusia 80 tahun, jadi bukankah itu terlalu melelahkan.


“Dia bilang distrik baru ini terkait dengan nasib keluarga Millano kita dalam sepuluh sampai dua puluh tahun ke depan, dan kita harus memanfaatkan kesempatan ini. Apalagi dia menerima kabar bahwa sebuah jembatan penyeberangan laut akan dibangun di distrik baru utara. kota, yang akan terhubung langsung ke Kota Santa di seberang laut, dan distrik baru yang akan dibangun juga berpotensi menjadi zona ekonomi khusus." Lucas juga sangat bersemangat saat mengatakan ini.

__ADS_1


"Distrik baru terhubung langsung ke Kota Santa? Akan menjadi zona ekonomi khusus di masa depan?" Mata Mary melebar, Ini jelas adalah kabar baik, jika memang benar, tidak heran ayahnya ingin terlibat.


Kota Santa adalah salah satu kota paling makmur dalam negeri, ini adalah kota tingkat atas, baik dari segi ekonomi, budaya, atau industri yang sedang berkembang, jika dapat terhubung langsung ke kota seperti itu, pengembangan distrik baru setidaknya sepuluh sampai dua puluh tahun pasti akan menjadi pusat ekonomi Kota Bandung.


"Yah, jika tidak ada kesalahan, distrik Baru utara kota ini pasti akan menjadi pusat ekonomi Kota Bandung di masa depan. Apalagi, ingin ke Kota Santa itu butuh berputar dulu, setidaknya memakan waktu dua jam dengan kereta api yang harus melewati lebih dari sepuluh kota, tapi begitu jembatan lintas laut ini selesai, maka hanya akan memakan waktu setengah jam dengan bus, jadi efisiensinya tidak ada bandingannya." Lucas mengangguk.


Erwin juga mendengarkan dan mengingat percakapan mereka.


Jika dia ingin tumbuh dan berkembang lebih cepat, maka kesempatan untuk membangun bisnis di distrik baru ini tidak boleh dilewatkan, tetapi bagaimana cara untuk berpartisipasi tanpa mengungkapkan identitasnya, Erwin merasa bahwa lelang amal sebelumnya terlalu menonjol, lelang tanah dan daya tarik investor kali ini tidak boleh begitu menonjol lagi.


"Sepertinya harus meminta bantuan Damon, ini jelas merupakan peristiwa besar, dan High Build Group pasti akan berpartisipasi juga! "Erwin merasa perlu mendiskusikan ini dengan Damon, lagipula Damon itu sudah sangat berpengalaman dalam hal seperti ini.


Saat kembali ke vila Fancy Garden, jam sudah menunjuk pukul delapan malam, tetapi Nora pesan makan antar makanan dan baru makan makan, yang terlihat sangat kasihan.


“Kenapa sekarang baru makan malam?” Erwin tidak bisa menahan diri dan bertanya dengan penasaran.


"Baru siap syuting video pendek sepanjang hari, ditambah kerja ekstra, jadi baru sampai rumah sekarang, nanti aku harus siaran langsung selama satu jam lagi, capek sekali." Nora tampak kasihan.


"Aku sudah secapek ini, tapi masih menyuruhku menyapu lantai? Apa kamu tega melihat gadis manis sepertiku menderita?" Nora bersikap manja, tapi ini tampaknya tidak mempan pada Erwin sama sekali.


"Sepupumu sudah memberitahuku untuk melatihmu dengan baik sebelum pergi, jadi apa boleh buat, sikap seperti itu tidak akan mempan padaku." Erwin berkata sambil tersenyum.


“Erwin sialan, Erwin busuk!” Nora marah-marah, dan membenci Erwin, tapi masih dengan patuh menyapu lantai setelah makan malam.


Ketika Erwin berbaring di sofa, dia tanpa sadar membuka Torani Stream dan menemukan halaman siaran langsung Nora yang sedang tertidur di atas meja.


Kamera dengan tepat tertuju pada wajah manis dan imutnya, bahkan Nora ngiler, dan adegan ini sedang disiarkan langsung.

__ADS_1


“Gadis ini jelas sedang tidur saat siaran langsung!” Erwin terdiam, tapi banyak penonton yang bergabung untuk adegan ini, konten seperti ini cukup langka, terutama ketika yang melakukan siaran langsung adalah seorang gadis imut yang manis, sehingga menjadi semakin ramai, beberapa penonton juga mencoba membangunkan Nora dengan memberi hadiah, tetapi semuanya sia-sia, tidur Nora terlalu nyenyak.


“Mereka yang cantik selalu ada penonton terlepas dari isi kontennya.” Erwin kehabisan kata-kata, dia membuat akun baru yang diberi nama [Menggenggam Nora di telapak tangan], dan memberi Nora hadiah seharga 200 juta, yang bisa dianggap sebagai dorongan untuk Nora! Lagipula, Torani Stream ini perusahaannya sendiri juga.


Setelah melakukan ini, Erwin mematikan ponsel dan tidur.


Pagi-pagi keesokan harinya, Erwin dibangunkan oleh teriakan, kemudian terdengar suara langkah kaki tergesa-gesa dari lantai atas, dan Erwin dibangunkan paksa.


“Erwin, Erwin, cepat bangun, ada yang memberiku hadiah 200 juta tadi malam.” Nora tidur di meja tadi malam, dan baru bangun saat pagi, ketika membuka mata baru sadar  siaran langsungnya tadi malam lupa dimatikan.


Dia terkejut dengan tampilan angka di layar, penggemarnya bertambah seribu lebih dalam satu malam, banyak orang yang memberinya hadiah, dan seorang penonton kaya misterius yang memberinya hadiah 200 juta. Meskipun Uang ini bukan apa-apa bagi gadis kaya seperti Nora, tapi ini pertama kalinya Nora merasa dikejar oleh penggemar.


Kegembiraan yang dirasakannya tak terlukiskan, seperti selangkah lebih dekat dengan impian.


"Beneran? Kalau begitu selamat ya, pertahankan kerja kerasmu." Erwin menguap dan menyemangati.


"Aku punya  penggemar!" Nora sangat bersemangat, dan matanya penuh kegembiraan.


"Punya penggemar sekalipun kamu tetap harus patuh padaku, setelah sarapan nanti cuci pakaian tadi malam," kata Erwin sambil tersenyum.


“Cuci pakaian? Aku?" Nora tidak senang lagi, Erwin yang keji ini menjadi semakin tidak imut, justru jauh lebih imut penggemar nomor satu tadi malam dengan nama [Menggenggam Nora di telapak tangan] dari nama saja sudah tahu betapa sayangnya pengemar ini padanya.


"Suasana hatiku sedang baik hari ini, jadi aku tidak akan mempermasalahkan ini denganmu," kata Nora dan pergi mencuci pakaian. Melihat kemajuan Nora dalam berbagai aspek, Erwin cukup puas.


Tapi hari ini adalah hari bernegosiasi dengan keluarga Cole di utara kota, jadi Erwin menelepon Lisa untuk menyuruhnya datang pagi-pagi, dan berangkat setelah sarapan, tidak jauh di tempat persetujuan, Doni sudah menunggu di sana bersama para bawahan setianya sambil membawa Ivan.


Melihat Erwin keluar dari mobil, dia dengan cepat menyapanya dengan hormat.

__ADS_1


"Semuanya sesuai perintah Tuan Erwin, kami siap siaga."


“Baiklah, ayo pergi!” Erwin melirik lebih dari selusin bawahan elit yang dipilih oleh Doni, mengangguk, dan karena kali ini ke tempat keluarga Cole di utara kota, Erwin sangat berhati-hati, bagaimanapun, keluarga Cole itu lawan yang tidak mudah untuk dihadapi


__ADS_2