SUN FLOWER

SUN FLOWER
MENAHAN MALU


__ADS_3

"Kamu cuci muka dulu sekalian bersihin baju kamu, atau mau mandi dulu juga nggak apa-apa." Arka menyuruh Kalista.


"Tapi saya nggak ada baju ganti." Ucap Kalista.


"Asisten Andy belikan satu set pakaian untuk Kalista, sekarang!" Tegas Arka.


"Baik, pak." Asisten Andy langsung meluncur ke mall sesuai perintah boss nya.


"Yaudah, saya izin membersihkan diri dulu. Permisi pak." Kalista berjalan kearah pintu.


"Mau kemana?" Tanya Arka bingung.


"Toilet lah." Ketus Kalista.


"Ini ruangan CEO! Fasilitasnya lengkap! Pake kamar mandi yang disini, lagian isinya lengkap ko ada handuk juga." Tegas Arka kepada Kalista.


"Lupa." Jawab Kalista yang langsung masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Setelah 30 menit berlalu, asisten Andy datang membawa beberapa goody bag. Tetapi Kalista dari tadi masih belum keluar kamar mandi.


"Pak, ini bajunya." Asisten Andy memberikan beberapa goddy bag kepada Arka.


"Kalista belum keluar dari tadi." Arka mengambil goody bag yang diberikan asisten Andy.


Tok tok tok, Kalista, Kalista.


Arka mengetuk pintu kamar mandi dan memanggil-manggil kalista, tetapi tidak ada jawaban. Arka menunggu 15 menit setelah mengetuk pintu, tetapi masih belum ada tanda-tanda dari Kalista. Arka panik dan mendobrak pintu kamar mandi. Arka kaget dan membelalakan matanya ketika melihat air dalam bathtub meluber dan ada Kalista didalamnya terendam. Arka segera menarik kalista, ia kaget melihat mata Kalista yang bengkak seperti habis menangis lalu ia tertegun karena Kalista tidak mengenakan apapun, tidak ada sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya. Arka menelan ludah, karena melihat jelas lekuk tubuh Kalista. Tanpa sepengetahuan Arka, Andy pun menelan ludah dan membelalakan matanya ketika melihat tubuh mulus Kalista.


"Kalista, Kalista, bangun!!" Arka menepuk-nepuk pipi Kalista. Setelah beberapa menit berlalu, Kalista mulai mengerjapkan kedua bola matanya. Ia heran sekaligus kaget melihat Arka dan asisten Andy berada di kamar mandi.


"Bisa keluar dulu ga!!" Kalista memerintah dengan wajah merah menahan malu.


Arka dan asisten Andy berlalu meninggalkan Kalista.


*Kalista POV

__ADS_1


Kemarin-kemarin Intan yang benci banget sama gue, sekarang nambah lagi karyawan baru yang juga sama benci gue. Kadang gue heran emang gue punya apa sih? Cantik? Gue nggak pernah minta untuk terlahir menjadi wanita cantik. Tapi kalau masalah naik jabatan, itu kan real hasil kerja gue. Yang paling bikin gue sedih kenapa sih orang-orang kantor selalu mengira kalau gue naik jabatan karena gue ditiduri pak Arka. Gue tidak semurahan itu.. hiks hiks hiks Kalista mulai menitikkan air mata, Ayah Bunda bunga kangen? Seandainya ayah bunda masih ada gue nggak mungkin ngalamin hal kaya gini. Gue nggak taau selama apa gue nangis di bathtub, lama-lama gue ngantuk dan mulai memejamkan mata. Entah ini mimpi atau apa? Tiba-tiba terdengar suara pak Arka manggil-manggil, gue masih berkecamuk dengan pikiran sehingga enggan sekali untuk membuka mata. Kali ini ada yang manggil dan menepuk-nepuk pipi, ketika gue buka mata yaAllah pak Arka dan asisten Andy ngapain ada di kamar mandi? Sumpah ya gue malu banget! Pasti pak Arka dan asisten Andy udah liat tubuh gue yang telanjang ini. Arrrrghh sial, kenapa sih gue malah ketiduran? Sekarang gue harus gimana ketemu pak Arka dan asisten Andy? Ah malu, malu banget!


***


"Pak baju nya mana?" Kalista hanya memakai lilitan handuk ditubuhnya dan berjalan menghampiri Arka dan berusaha menahan malu.


"Ini." Arka memberikan goddy bag ke Kalista, Arka memperhatikan tubuh Kalista yang hanya dililiti handuk. Begitu pula dengan asisten Andy yang menatap Kalista kagum dengan penampilannya yang begitu sexy dan menggairahkan.


Kalista masuk kembali ke kamar mandi untuk memakai baju.


*Arka POV


Panik banget sebenarnya, kenapa sekretaris gue nggak keluar-keluar dari kamar mandi? Andy aja yang gue suruh beli baju udah balik lagi, lah sekretaris gue masih ngerem aja di kamar mandi. Mandi apa semedi sih? Heran gue sama wanita. Udah lebih dari 30menit tetap gakeluar, udah manggil namanya berkali-kali pun masih gaada jawaban. Gue dobrak akhirnya! Ya ampun Kalista bodoh ngapain menenggelamkan diri di bathtub, mencoba bunuh diri? Dasar bodoh! Gue terus mengumpat dihati. Gue tarik tubuhnya, gue lihat matanya sembab dan bengkak kayanya sih habis nangis. Gue tepuk-tepuk pipinya, seketika mata gue melihat ke lehernya lalu turun perlahan-lahan, gila sih ini godaan iman. Gila man, tubuhnya sexy banget. Dia mulai mengerjapkan matanya, dan dia pun panik karena melihat gue sama Andy ada di kamar mandi. Seketika mukanya jadi merah, gue yakin deh dia lagi nahan malu. Ahhh Kalista, kenapa kau keluar hanya dengan lilitan handuk ditubuhmu. Sesuatu dibalik celana gue memberontak hampir gakuat godaan iman.


--------------------------------------🌻🌻


Jangan lupa like dan coment!

__ADS_1


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!


__ADS_2