
Departemen Administrasi baru-baru ini selalu ramai, semenjak hadirnya satu staff baru bernama Lantana Mentari. Nama yang cukup sesuai dengan postur tubuh si empunya nama. Lantana adalah sejenis bunga kecil yang memiliki warna cerah dan cantik. Dan, gadis ini memiliki paras yang cantik dan imut dan juga memiliki keceriaan yang bisa menular kepada orang lain.
meski baru, Ana nama panggilan akrab untuknya, selalu membantu orang lain dalam pekerjaannya. Meski awalnya dikata 'norak' Ana tidak pernah peduli dengan perkataan orang lain. karena menurutnya "berbuat baik itu tidak pernah salah. meski orang lain tidak suka, masih banyak orang lain lagi yang akan senang dengan kebaikan. lagipun, dunia akan damai jika seandainya semua orang berbuat baik.
Lain karyawan, lain lagi bossnya. Bos perusahaan ini memiliki sifat yang misterius. setiap kali ia berjalan, semua orang menghindar seolah ia akan bisa membekukan orang-orang di sekitarnya. Bicaranya irit, padahal parasnya ganteng gak ketulungan. Beliau, sangat hobi menanam bunga mawar merah kehitaman atau bahkan mawar hitam. sehingga ruangan kerjanya pun hampir dipenuhi pot-pot yang berisikan bunga mawar merah tua sampai hitam di sepanjang sudutnya.
Setiap hari, ia akan menyuruh staffnya secara random untuk mengurus bunga-bunganya. Bos ini dikenal sebagai Tuan Es oleh seluruh karyawannya terutama departemen Administrasi yang kantornya berada tepat di depan kantor CEO. Dan setidaknya 'nama' itulah yang terkunci di kepala Lantana 'Tuan Es'. meski setiap hari tentunya Lantana dapat melihat papan nama di pintu masuk ruangan CEO menyusun huruf-huruf menjadi "Vino Stevenson".
Hari ini pun, Tuan Es kembali membawa satu buket bunga mawar hitam di gendongannya. Sepertinya bunga itu di dapat dari luar kota, mengingat dia juga baru pulang rapat dari City B beberapa jam yang lalu.
"Hei kamu...!!" Tunjuk Tuan Es pada seorang gadis yang tengah duduk dengan khusyuk di kursinya.
"Saya, Pak??" jawab gadis itu buru-buru meluruskan kakinya untuk berdiri.
"ya.. kamu atau siapa aja yang lagi gak sibuk, bawakan saya pot kaca berisi air ke ruangan saya. Cepat!!" Perintah Tuan Es seperti biasa sarkas.
"Baik, pak.." Gadis itu menundukkan punggungnya memberi hormat.
Tuan Es menghilangkan badannya di balik pintu ruangannya. Gadis itu menghembuskan nafas lega dan segera mengedarkan pandangannya. Pucuk dicinta ulam pun tiba, pucuk di tanggal gajianpun tiba. eh?? Gadis itu menemuka orang yang dia cari kebetulan baru banget keluar dari elevator yang barusan mengantarkannya dari ruangan departemen pemasaran.
"Lantana!! buru sini!!" Gadis itu melambaikan tangannya memberikan isyarat agar Lantana mendekat.
"ada apa ka Pristy??" Lantana menghampiri gadis tadi yang ternyata namanya Pristy.
__ADS_1
"bantuin saya dong.. Bawakan pot kaca berisi air untuk Tuan Es.. tadi dia nyuruhnya gitu.. mau ya..!!?" pinta Pristy seraya menggenggam kedua tangan Lantana.
"Baiklah.. di mana aku bisa mendapatkan pot kaca itu??" tanya Lantana sopan seperti biasa.
"Biasanya di pantri.. Menejemen logistik selalu menyediakan pot itu di sana.." jawab Pristy
"oke akan aku kerjakan.." Lantana pun meninggalkan Pristy guna mengambil pot yang terbuat dari kaca dan mengisinya dengan air keran
"berapa ya takaran airnya?? ah bodo ah.. yang pentingkan isinya air bukan pasir.. kalo pasir baru salah.." Lantana bermonolog sambil menuangkan air. Air pun mencapai 2/3 isi pot. setelah dirasa cukup, Lantana membawanya ke ruangan CEO dengan mengetuk pintunya terlebih dahulu.
Pria tampan dengan garis tegas di setiap pahatan tubuhnya itu sedang asik bertatapan dengan layar komputernya di dampingi sebuket bunga mawar berwana merah tua. Ia mendengar pintu ruangannya di ketuk. setelah mempersilahkan masuk, seorang gadis kecil dengan tinggi sekitar 155 cm muncul dengan pot kaca di pelukannya. Perlahan tapi pasti, gadis itu mendekati meja CEO dan meletakkan pot kaca itu di depannya.
"ini, tuan. potnya" Lantana mengusap jidatnya.
"hmm.. terimakasih.." kata Tuan Es dengan mata masih adu tatap denhan komputernya.
"Hei...!!!?" suara nyaring di belakang Lantana sukses menghentikan laju kaki Ana dan otomatis ia memutar tumitnya menoleh lagi ke arah bosnya.
"Iya, tuan?? ada yang salah??" setelah berbalik badan, Lantana sudah melihat bosnya berdiri memandangnya dengan tatapan membunuh.
"Kamu ini bodoh, ya??" katanya sarkas dengan alis menyatu hampir membentuk huruf V.
"oh?? saya Lantana, Tuan..!" jawab Lantana sambil nunduk.
__ADS_1
seketika raut wajah Tuan Es berubah jadi bingung. "apa saya salah ngomong ya??" batinnya.
"sini kamu!!" perintahnya cepat tak lupa menyusun alisnya jadi V lagi.
"saya sudah di sini, Tuan.. Sudah gak bisa maju lagi.." jawab Ana polos.
'oh iya' batin Tuan Es. "kenapa kamu isi air ini sampai penuh??" tanya Tuan Es langsung.
"saya hanya dapat perintah untuk membawakan Tuan pot Kaca berisi air.. tidak ada yang mengatakan airnya se gimana, jadi saya isi aja seberapapun.. benerkan saya? bagus tidak saya isi pasir, kalo hitu jadinya salah.." bela Lantana
Tuan Es jadi bingung harus berkata apa lagi. terlihat dari ekspresinya yang hanya mangap-mangap mencari kata-kata.
"sudah sudah sudah.. keluar sana.." Usir tuan es seraya mengusap dagunya kasar.
Lantana pun menunduk lagi sambil mundur kali ini. "Terima kasih.." gumamnya hampir tidak terdengar.
Tuan es masih menatap kepergian Lantana sampai mwnghilang di balik pintu. 'Siapa orangnya yang membiarkan anak kecil masuk ke perusahaan ini? Apa HRD gak ngecek dulu kualifikasinya??' batin Tuan es seraya menggelengkan kepalanya. selanjutnya ia membawa pot itu ke kamar mandi dan membuang airnya menjadi setengah dari pot. hmmm.. pot yang author maksud itu sejenis stoples kaca yang biasa digunakan untuk menyimpan bunga. Tuan es pun menyimpan bunga-bunga kesukaannya kedalam pot itu sambil memandanginya.
"kamu memang selalu terlihat cantik.. seandainya kamu masih setia menemaniku saat ini, betapa bahagianya aku. sayangnya kamu menghianati aku dengan mudahnya. setelah seribu tangkai mawar yang kau minta telah aku sediakan. aku harap kamu bahagia dengan pasanganmu saat ini. kenangan itu biar saya yang kubur dalam-dalam. huuuhh.. aku belum bisa menghilangkan kebiasaanku membeli bunga mawar, bagaimana bisa aku melupakan tentang kita??" Tuan es ngobrol dengan bunga mawar di depannya. tak lama dia tersenyum dan mencium aroma yang ditimbulkan oleh sang bunga. sembari mengingat kembali kenanga indah dengan sang mawar.
setelah lama bernostalgia, akhirnya tuan es tersadar dan segera mengalihkan pandangannya dari mawarnya kembali ke layar monitornya. sepertinya apa yang ada di monitor lebih menyenangkan daripada mawar. ya.. karena dia harus memeriksa kerjaannya
***
__ADS_1
**episode 1 mimin kasih 1015 kata dulu ya.. semoga terhibur dengan pembukaannya.. dukung Author biar upnya gak kelamaan oke?? 😆👍
see ya 🙋 bubay**