
Cahaya mentari masuk melalui celah-celah gorden, menerpa wajah Arka, seketika arka mengerjapkan matanya perlahan. Lalu melirik jam weker diatas nakas, jarum jam menunjukan angka 07:30 WIB, Arka menatap malas, lalu kembali membaringkan tubuhnya diatas kasur dan menarik selimut sampai menutupi kepalanya. Arka merasa masih ngantuk, tetapi ia langsung tersadar bahwa hari ini ayahnya akan datang ke kantor.
"Ah sialan, gue masih ngantuk banget padahal. Ada apa sih ayah datang ke kantor?" Gerutu Arka sambil berlalu ke kamar mandi untuk melakukan rutinitas paginya.
Setelah Arka menyelesaikan ritual mandi paginya, kemudian ia memakai stelan kerjanya, tak lupa juga dasinya.
"Hal yang paling pengen gue rasain adalah di pakaikan dasi oleh seorang wanita, kalau bisa sih statusnya sebagai istri." Arka mengikat dasi nya itu sambil terkekeh geli atas ucapannya barusan, lalu memperhatikan wajahnya melalui pantulan cermin rias di meja kamarnya.
"Udah mau 27 tahun, tapi kalau dilihat-lihat gue masih cukup muda lah! So, pasti tampan lah! Dulu pernah berkeinginan nikah di usia 27 tahun, tapi ya.. tapi yasudahlah.." Arka terus berbicara pada dirinya sendiri melalui pantulan cermin.
Arka meminum susu hangat, lalu memasukan roti tawar yang diolesi selai cokelat itu kedalam mulutnya.
*****
"Selamat pagi." Kalista baru memasuki ruangannya, dan menyapa dengan ramah. Andy dan Arka langsung menoleh melihat kedatangan Kalista.
"Pagi." Arka dan Andy membalas sapaan kalista. Arka tetap masih memperhatikan mimik wajah Kalista.
Kalista duduk dan mulai menyalakan komputernya. Lima belas menit kemudian Kalista sudah sangat sibuk dengan pekerjaan yang kemarin sempat terbengkalai. Hal yang pertama Kalista kerjakan adalah memproses email-email yang masuk, lalu membaca dan memeriksa dokumen dokumen yang sudah menggunung di mejanya, dan ada beberapa dokumen yang harus ditandatangi oleh Arka.
"Sibuk banget Kalista?" Pak Anggara tiba-tiba muncul di balik pintu, dan mengagetkan Kalista.
"Selamat pagi pak." Kalista menyapa dan membungkukkan badannya memberi tanda hormat pada pemilik kantor tempatnya bekerja ini.
"Lagi banyak kerjaan pak." Sahut Kalista lagi.
"Pagi pak." Kini giliran Andy yang memberi hormat.
"Pagi." Pak Anggara tersenyum ramah baik pada Kalista maupun Andy.
"Ada apaan yah sampai datang ke kantor?" Ujar Arka dengan nada bicara juteknya itu.
"Nggak boleh nih ayah datang ke kantor? Haduh mentang-mentang udah jadi CEO jadi seenaknya aja larang-larang ayah datang ke kantor." Pak Anggara mendelik kesal dengan pertanyaan putranya.
__ADS_1
"Om Bayu sahabat ayah di kota Surabaya, mengundang ayah untuk hadir di acara peresmian produk barunya. Acaranya lumayan santai, dibuat semacam acara pesta. Ucap pak Anggara tejeda karena menarik nafas terlebih dahulu.
"Ya terus?" Arka menautkan alisnya.
"Ayah nggak bisa datang! Sebagai gantinya kamu sama Kalista harus menggantikan ayah!" Kata pak Anggara lagi.
"Kenapa Kalista? Sama Andy aja lah!" Protes Arka, sambil menatap ayahnya itu.
"Kamu sama Kalista berangkat ke acara peresmian itu, nah jadi ayah sama Andy yang menghandle semua pekerjaan di kantor." Tegas pak Anggara menjelaskan pada Arka.
"Kenapa harus Kalista sih? Nanti dia malah ngerepotin Arka!" Arka menatap Kalista malas.
"Kalista bakal ngerepotin nggak?" Tanya pak Anggara dengan senyum mengembang.
"Nggak ko pak." Jawab Kalista santai.
"Tuh kamu dengar kan! Kalista kan bukan wanita manja yang bakal nyelenah nyeleneh ini itu ngerepotin, dia nggak akan kaya gitu!" Seru pak Anggara pada Arka. Sambil berlalu melangkah keluar dari ruangan tersebut.
"Nanti kamu disana hati-hati ya! Boss kita ini selain berlidah tajam terkadang dia pun berubah jadi buas." Asisten Andy mengingatkan pada Kalista.
*****
"Bu, bakso pedas 2 porsi ya sama teh botol 1!" Kalista berteriak pada ibu kantin, kemudian duduk bergabung dengan sahabat dan teman-temannya. Tiara tampak sibuk berbincang-bincang dengan Rangga.
"Sibuk dengan urusan kalian masing-masing ya? Gue nggak ada yang nyapa." Kalista menatap jengah dan mendelik kesal pada sahabat dan teman-temannya itu.
Suasana hati Kalista sedang tidak baik, karena ucapan Arka kemarin ketika di coffee shop. Dan sampai sekarang pun Arka sama sekali tidak meminta maaf, sehingga Kalista semakin jengkel sama Arka.
"Bentar beybih gue belum selesai makan." Ujar Bima sambil melahap makanannya, Bimo masih sibuk dengan ponselnya. Sedangkan Tiara masih sibuk berbincang dengan Rangga, bahkan sepertinya tidak menyadari kedatangan Kalista.
Tidak lama kemudian, bakso pesanan Kalista datang. Kalista sibuk melahap bakso 2 porsi itu, sesekali meneguk teh botolnya.
"Tumbenan 2 porsi, nggak makan dari kemarin lu?" Tanya Bimo yang telah selesai mengutak-atik ponselnya. Tetapi tidak ada respon dari Kalista.
__ADS_1
"Ah kenyang." Akhirnya Bima selesai makannya.
"Kenapa dia? Kusut banget." Tanya Tiara yang memperhatikan Kalista. Lagi dan lagi tidak ada respon dari Kalista.
"Kusut amat muka lu!" Tiara bertanya lagi sambil memperhatikan Kalista, namun Kalista sudah sangat malas untuk menanggapi pertanyaan mereka itu.
"Hey, are you oke?" Rangga menatap Kalista tajam.
"Ibu Kalista, setelah selesai makan temui pak Anggara, beliau menunggu." Ujar asisten Andy yang tiba-tiba menghampiri Kalista.
"Haduh ibu! Padahal saya masih muda loh pak, geli banget dipanggil ibu." Kalista menatap asisten Andy sambil tersenyum simpul.
"Yaudah ayo pak! Saya telah selesai makan ko." Kalista langsung menarik tangan asisten Andy. Menghampiri ibu kantin terlebih dahulu untuk membayar makanannya tadi, kemudian berlalu memenuhi panggilan pak Arka.
"Kenapa sih? Aneh banget deh anak tiri gue!" Tiara bingung dengan sikap Kalista yang tiba-tiba berubah.
"Si cantik ngambek ya!" Tanya Bimo dengan pertanyaan bodohnya.
"Wajar dia ngambek! Pas datang dia mukanya udah bete, eh kalian malah sibuk sama urusan kalian masing-masing, minimal sapa dia dulu kek!" Bima pun ikutan kesal dengan kelakuan teman-temannya itu.
"Yaudah besok gue tlaktir dia aja deh, biar nggak ngambek lagi." Celetuk Rangga.
----------------------------------π»π»
Jangan lupa like dan coment!
Berikan ratting βββββ ya!!
Find Me On Instagram : @halloimas13β€
Nanti malam pas pergantian tahun ketika kembang api meledak menghiasai langit-langit malam, author akan crazy up! Ayo komen mau 5 episode atau 10 episode? Kalau sempat berarti 10 episode kalau nggak keburu 5 episode aja ya?π
Kalau komennya banyak yang minta 10, nanti author kabulin deh! Eh tapi insyaAllah dehπ€ pokonya komen!!!!
__ADS_1
Jangan lupa follow author ya, biar ketara kalau author bikin karya baru! Klik favorit juga ya, biar kalian nggak ketinggalan update!β€β€β€β€β€β€β€β€β€β€β€