Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Jangan Menilai Seseorang dari Penampilannya


__ADS_3

Fiona tak mau melepaskan harapan kecil terakhir ini, tapi orang tuanya sepenuhnya tak percaya kalau anak miskin pedesaan ini bisa membujuk Damon untuk berinvestasi pada proyek mereka.


Siapa itu Damon? Tidak ada seorangpun di Kota Bandung yang tak tahu Damon, mana mungkin orang terkenal seperti itu bisa dibujuk oleh seorang anak miskin pedesaan?


“Fiona, jangan terlalu berharap sama anak miskin itu, cepat kembali ke kamarmu dan kemas barang-barangmu!” Adelia membujuk lagi.


Di saat mendesak seperti ini, Fiona tiba-tiba teringat dengan Kelvin dan kejadian siang tadi, jadi berkata,


"Pa, Ma, kalian seharusnya tahu Kelvin dari selatan kota, kan?"


“Kelvin, tentu tau, memangnya apa yang terjadi padanya?” Harry menoleh dan menjawab dengan penasaran.


Fiona menjelaskan semua hal yang terjadi, soal penipuan Erwin dalam mengakuisisi saham Farzan dan soal Kelvin yang mendengar perintah Erwin.


Setelah selesai berbicara, Harry tiba-tiba mengerutkan kening dan memikirkannya dengan hati-hati.


"Kalau sesuai dengan yang kau bilang, sepertinya anak miskin itu punya berkemampuan juga, karena Tuan Damon bahkan mengatur Kelvin untuk membantu anak itu."


"Meski Kelvin gendut ini lahir di organisasi jahat, tapi dia itu cukup terkenal di pusat perbelanjaan sekarang, dan juga udah bentuk aliansi bisnis di selatan kota, jadi bisa dianggap seorang karakter berkelas di selatan kota, kalau dia bahkan menuruti perintah Erwin, Erwin ini udah jelas tidak biasa!" Harry tidak bodoh, setelah analisis yang cermat, dia dengan cepat menarik kesimpulan yang mengejutkan.


Anak miskin pedesaan ini masih punya kemampuan tertentu.


“Atau, kita tunggu aja dua hari lagi?” Adelia menyarankan, sebelum sampai keadaan kritis, dia tentu tak mau hidup dalam persembunyian.


“Baiklah kalau begitu, kita beri dia dua hari lagi!” Harry juga mengangguk setuju, meski dia tak sepenuhnya percaya seorang anak miskin pedesaan bisa membujuk Tuan Damon untuk berinvestasi di perusahaannya, tapi setelah mendengar apa yang dikatakan putrinya, sepertinya masih terdapat sedikit harapan.


Tanpa tidur nyenyak sepanjang malam, Fiona terbangun dari mimpi buruknya, yang membuatnya ketakutan hingga keringatan, dia bermimpi perusahaan Ayahnya bangkrut, dan keluarganya harus hidup dalam persembunyian. Makan mereka tak teratur dan tak punya tempat nyaman untuk ditinggali, ditambah harus khawatir tentang penagih utang yang sedang mengejar setiap hari.


Dia tak pernah terpikir akan kehidupan seperti itu, apalagi menjalaninya.


“Tak tahu apa Erwin bisa membujuk Tuan Damon.” Fiona sangat khawatir, setelah bangun dari tempat tidur, dia tak berani menelepon untuk tanya, jadi dia hanya bisa menghabiskan hari dengan penuh kecemasan.

__ADS_1


Orang tua Fiona juga hanya bisa sembunyi di dalam villa dan tak berani keluar sama sekali, telepon terus masuk satu per satu. Beberapa panggilan dari tempat kerja, beberapa dari penagih utang, tapi tak ada satupun yang mau bertujuan untuk berinvestasi.


Ini membuat Harry merasa sangat kesal.


"Apa-apaan ini? Udah seharian, tapi masih tak ada kabar sama sekali, anak miskin itu serius bisa diandalkan?!"


“Ayah, bentar lagi, dia bilang akan kasih kabar setelah dua hari, jadi tak secepat ini.” Fiona juga sangat gelisah.


“Kita tunggu aja dulu, masih sehari lagi kan? Untuk apa buru-buru?” Adelia juga berkata dengan nyaman.


Fiona tak nyangka nasib keluarganya akan bergantung pada seorang anak miskin dari pedesaan, yang benar-benar membuatnya merasa sulit dipercaya.


Satu malam lagi berlalu, dan Erwin masih belum memberi kabar.


Fiona terpaksa mengirim pesan ke Lina, dan bertanya tentang investasinya.


Namun, jawaban Lina justru tak tahu, dan Erwin juga belum memberitahunya tentang investasi apapun.


Dalam tidur ini, dia langsung tidur sampai siang keesokan harinya, hingga matahari menyinari ruangannya.


Setelah bangun, dia memeriksa apakah ada pesan atau panggilan telepon dari Erwin, tapi hasilnya tetap saja nihil, Ini mengecewakannya dan dia hanya bisa menghibur dirinya sendiri.


Jelas, orang tuanya juga sudah tak sabaran.


“Tak bisa nunggu lagi, kalau terus seperti ini, para penagih utang itu pasti akan datang, kita harus pergi sekarang juga.” Harry tampak terburu-buru.


“Ayah, tolong tunggu beberapa jam lagi, kita juga udah nunggu dua hari, beberapa jam lagi seharusnya tak masalah.” Fiona mondar-mandir di dalam rumah, terus-menerus membujuk orang tuanya untuk menunggu dengan sabar, tapi dia sendiri juga tak tahu harus nunggu sampai kapan, atau waktu yang selama ini mereka tunggu sebenarnya hanya sia-sia.


“Harry, kita tunggu aja, sekarang tak ada jalan lain lagi selain menunggu.” Adelia juga menghela nafas, karena hanya bisa begini.


"Ding ding ding~" Ponsel Harry berdering, setelah  melihat nama yang menelepon adalah asistennya, Alvin, Harry buru-buru mengangkat teleponnya dengan jantung yang berdegup kencang.

__ADS_1


"Alvin, ada apa?"


"CEO Anderson, banyak karyawan yang mengundurkan diri hari ini, kapan Anda akan kembali ke perusahaan, mereka semua sedang menunggu tandatangani laporan pengunduran diri mereka." Kata-kata dari balik telepon membuat Harry cemas.


"Aku akan kembali beberapa hari lagi, suruh mereka tunggu."


Harry langsung menutup telepon, sangat kesal, karena dia saja sudah bersiap untuk melarikan diri, mana mungkin dia peduli dengan hidup matinya karyawan perusahaannya.


Namun, begitu dia menutup telepon, ponselnya berdering lagi, dan yang menelepon masih dari asistennya, bukankah ini namanya cari masalah?


"Udah kubilang aku akan kembali beberapa hari lagi, tak usah mendesak!"


"C-CEO Anderson, kali ini bukan tentang pengunduran diri karyawan, tapi orang dari High Build Group baru saja menelepon dan bilang mereka mau diskusi dengan Anda tentang kerja sama investasi, mereka juga akan tiba nanti." Begitu kata-kata dibalik telepon keluar, Harry tiba-tiba berdiri dengan bersemangat.


“Apa? High Build Group mau investasi di perusahaan kita?” Harry memastikan kembali dengan penuh semangat.


Adelia dan Fiona di sebelahnya juga bersemangat, dan detak jantung mereka semakin cepat karena sudah menunggu selama dua hari, apa Erwin beneran berhasil membujuk Tuan Damon?


"Benar, orang yang mereka kirim sudah dalam perjalanan, sebaiknya CEO Anderson kembali ke perusahaan sesegera mungkin," kata Alvin dengan semangat.


"Oke, aku akan ke sana, cepat suruh semua karyawan kita jelaur nyambut tamu kita."


"Baik CEO Anderson! Akan segera saya teruskan perintah Anda."


Setelah menutup telepon, Harry sangat senang, setelah menunggu dua hari di ambang kematian, harapan akhirnya muncul.


"Fiona, pacar sahabatmu berhasil membujuk Tuan Damon, ikut aku ke perusahaan nanti."


“D-dia beneran berhasil?” Fiona merasa sulit untuk percaya akan hal ini, meski dia mengharapkan Erwin bisa berhasil membujuk Tuan Damon, tapi begitu harapan itu menjadi kenyataan, dia masih merasa sulit untuk percaya.


Anak miskin pedesaan yang dia pandang rendah beberapa hari yang lalu, telah menyelamatkan keluarganya hari ini!

__ADS_1


Jangan menilai seseorang dari penampilannya, Fiona bisa dikatakan mendapat pengalaman hidup yang sebenarnya!


__ADS_2