SUN FLOWER

SUN FLOWER
SOMBONG


__ADS_3

Arka telah sampai di depan kantor, kemudian memarkirkan mobilnya di parkiran khusus untuknya. Arka ke kantor menggunakan pakaian casual, karena Arka tidak berniat untuk ngantor hari ini.


Arka ke kantor untuk memenuhi panggilan ayahnya, karena tadi di WhatsApp oleh pak Anggara disuruh menemuinya di kantor.


Saat melangkah menuju ruangannya, Arka berpapasan dengan para karyawan. Dan Arka tersenyum kecil kepada semua karyawan yang menyapa nya. Suasana kantor menjadi heboh. Pasalnya, boss nya itu jarang sekali tersenyum, entah kenapa hari ini malah menebarkan senyuman kecilnya itu pada seluruh karyawan, sehingga para karyawan memperhatikannya dan menatapnya bingung.


"Semangat 45678 nih gue, soalnya sudah diberikan senyuman manis oleh pak boss."


"Gila nggak sih, ketampanannya meningkat seribu kali lipat dari bulan purnama."


"Aih pak boss ini sekalinya datang ke kantor dengan fashion casual, eh malah menebarkan senyumannya. Meleleh deh gue."


"Nanti anak gue mirip pak boss" ujar salah satu karyawan yang sedang mengandung sambil mengusap perutnya.


"Calon masa depan gue tuh!"


Para karyawan terus saja berceloteh tentang Arka yang nampak berbeda hari ini. Semua celotehan mereka masih terdengar oleh Arka, tetapi tidak dihiraukannya.


Arka membuka knop pintu ruangannya. Disana ada pak Anggara yang sedang duduk di sofa ditemani oleh Andy.


"Ada apaan yah? Tanya Arka to the point.


"Ketemu orang tua disapa dulu kek atau apa gitu? Nggak senang ya ayah datang ke kantor?" Pak Anggara bertanya balik.


"Bukan gitu! Arka malas aja datang ke kantor. Kan ayah tau Arka cape!" Arka mendengus kesal.


"Om Bayu mengundang ayah untuk makan malam dirumahnya, sekaligus berterimakasih pada Kalista karena telah menyelamatkan pestanya." Pak Anggara menjelaskan maksud dan tujuannya menyuruh Arka datang ke kantor.


"Nggak bisa! Kalista jetlag dan sekarang dia sakit." Arka menolak ajakan makan malam itu.


"Masih lama kok, Kalista juga pasti udah sembuh nanti." Kata pak Anggara.


"Nggak boleh! Palingan juga si Alvin tuh pengen dekat-dekatan sama Kalista." Sengit Arka, lalu duduk di sopa, sedangkan pak Anggara dan Andy langsung tersenyum miring mendengar ucapan Arka barusan.


"Jadi udah kenal Alvin nih? Terus Kalista nggak boleh dekat sama Alvin? Emang kamu siapanya Kalista? Punya hak apa ngelarang Kalista dekat dengan Alvin?" Pertanyaan beruntun dari pak Anggara.


"Pokoknya Kalista nggak boleh dekat sama Alvin, karena Kalista ..." Tiba-tiba Arka menghentikan ucapannya, dan menyadari arti dari ucapannya seolah-olah sedang menjelaskan dirinya cemburu.

__ADS_1


"Karena Kalista apa?" Pak Anggara bertanya dengan senyum menyeringai dan menaik turunkan alisnya menggoda Arka.


"Bilang aja lu cemburu! Gitu aja pake dibikin ribet segala!" Celetuk Andy.


"Apa anak ayah sedang jatuh cinta?" Tanya pak Anggara meledek Arka.


"Tau ah!" Arka mendelik kesal dengan wajah jengahnya, lalu meninggalkan ruangan itu.


*****


"Eh itu pak Arka, berarti Kalista juga sudah pulang." Tiara bangkit, menarik tangan Rangga dan menghampiri pak Arka.


"Permisi pak, Kalista masuk kerja nggak?" Tanya Tiara.


"Nggak!" Arka berkata datar dan ketus, berbeda sekali dengan tadi sewaktu datang ke kantor ini, itu karena suasana hatinya sedang kesal mengenai ajakan om Bayu.


"Wajib kudu harus disamperin ke apartmentnya ini mah, bawain yang pedas-pedas kesukaan Kalista." Celetuk Rangga pada Tiara


"Nggak boleh ke apartmentnya Kalista! Kalista mengalami jetlag, dan sekarang sakit! Tidak akan masuk kerja selama 3 hari, pokonya kalian tidak boleh datang ke apartment Kalista! Biarkan Kalista istirahat, jangan di ganggu!!" Ucap Arka tajam penuh penekanan! Arka tidak akan membiarkan Rangga dekat-dekat sama Kalista.


"Kenapa?" Tanya Tiara bingung.


"Ah sialan! Kenapa sih semua orang pada dekatin Kalista." Arka menggerutu sambil memukul-mukul stir mobilnya.


"Mendingan gue beliin Kalista makanan yang pedas-pedas deh." Arka melajukan mobilnya kembali.


*****


Arka berdiri di depan apartemen Kalista, menenteng 2 kantong besar, yang berisi berbagai macam cemilan, dan recheese level 5.


Arka menekan bel tetapi belum ada tanda-tanda Kalista akan membuka pintu, setelah lima kali menekan bel dan Kalista masih tidak membukanya. Arka memutuskan untuk masuk ke apartmentnya "Mungkin Kalista sedang tidur".


Ceklek.. pintu apartment Kalista terbuka, Arka berbalik badan dan menghampirinya.


"Ada apa pak?" Tanya Kalista sambil mengerjap-kerjapkan matanya seperti baru bangun tidur.


"Masuk dulu." Arka menarik tangan Kalista masuk ke apartnya.

__ADS_1


Kalista mengenakan piyama tidur, dengan rambut diikat gulung yang berantakan. Dilehernya terdapat banyak noda merah, hal itu lah yang membuat Arka menarik Kalista masuk ke apartmentnya, tujuan agar tidak ada orang yang melihat leher Kalista, bahaya! Nanti semakin dibilang murahan.


"Ada apa?" Tanya Kalista bingung.


"Nih makan! Molor terus kan? Pasti belum makan!" Arka menyerahkan ayam recheese level 5.


Tanpa banyak tanya dan protes, Kalista langsung mengambil bungkusan recheese yang diberikan Arka. Kalista langsung melahapnya, karena semenjak kepulangan nya dari Surabaya Kalista memang belum makan apa-apa.


"Pelan-pelan aja makannya, awas loh nanti tersedak. Itu kan pedas banget." Arka memperingatkan Kalista, sambil memperhatikannya. Melihat leher Kalista, tiba-tiba Arka jadi teringat betapa buasnya dirinya tadi malam. Noda merah itu masih berwarna pekat dileher Kalista.


"Apa lihat-lihat!" Kalista berkata judes pada Arka.


"Leher lu kaya macan tutul!" Arka terkekeh geli, karena memang benar seperti macan tutul leher Kalista.


"Gara-gara lu!" Sewot Kalista sambil memasukan potongan richesse terakhirnya kedalam mulutnya. Arka tidak membantah, malah memberikan senyuman manisnya untuk Kalista.


"Kenapa bawa cemilan ini?" Tanya Kalista yang telah menyelesaika makannya.


"Buat lu! Biar badan lu berisi!" Jawab Arka santai sambil merebahkan tubuhnya di sofa.


"Terutama dada lu tuh harus berisi!" Celetuk Arka lagi.


"Sialan lu mesum!" Sengit Kalista.


"Waduh udah berani ya gue-elu sama pak boss ini?" Ujar Arka.


"Bodo!" Ketus Kalista.


"Gue balik dulu ya bocil! Kalau masih mau recheese lagi, bilang ke gue! Duit gue banyak! Beli recheese doang mah kecil!" Arka menyombongkan dirinya.


"Cih, sombong!" Kalista menatap Arka jengah.


----------------------------------🌻🌻


Jangan lupa like dan coment!


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!

__ADS_1


Find Me On Instagram : @halloimas13❤


__ADS_2