Rupanya Aku Anak Orang Kaya

Rupanya Aku Anak Orang Kaya
Tata Letak Rencana


__ADS_3

Giselle tidak menyangka Erwin akan setuju semudah itu, tapi syarat 60% saham membuatnya sedikit ragu, itu setara dengan menyerahkan sebagian besar saham Laws Group, tetapi dia tetap setuju.


Selama bisa menjadi ketua, tidak masalah untuk membayar harga ini, tetapi dia tidak yakin orang kaya misterius bernama Erwin ini bisa berhasil membantunya, jika Erwin tidak mampu melakukan itu, maka semua ini akan berakhir sia-sia.


"Oke, tapi Keluarga Lawrence kami itu salah satu dari empat keluarga besar di Kota Bandung, gimana caranya kamu membuat putri haram sepertiku menjadi CEO?"


Giselle sangat ingin tahu.


“Berapa banyak saham Laws Group yang kamu punya sekarang?” Erwin bertanya setelah memikirkannya.


“Aku tak punya sepeser pun,” kata Giselle sambil menggelengkan kepalanya.


Erwin sedikit terkejut. Giselle ini tampak ceria dan mendominasi di permukaan, tetapi ternyata tak punya saham Laws Group sama sekali, ini di luar dugaannya, sepertinya Keluarga Lawrence sangat was-was terhadap putri haram mereka.


Giselle tampak tahu apa yang dipikirkan Erwin, dia tersenyum mencela dirinya sendiri.


"Mungkin terdengar konyol, aku memang mendominasi dan populer di luar, tapi aku tidak disambut ramah oleh keluargaku, mereka selalu was-was padaku, alasan kenapa aku bisa tinggal di rumah keluarga itu murni dimanfaatkan, mereka memanfaatkan paras dan koneksiku untuk mengembangkan bisnis mereka, tapi aku tidak pernah dianggap dan diperhatikan, jadi tak mungkin aku dikasih saham."


"Ternyata hidupnya sengsara ya, tak heran kamu menolak untuk pulang waktu aku mau mengantarmu pulang tadi malam, sepertinya rumah itu dingin, dan tidak layak dirindukan olehmu." Erwin mengangguk, mengingat kembali tentang kejadian tadi malam, dia sedikit bersimpati pada Giselle.


"Benar, rumah itu rumah yang dingin.” Mata Giselle menjadi gelap.


“Kalau tak punya saham sama sekali, itu berarti kamu bahkan tak termasuk anggota dewan direksi, apalagi mau menjadi CEO.” Erwin berkata dengan cemberut, merasa bahwa kesulitan masalah ini telah meningkat.

__ADS_1


"Masalah saham masih punya kemungkinan bisa didapatkan, Laws Group punya pemegang saham kecil bernama Elijah, dia punya banyak hutang dan siap menjual sahamnya, kita bisa saja beli, tapi harganya sedikit mahal, 5% saham dengan harga 800 miliar." Giselle sebenarnya telah memikirkan hal ini sejak lama, tapi dia tidak memiliki dana yang cukup, sehingga ingin meminta bantuan orang kaya.


“Ternyata karena ini kamu mendekatiku.” Erwin melirik ke mata Giselle yang bersemangat, dan tiba-tiba mengerti.


Tidak heran Giselle mengambil inisiatif untuk datang berbicara dengannya pada saat selesai lelang, sepertinya tindakannya dalam membeli cincin dengan 800 miliar itu menarik perhatian Giselle.


Ketika tujuan Giselle ketahuan, dia merasa sedikit canggung, dan bibir merahnya sedikit malu-malu.


"800 miliar untuk 5% saham." Erwin mengerutkan kening, dia belum pernah bertemu dengan harga jual saham setinggi itu sebelumnya, karena dia selalu memperoleh saham orang lain dengan harga yang sangat kecil, paling banyak tidak lebih dari dua miliar, tapi kali ini harus mengeluarkan 800 miliar sekaligus untuk 5% saham saja, bisnis ini jelas merugikan.


"Terlalu tinggi, mending 8 miliar aja."


Setelah mendengarkan kata-kata Erwin, Giselle terkejut, ini keterlaluan, Erwin ingin beli 5% saham Laws Group seharga 8 miliar? Kalau Giselle tahu Erwin juga menganggap 8 miliar itu terlalu tinggi, mungkin saja dia akan langsung menampar Erwin di tempat.


"Minta Elijah ini buat temui aku, biar aku yang negosiasi harga dengannya secara langsung, tapi aku saran buat High Build Group yang maju buat beli dulu, agar nggak ketahuan sama Keluarga Lawrence kalau kamu lagi incar posisi CEO, ini satu-satunya cara agar rencana ini bisa berhasil," kata Erwin dengan ringan.


"Lalu bagaimana kamu menjamin begitu High Build Group mendapat sahamnya akan berpihak membantuku?"


"Kamu nggak perlu khawatir tentang ini, kamu cukup jalani saja kehidupan sehari-hari seperti biasa, jangan sampai membangkitkan kewaspadaan Keluarga Lawrence, dan perhatikan juga pergerakan masing-masing pemegang saham, terutama anggota Keluarga Lawrence yang memegang saham."


Erwin tersenyum sedikit, Erwin dapat menyuruh Damon untuk mengakuisisi saham yang dimiliki pemegang saham yang lainnya, tapi saham yang dipegang Keluarga Lawrence jelas tidak mudah diperoleh, bagaimanapun, itu adalah saham keluarga mereka, dan mereka pasti tidak akan diserahkan semudah itu.


“Oke, sesuai rencanamu." Giselle mengangguk, tampaknya mulai yakin dengan Erwin.

__ADS_1


Dia menjadi semakin ingin tahu tentang identitas Erwin, Erwin begitu murah hati dan bijaksana, terlebih lagi bisa masak, itu merupakan tipe ideal pacar atau suami bagi Giselle, jadi Giselle mulai sedikit kode-kode,


"Erwin, ada film berjudul 'Flying me to the Moon' yang baru-baru ini populer banget, dan dibintangi banyak selebriti terkenal, mau pergi nonton bersamaku?"


"Itu film sampah, film fiksi ilmiah yang menghabiskan 60% biaya produksi  hanya untuk para selebriti, apa menurutmu itu film yang bagus?" Erwin tersenyum sedikit, dia itu seorang produser film, tentu memperhatikan film semacam ini sejak lama.


Giselle tidak menyangka Erwin akan berkomentar secara profesional seperti itu, tapi begitu teringat bahwa pekerjaan Erwin itu sendiri adalah seorang produser film, jadi tentu bisa menilai secara profesional, dia menjadi malu tanpa sadar.


Erwin tersenyum dan sepertinya tahu niat Giselle, jadi dia mengubah topik pembicaraan dan bertanya dengan santai,


"Ngomong-ngomong, kamu kenal nggak sama Bang Ivan dari keluarga Cole di utara kota?"


Berpikir Giselle memiliki jaringan kontak serta koneksi yang luas, jadi mungkin saja bisa tahu tentang Bang Ivan ini, tapi tak disangka ternyata Giselle memang tahu orang ini.


"Ivan ini orang penting dalam keluarga Cole, yang mengkhususkan diri dalam melakukan hal gelap dan jahat.” Giselle sedikit mengernyit, seolah-olah juga takut pada orang ini.


“Bisa bantu mancing dia keluar?” Erwin sudah lama ingin menangkap Bang Ivan ini, tapi sayangnya dia bersembunyi di utara kota, di mana bahkan Damon saja tidak bisa masuk, bisa dilihat bagian utara kota itu tempat yang sangat tertutup.


“Memancing keluar?” Giselle mengerutkan kening, dan setelah berpikir sejenak, dia dengan ringan membuka bibir merahnya dan berkata, “Bukan tidak mungkin juga, dia itu orangnya mata duitan, tapi sangat berhati-hati, kalau bukan diperkenalkan oleh kenalannya, dia tidak akan setuju, aku hanya bisa berpura-pura memintanya melakukan sesuatu dengan harga tinggi melalui koneksi sosialku untuk memancingnya keluar."


"Oke, kalau gitu kuserahkan padamu untuk mengelabuinya secepat mungkin, aku udah lama mencari  keberadaan orang ini." Erwin tidak menyangka koneksi Giselle akan seluas ini, selama bisa menangkap Bang Ivan ini, dalang dibalik insiden lokasi konstruksi kemungkinan besar akan terungkap.


"Tapi kamu harus temani aku nonton film setelah itu, tentu kamu yang pilih filmnya." Giselle tiba-tiba menatap Erwin dengan tatapannya yang menawan sambil membelai rambut dan menebarkan pesonanya.

__ADS_1


Erwin tertegun sejenak, dia tidak menyangka Giselle akan menggodanya terang-terangan, dan bahkan membuat permintaan seperti itu, pria biasa lainnya pasti sudah tergoda olehnya, tetapi hati Erwin sudah ada Lina, jadi Erwin masih bisa mengendalikan diri, lalu setelah berpikir sejenak, dia tersenyum dan setuju,


"Tak masalah, tapi jangan bosan sampai ketiduran ya nanti."


__ADS_2