SUN FLOWER

SUN FLOWER
BEGITU MANIS DAN PENUH JANJI


__ADS_3

Arka menuntun Kalista menuju meja rias, mendudukkannya, lalu matanya menjelajahi setiap inci meja rias tersebut. Enam puluh detik kemudian, tangannya meraih foundation dan concealer milik Kalista.


Kalista mengernyitkan dahinya, lalu "Ya ampun gue kenapa beg* banget sih! Ngeblank otak gue sampai nggak kepikiran nutup pake foundation." Kalista menepuk-nepuk kepalanya pelan.


"Siniin! Gue bisa sendiri!" Ketus Kalista pada Arka.


"Udah gue aja! Itu kan di leher lu hasil mahakarya gue, gue orangnya bertanggung jawab ko!" Arka tersenyum simpul, lalu mengoleskan foundation ke leher Kalista.


Kalista melihat pantulan dirinya dan Arka yang sedang berhadapan lewat pantulan cermin, Kalista merasakan debaran jantung yang tidak biasanya.


Begitu juga dengan Arka, gejolak di dadanya begitu dahsyat. Apalagi ketika dirinya menyentuh kulit leher Kalista. Keduanya tampak hening.


"Bagian dada perlu dipakein kaya ginian nggak?" Tanya Arka dengan senyum seringainya yang cukup menyeramkan bagi Kalista.


"Brengsek! Cabul mesum!" Umpat Kalista dengan wajah kesal sambil memanyunkan bibirnya.


"Apaan tuh bibir? Minta di cium? Ayo!" Lagi-lagi Arka menggoda Kalista.


"Udah selesai kan? Keluar!!" Perintah Kalista tegas, karena sebenarnya saat ini Kalista merasa tegang kalau berduaan dengan Arka.


"Iyaiya, gue ke kamar mandi dulu, lu langsung temuin tuh ibu kost. Kalau pada nanyain gue bilang aja nggak tau, dan lu baru bangun. Paham?" Arka menatap Kalista, garis bibirnya tertarik melengkung. Tangannya


"Dosa loh bohong!" Ketus Kalista.


"Yaudah jawab jujur aja! Nanti kita di grebek trus lu kawin dan sama gue!" Mulai lagi deh Arka menggoda Kalista.


"Ih ogah!" Jawab Kalista dengan wajah jengah.


"Kita ditakdirkan untuk bersama! Tunggu ya nanti gue lamar!" Arka mengusak-usak kepala Kalista, sehingga beberapa helai rambut Kalista jatuh ke bagian depan dan berantakan.


Arka meninggalkan Kalista dikamar nya dan menuju kamar kecil. Setelah kepergian Arka, Kalista langsung keluar dari kamar dan menghampiri ibu kost, Andy, dan Riko yang berada di ruang tamu.


"Ibu.." Kalista langsung memeluk ibu kost.


"Neng geulis, kenapa bangun sayang?" Tanya ibu kost sambil tetap memeluk Kalista.


"Arka dimana?" Tanya Riko to the point.


"Pak Arka? Emang pak Arka ada disini ya?" Tanya Kalista pura-pura bingung, padahal dalam hatinya dag dig dug takut ketahuan bohongnya.


"Geulis, tadi yang pindahin kamu dari sini ke kamar itu kan nak Arka." Ibu kost memberikan penjelasan pada Kalista.


"Masa? Pantas aja aku tadi tidur di sofa ko tiba-tiba ada di kamar." Ucap Kalista sambil berusaha menormalkan nada suaranya.


Tiba-tiba Arka datang, dan langsung duduk di sofa.


"Darimana lu?" Tanya Riko dengan senyum seringainya.


"Kamar mandi." Jawab Arka santai yang kini rebahan di sofa.


"Selama itu?" Tanya Andy, sorot matanya menatap tajam seolah-olah ia tahu bahwa Arka sedang berbohong.

__ADS_1


"Mules gue." Kata Arka sambil tersenyum simpul.


"Ibu pulang nya neng geulis!" Ibu kost bangkit dari tempat duduknya.


"Masa pulang?" Kalista merajuk manja sambil memajukan bibirnya.


"Anterin ndy!" Perintah Arka.


"Nggak usah, ibu bade ka pasar heula. Meser sayuran." Kata ibu kost.


"Jaga diri nya neng geulis, pintu jangan di tutup! Bahaya disini isina lalaki kabeh." Bisik ibu kost di telinga Kalista.


Selepas kepergian ibu kost, mereka hanya bercakap-cakap santai di ruang tamu.


"Siapa ini?" Riko menunjukan figura yang di peluk Kalista saat tidur.


"Ayah bunda." Jawab Kalista lirih. Arka yang memperhatikan raut wajah Kalista, seketika merasa ingin memeluk gadis itu.


"Gue nanya nih serius! Tadi ngapain?" Andy langsung bertanya pada intinya saja.


"Maksudnya?" Kalista pura-pura tidak mengerti arah pembicaraan Andy.


"Tau nih nanya nggak jelas banget!" Arka melirik Andy sekilas.


"Halah pura-pura beg* lu!" Andy langsung menyoyor kepala Arka.


"Ko, lu percaya tadi Arka berlama-lama di kamar mandi?" Tanya Andy pada Riko, Kalista hanya menjadi pendengar saja.


"Oh kalau mau tahu itu, tanya aja pada Kalista." Lagi-lagi Arka berbicara dengan sangat santai.


"Loh kok aku?" Kalista kaget karena kenapa harus bertanya ke dia?


"Ibu sekretaris ayo jujur!" Riko mengintrogasi Kalista. Kalista diam saja, sesekali melirik Arka meminta bantuan untuk menjawab atau beralibi.


"Gue tadi emang di kamarnya Kalista." Jawab Arka sambil nyengir kuda.


"Wah parah lu! Nggak tahan nafsu ya? Gue sebenarnya udah curiga pas lihat ini." Riko menunjukan tanda merah di leher Kalista yang nggak ketutupin foundation.


"Jangan sentuh calon istri gue!!" Arka langsung menepis tangan Riko dari leher Kalista.


"Calon istri?" Andy dan Kalista barengan.


"Eh barengan! Jodoh nih kita." Andy merangkul bahu Kalista, hal itu langsung menyulut emosi Arka.


"Lepas!" Arka menarik tangan Andy.


"Marah-marah ae bro!" Riko terkekeh melihat Arka dengan emosi yang meledak-ledak.


"Ini tuh di gigit si boss mesum waktu di Surabaya! Terus pas balik aku malah nggak boleh masuk kerja 3 hari." Kalista menjelaskan, hal itu malah membuat Andy dan Riko tersenyum menyeringai ke arah Arka.


"Trus diapain lagi?" Tanya Riko yang langsung menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"Nggak tahu! Aku pingsan!" Jawab Kalista datar.


"Anjiiiiir, gila-gila parah! Tanggung jawab lu bro!" Kali ini Andy yang berbicara.


"Gampang! Lu berdua pulang sana!" Arka mengusir Andy dan Riko agar segera meninggalkan apart Kalista.


"Kita di usir bro!" Riko melirik Andy.


"Gue mau nerusin yang di Surabaya." Arka memperlihatkan wajah mesumnya itu.


"Terusin aja! Nanti gue bilang ke pak Anggara, biar lu dikawinin!" Andy tersenyum simpul pada Kalista, lalu pergi meninggalkan apart bersama Riko.


*****


Selepas kepergian Riko dan Andy, kini di apartment hanya ada Kalista dan Arka. Keduanya saling diam, Kalista sibuk mengutak-atik ponselnya, sementara Arka rebahan di sopa sambil memejamkan kedua matanya.


Kalista merasa bosan, akhirnya Kalista bangkit dan berjalan menuju dapur.


"Mau kemana?" Tiba-tiba Arka bangun dan langsung duduk.


"Dapur!" Jawab Kalista tanpa melihat Arka.


Tidak berselang lama, Kalista muncul membawa secangkir teh.


"Nih minum dulu!" Kalista memberikan secangkir teh yang langsung diseruput oleh Arka.


"Haduh sampai lupa! Nih dimakan ya!" Arka memberikan kantung plastik yang berisikan berbagai macam makanan.


"Banyak amat!"


"Sengaja! Kan lu doyan makan." Arka tersenyum simpul.


"Lain kali kalau ada petir nggak usah nangis ya, peluk gue aja." Lagi-lagi Arka tersenyum.


"Lu tau nggak ta? Gue sayang banget sama lu! Nanti gue lamar lu, tunggu ya!" Arka mengusap lembut puncak kepala Kalista.


"Gue balik dulu! Jangan lupa dimakan ya pemberian gue, jaga diri baik-baik." Arka melangkahkan kakinya keluar apart.


Kalista berdiam diri dari tadi, otak dan isi kepalanya sedang berusaha mencerna dan memproses setiap kata yang muncul dari mulut Arka. Begitu manis dan penuh janji, apakah benar semua yang diucapkan Arka? Hal tersebut terus berkeliaran di benak Kalista.


Kalista membuka bungkusan tersebut, matanya menatap takjub oleh isinya "Wow makanan pedas, eh ada permen kapas juga. Ko tau ya makanan kesukaan gue?" Kalista berpikir sejenak. "Mungkin memang benar Arka sedang jatuh cinta, makanya dia tahu makanan kesukaan gue."


----------------------------------🌻🌻


Jangan lupa like dan coment!


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!


Find Me On Instagram : @halloimas13❤


Monmaap ya gaes slow update, soalnya author sedang tidak enak badan😷😷

__ADS_1


__ADS_2