
Identitas dan kredibilitas Farzan telah dipertanyakan, hal ini tidak ada bedanya dengan mempermalukannya secara langsung, karena ada begitu banyak orang di tempat kejadian yang diundang olehnya, jika mereka semua diusir sekarang, mau taruh di mana wajahnya?
"Jarvis, kepalamu bermasalah ya? Aku ini pemegang saham tempat ini, kau berani mempertanyakan identitas dan kredibilitasku? Cari mati ya! "Farzan sangat marah, karena ada banyak orang yang menonton, terutama Lina, jadi akan terlalu memalukan jika dibiarkan.
“Maaf, Tuan Muda Lewis, identitas dan kredibilitas Anda memang bermasalah, jadi silahkan keluar." Jarvis berkata lagi dengan mata tegas, sama sekali tidak terpengaruh oleh identitas Farzan.
“Akan kubunuh kau!” Farzan marah besar hingga mencengkram kerah Jarvis dan mencoba untuk memukulinya. Namun, begitu dia mengangkat tinjunya, orang-orang yang dibawa Jarvis langsung menangkapnya dan menahannya di tempat.
Adegan ini membuat orang-orang yang hadir kembali tercengang, dan terguncang.
"Seriusan identitas Tuan Muda Lewis ini bermasalah?"
"Mengecewakan sekali, padahal tontonan tadi lagi asik, tapi sekarang kita malah diusir, Farzan ini terlalu tidak bisa diandalkan!"
"Menyebut dirinya sendiri putra keluarga Lewis yang kaya raya, tapi memesan kamar pribadi saja tidak bisa, sungguh mengecewakan sekali."
......
Sikap semua orang di tempat kejadian berbalik dari kagum menjadi kecewa terhadap Farzan. Ini membuat Farzan semakin marah, namun, dia sekarang ditahan oleh beberapa orang, jadi tidak bisa bergerak sama sekali.
Melihat ini, Fiona tampak cemas dan berjalan mendekat untuk bertanya dengan suara yang pelan,
"Tuan Muda Lewis, ada apa ini? Kenapa ruang medali emasnya dibatalkan."
"Aku juga ingin tahu ada apa ini. Identitas dan kredibilitasku tidak bermasalah, yang bermasalah itu kepala Jarvis ini." Farzan sangat marah, dan tidak tahu apa yang sedang terjadi, kamar medali emas yang dia pesan ini tiba-tiba dibatalkan begitu saja.
__ADS_1
Pada saat ini, Erwin merasa waktunya sudah tepat, jadi dia perlahan berjalan ke arah Farzan dan mengejeknya,
"Bukankah ini terlalu memalukan? Lihatlah orang-orang yang diundang olehmu, mereka sangat kecewa denganmu sekarang, gimana kalau aku bantu sedikit bicara dengan penanggung jawab ini, agar membiarkanmu terus menggunakan kamar pribadi emas ini?"
“Kau? Orang miskin pedesaan mau pesan kamar pribadi emas di Skyrim No.1 ini? Lucu sekali!" Meskipun tubuh Farzan sedang ditahan, tapi mulutnya masih tidak kenal ampun.
“Gimana kalau penanggung jawab ini memberiku muka? Dan aku berhasil memesan kembali ruang medali emas ini?” Erwin terus memancing.
“Hehe, kalau kau bisa memesan kembali kamar pribadi medali emas ini, akan kuganti margaku menjadi margamu.” Farzan tidak percaya anak miskin pedesaan seperti Erwin bisa memesan kamar pribadi medali emas Skyrim ini, tanpa adanya kekayaan dan identitas, itu sama sekali tidak mungkin.
Fiona di sebelahnya tidak bisa menahan diri tatapan merendahkannya, apa anak miskin sudah gila? Bisa-bisanya ingin memesan kamar pribadi emas Skyrim No.1 ini.
"Kau tak perlu ikut margaku, kalau aku bisa memesan kembali kamar pribadi medali emas ini, kau cukup transfer saham Skyrimmu padaku, bagaimana?" Erwin akhirnya mengatakan tujuannya yang sebenarnya.
"Hehe, kau beneran berniat untuk menjadi kaya! Gimana kalau tak bisa? Kau serahkan Lina padaku, bagaimana?" Kata Farzan dengan rasa tidak mau kalah.
“Oke, sepakat, lihat saja bagaimana aku mempermalukanmu nanti.” Pikiran Farzan berubah dengan cepat, selama Erwin membawa sepupunya meninggalkan kota ini, maka Lina yang sendirian akan lebih mudah untuk didapatkan, sedangkan 200 juta itu tidaklah seberapa baginya, tapi jika dengan itu bisa membuat Erwin menjadi gelandangan, dia masih sangat senang dan tertarik untuk melihatnya.
“Kalau begitu, Fiona, bantu kami jadi saksi!” Erwin menoleh untuk melihat Fiona, yang sedang memandangnya dengan jijik, dan Fiona pun mengangguk setuju,
"Tidak masalah, asal jangan tidak tepati kata-katamu saja kalau kalah nanti."
Fiona tidak menyukai Erwin, karena Erwin yang sudah dari pedesaan miskin tetap bersikap sombong, jadi akan sangat bagus jika Erwin bisa meninggalkan kota ini, karena dengan begitu Farzan bisa memiliki kesempatan bagus untuk mendekati Lina, dan itu merupakan yang dia ingin lihat juga.
“Oke, kalau begitu aku akan pergi berbicara dengan penanggung jawabnya untuk melihat apa dia akan memberimu muka.” Melihat Farzan telah memakan umpan, Erwin sedikit bersemangat, dan berpura-pura tenang sambil berjalan menuju Jarvis.
__ADS_1
"Halo, namaku Erwin, bisakah kamu memberiku muka dan memperbarui ruang medali emas ini? Lagi pula, kami ada begitu banyak orang di sini, akan sangat mengecewakan kalau diusir keluar di saat tengah asiknya bersenang-senang." Erwin berbicara dengan lantang, hanya untuk didengar oleh semua orang yang hadir.
Erwin tidak perlu bersusah payah, orang-orang di tempat kejadian memang sudah mendengarnya berbicara, tetapi orang-orang di tempat kejadian benar-benar tidak setuju memesan kembali dengan alasan memberi muka pada Erwin.
"Erwin ini anak miskin pedesaan yang tidak punya identitas, tapi masih mencoba memesan kembali kamar medali emas di Skyrim ini? Dia pikir dia itu siapa?"
"Anak miskin ini tidak punya identitas dan latar belakang keluarga, tapi ingin memesan kamar pribadi emas Skyrim No.1. Dia cukup berani juga ya."
"Mungkin dia itu hanya ingin pamer di depan Lina, tapi dia ini mungkin tidak tahu kalau kamar medali emas Skyrim No.1 ini bukanlah kamar yang bisa dipesan oleh orang biasa, punya uang saja tidak cukup, setidaknya harus punya identitas!"
......
Semua orang di tempat kejadian tidak optimis pada Erwin, tapi Jarvis mengangguk sebagai jawaban.
“Tidak masalah, Tuan Muda Smith, saya akan segera menjalani prosedur pembaruan untuk Anda.” Kata-kata Jarvis mengejutkan semua orang di tempat kejadian lagi, dan suasana menjadi sunyi.
Dengan ekspresi tidak percaya, mereka sangat terkejut dengan hal ini.
Farzan bahkan lebih terkejut dan terdiam.
"M-mana mungkin? Mana mungkin anak miskin pedesaan bisa memesan kamar pribadi medali emas? Ini pasti kekeliruan!"
Dan Fiona juga memasang ekspresi tidak percaya, dia membuka mulut kecilnya dan ingin berbicara tapi kehabisan kata-kata. Penanggung jawab tempat ini benar-benar memberi muka pada anak pedesaan, apa-apaan ini? Itu benar-benar di luar dugaannya.
Lisa adalah satu-satunya orang di tempat kejadian yang paling tenang, tanpa ekspresi apa pun dari awal hingga akhir, tetapi ketika melihat Farzan seperti ini, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya, 'sudah kubilang jangan cari mati, tapi kau masih bersikeras, benar-benar tak tau diri!'
__ADS_1
“Erwin, kamu hebat sekali, bagaimana kamu melakukannya?” Lina datang menghampiri Erwin dengan penuh semangat, melihat teman-teman sekelas yang sudah pamer di depannya tadi menjadi terkejut sekarang oleh Erwin, dia tentu sangat senang.
“Tontonan bagus baru saja dimulai, perhatikan baik-baik.” Erwin tersenyum tipis di sudut mulutnya.