
"Sekarang kemana?" Tanya asisten Andy yang sedang mengemudi.
"Kantor!" Jawab Kalista.
"Ketemu klien jam berapa?" Tanya Arka.
"Jam 14:30 WIB." Jawab Kalista lagi.
"Masih lama, yaudah balik kantor dulu."
Mobil terus melaju, semuanya tidak ada yang memulai percakapan, semua mulutnya tertutup rapat. Mereka diam dalam duduknya, dan berkelana dengan pikirannya masing-masing. Sesekali Arka melirik Kalista, tetapi langsung mengalihkan pandangannya jika ketahuan oleh Kalista.
"Cantik dan pintar! Itu lah garis besar yang bisa gue gambarkan untuk dirinya. Tetapi kadang gue heran, ko hidupnya sederhana, kemana perginya gaji dia dari perusahaan gue? Itu kan nominalnya lumayan kalau untuk biaya hidup. Gue akui gue mulai tertarik pada dirinya! Bahkan jantung gue juga berdetak lebih cepat, tapi gue gengsi! Lagipula gue masih belum tahu arti dari debaran jantung gue ini." Batin Arka memikirkan Kalista.
"Kalista, dengan wajah cantik dan body bagus yang kamu miliki, apa kamu nggak kepikiran buat jadi model?" Tanya asisten Andy yang membuyarkan lamunan Arka, dan membuat Arka menoleh pada Kalista.
"Untuk sekarang sih nggak, tapi nanti jika ada sesuatu yang mendesak, mungkin bisa saya lakukan." Jawab Kalista sambil terus melihat ke arah samping jalan.
"Kamu ngerasa diri kamu cantik nggak sih?" Tanya asisten Andy penasaran, Arka langsung memasang kupingnya untuk mendengarkan jawaban Kalista.
"Merasa! Karena kalau bukan diri sendiri yang bilang cantik, lalu siapa lagi? Walaupun saya merasa diri saya cantik, tetapi saya tahu betul bahwa di luaran sana masih banyak wanita-wanita yang jauh lebih cantik dari saya." Ucap Kalista panjang lebar menjelaskan pada Andy.
"Mohon maaf ya, tapi saya pengen banget nanya ini. Kamu tuh terlihat banget hidupnya sederhana, lantas kemana perginya gaji kamu? Padahal gaji kamu itu nominalnya lumayan kalau untuk biaya hidup." Lagi-lagi asisten Andy bertanya sesuai dengan apa yang Arka pikirkan, sehingga Arka berkali-kali memfokuskan telinganya untuk mendengarkan jawaban Kalista.
"Hidup saya memang sederhana! Tetapi lebih tepatnya di hemat-hemat!" Kalista tersenyum, lalu melanjutkan lagi ucapannya "Gaji dari perusahaan Anggara memang nominalnya gede, tetapi beban hidup yang saya punya jauh lebih berat lagi dari itu." Jawab Kalista.
"Beban hidup?" Tiba-tiba Arka tertarik untuk menimpali ucapan Kalista.
"Iya saya punya beban hidup tersendiri yang orang-orang nggak tahu, terkecuali sahabat dan teman-teman terdekat saya. Itu terjadi sudah 5 tahun, dan InsyaAllah saya cukup kuat untuk bertahan hidup dan menghadapi kerasnya dunia." Jawab Kalista dengan penuh percaya diri.
"Semangat ya!" Arka tiba-tiba mengelus puncak kepala Kalista, sehingga Kalista merasa aneh dan Arka pun menyadari. Keduanya tampak kaget dan gugup, mereka langsung memalingkan pandangannya masing-masing.
*****
Mobil sampai diparkiran kantor tepat di jam istirahat makan siang, Arka Andy dan Kalista turun dari mobil dan langsung menuju ruangannya.
"Saya permisi makan siang pak, ini jam istirahat kan?" Izin Kalista.
"Boleh! Emang nggak kenyang? Nanti di kafe mawar makan lagi loh." Asisten Andy yang menjawab, Arka sudah kembali ke mode cuek dan jutek.
"Saya bukan mau makan pak, saya mau ketemu sahabat dan teman-teman saya." Jawab Kalista sambil tersenyum.
"Kirain makan lagi." Asisten Andy pun tersenyum.
*****
Kalista berjalan ke kantin untuk menemui sahabatnya itu dan 2 cunguk. Semua karyawan yang berada di kantin terpana melihatnya. Bahkan ada beberapa karyawan yang tidak menyadari kalau itu Kalista. Semua mata tertuju padanya, dan well banyak yang memujinya. Itu semua karena Kalista terlihat sangat cantik, anggun, dan elegan dengan stelan kerjanya yang mewah, dan rambut di curly bagian bawahnya. Ditambah lagi ketika Kalista berjalan roknya sedikit terangkat, hal itu membuat karyawan laki-laki membelalakan matanya.
"Selamat siang, biarkan ratu cantik ini duduk." Sapa Kalista pada Tiara, Bima dan Bimo, dengan suara yang penuh wibawa. Mereka malah melongo melihat Kalista.
__ADS_1
Bimo berdiri, lalu mendekati Kalista. Memegang bahu Kalista, lalu memutar-mutar badan Kalista. Menatap sepersekian detik, hingga akhirnya "Njiiiiiir cakep banget lu! Di sulap sama siapa? Terus lu dari mana?" Pertanyaan Bimo beruntun.
"Biarkan ratu cantik duduk terlebih dahulu!" Ucap Bima, sambil manarik kursi untuk Kalista.
"Emang dasarnya lu udah cantik, makanya di make over langsung jadi ratu kecantikan!" Tiara memperhatikan Kalista.
"Lebay lu mak, emak tiri gue kalau di touch up dikit juga wuah badai banget cuy, Syahrini doang mah lewat gaes!" Cerocos Kalista pada Tiara.
"Woy ah, pertanyaan gue belum di jawab!" Bima mengingatkan, karena dari tadi pertanyaannya belum di jawab.
"Nggak sabaran lu! Gue di make over atas perintah pak Arka, dan gue dari makan siang dengan salah satu direktur perusahaan ternama." Jawab Kalista santai.
"Oh gitu." Ucap Bima dan Bimo barengan.
"Emang makan siang harus secantik itu ya?" Tiara bertanya, karena merasa bingung, mau makan aja harus di make over dulu.
"Ini tuh makan siang ajakan dari Ibu Angel direktur perusahaan Arta Wijaya! Nah ibu Angel ini tuh, orangnya centil dan genit pada pak Arka, kayanya sih dia cinta sama pak Arka, lu lu lu pada mau tau nggak? Cuma mau makan doang si Angel itu tuh sampai pake baju terbuka yang menampilkan belahan dadanya." Kalista menjelaskan pada teman-temannya.
"Wah harusnya gue tuh yang ada disana." Cetus Bima.
"Dasar mesum!" Teriak Tiara dan Kalista barengan.
"Hehe, mesum kan udah kodratnya cowok." Bima nyengir kuda.
"Betul tuh!" Bimo menimpali perkataan Bima.
"Terus bu Angel percaya? Yakali makan siang urusan kantor bawa pacar?" Tiara bingung dan penasaran.
"Pertanyaan yang brilian girls! Gue itu sebagai sekretaris pribadi sekaligus mempunyai hubungan pribadi dengannya." Kslista menjawab pertanyaan Tiara.
"Jadi begitu toh ceritanya." Sahut Bimo.
"Terus dia percaya?" Tanya Tiara lagi.
"Ya percaya lah! Acting gue sukses!" Kalista berbangga diri.
"Pasti karena acting lu bagus!" Kata Bima.
"Oh tentu, Kalista gitu loh!" Kalista semakin membanggakan dirinya.
"Oh iya, makan siang ini gue tlaktir kalian! Ayo yang mau nambah silahkan nambah!" Ucap Kalista membuat Bima dan Bimo senang.
"Seriusan? Gue mau nambah nih!" Bimo antusias dan bergegas menambah makanannya.
"Asyik banget nih, perbaikan gizi anak kost." Bima terkekeh, lalu menambah porsi makan siangnya.
"Btw.. tumben tlaktir, uang darimana?" Tiara penasaran, lalu Bima dan Bimo yang sedang asyik makan pun langsung memfokuskan pandangannya pada Kalista.
"Lagi ada rezeki." Sahut Kalista santai.
__ADS_1
"Lebih detail dong, emak tiri mau tau nih!" Perintah Tiara.
"Gue acting dibayar 3 juta!" Kata Kalista.
"Oh jadi acting lu di bayar!" Tiara mangut-mangut tanda mengerti.
"Kalau nggak di bayar mah gue nggak mau lah!!" Sarkas kalista.
"Lu nggak makan nih?" Tanya Bima.
"Masih kenyang gue." Kata Kalista sambil mempermainkan ponselnya.
"Boleh gabung kan gue!" Rangga tiba-tiba datang.
"Boleh." Jawab Tiara sambil tersenyum ramah.
"Gue balik duluan ya, soalnya kan jam 14:30 WIB ada janji temu dengan klien, dan gue harus mempersiapkan berbagai dokumen yang diperlukan untuk janji temu nanti." Ucap Kalisa, lalu mengeluarkan lembaran merah dan menyerahkan nya pada Bimo untuk membayar makan siang mereka.
"Dasar so sibuk." Celetuk Tiara.
"Emang gue sibuk mak, cup!" Jawab Kalista cepat sambil mencium pipi Tiara.
"Woyyyyyyyyyyy kebiasaan deh!" Teriak Tiara, tetapi Kalista sudah berjalan menjauhi kantin.
*****
Ketika Kalista berjalan menuju ruangannya, Kalista berpapasan dengan Riri dan Intan yang sedang asyik mengobrol.
"Kalista cantik banget." Ucap Intan ramah, tetapi Kalista telah waspada atas perubahan sikap Intan.
"Iya cakep banget deh!" Riri ikut-ikutan memuji Kalista, tetapi meregangkan kakinya agar ketika Kalista berjalan Kalista akan tersandung dan jatuh.
"Terimakasih atas pujiannya, tanpa pujian kalian gue emang sudah cantik! Cantik banget malah! Kalian aja kalah." Ujar Kalista sambil berjalan santai, dan tentunya sambil menginjak kaki Riri yang sedikit menghalangi jalan Kalista.
"Awwwwww, sakit banget." Riri meringis kesakitan.
"Kalista buta ya kamu! Kamu tahu kan disana ada kaki Riri. Dasar beg* main injak-injak aja!" Umpat Intan sambil memperhatikan kaki Riri yang merah banget, karena Kalista menginjaknya dengan ujung hills nya yang kecil.
"Kalian pikir gue wanita beg* hah? Kalian sengaja kan ingin menjebak gue? Hellow gue itu wanita cerdas! Dengan perubahan sikap kalian aja, gue langsung waspada!" Sengit Kalista, lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
"Gue udah geram banget sama tingkahnya di wanita murahan itu! Pokonya gue akan balas perbuatannya itu!!" Umpat Intan.
----------------------------------🌻🌻
Jangan lupa like dan coment!
Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!
Find Me On Instagram : @halloimas13❤
__ADS_1