
"Pegal nggak?" Tanya Arka pada Kalista.
"Nggak, ini kan hells nya rendah." Kalista tersenyum.
"Kenapa nggak jawab pegal sih, nanti kan mau gue gendong." Arka tersenyum menggoda Kalista.
"Modus terus." Kalista menjulurkan lidahnya.
"Apa-apaan tuh melet-melet gitu? Minta cium ya?" Arka sudah mendekatkan wajahnya.
"Ish, jangan mesum. Banyak orang juga malu dong." Kalista mendorong kepala Arka.
"Jadi boleh mesum kalau nggak ada orang ya?" Arka menggoda Kalista dengan senyum menyeringai, dan menaik turunkan alisnya.
"Nggak!" Ketus Kalista.
"Yaudah yu ke rumah ibu kost, nanti keburu malam." Ajak Kalista.
Kalista dan Arka meminta izin terlebih dahulu kepada pak Anggara dan Oma. Pak Anggara mengizinkan, tetapi nanti malam Arka harus pulang ke rumah, tidak boleh ke apart. Awalnya Arka protes, tetapi ketika pak Anggara mengancam untuk menikahkan Arka dengan anak rekan kerjanya, Arka pun menjadi nurut. Bukan apa-apa pak Anggara tidak mengizinkan Arka pulang ke apart, namun takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Mengingat Arka yang sepertinya kebelet nikah.
Ketika Kalista dan Arka otw ke rumah ibu kost, pak Anggara dan Oma pun memutuskan untuk kembali pulang, sedangkan Andy, Riko, dan Evan mereka berencana untuk nongki di coffee shop.
"Dress nya suka nggak?" Tanya Arka mencoba mencairkan suasana, sambil tetap fokus menyetir.
Kalista terdiam sejenak, "Dress ini?" Kalista bertanya bingung, karena ini dress kan Tiara yang ngasih, trus apa hubungannya dengan Arka.
"Iya dress yang lu pake! Itu kan gue yang desain, trus dirancang deh sama desainer." Arka tersenyum melirik Kalista.
"Keren juga desain dress nya, pas juga di badan gue. Thank you." Kalista tersenyum.
"Iya lah! Gue tuh udah hafal banget sama ukuran tubuh lu, makanya itu dress muat." Lagi-lagi Arka tersenyum menyeringai.
"Oiya, lu harus banyak-banyak istirahat ya! Mulai dari besok sampai sebulan ke depan kita akan di sibukkan oleh berbagai kegiatan menuju hari H." Arka melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Iya." Jawab Kalista singkat, dirinya masih belum percaya bahwa sebulan ke depan akan resmi menjadi seorang istri.
Setelah percakapan itu, keduanya menjadi terdiam. Mereka berdua berkelana dengan pikirannya masing-masing. Tanpa terasa, kini mobil telah sampai di halaman depan rumah ibu kost.
Arka buru-buru turun dari mobil, dan membukakan pintu mobil untuk Kalista.
"Nanti nggak usah kaya gini, gue bisa turun sendiri." Kalista merasa tidak enak di perlakukan seperti ini. Arka hanya tersenyum saja melihat calon istrinya ini menggerutu.
"Pulang kondangan darimana ini? Mani geulis jeung kasep pisan." Tiba-tiba suara ibu kost muncul dari arah belakangan Kalista dan Arka.
"Bukan kondangan." Kalista tersenyum ramah.
__ADS_1
"Yaudah yuk masuk dulu." Ibu kost mempersilahkan Kalista untuk masuk ke rumahnya. Arka dan Kalista pun menuruti perintah ibu kost.
Arka dan Kalista duduk di sopa, ibu kost pergi ke dapur untuk mengambil minum. Tak lama kemudian datanglah ibu kost membawa 2 gelas jus jeruk segar.
"Di minum ya!" Ibu kost meletakan 2 gelas jus di meja di depan sopa.
"Nggak usah repot-repot bu." Kata Arka.
"Ah nggak repot atu segini mah, cuma jus doang, ibu belum belanja jadi adanya cuma ini doang." Ibu kost tersenyum.
"Enak, segar banget bu." Kalista baru selesai menyeruput jus jeruk.
"Oh iya bu, kedatangan saya kesini sebenarnya untuk meminta restu ibu, saya akan menikahi Kalista. Apa ibu merestui?" Arka langsung berbicara tanpa basa-basi, dan meminta restu dari ibu kost. Ibu kost terperanjat mendengar ucapakan Arka, kemudian dirinya tersenyum.
"Ibu sih gimana Kalista nya aja." Ucapan ibu kost terdengar ramah, kemudian ibu kost menatap Kalista. Kalista yang di tatap oleh ibu kost langsung menunjukan cincin yang melingkar di jari manisnya.
"Kalista sudah setuju, kalau begitu mah ibu merestui." Ibu kost merangkul Kalista, Kalista pun membalas rangkulannya.
"Kapan ini acara lamarannya? Ibu ko nggak tahu? Sengaja ya nggak ngundang ibu?" Tanya ibu kost.
"Tadi siang, maaf bu kelupaan. Tadi malam saya sudah menghubungi asisten saya untuk memberitahukan ibu, tapi saya kelupaan." Ucap Arka malu.
"Yaudah ibu mah nggak apa-apa, semoga bahagia selalu ya geulis." Ibu kost kembali lagi memeluk Kalista.
"Udah mau malam nih, Kalista pamit pulang ya bu." Kalista bangkit dan menyalami ibu kost, begitu pula dengan Arka.
"Nginep di rumah ayah mau nggak?"
"Nggak mau, pulang ke apart aja!" Ujar Kalista.
"Gue tuh masih kangen sama lu." Arka mengusap punggung tangan Kalista.
"Fokus nyetir, kalau nabrak nanti kita nggak jadi nikah loh." Kalista mengingatkan Arka, karena tangan Arka tuh nggak bisa diam.
"Iya-iya, amit-amit deh kalau nggak jadi nikah." Gerutu Arka.
"Mampir ke mini market dulu ya, cemilan di kulkas udah abis soalnya." Pinta Kalista.
Arka lalu memarkirkan mobilnya di parkiran mini market, Arka turun dari mobil langsung menggandeng tangan Kalista seraya masuk ke mini market. Banyak orang yang memperhatikan mereka, terutama karena mereka berdua mengenakan pakaian yang serasi dan tentunya wajah mereka yang cantik dan tampan, sehingga menarik perhatian orang-orang yang berada di mini market.
Kalista sudah mengambil berbagai macam cemilan, Arka yang mendorong trollinya, karena menurut Arka itu tugas dia, dan Kalista tidak boleh cape.
"Ko belok ke situ? Ayo kita ke kasir!" Kalista menarik lengan Arka.
"Bentar, cari buah dulu. Sekalian cari cemilan yang lainnya. Ini tuh terlalu sedikit."
__ADS_1
Arka mengambil berbagai macam buah, sedangkan Kalista kembali sibuk memilih berbagai macam snack. Dari jarak 3 meter ada seorang pria yang berpostur tubuh tinggi sedang memperhatikan Kalista. Senyum terukir di bibirnya, menurut pandangannya wanita yang sedang memilih snack itu sangat cantik.
"Hati-hati." Pria itu memegang bahu Kalista, dan mengambilkan snack yang akan diambil oleh Kalista, tapi karena snack nya berada di atas sehingga Kalista kesulitan, dan ketika Kalista berjinjit tubuh Kalista tidak seimbang dan hampir terjatuh.
"Terimakasih." Ucap Kalista.
"Boleh tahu nama lu?" Pria itu langsung memegang tangan Kalista.
Arka yang sedang memasukkan alpukat kedalam trolli, melihat kejadian itu dan langsung menghampiri Kalista.
"Sayang udah selesai nyari snacknya? Yuk kita bayar ke kasir." Arka langsung menghempaskan tangan pria itu.
"Lain kali kalau mau ngajak kenalan ke cewe, lihat dulu jari manisnya." Ketus Arka, pria itu pun melirik jari manis Kalista, sebuah cincin melingkar disana.
"Tadi dia udah nolongin.."
"Oh makasih!" Arka memotong ucapan Kalista, lalu menggandeng tangan Kalista dan sebelah lagi mendorong trolli.
Selama antri di kasir, Arka sama sekali tidak melepaskan gandengannya. Jemari Kalista di genggam erat. Banyak orang yang tersenyum menyaksikan itu. Setelah selesai membayar, Arka langsung membawa Kalista masuk ke mobilnya.
Arka menyetir dengan wajah cemberut, dan sama sekali tidak berbicara sepatah kata pun. Sedangkan Kalista sibuk memakan es krim yang tadi di beli di mini market.
"Kalau tahu mau di bayarin, gue pengen ambil es krim dan snack yang banyak." Kalista mengusap pinggiran bibirnya yang belepotan karena makan es krim.
"Kekasih lu tuh duitnya banyak, lain kali ambil aja apapun yang lu mau! Gue sanggup bayarin." Sengit Arka, Kalista mengernyitkan dahinya merasa bingung dengan ucapan Arka.
Setelah memakan es krim akhirnya Kalista memainkan ponselnya selama perjalanan. Tidak terasa kini mobil telah sampai di depan apart. Arka langsung turun dan membawa beberapa bungkusan belanjaan di mini market tadi, Kalista mengikutinya dari belakang.
Arka meletakkan bungkusan diatas meja, mulutnya masih tidak mengeluarkan suara. Tanpa berbicara sepatah kata pun dirinya akan meninggalkan Kalista di apart.
"Cup😘" "nggak usah cemburu! Cincin telah melingkar di jari manis, gue milik lu, begitu pun sebaliknya." Kalista mencium pipi kanan Arka. Arka langsung membulatkan matanya sempurna.
"Apa? Baru nyadar kalau gue cantik? Selama ini kemana aja bang?" Kalista melambai-lambaikan tangannya di depan muka Arka yang sedang bengong.
"Kaget gue, untuk pertama kalinya lu cium gue." Arka tersenyum sumringah.
"Cup😘 langsung istirahat ya, gue pulang." Arka pun mencium kening Kalista.
"Hati-hati, kalau udah sampai langsung kabarin ya."
"Iya, calon istri gue bawel deh." Arka mengedipkan sebelah matanya.
----------------------------------🌻🌻
Jangan lupa like dan coment!
__ADS_1
Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!
Find Me On Instagram : @halloimas13❤