
Orang yang datang adalah Erwin, sebelum sempat senang karena melihat Lina, Erwin sudah mendengar kata-kata Earl, pemuda terkaya di Kota Bandung, yang menghina dan mengancam Lina. Berani-beraninya Earl ini menganggu wanitanya, itu merupakan suatu hal yang tidak bisa ia tahan.
"Erwin, akhirnya kamu datang." Wajah Lina sangat senang saat melihat sosok Erwin, dia buru-buru menghampiri dan meraih lengan Erwin secara langsung, tatapannya kepada Erwin juga sangat lembut dan manis.
Fiona juga tidak kalah senang, ikut di belakang Lina, dan tanpa sadar bersembunyi di belakang Erwin, seolah dengan adanya Erwin, mereka tidak perlu takut lagi.
“Berani merusak suasanaku? Kau tahu aku siapa?” Earl mengerutkan kening, memandang Erwin dari atas ke bawah sambil berbicara, meremehkan Erwin yang memakai pakaian murahan, dan tidak menganggapnya serius.
Tetapi melihat tatapan Lina pada Erwin yang penuh cinta dan akrab, rasa kecemburuan membara di hatinya, Lina ini wanita yang dia sukai, mana mungkin dia bisa mentolerir bocah miskin pedesaan yang sedekat itu dengannya.
Namun, Erwin tidak takut, berjalan maju dan berkata dengan dingin,
"Maaf, aku tidak peduli kau itu siapa, tapi kalau berani menganggu wanitaku, alam kubuat kau berakhir menyedihkan."
"Membuatku berakhir menyedihkan? Kau? Hahahaha, bisa-bisanya anak miskin sesombong itu, aku ini putra kedua orang terkaya di Kota Bandung, kalau berani menyinggungku, percaya tidak, ku musnahkan seluruh keluargamu!"
Earl berteriak keras, anak miskin ini terlalu arogan, berani sekali mengancamnya tanpa ada kekuasaan atau kekayaan, itu membuat Earl sangat tidak senang, apalagi saat mendengar Erwin mengklaim Lina sebagai wanitanya, yang membuatnya semakin marah.
“Begitu ya?” Sudut mulut Erwin tersenyum dingin, dia tidak tidak peduli bahkan jika ini orang terkaya di Kota Bandung sekalipun, dia mendekat dan meraih kerah Earl, kemudian mengangkatnya seperti sebuah mainan.
Earl ditangkap oleh Erwin dan berusaha mati-matian untuk melawan, tapi percuma saja.
"Apa yang kau lakukan? Turunkan aku, jangan macam-macam denganku! Percaya tidak, aku bisa memusnahkanmu saat ini juga!" Earl tidak menyangka anak miskin di depannya ini bisa begitu kuat! Tapi di dalam hatinya, dia yakin Erwin tidak akan berani menyakitinya, lagipula ayahnya adalah orang terkaya di Kota Bandung, menyingkir seorang anak miskin itu lebih mudah dari menginjak mati seekor semut, ini yang membuat kepercayaan dirinya sangat besar.
Akan tetapi, mana mungkin Erwin bisa dinilai menurut akal sehat?
"Aku justru mau coba." Erwin berkata dengan dingin, lalu menampar wajah Earl, tamparannya sangat keras hingga pipi Earl menjadi merah dan bengkak.
"Plak!" Terdengar suara tamparan yang nyaring.
Lina dan Fiona tertegun sejenak, Erwin benar-benar tidak takut, dan menampar Earl, jantung kedua gadis berdebar kencang, Lina lebih mengkhawatirkan keselamatan Erwin, sedangkan Fiona justru semakin bersemangat.
Earl jelas terpana karena tamparan itu, anak miskin ini benar-benar berani memukulnya! Dia adalah putra kedua dari orang terkaya di Kota Bandung, ayahnya memiliki banyak properti, dan 500 personel keamanan yang beroperasi di perusahaan, siapapun bisa disingkirkan hanya dengan satu perintah!
“Berani pukul aku? Kubunuh kau!" teriak Earl dengan tidak puas, dan langsung mengayunkan tinjunya untuk memukul Erwin, tetapi pukulan Earl yang kerahnya dicengkeram Erwin tidak berpengaruh sama sekali, justru terkena satu tamparan dari Erwin lagi.
Suara nyaring berbunyi, bekas tamparan merah terlihat jelas di pipi Earl, pada saat yang sama, Erwin memperingatkan dengan dingin,
"Berlutut dan minta maaf pada Lina, atau kau akan jadi cacat hari ini."
“Aku tidak tahu apa itu minta maaf, jangan harap!” teriak Earl dengan keras, dia terlahir dari keluarga yang terpandang, jadi tidak mungkin membuatnya mengatakan maaf.
"Tidak mau ya? Kalau begitu jangan salahkan aku." kata Erwin dan meraih salah satu lengannya dan mengelintirkannya dengan kuat, yang membuat Earl menjerit kesakitan, dengan wajah pucat dan dahi penuh keringat.
"Kau masih punya satu kesempatan, kalau menolak akan kubuat yang satunya lagi ikut cacat." kata Erwin dengan nada nada yang tak terbantahkan.
"Aku akan minta maaf, aku akan minta maaf." Earl tidak menyangka Erwin akan sekejam itu dan sama sekali tidak menganggap serius ayahnya yang merupakan orang terkaya di Kota Bandung, dia takut Erwin akan mematahkan lengannya yang satu lagi.
Dia tidak menyangka akan dipaksa ke dalam situasi seperti ini, yang membuatnya merasa tidak puas, pada saat yang sama juga menyimpan dendam pada Erwin, begitu pulang nanti, dia pasti akan menyuruh seseorang untuk membunuhnya.
“Kalau begitu cepat! Kami harus pergi makan nanti!” ujar Erwin.
Earl memegang lengannya yang patah, mendatangi Lina dengan gemetar, dan membuka suara dengan susah payah,
"Li-Lina, maafkan aku ...."
__ADS_1
Sebelum dia sempat selesai berbicara, Erwin langsung menendang pergelangan kaki dari belakang, yang membuat Earl berlutut di tanah dan terlihat menyedihkan.
"Aku bilang berlutut bukan sambil berdiri minta maafnya." Erwin sengaja mempermalukan Earl, dan merendahkan martabatnya.
Earl sangat marah, tapi dia sadar tidak bisa mengalahkan Erwin kalau berhadapan secara langsung, jadi memilih untuk memendam semuanya terlebih dahulu! Jadi hanya bisa berlutut dan meminta maaf pada Lina lagi.
"Li-Lina, maafkan aku, karena kata-kataku sudah menyinggungmu."
Begitu selesai berbicara, Erwin menendangnya, karena Erwin merasa membuatnya tetap di depan Lina sedikit lebih lama itu sebuah bentuk penghinaan.
"Pergi sana! Jangan sampai aku melihatmu lagi, atau kuhajar setiap kali ketemu," kata Erwin dengan nada dingin.
"Anggap kau menang kali ini, tapi tunggu dan lihat saja, aku akan balas dendam hari ini." Setelah mengatakan ini, Earl buru-buru masuk mobil, dan menyalakan mesin untuk pergi secepatnya.
Karena takut Erwin akan memukulnya lagi kalau tinggal lebih lama.
Melihat Earl melarikan diri, Fiona tertegun sejenak, dan segera menghampiri Erwin dengan penuh semangat sambil berkata,
"Erwin, kamu luar biasa, putra kedua orang terkaya di Kota Bandung sekalipun kamu pukul! Aku kagum!"
Sedangkan Lina mendekat dengan sedikit khawatir,
"Erwin, kamu baik-baik saja? Apa dia menyakitimu?"
“Dia tidak mungkin bisa menyakitiku, yuk kita pergi makan prasmanan!” Erwin berkata sambil tersenyum, anak orang kaya seperti Earl tidak mungkin bisa menyakitinya sama sekali, belum lagi bela diri dan kekuatan Erwin sudah banyak meningkat, satu melawan empat saja bukan masalah.
“Syukurlah kalau begitu." Lina akhirnya merasa lega, tapi Erwin sudah menyinggung putra kedua orang terkaya di Kota Bandung, itu membuatnya sedikit gelisah, khawatir Earl akan membalas dendam.
"Erwin, lama tidak bertemu, kamu semakin kuat ya, tapi kamu harus hati-hati dengan balas dendam Earl, dia tidak mungkin berdamai begitu diberi pelajaran olehmu."
“Kamu juga makin cantik.” Erwin menggoda sambil tersenyum.
"Erwin, mulutmu makin manis aja, yuk kita makan prasmanan di restoran yang baru buka, kudengar itu restoran paling mewah di Kota Bandung, setiap orang 1,7 juta, tenang, aku yang traktir!" Fiona berkata dengan lugas, karena sejumlah uang ini bukan apa-apa baginya.
Tak lama kemudian, mereka langsung mengesampingkan urusan Earl dan pergi makan prasmanan sambil ngobrol ringan. Lina sudah lama tidak melihat Erwin jadi sangat mesra dengan Erwin, yang membuat Fiona menjadi nyamuk di sepanjang jalan.
Earl tidak langsung pulang ke rumah, melainkan ke rumah sakit dulu, satu lengannya dipatahkan Erwin, yang membuat wajahnya pucat kesakitan, pada saat yang sama, dia menelepon seorang pemuda yang merupakan salah satu kapten keamanan di perusahaan ayahnya, bersiaplah untuk balas dendam.
"Berani pukul aku? Akan kubunuh kau kali ini, sedangkan Lina yang berani menolakku, akan kusiksa nanti!"
Earl juga kejam, biasanya dia yang memberi pelajaran, tapi ini pertama kalinya dia dipukul, jadi jelas tidak terima.
Setelah lengannya dipasang gips, Earl menggertakkan giginya dan berhasil menahan rasa sakit, dia bersumpah akan mengembalikan rasa sakit ini selipat ganda pada Erwin.
Satu jam kemudian, seorang pria dengan pakaian hitam dan celana kulit datang ke rumah sakit untuk mencari Earl. kulitnya kecokletan, rambutnya diikat kepang modis, otot-ototnya terlihat mencolok, jelas adalah sosok yang tidak mudah untuk dihadapi.
Nama orang ini adalah Mike, merupakan salah satu kapten tim keamanan di perusahaan ayah Earl, dia cukup kuat dan mengelola lebih dari 20 penjaga keamanan, adalah orang yang paling dekat dengan Earl, Earl selalu memintanya menyelesaikan masalah.
Mengikuti Earl selama ini, pemuda itu sudah melakukan banyak hal buruk!
“Tuan Muda Kedua, ada apa ini? Kecelakaan, atau dipukul?" Mike bertanya dengan heran saat melihat lengan kiri Earl di gips.
"Bang Mike akhirnya datang, cepat bantu aku bawa orang untuk beri pelajaran pada anak tak tahu diri yang patahkan tangan aku!" Teriak Earl dengan marah.
“Ada orang di Kota Bandung yang berani memukulmu? Sungguh tak tahu diri! Jangan khawatir tuan muda, aku akan membawa seluruh tim untuk menghajarnya.” Mike langsung menepuk dada sendiri dan meyakinkan.
__ADS_1
Tapi dia juga sangat penasaran, siapa yang berani memukul putra kedua orang terkaya di Kota Bandung, orang itu pasti sudah bosan hidup!
“Berani pukul aku? Tunggu dan lihat saja!" Mata Earl mendingin.
Erwin dan yang lainnya makan dengan kenyang di kafetaria, prasmanan 1,7 juta ini benar-benar mewah, terdapat banyak bahan-bahan berkualitas tinggi yang belum pernah dimakan oleh Erwin sebelumnya.
Seperti lobster Australia, abalon laut dalam, kaisar kepiting ikan, dan lain sebagainya, semua jenis bahan mewah tersedia di sini.
Namun, membawa dua gadis untuk makan prasmanan semacam ini jelas menghambur-hamburkan uang, Lina dan Fiona membawa banyak makanan berkualitas tinggi, tapi hanya makan sedikit, dan sisanya hanya menonton Erwin sekalian menghabiskan semuanya.
“Erwin, perutmu tidak kembung makan sebanyak itu?” Setelah mereka bertiga keluar dari restoran, Fiona bertanya dengan penasaran, karena Erwin memakan habis porsi tiga orang, itu membuat Fiona dan Lina kaget.
"Lumayan, tak mungkin letak kembalikan semua lauk sisa kalian, kan? Lain kali, jangan ajak aku makan prasmanan seperti ini, aku hampir muntah karena terlalu kenyang." Erwin sedikit takut pada mereka.
Lina dan Fiona saling memandang dan tersenyum.
“Yuk kita ke bioskop!” Lina memegang lengan Erwin dengan penuh kasih sayang, dan berpikir untuk berkencan dengan Erwin sedikit lebih lama lagi.
“Sepertinya ide yang buruk kalau terus menjadi nyamuk kalian, kalian berdua pergi saja.” Fiona berkata dengan setengah bercanda.
"Tidak apa-apa, bukannya kamu selalu ingin nonton Interstellar? Ada banyak bintang besar yang berperan, serius tak mau ikut nonton? Lagian aku sudah beli tiga tiket, sayang tiketnya terbuang cuma-cuma." Lina menyipitkan matanya.
"Untungnya kamu masih punya hati nurani, tidak melupakan sahabatmu karena ada pacar.” Fiona berkata dengan menggoda, kemudian menarik tangan Lina dan berjalan lurus ke depan, tidak lupa untuk menoleh pada Erwin,
"Erwin, pinjam tangan pacarmu sebentar ya, nanti kukembalikan."
Erwin menggelengkan kepalanya, Fiona ini benar-benar licik.
Sudah sangat larut saat mereka bertiga kembali, Fiona datang dengan mobil, jadi pulang duluan.
Sedangkan Erwin bertanggung jawab untuk mengantar Lina pulang.
"Erwin, ayahku selalu ingin kamu ikut makan bersama kami, jadi datanglah kalau ada waktu luang."Lina bertanya dengan sedikit kesungguhan, karena dia juga ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan Erwin.
"Besok aja, ngomong-ngomong, bagaimana perusahaan baru yang disiapkan keluargamu?" Erwin bertanya sambil mengendarai mobil. Bagaimanapun dia juga menginvestasikan 800 miliar di proyek ini, jadi setidaknya harus mengetahui perkembangannya.
“Tidak terlalu bagus, baru-baru ini ada beberapa anggota keluarga yang rebutan masalah saham ini, tidak ada yang mau mengalah satu sama lain!” Lina menghela nafas, karena masalah ini, hubungan antara kerabat keluarganya sangat memburuk.
Erwin juga sangat tidak berdaya, hal semacam ini yang melibatkan kekayaan pasti merusak hubungan keluarga, belum lagi kakek Lina lebih pilih kasih kepada anak laki-laki, jadi pembagian warisan pasti tidak merata, yang akan menyebabkan pertengkaran.
Sepuluh menit kemudian, mobil Erwin berhenti di depan vila rumah Lina, dan tak satu pun dari mereka turun dari mobil.
Langit yang malam sangat tenang, haruskah melakukan sesuatu?
Mereka berdua saling memandang, Lina sedikit tersipu, dan dengan cepat memalingkan wajahnya karena tidak berani menatap Erwin, tapi kemudian menutup kedua mata lagi, bulu mata yang panjang gemetar hebat, yang menunjukkan bahwa Lina sedang gugup.
Di bawah sinar bulan, Lina terlihat sangat cantik, suasana di dalam mobil tiba-tiba berubah.
Erwin tidak bisa menahan diri lagi, mencondongkan tubuh ke depan dan ingin mencium Lina, tapi begitu kedua bibir mereka hendak bersentuhan, sekelompok orang tiba-tiba muncul di depan dan mengepung mobil Erwin.
Seseorang bahkan menghancurkan mobil Erwin, yang tiba-tiba menyadarkan Erwin dan Lina.
“Ini Earl, kenapa bisa datang ke sini dengan orang sebanyak itu?” Ekspresi cantik Lina berubah drastis.
"Bocah sialan, aku sudah lama menunggumu di sini, cepat keluar!" Earl berteriak keras di luar, sambil diikuti 20 orang yang mengelilingi mobil Erwin.
__ADS_1