Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Rencana


__ADS_3

 Di rumah Lina tadi malam, Erwin diperlakukan dengan ramah oleh ayah Lina dan akhirnya pulang larut malam. Namun, sebelum pergi, Erwin tidak lupa untuk meminta Lucas untuk merahasiakan 20 miliar rupiah itu yang diberikannya sebagai hadiah bertemu.


     Lucas segera bersumpah tidak akan pernah memberitahu siapapun, bahkan putri serta istrinya sendiri. Karena telah bertemu dengan anak kaya misterius itu, Lucas merasa sangat senang sepanjang malam dan terus memikirkan masa depan cerah yang akan tiba.


     Keesokan harinya, Erwin bangun kesiangan.


     Tiba-tiba dia teringat akan janji bertemu dengan Kak Dragon hari ini, jadi dia dengan cepat bangkit untuk mengganti pakaian, tapi di pertengahan mengganti pakaian, Anita tiba-tiba masuk untuk melaporkan,


     "Tuan muda, ada seorang pria bernama Liam yang telah lama menunggu Anda di ruang tamu, apakah Anda ingin bertemu dengannya? Tamu itu dikirim oleh Tuan Damon."


     “Liam?” Erwin tiba-tiba teringat dirinya yang menyuruh untuk mencari seorang kepala organisasi kejahatan kemarin, sepertinya pria bernama Liam ini adalah bala bantuan yang dicari oleh Damon, "Suruh dia tunggu sebentar, aku akan turun menemuinya setelah mengganti pakaian."


     "Baik!" Anita mengangguk.


     Erwin turun ke lantai bawah setelah mandi, begitu dia berjalan ke lobi di lantai pertama, dia melihat seorang pria berjanggut yang mengenakan pakaian cheongsam berwarna hitam sedang duduk di sofa dengan ekspresi yang sedikit gugup.

__ADS_1


     "Kamu Liam ya? Maaf membuatmu menunggu lama." Erwin berjalan mendekat sambil menyapanya, lalu duduk di sofa seberangnya. Tepat setelah duduk, Anita langsung membawakan sarapan, kali ini sarapannya tidak sesederhana bubur ayam, melainkan lobster dan bubur abalon.


     “Tuan muda Smith, panggil saja saya Liam kecil.” Liam yang merupakan salah satu pemimpin mafia bahkan sedikit gugup saat bertemu dengan Erwin, karena sebelum datang, Damon pernah memberitahunya bahwa masa depannya akan cerah jika dia mengikuti orang yang bernama Erwin ini.


     Kata-kata itu membuat Liam membulatkan tekadnya untuk mengikuti Erwin, jika dia ingin mencapai kesuksesan yang lebih besar, dia terkadang perlu mengikuti orang yang lebih berkuasa, inilah yang dikatakan Damon, dan Liam mempercayainya.


     “Liam kecil?” Erwin terdiam, Liam adalah seorang pria yang kira-kira berusia empat puluh tahun, bisa dikatakan adalah seorang paman baginya, tapi justru ingin dipanggil Liam kecil? Namun itu tidaklah penting, Erwin masih lebih memperhatikan kekuatan yang dimiliki Liam, dan ingin melihat apakah kekuatan Liam ini sanggup berhadapan dengan Hans.


     “Ceritakan proyek apa yang kamu kelola dan seberapa besar kekuatan yang kamu miliki.” Erwin masih lebih peduli dengan kekuatan.


     “Semua proyek itu legal, kan?” Tanya Erwin sambil meliriknya.


     "Legal tentu saja legal, saya telah diajari oleh Damon beberapa tahun ini, jadi tidak lagi melakukan hal-hal yang ilegal. Sekarang bisnis saya sepenuhnya legal." Liam menjawab dengan senyum canggung.


     "Baguslah, kalau begitu coba ceritakan tentang orang bernama Hans ini padaku.” Erwin mengambil semangkuk bubur abalon dan mulai memakannya.

__ADS_1


     "Hans ini hanyalah seorang bos kecil, dan tidak memiliki banyak kekuatan, jika saya ditugaskan ke sana, saya berjanji untuk membuatnya bersujud meminta maaf pada Anda." Kata Liam dengan nada yang penuh meremehkan Hans.


     "Baiklah, kalau begitu persiapkan hal yang diperlukan terlebih dahulu, dan tunggu aku di luar Klub Dragon, dan ingat, tetap berjaga di luar sampai aku menjatuhkan perintah." Sambil mengatakan itu, Erwin juga berpikir akan lebih aman jika membawa lebih banyak orang.


     “Baik, akan segera saya siapkan untuk Anda.” Liam mengangguk dan bangkit dari sofa.


     "Oh ya, beritahu aku nomor ponselmu, takutnya akan sulit untuk mencarimu nanti."


      Setelah Liam memberitahu Erwin nomor teleponnya, Liam langsung pergi dengan tergesa-gesa, dia sudah membulatkan tekadnya, ini adalah tugas pertamanya dari Erwin, jadi dia harus memaksimalkan hasilnya.


     “Lisa, ikut denganku nanti.” Kata Erwin sambil menoleh untuk melirik Lisa yang ada di belakangnya, Lisa adalah pengawal cantiknya, jadi tentu saja dia harus membawanya pergi bersama.


     "Baik, tuan muda!" Lisa bahkan sudah membawa senjatanya, yaitu sansetsukon, yang bisa dikatakan sengaja senjata yang sangat fleksibel dan merupakan senjata favoritnya.


     “Anita, tolong cari tahu berapa banyak industri yang dimiliki oleh Adan, tuan muda kedua dari Sun Group.” Erwin ingin memberi Adam pelajaran yang lebih mendalam kali ini, karena daripada melukainya secara fisik, akan lebih baik membiarkan pria itu jatuh miskin, yang mungkin akan lebih efektif.

__ADS_1


__ADS_2