SUN FLOWER

SUN FLOWER
MIMPI DI SIANG BOLONG


__ADS_3

Ketika sedang asyik mengobrol, tiba-tiba ponsel Andy berdering.


"Hallo, pak Andy maaf mengganggu. Pak Andy sekarang lagi dimana? Ini pacarnya boss besar ngamuk dikantor udah kaya pasien rumah sakit jiwa." Cerocos Kalista di sebrang telpon. Andy langsung menempelkan ponselnya ke telinga Arka.


"15 menit lagi saya sampai kantor." Arka langsung memutuskan sambungan telpon.


"Ada apa?" Tanya Evan.


"Yoora nyari gue dikantor sampai ngamuk, yang bikin gue khawatir sebenarnya bukan Yoora tapi Kalista, takut dia ngomong macam-macam sama Kalista nanti dia malah nggak percaya sama gue." Arka langsung bangkit dan berjalan tergesa-gesa menuju tempat parkir di coffee shop.


15 menit sebelum Kalista menelpon.


Kalista baru pulang setelah bertemu dengan klien, begitu Kalista masuk ke dalam ruangan, ternyata tidak ada Arka dan Andy.


Kemudian Kalista duduk, dan menyalakan komputernya. Ketika Kalista sedang sibuk mengerjakan laporan yang tadi di bahas dengan klien, tiba-tiba pintu terbuka. Wanita cantik yang bernama Yoora itu masuk tanpa permisi, kemudian marah-marah sama Kalista karena Arka tidak ada disana.


*****


Begitu sampai di kantor, Arka langsung berjalan tergesa-tergesa-gesa ke ruangannya.


"Yoora dimana?" Tanya nya dengan nafas tersenggal-senggal, sebenarnya Arka lebih khawatir kalau Yoora membicarakan soal kencan yang mereka lakukan.


"Kamar." Jawab Kalista datar. Ya, diruangan Arka memang ada kamarnya, lengkap dengan segala isinya.


"Sayang." Tiba-tiba Yoora keluar dari kamar, dan langsung memeluk Arka dengan erat.


"Lepasin, ini di kantor." Arka melepaskan diri dari rangkulan tangan Yoora.


"Ih sayang biasanya juga kita mesra-mesraan di depan umum, oiya sayang nanti malam aku boleh ya nginap di apartment kamu." Sekarang Yoora malah bergelayut manja di lengan Arka. Mendengar Yoora ingin menginap di apartment Arka, seketika mata Kalista langsung membulat sempurna antara shock dan tidak rela jika wanita itu tidur berdua dengan boss nya.


"Nggak bisa, soalnya nanti malam aku ada acara sama Oma." Arka berkilah, karena Arka tidak mungkin membawa Yoora ke apartment nya.


Kalista yang sejak tadi berada di satu ruangan dengan Arka dan Yoora, dan hanya menjadi pendengar, akhirnya Kalista memutuskan untuk keluar ruangan.


"Permisi pak ini laporan yang tadi saya bahas dengan klien, dan saya pamit undur diri karena ini sudah memasuki jam istirahat. Lagian takut ganggu kemesraan bapak dan ibu." Usai meletakan berkas di atas meja, lalu Kalista melangkah keluar tanpa memandang Arka terlebih dahulu.


Kalista langsung menuju ke kantin, karena laper dan cacing di perutnya sudah demo minta asupan makanan. Kalista langsung memesan makanan, dan tidak lama kemudian ibu kantin membawakan pesanannya.

__ADS_1


"Laper mba?" Tiara tiba-tiba datang dan langsung menepuk pundak Kalista.


"Sebenarnya ini lebih ke cemburu daripada laper." Kalista berbisik di telinga Tiara.


"Widiiiih udah jatuh cinta ya lu sekarang?" Tiara tersenyum dan mencolek dagu Kalista.


"Gue jatuh cintanya sekarung ra! Arrrrghh gila nggak sih ra, gue udah di baperin sampai jatuh cinta eh dianya malah nggak tanggung jawab." Kata Kalista yang kemudian langsung menjejalkan makanannya kedalam mulutnya.


"Ya ampun malang sekali nasib mu nak." Tiara mengelus pelan punggung Kalista.


"Jangan terlalu berharap, gue nggak mau lu sakit hati, buktinya sekarang dia malah enak-enakan sama wanita Korea itu, sedangkan lu? Sama sekali nggak di lirik?" Tiara memang mengetahui segalanya, termasuk sikap Arka yang tiba-tiba baik banget sama Kalista, karena apapun yang Kalista alami selalu diceritakan ke Tiara.


"Hooh, syuuut udah jangan di bahas!" Kata Kalista yang melihat 2 kucrut yang akan segera menghampirinya.


"Permisi mba, boleh gabung." Tanya Bimo berbasa-basi, lalu menarik kursi dan mendudukinya di sebelah Tiara.


"Halah banyak bacot lu." Ujar Bima yang memang datang bersamaan dengan Bimo.


"Lu belum diizinin juga udah duduk kucrut!" Tiara memutarkan bola matanya jengah.


"Eh btw udah lama nih kita nggak kumpul." Ucap Bima yang telah selesai menyeruput lemon tea pesanannya.


"Maksudnya tuh di luar jam kantor." Bimo menjelaskan maksud perkataan Bima.


"Gue sih ayo aja! Gimana kalau nanti malam kita karaoke di mall XX.." Ajak Kalista dengan sangat antusias.


"Gue nggak bisa kalau malam ini." Jawab Tiara.


"Gue juga nggak bisa." Ucap Bima dan Bimo bersamaan.


"Tuh kan giliran gue ngajak kalian malah nggak bisa, padahal tadi lu bim yang ngajak." Ketus Kalista dengan muka cemberutnya.


"Sabar beybih, nanti kita atur waktunya dulu." Bimo mencoba menenangkan Kalista.


"Wah udah pada makan aja nih, gue nggak diajak." Tiba-tiba Rangga muncul, dan langsung ikut bergabung.


"Kemana aja lu bro?" Tanya Bima pada Rangga, belum sempat Rangga menjawab tiba-tiba Kalista berdiri.

__ADS_1


"Gue udah selesai makan, balik duluan." Ujar Kalista yang telah berdiri, kemudian meninggalkan sahabatnya itu.


"Kenapa dia?" Rangga bingung melihat ekspresi wajah Kalista.


"Dia ngajak karaoke, tapi kitanya nggak bisa." Jawab Tiara kemudian.


Kalista berjalan menuju ruangannya dengan hati yang gedeg banget terhadap para sahabatnya, karena sekarang ia merasa suasana hatinya galau dan ingin menghibur dirinya dengan pergi ke karaoke.


Kalista membuka pintu ruangannya, disana ada Arka yang sedang di suapi makan oleh Yoora, Kalista berdecih sebal sambil melirik ke arah Arka.


"You tuh ganggu banget sih! Gue mau.." Ucapan Yoora tiba-tiba terhenti karena Arka.


"Udah nggak apa-apa, dia mau lanjutin kerjaannya. Benar begitu bukan ibu Kalista?" Arka tersenyum mengejek ke arah Kalista.


Dengan suasana hati yang ingin sekali marah-marah, Kalista mulai memfokuskan dirinya dengan setumpuk berkas yang ada di mejanya. Hati Kalista semakin memanas tatkala mendengar celotehan yang keluar dari mulut Arka yang sedang menggoda Yoora, sebenarnya Arka melakukan itu hanya ingin membuat Kalista cemburu.


Tiba-tiba Arka menjatuhkan sesendok makanan ke baju Yoora.


"Aduh sayang maaf nggak sengaja." Ucap Arka dengan wajah yang sok-sok'an bersalah, padahal Kalista juga melihat dengan jelas bahwa Arka melakukannya dengan sengaja.


"Nggak apa-apa sayang." Yoora menenangkan Arka agar tidak merasa bersalah sambil mengecup pipinya.


"Aku bersihin baju dulu."


Selepas kepergian Yoora ke kamar mandi, Arka langsung mendekati Kalista.


"Gue udah bilang kan sama lu, apapun yang terjadi gue mohon lu percaya pada kata-kata gue yang waktu itu." Arka menggenggam erat jemari Kalista.


"Percaya? Haha mimpi di siang bolong!" Ketus Kalista yang langsung menghempaskan tangan Arka dari jemarinya.


Arka menggeram frustasi atas sikap Kalista, kemudian matanya tertuju pada tangan kiri Kalista yang dibalut perban. "Tangannya luka kenapa ya?" Arka bergumam dalam hatinya, karena kalaupun bertanya saat ini Kalista pasti tidak akan memberitahukannya.


----------------------------------🌻🌻


Jangan lupa like dan coment!


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!

__ADS_1


Find Me On Instagram : @halloimas13❤


__ADS_2