
Kalista POV
Sekuat-kuatnya gue mencoba bodoamat terhadap semua celotehan para karyawan kantor, tetap saja sebenarnya gue rapuh! Hati gue sakit, pengen nangis pengen teriak pengen luapin emosi. Tapi gue harus kuat, harus tegar! Karena bekerja di kantor Anggara gajinya terbilang cukup tinggi, untuk biaya hidup dan hutang operasi almarhum bunda. Ayah bunda kalian bahagia kan di surga? Doa'in Kalista agar kuat menghadapi kejam nya dunia kehidupan.
Dikantin nama gue rame jadi perbincangan, eh taunya gue lagi foto copy berkas aja nama gue booming lagi. Kalau situasi ini bukan terjadi di kantor, udah gue jambak tuh mulut-mulut karyawan itu. Sumpah ya gue greget parah dikata-katain pelacur lah, jalang lah, ini lah itu lah.
Tapi besok gimana?... Aaaaaaah malu gue ketemu pak Arka, justru malu banget ketemu asisten Andy. Duuuuh gimana dong? Ya Allah tolong hamba mu ini! Arrrrghh Arka brengsek! Kenapa dia cium gue? Beg* nya gue malah respon ciumannya. Lebih anehnya kenapa jantung gue berdetak lebih cepat ketika sedang bersamanya? Apa ini yang namanya jatuh cinta? Ah nggak mungkin! Ini gila gila halu gue keterlaluan!
Ciuman pertama gue? Ah sialan dasar brengsek! Ngambil ciuman pertama gue tapi dia punya pacar di Korea. Terus gue? Pelampiasan nafsu doang?! Kurang ajar! Kesan murahan gue dimatanya makin melekat! Arka beg*! Oh God i'm sad😢
*****
Setelah pemikiran yang berkecamuk di kepalanya, pemikiran tentang ciuman tadi siang. Akhirnya Kalista ketiduran di sopa, sekarang Kalista terbangun karena mendengar suara bell apart. Dan terdengar seseorang memanggil namanya.
"Ta.. ta.. Kalista.. tata?" Tiara memanggil sambil mengetuk pintu apart, karena pencet bell dari tadi tapi tidak ada jawaban.
"Apaan?" Kalista membuka pintu sambil mengucek kedua bola matanya, dengan rambut acak-acakan ciri khas bangun tidur.
"Apaan lu bilang? Hellow sist gue kesini kan disuruh lu!" Kesal Tiara sedikit sewot.
"Ehehe emak tiri gue! Gue ketiduran jadi agak linglung." Cetus Kalista sambil cengar-cengir beg*.
"Kebiasaan lu ah! 2 kucrut mana? Datang belum?" Tanya Tiara sambil memperhatikan ruangan apart Kalista.
"Oh anak cecunguk nanti dia datang jam 8." Jawab Kalista datar.
"Lah ko jam 8? Lu nyuruh gue kesini jam 7?" Tanya Tiara heran.
"Sengaja gue nyuruh mereka jam 8, kalau lu jam 7. Kan sejamnya gue mau curhat dulu sama lu.." Jelas Kalista.
"Oh gitu! Ngerti gue! Curhat apaan sih? Kaya nya urgent banget nih?" Tiara penasaran sambil memperhatikan raut muka Kalista terutama salfok dengan tanda merah di bibir bawah Kalista.
__ADS_1
"Bentaran deh curhatnya! Lu mau minum apa?" Tanya Kalista sambil berjalan menuju lemari es.
"Jus duren!"
"Gila, nggak ada lah!"
"Jus mangga!"
"Nggak ada juga!"
"Yaudah deh terserah lu! Jus apa aja gue minum deh!" Sahut Tiara kesal.
"Sebenarnya adanya cuma air mineral doang hehe." Jawab Kalista sambil nyengir kuda.
"Beg* lu! Ngapain nanya mau minum apa? Kalau adanya cuma air mineral doang." Ketus Tiara karena merasa kesal atas ulah Kalista.
"Sorry sorry! Gue aja lupa kalau isi kulkas gue hampir kosong. Adanya cuma air mineral sama sayuran dikit." Kata Kalista sambil memperhatikan isi kulkasnya yang kosong melompong.
"Perut mulut lu yang dipikirin! Nanti gue masak ko tenang aja deh." Ucap Kalista, lalu duduk di sopa.
"Gue tuh kasian sama cacing-cacing diperut gue! Kalau kelaparan nanti mereka kurus." Tiara sambil mengusap-usap perutnya.
"Eh iya, cepat curhat! Gawat loh nanti kalau keburu datang bim-bim." Tiara mengingatkan Kalista.
"Gue malu sih sebenarnya! Tapi gimana yaaaaaa? Kalau gue nggak cerita kaya nya nge-ganjel deh dihati." Kalista merasa malu dan bingung, jadi bimbang mau cerita atau ngga nya.
"Hadeuh bertele-tele, mau curhat aja pake mikir-mikir dulu nanti keburu Bimbim datang mampus deh lu nggak jadi curhat." Ujar Tiara yang langsung merebahkan dirinya di sopa.
"Tadi gue ciuman..." Kalista belum selesai berbicara langsung dipotong gitu aja oleh Tiara.
"Apa? Si jomblo sahabat gue punya pacar? Siapa pacar lu? Dimana lu ciuman? Kenapa lu nggak cerita kalau lu punya pacar? Dari tadi juga gue perhatiin bibir lu ada tanda merahnya, gue juga yakin itu mah digigit cowo bukan di gigit nyamuk!" Tiara yang kaget mendengar Kalista ciuman dengan spontan mengajukan pertanyaan yang sangat bebondong-bondong.
__ADS_1
"Pertanyaan lu tuh kebanyakan!" Protes Kalista.
"Udah deh cepat jawab!" Tiara malah balik protes.
"Gue ciuman sama si buaya darat!" Jawab Kalista acuh tak acuh.
"Buaya darat? Siapa?" Tanya Tiara yang makin penasaran.
"Pak Arka." Jawab Kalista datar.
"Pak Arka? Ya Allah gustii, masyaAllah subhanallah jantung gue seperti mau copot! Berhenti berdetak! Dunia seakan berhenti berputar! Bulan enggan menyinari kegelapan malam!"
"Stop deh lebay!" Ketus Kalista.
"Aaaaaarrrrrrrgggg gue mau dong ciuman sama pak Arka." Tiara berbicara sambil senyum-senyum sendiri.
"Lu tuh ya jadi cewe punya harga diri dikit kek! Nah ini malah mau ciuman sama si brengsek itu!" Kalista geram terhadap sikap Tiara.
"Gue murahan? Hellow lantas lu yang udah beneran ciuman sama pak Arka yang sama sekali gaada status dan hubungan pacar atau calon istri! kek gitu disebut apaan?" Tanya Tiara sebal.
"Jadi lu nganggap gue murahan?" Sengit Kalista.
"Ehehe bukan gitu sayang, becanda. Ayo ceritain lagi lebih detail." Ucap Tiara yang langsung menempelkan telapak tangannya sebagai ucapan maaf.
"Bentar minum dulu gue! Susah nafas kan jadinya kalau curhat sama lu!" Ketus Kalista.
----------------------------------🌻🌻
Jangan lupa like dan coment!
Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!
__ADS_1
Berteman dengan author yu di Instagram, follow ig : @halloimas13❤