
"Apa kabar sayang? Aku kangen banget." Seorang wanita tiba-tiba memeluk erat Arka dan mengendus-endus dada bidang Arka. Arka kaget atas perlakuan wanita tersebut.
"Lepas!!" Arka berkata tegas!
"Gamau! Kangen! Yu temenin aku shopping." Wanita itu masih saja merajuk pada Arka, sesekali bibirnya mencium aroma tubuh Arka.
"Maria!! Jaga sikap kamu!" Arka berteriak sehingga semua orang menoleh kearah mereka.
Kalista yang baru saja keluar dari toilet pun kaget, dan melihat kejadian tersebut. "Wah pasti itu wanita tergila-gila nih sama pak boss." Kalista berjalan dengan anggun dan menghampiri mereka berdua.
"Sayang maaf menunggu lama, tadi toilet nya penuh. Wanita ini siapa sayang?" Kalista berbicara dengan suara genit dan manja, sambil menggandeng tangan Arka.
"Siapa dia?" Maria bertanya, mukanya ditekuk dan tatapan matanya tajam penuh dengan emosi.
"Perkenalkan saya Kalista sekretaris pribadi pak Arka.. saya.. "Kalista belum selesai berbicara namun dipotong begitu saja oleh Maria.
"Sekretaris pribadi emang harus ya panggil sayang trus menggandeng tangan?" Maria berkata sinis dan mengejek.
"Tentu saja boleh! Karena selain sekretaris pribadi Kalista juga punya hubungan pribadi dengan saya." Tegas Arka, kemudian memeluk pinggang kalista. Kalista pun merespon dengan mengalungkan tangannya ke leher Arka, sebenarnya Kalista lumayan kesulitan karena tinggi badan Arka. Kalista hanya sedada Arka, Arka pun tak mau kalah, ia menunduk dan "Cuuup" Arka mencium dahi Kalista, Kalista kaget dan melotot kepada Arka, sedang kan Arka hanya tersenyum santai. Tiba-tiba Arka mengangkat dagu Kalista dan "Cup" di bibir Kalista.
__ADS_1
"Kalian menjijikan, dasar wanita kampung rendahan." Umpat Maria kesal melihat adegan mesra Arka dan Kalista, kemudian Maria meninggalkan mereka.
Kalista langsung melepaskan tangannya dari leher Arka. Tanpa Kalista dan Arka sadari ternyata mereka jadi pusat perhatian. Dari tadi semua orang melihat adegan mesra mereka. Banyak yang saling berbisik, dan banyak pula yang mengagumi karena mereka terlihat sangat mesra.
Ya, sekarang ini Kalista dan Arka sedang berada di mall. Tadi setelah pulang dari coffee shop Arka meminta Kalista untuk menemaninya mencari sesuatu untuk Omanya.
"Kalista..?" Panggil Arka, tetapi Kalista masih saja terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan Arka.
"K A L I S T A" Arka memanggil dengan suara yang ditinggikan dan penuh penekanan.
"Apa?" Jawab Kalista ketus.
"Kamu kenapa sih?" Tanya Arka heran dengan perubahan sikap Kalista yang begitu jutek.
"Emang saya salah apa?" Arka makin heran, karena setau Arka dia sama sekali tidak melakukan kesalahan.
"Bapak tau nggak ciuman pertama saya harusnya saya berikan untuk suami saya kelak, kenapa bapak yang ngambil ciuman pertama saya. Nanti saya merasa berdosa kepada suami saya." Ketus Kalista dengan penuh amarah.
"Ciuman?" Puftt haha😂 ya ampun polos banget dia. Jadi.. dia menganggap yang tadi itu ciuman? Kalista itu harus gue ajarin ciuman yang sesungguhnya! Arka terus saja senyum-senyum sendiri karena ucapan Kalista.
__ADS_1
"Bukannya tadi kamu ya memulai drama ini?" Arka tersenyum menggoda.
"Harusnya bapak tuh ber-terimakasih sama saya! Saya tadi udah bantuin bapak dari wanita genit itu." Cerocos Kalista sambil berjalan ke luar mall.
"Trus nggak jadi nih temenin saya nyari sesuatu?" Tanya Arka.
"Saya nggak mood! Lagian ini udah waktunya pulang ngantor, saya langsung pulang ke kost." Kalista langsung berlari dan menghampiri taksi.
Lalu Arka bergegas balik ke mobil.
"Mana kadonya?" Tanya asisten Andy.
"Nggak ada." Ketus Arka.
"Kenapa?" Tanya asisten Andy penasaran.
"Banyak tanya lu!" Arka kemudian terdiam, dan asisten Andy pun tidak lagi bertanya.
-----------------------------------🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan coment!
Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!