
Pagi ini cuaca sangat cerah, rencananya hari ini mama Lisa dan Dino akan berkunjung ke rumah Arka. Dua Minggu yang kalau Kalista melahirkan, namun mereka berdua belum sempat menonjok si bayi kembar. Dino sibuk mengurus kantor yang di tinggalkan Marcelino, sedangkan mama Lisa selalu menunggu Dino sampai mempunyai waktu luang.
Mama Lisa membawa beberapa goddy bag, yang isinya tidak lain adalah beberapa perlengkapan bayi. Tidak lupa, mama Lisa juga membawakan berbagai macam ramuan herbal. Sejak subuh mama Lisa susah sibuk berperang di dapur, mama Lisa juga membuat red Velvet kesukaan Arka, dan berbagai macam cemilan lainnya.
"Mama bahagia banget nih mau ketemu cucunya." Ujar Dino yang baru keluar dari kamarnya, dan sedang menuruni anak tangga.
"Iya dong! Mama bahagia banget punya Arka, mama juga sangat bahagia punya Dino yang tidak mengikuti jejak ayahmu." Mama Lisa langsung menghampirinya Dino, menuntunnya menuju meja makan dan langsung di suguhi berbagai macam cemilan buatannya yang akan di bawa untuk Arka.
"Ma, kok ini? Ini kan buat Arka? Langsung bungkus saja ma." Dino merasa tidak sopan jika harus mencicipi cemilan yang sebenarnya dibuat untuk Arka. Apalagi Arka juga sudah sangat berjasa pada Dino.
"Ini untuk Dino! Untuk Arka sudah mama kemas. Dino juga sama anak mama, dan mama ingin adil terhadap kedua anak mama, tidak ingin membeda-bedakan yang satu dan yang lainnya." Mama Lisa mengusap pelan puncak kepala Dino.
"Terimakasih ma." Dino tersenyum penuh haru, matanya berkaca-kaca. Dino benar-benar terharu atas sikap dan perlakuan mamanya, mama Lisa sangat baik padanya. Mama Lisa juga sama sekali tidak membeda-bedakan antara Arka dan dirinya. Padahal jelas-jelas Arka anak kandungnya, sedangkan Dino anak tirinya. Tetapi kasih sayangnya meratakan.
"Sayang, percepat ya sarapannya. Mama tidak sabar untuk berkunjung ke rumah Arka." Mama Lisa kembali mengemas dan membawa beberapa barang bawaannya kedalam bagasi mobil yang nantinya akan di kendarai oleh Dino.
Dino langsung mengambil roti dan mengoleskan selai cokelat, sedangkan semua cemilannya belum Dino sentuh. Bukannya Dino tidak mau ataupun tidak suka. Tetapi jika di makan sekarang tidak akan sempat, karena cemilan itu jumlahnya sangat banyak.
Dino telah selesai sarapan, kemudian dia membantu mama Lisa menaruh barang-barang kedalam bagasi mobil. Setelah memastikan tidak ada yang ketinggalan, mereka pun akhirnya berangkat menuju kediaman Arka.
Jalanan cukup lancar, karena Dino juga mengambil beberapa jalan alternatif untuk sampai di kediaman Anggara, karena jika lewat jalan raya pada umunya sudah bisa dipastikan akan macet, bahkan mungkin beberapa mobil berjejer padat merayap memenuhi jalanan.
Arka sudah memberikan pesan kepada para security, Arka juga menunjukan foto mamanya dan Dino. Agar nanti ketika mereka sudah sampai, para security tidak menahannya.
Mama Lisa juga memilih hari ini untuk mengunjungi Arka dan menengok bayinya, karena hari ini pak Anggara dan Oma tidak ada di rumah. Mama Lisa belum siap ketemu pak Anggara, dan belum siap juga bertemu dengan Oma. Dosa dan rasa bersalahnya terlalu banyak, sehingga mama Lisa belum siap untuk bertemu dengan Anggara.
Beberapa pelayan sudah beridiri di halaman depan, mereka menyambut kedatangan mama Lisa dan Dino. Para pelayan melakukan hal itu juga atas perintah Arka.
Tadinya hanya 4 pelayan yang menyambut kedatangan mereka, tetapi karena barang bawaan cukup banyak, sehingga 4 pelayan itu merasa kewalahan. Dan beberapa pelayan lain pun menghampiri dan membantunya.
"Nyonya dan tuan sedang berada di kamar bayi Nathan dan Nayla, mari saya antar ibu untuk bertemu mereka." Pelayan itu berkata dengan ramah, dan pelayan itu juga mengantrkan mama Lisa dan Dino ke lantai dua.
"Bu, tamunya sudah datang." Pelayan itu membukakan pintu dan langsung berbicara pada Arka. Lalu pelayan itu pamit undur diri.
Mama Lisa terdiam, melihat Arka yang sedang tertidur, tangannya melingkar memeluk Kalista. Kedua bayi kembar sedang tertidur pulas di box nya masing-masing.
Mama Lisa menempelkan telunjuknya di bibirnya, mengisyaratkan jangan berisik dan menyuruh Kalista tidak usah membangunkan Arka. Mungkin agak kecapean, soalnya Arka cerita melalui WhatsApp pada mamanya, Arka sering banget nemenin Kalista bergadang, apalagi kalau si kecil lagi rewel. Arka tidak tega melihat Kalista kerepotan sendirian.
"Tadi malam suamiku bergadang ma, bangunin aja ya. Toh suamiku juga sudah tidur sekitaran satu jam." Kalusta berkata sangat lirih, bahkan hampir tidak terdengar.
Mama Lisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Mama Lisa juga sama sekali tidak bersuara, di bibirnya tersungging senyum. Mama Lisa malah sibuk memperhatikan si bayi kembar yang sedang tertidur pulas, mama Lisa dan Dino sibuk memotret si bayi. Bayi yang sedang tertidur terlihat lucu dan menggemaskan.
Kalista mencoba memindahkan tangan Arka, karena Kalista juga merasa cukup gelap dan ingin merubah posisinya yang sedang berbaring dengan tumpukan bantal menopang punggung dan kepalanya.
"Diam yang." Arka malah semakin mengeratkan pelukannya, bola matanya masih tertutup rapat.
"Aku pegal!" Kalista masih berusaha menyingkirkan tangan Arka.
__ADS_1
"Bentar lagi deh, aku masih betah. Lagipula sekarang kamu selalu sibuk sama si bayi, kamu jadi jarang perhatiin aku. Kamu sudah jarang cium aku, apalagi peluk aku. Kamu sudah nggak pernah." Cibir Arka dengan mata terpejam, Arka mendengus kesal.
Mama Lisa hampir saja ingin meledakkan tawanya, ternyata Arka sangat manja pada kalista. Bahkan Arka merasa cemburu karena Kalista terlalu memperhatikan bayinya.
Bukannya menyingkirkan tangannya, tangan Arka malah semakin aktif bergerilya di badan Kalista. Tangan itu meraba bibir Kalista, turun dan mengusap leher Kalista. Kemudian turun lagi, sekarang tangannya malah menyuap masuk melalui celah-celah kancing.
Kalista?
Merasa sangat malu, wajahnya memerah. Masa iya Arka menyentuh bagian dadanya, mana dan mama Lisa dan Dino di hadapannya. Tangan atau juga bakal, tangan itu malah semakin aktif, bukan hanya menyentuh tetapi memainkannya juga.
Kalista akan menepis dan mengeluarkan tangan Arka dari balik bajunya, namun tenaga Arka sangat kuat, sehingga Arka merasa kesusahan.
"Kamu menyusui, salah satu daging empuk yang aku sukai ini semakin bertambah besar. Tapi sekarang malah si bocah yang menikmati." Arka masih saja menggerutu, tetapi matanya masih tetap terpejam.
Mama Lisa semakin menggelengkan kepalanya, wajar juga Arka begitu. Umunya laki-laki memang tidak tahan jika belum melakukan aktivitas bareng istrinya, tetapi kini harus tertunduk dulu karena istrinya baru melahirkan.
"Bangun! Aku malu, ada mama Lisa dan Dino di sini!" Ucap Kalista sedikit berteriak. Sehingga dua bocah kembar itu bangun dan menangis.
Arka bergegas bangun, sana membuka kelopak matanya. Arka juga langsung mengeluarkan tangannya yang masih asyik berada di dada Kalista.
"Ada mama? Kamu kok nggak bilang sih? Ih malu kan aku jadi ketahuan." Arka mengucek kedua bola matanya, bibirnya mencebik.
"Dih nyalahin, harusnya aku yang nyalahin kamu!" Cibir Kalista.
"Maaf." Arka langsung mengecup puncak kepala Kalista, lalu beralih mengecup pipi Kalista.
"Nikah gih! Biar mama makin banyak cucunya." Ujar Arka. Kemudian Arka mengecup punggung tangan mama Lisa.
"Mama dari tadi ada di sini?" Tanya Arka.
"Iya, tapi nggak lama banget sih." Ujar mama Lisa.
Kalista beranjak pergi sebentar, pergi ke dapur untuk membuatkan susu Nathan dan Nayla. Sebelum mama Lisa datang, keduanya sudah minum asi, sekarang giliran minuk susu formula.
"Nggak minum asi?" Tanya mama Lisa dengan wajah sendu, karena ketika Arka kecil Arka jarang sekali di beri ASI, lebih tepatnya selalu di beri susu formula.
"Asi sama susu formula kok, soalnya mereka berdua mimpinya kuat banget, kasian istriku sampai kewalahan. Jadi Arka memutuskan untuk di bantu dengan susu formula." Arka menjawab pertanyaan yang mama Lisa ajukan. Karena Kalista sudah lumayan repot sedang memberikan susu formula pada si kecil.
Nathan di gendong oleh Kalista, dan langsung diam ketika di beri susu formula, sedangkan Nayla di gendong oleh Kalista. Nathan dan Nayla ternyata haus, dan ingin mimi. Terbukti ketika keduanya di beri susu, keduanya langsung terdiam dan tenang.
Arka berdiri langsung mengambil ponselnya, memotret kedua wanita cantik yang sedang menggendong bayi kembar.
Dino juga bukan hanya mereka berdua, Arka dan Dino juga ikutan berfoto. Si kembar sangat nyaman di pangkuan bundanya, dan di pangkuan omanya.
Setelahnya mereka sibuk mengobrol, mama Lisa memberikan beberapa wejangan pada Kalista. Wejangan untuk seorang ibu yang baru saja melahirkan, bukan hanya Kalista mendapat wejangan, Arka juga mendapatkan wejangan dari A sampai Z.
"Namanya siapa nih si cantik dan si tampan?" Tanya mama Lisa sambil mengusap lembut pipi Nayla.
__ADS_1
"Nathan dan Nayla."
"Wah namanya yang bagus, yang ini cantik yang di gendong bunda tampan. Semoga kalian berdua tumbuh menjadi anak yang Sholeh dan Sholehah, dan berguna bagi Nusa dan bangsa." Mama Lisa melanjutkan kalimat-kalimat yang berupa doa terbaik untuk anak Arka dan Kalista.
"Amiin." Semuanya pun langsung mengaminkan do'a tersebut.
"Ma, air minum sama cemilan sudah pelayan siapkan, dan berda di ruang tamu. Soalnya kalau di kamar ini nggak boleh ada makanan atau minuman, takut mengundang semut. Nanti semuanya gigit Nathan dan Nayla." Ujar Kalista, Kalista takut mama Lisa dan Dino merasa tidak di jamu.
"Iya sayang, mama paham kok. Lagian mama juga belum haus." Ujar mama Lisa.
"Din, gimana kerjaan? Lancar?" Tanya Arka, kalau sudah seperti ini biasanya mereka akan mengobrol panjang lebar. Maklum keduanya memiliki jiwa pembisnis.
"Alhamdulilah lancar, terimakasih banget loh, kalau bukan karena kebaikan hati kalian berdua, mungkin sekarang gue membuat mama sengsara." Ujar Dino dengan tertunduk, Dino ingat banget hari dimana ayahnya masuk penjara, dan semua kekayaan ayahnya di sita oleh bank. Dino pergi kesana kemari mencari pekerjaan, bahkan mama Lisa hanya bisa menanak dan ceplok telur saja untuk kebutuhan makanan mereka.
Saat itu perabotan rumah pun ludes, rumah besar itu tiba-tiba menjadi kosong melompong. Bahkan rumahnya juga akan menjadi orang lain, bisa di bayangkan bagaimana sulitnya Dino dan mama Lisa pada saat itu.
Semesta cukup baik padanya, kehadiran Arka dan Kalista membawa berita baik dan bahkan bisa mensejahterakan kembali perekonomiannya. Dino sangat salut pada Kalista, gadis cantik yang mendampingi hidup atau itu benar-benar mempunyai hati yang baik, ayah Dino mencelakai kedua orang tuanya, tetapi dirinya dengan iklhas malah membantu Dino.
"Syukur lah kalau begitu, ini semuanya tuh terjadi atas kehendakNya. Jadi tidak sudah berterimakasih pada gue, malahan gue nih yang berterimakasih banget sama lu, selama ini lu sudah menjaga mama dan menyayangi mama gue."
Ucapan Arka barusan sukses membuat mama Lisa menjatuhkan bulir-bulir bening yang berada di kelopak matanya. Mama Lisa tidak pernah menyangka, bahwa Arka akan memaafkannya dengan mudah. Lebih tidak menyangka lagi ternyata Arka menyayanginya, bahkan sangat mengkhawatirkannya.
"Waduh kayanya ada yang ngiris bawang nih." Celetuk Kalista sambil tersenyum, Kalista sedang menidurkan Nathan yang masih berumur dua Minggu itu kedalam box bayinya.
Kalista juga mengambil Nayla yang berada di pangkuan mama Lisa, dan menidurkannya kembali.
Kalista dan Arka mengajak mama Lisa dan Dino pergi ke ruang tamu. Sebelum benar-benar meninggalkan kamar, Kalista berpesan pada salah satu pelayan untuk menunggu dan berjaga di kamar si kembar.
Mama Lisa membongar semua barang bawaannya, ada red Velvet, cupcake, pudding dan segala macam. Bahkan mama Lisa juga memasak rendang di rumah ini, mama Lisa berusaha meminjam dapur untuk diajak berperang agar menghasilkan makanan yang enak.
Mama Lisa memasak dengan cekatan, semua rempah dicampurkan, bahkan sampai tercium wanginya sampai ke ruang tamu. Walaupun mama Lisa menggunakan banyak rempah-rempah, tetapi mama tidak menambahkan cabai ataupun bubuk lada. Karena itu tidak bagus untuk seorang ibu yang baru saja melahirkan.
Dan jadilah mereka semua makan menikmati masakan mama Lisa. Bahkan Arka sampai nambah berkali-kali, Arka merasa sangat bahagia. Setalah makan Arka juga langsung menikmati redvelvet yang mamanya buat, kue kesukaannya sejak kecil.
Ketika mereka sedang asyik menikmati makanan, tiba-tiba security melapor ada tamu yang katanya temannya nyonya. Ternyata itu adalah Bima dan Bimo, meraka datang dengan tujuan untuk menengok si kembar, mereka juga membawa buah tangan.
Lalu akhirnya Bima dan Bimo pun bergabung dengan mereka, ikutan mencicipi masakan mama Lisa. Lagi pula, mama Lisa masak banyak banget. Ban bemo itu juga ikutan menikmati berbagai macam cemilan yang di bawa oleh mama Lisa.
Setalah selesai makan, mereka kembali lagi ke kamar si kecil. Bima dan Bimo pun heboh karena melihat bayi kembar itu terlihat sangat tampan dan cantik, mereka berdua tidak henti-hentinya memotret si bayi kembar.
Mereka mengunggahnya dia kaum media sosial mereka berdua, baru satu menit mereka mengunggah, berbagai komentar dan pujian telah memenuhi kolom komentar. Lumayan juga follower mereka jadi bertambah pesat, si kembar benar-benar membawa berkah.
----------------------------------🌻🌻
Jangan lupa like dan coment yang banyak!
Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!! Klik ❤ tambahkan favorit 🙏🤗
__ADS_1
Find Me On Instagram : @halloimas13❤