Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Membuatmu Menyerah


__ADS_3

Erwin sangat tenang sekarang, bahkan memesan beberapa dimsum lagi, menunggu sambil makan bersama Jocelyn dan Ametta. Dia tidak terburu-buru sama sekali, dan pada saat yang sama membiarkan Lisa mengawasi Matthew untuk mencegahnya melarikan diri.


Sebagian besar penonton di sekitar juga hampir pergi semua, tetapi masih ada beberapa orang yang menunggu di sini, karena ingin melihat apa yang akan terjadi pada Erwin yang telah menyinggung keluarga Ricardo.


Namun, seiring berjalannya waktu, mereka jadi semakin tidak sabaran, karena paman Matthew ini muncul juga, bahkan Matthew sendiri juga mulai sedikit cemas.


“Paman, kenapa masih belum datang?” Matthew sangat cemas, sudah nunggu empat sampai lima jam, dan belum terlihat juga sosok pamannya, yang membuatnya semakin gelisah, karena takutnya pamannya terjadi sesuatu.


"Tidak, aku harus tanya lewat telpon, tak bisa nunggu lebih lama lagi."


Memikirkan hal ini, Matthew mengeluarkan ponselnya dan menelpon Robert Ricardo, ponsel berdering berkali-kali tapi tidak ada yang menjawab, tepat ketika dia sudah mau menyerah, panggilan itu akhirnya terhubung, dan itu membuat Matthew gembira sekali,


"Paman, akhirnya jawab juga, kapan kamu akan datang ke Jalan Mandro ini? Aku sudah ditindas habis-habisan."


“Pergi kepalamu! Jabatanku dihentikan dan diselidiki sementara! Masih mau libatkan aku ya?!” Teriakan penuh amarah Robert terdengar dari ponsel, dan telepon langsung ditutup.


Setelah mendengarkan itu, Matthew benar-benar terpana, ada apa ini?


Jabatan pamannya diberhentikan sementara dan diselidiki? Bukankah itu berarti tidak bisa datang ke sini hari ini?” Memikirkan hal ini, harapan terakhir Matthew tampak hancur.


“Kenapa tiba-tiba diberhentikan dan diselidiki? Ini terlalu kebetulan.” Matthew tidak bisa mempercayainya, dia baru saja bertaruh dengan Erwin, dan pamannya dengan kebetulan mengalami hal seperti itu?


Namun, memikirkan taruhan dengan Erwin, wajah Matthew langsung memucat.


Michael dan Edric yang berada di sampingnya bertanya tanpa sadar ketika melihat ekspresi Matthew tiba-tiba terlihat memburuk.


"Ada apa? Tuan Muda Ricardo?"


“Pamanku tidak bisa datang hari ini, karena diberhentikan sementara dan diselidiki.” Matthew dalam suasana hati yang sangat mudah marah saat ini, tanpa dukungan pamannya, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan selanjutnya.

__ADS_1


“Apa? Pamanmu tak bisa datang?” Michael dan Edric kaget saat mendengar hasilnya.


Paman Matthew adalah pendukung terbesar mereka saat ini, kalau jabatannya lagi diberhentikan sementara untuk penyelidikan, untuk apa mereka tetap menunggu di sini?


“Apa yang harus kulakukan sekarang?” Matthew kebingungan saat ini, dan benar-benar kehilangan kesombongan yang arogan dan mendominasinya.


“Anu, Tuan Muda Ricardo, aku baru ingat masih ada urusan di rumah, jadi aku pergi dulu.” Melihat paman Matthew tidak bisa datang, Michael ingin mencari alasan untuk melarikan diri, kalau Erwin tahu nanti, dia mungkin juga akan terlibat, jadi lebih baik dia pergi secepat mungkin, bagaimanapun, masalah ini tidak ada hubungannya dengannya, dan bukan dia juga yang taruhan dengan Erwin.


"Tuan Muda Ricardo, maaf, tapi aku juga baru ingat, kalau ada makan malam yang harus kuhadiri, jadi aku pergi dulu ya." Edric juga tidak bodoh, dia dengan cepat mencari alasan dan melarikan diri.


“Kukira kita teman baik? Pada saat kritis seperti ini malah kabur secepat itu.” Menyaksikan Michael dan Edric melarikan diri, Matthew diam-diam mengutuk mereka dalam hatinya dengan ekspresi tegang.


Setelah Matthew bergumam, dia memutar matanya dan memanfaatkan kesempatan untuk melarikan diri juga, tetapi Lisa sudah menatapnya daritadi.


Begitu Matthew mau ikut kabur, tapi tangan Lisa tiba-tiba memegang bahunya.


"Mau kabur? Ada aku di sini, kau takkan bisa kabur!"


“Tuan Muda Ricardo, bukannya bilang pamanmu bakal datang? Kenapa malah mau kabur sekarang?” Erwin berkata sambil tersenyum, tidak lupa mengambil sepotong dimsum dan memasukkannya ke dalam mulut, terlihat sangat santai.


“Erwin, anggap kau beruntung kali ini!” Matthew sedikit tidak berdaya sekarang.


“Karena pamanmu tak bisa datang, tanda tanganlah tiga perjanjian transfer ini!” Kata Erwin sambil menyerahkan tiga perjanjian itu kepada Matthew lagi.


Matthew sekarang serasa mau bunuh diri, ketiga aset ini adalah aset yang paling berharganya, yang setidaknya bisa mencapai enam triliun, mana mungkin dia rela kalau dirampok begitu saja?


Tapi dia berada di bawah kendali Lisa, dia tidak bisa mengalahkannya dan tidak bisa melarikan diri. Sepertinya satu-satunya cara adalah tanda tangan, tetapi dia tidak mau seperti ini, dia tidak pernah menderita penghinaan yang memalukan sejak kecil.


"Erwin, kau seriusan nggak takut balas dendam dari keluarga Ricardo kami? Kalau kau memaksaku tanda tangan tiga perjanjian transfer ini, aku akan membuatmu menyesal hidup!"

__ADS_1


Matthew berteriak dengan marah. Pada saat yang sama, ini adalah langkah terakhirnya, dia ingin menggunakan kekuatan keluarganya untuk menekan Erwin, tapi itu tidak berpengaruh sama sekali bagi Erwin.


“Kusaran tanda tangan sekarang juga, atau kau takkan kubiarkan keluar dari sini.” Erwin mengancam ringan, tetapi nadanya tak terbantahkan, keluarga Baxter dari ibu kota saja dia tidak takut, apalagi keluarga kaya lokal ini.


Begitu selesai berbicara, genggaman Lisa makin erat pada Matthew, yang artinya sudah jelas.


"Oke, akan kutanda tangan" Matthew menahan amarah dan bersumpah dalam hatinya untuk membalas penghinaan ini sepuluh kali lipat kedepannya, setelah meraih pena, dia menandatangani tiga perjanjian tersebut.


“Bagus, bagus, kamu sudah boleh pergi sekarang.” Erwin tersenyum sedikit, dia tidak menyangka datang sarapan di sini bisa memanen tiga aset berkualitas tinggi, ini tak terduga.


“Anggap kau menang kali ini, Erwin, kita lihat aja nanti.” Setelah Matthew meninggalkan kalimat ini, dia pergi dengan tatapan dendam.


Tapi apa yang terjadi sekarang membuat penonton di sekitarnya tercengang, di mata mereka, Matthew adalah putra dari keluarga Ricardo, salah satu dari empat keluarga besar di Kota Bandung, dan pemuda berpakaian murahan itu jelas anak miskin.


Dua orang dengan kesenjangan identitas yang sejauh itu, tapi hasil akhirnya dimenangkan oleh anak miskin, ini luar biasa sekaligus mengejutkan mereka.


"Matthew pergi begitu aja? Di mana pamannya?"


"Kamu nggak dengar? Jabatan paman Matthew diberhentikan sementara untuk penyelidikan, jadi tidak bisa datang, kalau tidak, mana mungkin dia menyerah."


"Seriusan? Robert Stewart diselidiki pada saat-saat seperti ini, Matthew jelas rugi banyak kali ini!"


 …


Mereka semua mendengar taruhan antara Erwin dan Matthew, setelah melihat akhir yang seperti ini, mereka diam-diam menghela nafas, tetapi tidak menyangka Erwin yang akan menang.


Hasil pemenang sudah terlihat, orang-orang di sekitar yang menonton juga semakin kurang berminat lagi, jadi perlahan bubar.


"Kalian udah siap makan? Kubawa kalian keliling nanti, aku ada kartu VIP bintang sembilan di sini, jadi bisa dapat layanan khusus." Kata Erwin saat Melihat tidak ada seorang pun lagi di tempat makan, lagipula masih awal, jadi masih sempat untuk jalan-jalan sebentar.

__ADS_1


Kedua wanita itu, Jocelyn dan Ametta, belum bereaksi dari keterkejutan barusan. Matthew yang arogan sebelumnya, mengaku kalah pada Erwin sekarang, perubahan ini terlalu drastis dan cepat.


Sebelumnya juga, mereka ketakutan sampai ingin melarikan diri! Sekarang justru tak ada masalah lagi.


__ADS_2