Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Undangan Resepsi yang Tidak Biasa


__ADS_3

Nora menggertakkan gigi putih kecilnya, menatap Erwin dengan marah, dan dengan enggan menuangkan air untuknya.


Melihat ini, Jocelyn tidak bisa menahan tawa.


"Penyihir kecil ini akhirnya bertemu dengan orang yang bisa membuatnya patuh."


Jocelyn masih sangat senang melihat ini. Nora lahir di keluarga kaya sekaligus merupakan putri bungsu, jadi sangat dimanjakan, ada orang yang bisa mengurusnya juga bukan suatu hal yang buruk, daripada kedepannya membuat masalah yang besar.


“Setelah aku pergi beberapa hari lagi nanti, aku serahkan vila ini pada kalian berdua ya.” Jocelyn berkata kepada Nora setelah memikirkannya.


"Kak, aku baru datang, kenapa kamu udah mau pergi? Ditambah membiarkanku tinggal bersamanya di sini? Nggak kebayang kehidupanku kedepannya nanti, hiks...hiks," kata Nora dengan sedih.


"Aku lagi cari kesempatan buat kamu, tau? Bujuklah Erwin, jangankan Wilderness Life, mungkin dia akan mengontrakmu jadi artis di perusahaan mereka! Hanya dengan begitu kamu bisa punya kesempatan buat jadi bintang! " Jocelyn menarik Nora ke samping dan berbisik.


“Serius? Dia bisa mengontrak artis??” Nora tidak begitu percaya kalau pria miskin seperti itu punya kemampuan di perusahaan untuk mengontrak artis.


"Percaya padaku, bergaul lah dengan baik dengannya!" Jocelyn membujuk dengan sabar.


“Oke!” Nora dengan enggan setuju, tetapi dia masih enggan menerima Erwin di dalam hatinya, tapi karena ingin jadi bintang besar, dia terpaksa berkompromi.


Dua hari kemudian, di bandara Kota Bandung.


Erwin mengucapkan selamat tinggal kepada Jocelyn dan Ametta, dan mereka akan pergi ke Kota Surabaya untuk mempersiapkan konser berikutnya.


Sebelum berpisah, Jocelyn memanggil Erwin ke samping, dan berkata dengan sungguh-sungguh,


"Erwin, aku serahkan Nora padamu ya, aku yakin kamu pasti bisa membuat penyihir kecil ini jadi lebih berkarakter!"


Setelah dua hari pengamatan singkat, Jocelyn menyadari hanya Erwin yang bisa membuat penyihir kecil yang manja ini patuh! Dan Erwin tampaknya juga tidak tertarik dengan penampilan manis Nora, yang membuat Jocelyn bisa lebih lega menyerahkan Nora untuk diurus oleh Erwin.

__ADS_1


"Jangan khawatir! Aku akan membuatnya lebih berkarakter nanti! "Erwin menghela nafas, dia juga sakit kepala dengan penyihir kecil ini selama dua hari ini tapi dia masih mengangguk setuju.


“Kalau gitu aku berangkat ya, ingat tiga bukan lagi datang nonton konserku di Kota Surabaya ya, kalau kamu buat Nora jadi lebih baik, bakal kuundang buat nyanyi bareng aku nanti!” Jocelyn berkata dengan senyum lembut.


“Aku juga menantikan bisa nyanyi bareng kamu!” Erwin berkata sambil tersenyum, meskipun dia tidak terlalu pandai nyanyi lagu-lagu Jocelyn, tapi merupakan suatu hal bagus juga bisa bernyanyi bersama Jocelyn di panggung yang sama.


“Selain itu, kalau butuh aku buat ikut Wilderness Life musim kedua yang episode kedua, kamu bisa hubungi aku, dan aku bakal atur waktu nanti.” Jocelyn masih mengingat hal ini, bagaimanapun juga, kontrak musim kedua sudah ditandatangani, yang total berisi delapan episode.


“Oke, akan kukasih tau sebelum syutingnya mulai.” Erwin mengangguk, respons netizen dan publik di sosial media terhadap keikutsertaan Jocelyn dalam Wilderness Life sangat antusias, jadi Erwin juga ingin memanfaatkan kesempatan viral ini untuk meningkatkan peringkat acara ini ke peringkat pertama.


“Kalau memungkinkan, bisa bantu atur agar Nora ikut gabung di episode keduanya Wilderness Life nanti.” Jocelyn dengan jarangnya memohon pada Erwin.


"Tentu kamu boleh minta permintaan apapun samaku, investasikan uang juga boleh."


Erwin tersenyum, sepertinya Jocelyn dan Nora ini punya hubungan yang sangat baik, kalau tidak, Jocelyn tidak mungkin akan memohon padanya, tetapi Erwin masih berkata dengan sopan,


"Tergantung perubahannya nanti."


Penerbangan akan segera berangkat, Erwin masih menyaksikan punggung Jocelyn yang perlahan menghilang dari pandangannya dengan penuh emosional.


Setelah bergaul selama sebulan, dia masih belum beritahu identitas aslinya kepada Jocelyn.


“Erwin, sepupuku udah pergi jauh, masih liat apa?” Nora berkata sedikit nada bercanda saat melihat tatapan Erwin yang terus memandang punggung Jocelyn.


"Pulang nanti ingat bersihkan kamar dulu, untuk kedepannya selain masak, kamu yang urus pekerjaan rumah lainnya." Erwin menoleh dan berkata padanya sambil tersenyum.


“Kenapa harus aku yang urus pekerjaan rumah, dan kamu hanya masak?!” Nora sangat marah, dia dulu tidak diizinkan melakukan pekerjaan rumah di rumah, tetapi sekarang begitu keluar rumah, dia malah disuruh-suruh, mana mungkin dia bisa melakukan pekerjaan berat seperti itu.


“Kalau tak mau, pergi saja, dan jangan harap bisa jadi bintang besar.” Erwin berjalan lurus ke depan tanpa memandangnya.

__ADS_1


“K-kamu, Erwin, kamu membullyku!” Nora menghentakkan kakinya dengan marah, kenapa dia bertemu dengan pria yang tidak tertarik dengan paras cantiknya? Ini menyulitkan dan menjengkelkan sekali, tapi pria itu adalah produser Wilderness Life, dia terpaksa harus memohon padanya kalau mau ikut.


Nora merasa bahwa dirinya serasa bertemu dengan musuh bebuyutan dalam hidupnya ini!


Setelah kembali ke area Villa Fancy Garden, Erwin duduk dengan nyaman di sofa dan mulai suruh-suruh,


"Bawakan aku apel!"


“Tidak ada apel lagi di rumah,” jawab Nora dengan cemberut, marah sekaligus tidak puas.


“Kalau udah habis ya beli di luar, pergi dan balik secepatnya.” Erwin berkata sambil tersenyum.


“Kenapa harus aku? Kalau mau makan beli sana sendiri!" jawab Nora.


"Musim kedua Wilderness bakal mulai syuting sebulan lagi loh..." Begitu Erwin belum selesai berbicara, Nora langsung menjawab,


“Aku belikan, tunggu bentar.” Setelah mengatakan itu, Nora langsung lari keluar seperti embusan angin.


Melihat Nora pergi membeli apel, Erwin tersenyum sedikit, karena proses pelatihan baru saja dimulai!


Saat memikirkan itu, ponsel Erwin tiba-tiba berdering, yang menelepon adalah Lina yang sudah lama tidak dilihatnya, dan Erwin dengan cepat mengangkat telepon.


"Erwin, City Mansion bakal adakan resepsi untuk para generasi muda besok, aku kebetulan punya dua undangan, kamu mau ikut? Kudengar tahun ini ada kompetisi untuk memilih sepuluh orang generasi muda terbaik di kota ini."


Lina di sisi lain sedikit menantikan, karena yang pertama, dia sudah tidak melihat Erwin selama sebulan, jadi sangat merindukannya, dan mau mencari kesempatan untuk bertemu dengannya, yang kedua itu karena resepsi seperti ini akan dihadiri para pemuda berbakat di kota ini, jadi memungkinkan Erwin bisa memperluas kontak dan koneksi, yang mungkin akan berguna untuk perkembangan karirnya di masa depan.


"Oke, kebetulan bisa bersamamu." Erwin setuju tanpa ragu-ragu, dia tidak terlalu tertarik dengan resepsi ini, tetapi dia sudah tidak bersama Lina selama sebulan. Sejujurnya, dia sedikit merasa bersalah, jadi mau memanfaatkan kesempatan ini untuk menemaninya lebih  lama.


“Kalau gitu aku akan tunggu kamu di rumah ya besok!” Lina tidak bisa menahan kegembiraan begitu Erwin setuju.

__ADS_1


Setelah menutup telepon, Erwin berpikir sejenak, kemudian menghubungi Anita, karena kalau ingin menghadiri resepsi generasi muda seperti itu, dia setidaknya harus tahu lebih dalam dulu.


Namun, hasil penyelidikan ini sangat di luar dugaannya, ternyata resepsi ini bukanlah resepsi biasa.


__ADS_2