
Anton kalah lagi, dan kali ini tidak ada kesempatan, bahkan petinju terkuatnya dikalahkan oleh Lisa, memangnya kesempatan apalagi yang dia miliki untuk merebut kembali?
“M-mana mungkin, bahkan Baka saja kalah?” Anton tidak percaya, Baka itu petinju hitam terkuatnya dengan kekuatan peringkat tiga besar di antara para petinju di stadion tinju hitam ini.
Namun, petinju hitam yang sekuat itu tetap dikalahkan oleh Lisa, ini sungguh di luar dugaan Anton.
Tetapi yang lebih buruk adalah dia kehilangan 20% klub hiburan Fox dan Hotel Sixgold sekaligus, kedua aset yang setidaknya bernilai lebih dari dua triliun ini kalah taruhan begitu saja pada Erwin, ini membuatnya tertekan dan tidak puas.
“Akui kekalahanmu Anton, 20% sahamnya jadi milikku.” Erwin berjalan ke arahnya dan tersenyum sedikit.
Kali ini Erwin menghasilkan banyak uang, tidak hanya menang lebih dari 200 miliar uang perjudian, tapi juga 20% dari saham Klub Hiburan Fox ini.
Mendengar ini, ekspresi Anton tiba-tiba menjadi jelek.
Jika ayahnya tahu dia kehilangan 20% saham dan hotel Sixgold sekaligus, dia mungkin akan dipukul sampai mati! Daripada tidak melakukan apa-apa, lebih baik mencoba untuk menahan Erwin di sini, dan merebut paksa semuanya.
Lagipula, ayahnya sering melakukan hal licik semacam ini, sekarang hanya perlu mengikuti jejak, memikirkan hal ini, dia berkata kepada Erwin,
"Akan ku tepati janjiku, tapi sebelum itu aku harus telepon dulu untuk mempersiapkan transfer saham."
Anton berpikir untuk menunda waktu, kemudian memanggil orang untuk memblokir Erwin di sini, karena ini adalah tempat kekuasaan keluarga Louis, jadi dia bisa saja memanggil lusinan penjaga keamanan dalam waktu sepuluh menit hanya dengan satu panggilan telepon agar Erwin tidak bisa keluar dari stadion tinju hitam ini
“Tidak masalah, tapi kalau kau berani macam-macam, kau akan menanggung konsekuensinya.” Erwin mengancam dengan dingin.
“Kau tunggu saja di sini, aku pergi telepon dulu!” Anton berbalik dan pergi dengan tergesa-gesa, ekspresinya jelas tidak beres.
Erwin mengerutkan kening, merasa bahwa Anton pasti merencanakan sesuatu, jadi segera melambai ke Lisa di atas ring, memanggilnya kemari dan berbisik padanya,
"Lisa, awasi Anton itu, langsung atasi kalau dia macam-macam."
Erwin takut terperangkap di sini, mereka hanya bertiga, sedangkan stadion tinju hitam ini adalah wilayah keluarga Louis, yang bisa dengan mudah memanggil penjaga keamanan.
Tidak peduli seberapa kuatnya Lisa, Lisa mustahil bisa melawan lusinan penjaga keamanan sekaligus, belum lagi Lisa telah menghabiskan banyak tenaga setelah dua pertandingan.
“Baik, Tuan Muda.” Setelah Lisa mengangguk, dia diam-diam mengekori Anton.
Pada saat yang sama, Erwin memanfaatkan waktu ini untuk menerima hadiah taruhan besarnya.
“Tuan Erwin, kali ini totalnya 420 miliar, ingin saya kirim ke rekening Anda lagi?” Staf terus melayani Erwin.
__ADS_1
“Oke.” Erwin mengangguk, 220 miliar merupakan jumlah uang terbesar yang pernah dia hasilkan dalam waktu sesingkat ini.
Giselle juga menghasilkan lebih dari 600 juta kali ini, jadi sangat senang.
"Erwin, ini cukup gampang, bisa dapat 800 juta dalam dua pertandingan judi, sungguh cepat sekali," kata Giselle dengan emosional, wajahnya yang menawan penuh kegembiraan.
“Baguslah, ayo cepat! Kalau tidak kemungkinan besar kita tidak akan bisa pergi lagi nanti.” Erwin mendesak, dan pada saat yang sama melirik Baka, yang masih terbaring tak sadarkan diri di atas ring.
Karena Baka ini sudah tahu cara menggunakan energi qi, jadi itu membuktikan bahwa dia itu termasuk master yang cukup bagus, meski tidak sebagus Lisa, tapi dari segi tenaga dan kekuatan, Baka ini sangat kuat, mungkin ada tempat di mana dia bisa berguna.
Erwin mencoba untuk menggendongnya di punggung, tapi terkejut karena menyadari seberapa berat tubuh orang ini, yang sangat menyulitkan Erwin.
"Bawa dia ke mobilku, akan kukasih 20 juta per orang."
“Terima kasih, Tuan Erwin!” Keempat orang itu langsung setuju karena bisa mendapat uang sebanyak itu hanya dengan mengangkut tubuh Baka.
Setelah lebih dari sepuluh menit, mereka yang menonton pada akhirnya bubar, dan Anton juga sudah kembali setelah menelepon, ekspresinya menjadi sangat tenang.
“Erwin, kau ini beneran memunggut apapun, bahkan petinju cacat saja mau kau bawa pulang?” Setelah Anton datang ke Erwin, begitu melihat Erwin sedang menginstruksikan empat orang untuk membawa Baka ke mobil, dia menggelengkan kepalanya dan mengejek Erwin.
“Anton, orang ini sudah mempertaruhkan nyawa untukmu, tapi kau membuangnya seperti anjing? Kalau begitu siapa lagi yang mau bekerja untukmu kedepannya?” Erwin berkata dengan suara yang dalam, dia tidak menyangka Anton akan begitu kejam kepada bawahannya.
“Aku akan membawa Baka." Erwin berkata dengan dingin.
"Bawa pergi? Kau sendiri aja dalam masalah besar tapi masih ingin membawa Baka pergi? Lelucon macam apa itu?" Saat Anton sedang berbicara, sejumlah besar penjaga keamanan sudah tiba dan bergerak ke sisi Anton, para hadirin langsung menepi karena takut terlibat.
Mata Erwin menjadi dingin, Anton ternyata memang merencanakan sesuatu, untungnya dia sudah menyuruh Lisa untuk mengawasi Anton sejak awal, selama Anton ini terkendali, maka mereka bisa memanfaatkannya keluar paksa dari sini.
“Erwin, kau beneran berpikir untuk pergi begitu saja setelah meraup uang dan aset dari keluarga Louis?” Anton tiba-tiba menegakkan punggungnya saat melihat bahwa semua orang yang dipanggilnya sudah datang dan memutuskan untuk berhadapan dengan Erwin.
Dia juga berencana untuk mengambil Giselle juga dan sudah tidak sabaran untuk itu.
“Kau ini ingin main kekerasan? Tetapi kau sebaiknya memikirkan konsekuensi dari perbuatan itu.” Erwin melirik lusinan penjaga keamanan yang secara bertahap mengepung mereka, dan menanggapi dengan ekspresi dingin.
"Konsekuensi? Hahaha, dasar bodoh, semua orangku sudah tiba di sini, tapi kau masih punya nyali untuk berbicara tentang konsekuensi denganku? Ku beritahu sekali lagi, cepat kembalikan sahamku, atau takkan kubiarkan kau keluar dari sini, selain itu yang bernama Giselle itu juga harus serahkan padaku."
Anton tertawa bangga, dan pada saat yang sama mata cabulnya terus menatap Giselle.
Namun, belati dingin diam-diam muncul di dekat lehernya.
__ADS_1
“Jangan bergerak, kalau tidak kubunuh kau!” Itu adalah Lisa, dia yang melihat Anton memimpin penjaga keamanan untuk mengepung Erwin langsung mengambil tindakan.
Anton terkejut saat melihat Lisa diam-diam muncul di belakangnya sambil mengancam dengan belati.
"S-sejak kapan kau ada di belakangku?"
Melihat Lisa berhasil memojokkan Anton, Erwin merasa lega, dan sudah tidak takut dengan penjaga keamanan yang mengepungnya lagi.
“Anton, sudah kuberitahu kalau berani macam-macam, maka harus tanggung konsekuensinya, bawa pergi!” Erwin berkata dengan mata dingin.
“Erwin, jangan main-main denganku, ini tempat keluarga Louis, akan kubuat kau mati di sini kalau berani menyentuhku.” Karena ada orang-orangnya yang mengepung Erwin, jadi Anton masih ingin melakukan ancaman terakhir, tapi apakah Erwin itu orang yang akan gentar jika diancam seperti itu?
“Kalau kau ingin mati, suruh mereka maju dan kita lihat siapa yang akan mati duluan.” Erwin tersenyum ringan, dengan nada mengancam.
Anton menelan ludah, dia sudah melihat kemampuan Lisa, jadi selama Lisa mengerahkan sedikit kekuatan di tangan, dirinya mungkin tidak akan bisa melihat terbitnya matahari besok lagi, jadi terpaksa mengaku kalah.
"Erwin, kuanggap kau kejam kali ini, memangnya apa yang ingin kau lakukan padaku?"
"Kalau ayahmu dengar tentang putra tunggalnya jatuh ke tanganku, kira-kira apa yang akan terjadi?" Mulut Erwin mengangkat, kemudian dia menginstruksikan Lisa untuk memimpin jalan untuk keluar dari sini secara paksa sambil membawa Anton.
"Dasar licik, kalau berani langsung hadapan denganku, apa hebatnya mengancamku?" Anton langsung keringat dingin saat mendengar ini, ternyata Erwin ini lebih menakutkan, dia bahkan menyesal sudah memprovokasi orang seperti ini.
“Berurusan denganmu memang harus pakai cara licik seperti ini.” Erwin berkata dengan ringan.
Sementara Erwin berbicara, dia memaksa Anton untuk terus berjalan menuju tangga, para penjaga keamanan yang mengepung tidak berani bertindak gegabah, meskipun menang jumlah, tapi Anton ada di tangan Erwin, jika Anton terluka, mereka akan terkena masalah serius.
“Suruh mereka minggir!” Melihat orang-orang yang memblokir pintu masuk masih tidak bergerak, Erwin langsung mengancam Anton lagi dengan mata dingin.
Pada saat yang sama, belati di tangan Lisa semakin dekat ke leher Anton, yang membuat Anton hampir mengompol di celana dan buru-buru berteriak pada mereka.
"Cepat minggir! Kalau terjadi sesuatu tidak ada di antara kalian yang akan selamat!"
Kata-kata Anton sangat efektif, para penjaga keamanan yang menghalangi tangga dengan cepat membuka jalan untuk Erwin dan yang lainnya.
“Bagus, ayo pergi!” Erwin sangat puas dengan kerja sama Anton.
Segera, dia membawa Giselle bersama Baka menaiki tangga dengan cepat ke lantai pertama, kemudian memaksa Anton masuk ke dalam mobil, pada saat yang sama juga menyuruh keempat orang yang lainnya untuk memasukkan Baka ke dalam mobil, di kursi belakang mobil, Lisa secara pribadi mengawal mereka, sehingga Erwin lebih tidak khawatir akan kesalahan di tengah perjalanan.
“Anton ini bagaikan harta karun, dibawa pergi masih bisa raup beberapa uang lagi dari ayahnya!” Erwin mengangkat mulutnya, Anton ini adalah satu-satunya putra Rio Louis, CEO dari keluarga Louis, mungkin Anton yang ada ada di tangannya dapat ditukar dengan beberapa aset keluarga Louis untuk memperbesar bisnis sendiri.
__ADS_1