SUN FLOWER

SUN FLOWER
LES RENANG


__ADS_3

Malam itu mereka menghabiskan waktu dengan saling menyatukan tubuh mereka. Entah berapa kali mereka melakukannya, yang pasti Arka benar-benar melahap Kalista habis-habisan. Terakhir kali manik matanya melirik arah jarum jam yang menempel dinding adalah pukul 04:30 WIB.


Malam itu dinding kamar ini menjadi saksi betapa rindunya Arka menikmati tubuh istrinya. Kalista kehabisan tenaga lebih dulu, seluruh energinya benar-benar terkuras habis. Bahkan Kalista tidak ingat apakah tidurnya memakai bantal atau tidak? Manik matanya tertutup begitu saja dengan tubuh yang masih poles. Arka menyelimuti tubuh istrinya dengan selimut tebal, mencium dahinya dan kedua pipinya. Lalu dirinya juga ikutan membaringkan tubuhnya di sebelah Kalista, keduanya tertidur dengan napas yang teratur.


Mereka tertidur dengan nyenyak, waktu terus berputar dan sama sekali tidak terhenti walau satu detik pun. Detik demi detik bertambah sehingga menjadi menit, begitu juga dengan menit yang berubah menjadi genap satu jam. Jarum itu berputar tanpa lelah, hingga kini jarum itu menunjukan angka 06:15 WIB.


Arka dan Kalista masih asyik dengan mata terpejamnya, rasa kantuk masih menguasai matanya. Tangan Arka melingkar di badan Kalista, tangan itu tetap setia melingkar tanpa terlepas.


"Oeeeek.. oeeeek." Nathan menangis karena haus.


Arka yang memang sangat peka terhadap tangis Nathan, langsung bangun dan mengusak kedua bola matanya.


"Bun, Nathan nangis tuh." Arka menepuk pelan punggung Kalista. Tubuh itu merespon hanya dengan menggeliat saja.


"Bun." Sekali lagi Arka menepuk punggung istrinya.


"Kasih susu formula! Aku masih ngantuk banget." Kalista menepis tangan Arka dari punggungnya.


Arka bangun dan secepat kilat langsung mencuci muka, setelah itu dia pergi ke dapur untuk membuat susu formula. Arka membuat susu formula langsung dua botol, walaupun Arka tahu yang menangis hanya Nathan saja, tetapi menurut feeling Arka, Nayla juga haus.


Arka kembali lagi ke kamar si bocah kembar, Arka tersenyum ketika melihat istrinya yang tertidur tubuhnya di balut selimut, mirip seperti kepompong.


Arka menggendong Nathan dan memberikan susu formula, alahmdulah Nathan lebih tenang dan tidak rewel lagi. Arka menarik tirai gorden, lalu membuka jendela agar udara sejuk di pagi hari bisa masuk ke kamarnya. Matahari juga sudah bersiap dengan tugasnya, sinarnya juga masuk menembus kaca. Arka memanfaatkan sinar mentari itu untuk menjemur kedua bocah kembarnya.


Setelah di berikan susu formula mereka kembali lagi tertidur, Arka menatap mereka dengan gemas. Mumpung istri dan kedua anaknya sedang tertidur, timbullah keisengan Arka untuk memfoto muka mereka yang sedang tertidur. Arka membaringkan Nathan dan Nayla tepat di pinggir Kalista, tentu saja Arka tidak sembarangan membaringkan, Arka atur tempatnya terlebih dahulu sedemikan rupa agar terasa nyaman.


Setelah memastikan posisi mereka cukup ciamik, Arka mengambil ponselnya lalu mengabadikan mereka melalui jepretan kamera ponselnya. Arka tersenyum puas dengan hasilnya, Nathan dan Nayla Arka kembalikan lagi ke box tidurnya.


Arka segera mengunggah foto tersebut, seperti biasa Arka jika mengunggah foto istri dan anaknya selalu menyempatkan kata-kata romantis. Arka yang dulu dengan Arka yang sekarang tentu saja berbeda, dulu ketika belum berstatus menikah, Arka sangat tidak suka terhadap orang-orang membuat caption romantis, apalagi menampilkan kemesraannya di depan umum. Waktu terus berjalan, fase itu telah lenyap. Sekarang justeru Arka sangat suka menuliskan caption romantis untuk mendeskripsikan rasa sayang dan cintanya kepada istri dan anak-anaknya.


Unggahan Arka di media sosial selalu menuai komentar positif, bahkan sampai ada yang bilang bahwa Nathan dan Nayla sangat mirip Kalista, dan mereka selalu menyebut dirinya dengan sebutan the bunda. Arka tidak marah, walaupun kedua anaknya tidak di katakan mirip dengannya. Yang penting Arka tahu sendiri, bahwa Nathan dan Nayla adalah darah dagingnya sendiri. Biasanya sih bukan hanya menuai komentar yang jumlahnya bejibun, postingan Arka juga akan di cetak di koran, nggak jarang juga muncul di saluran televisi Indonesia.


Karena hari ini Arka akan mengajak Nathan dan Nayla les berenang, berarti Arka tidak masuk kerja. Arka mengabarkan Andy, dan meminta Andu untuk menghandle semua tugas kantor, termasuk menghandle semua semua karyawannya.


Pagi itu Arka yang memang sudah tidak ngantuk, segera pergi ke kamar mandi membersihkan dirinya.


Selesai mandi dan berpakaian, Arka menyiapkan dua troli untuk Nathan dan Nayla. Arka mendorong Nathan dan Nayla berjalan-jalan di taman halaman belakang rumahnya, kebetulan cuaca hari ini cukup cerah, dan bunga-bunga di taman juga sedang bermekaran. Taman terlihat sangat cantik dan sejuk. Kesibukan kantor membuatnya jarang memiliki quality time bersama bocah kembarnya, makanya Arka akan memanfaatkan cuti kerja ini dengan semaksimal mungkin.


Oma dan pak Anggara juga tidak henti-hentinya meminta Arka untuk mengabari mereka, bahkan meminta pap Nathan dan Nayla dengan jumlah banyak. Mereka selalu chatting, seakan-akan tidak akan ada waktu lagi untuk mereka berkumpul.


Kalista yang masih berlilitkan selimut, menggeliatkan tubuhnya. Matanya yang mengerjapkan itu kini sudah terbuka dengan sempurna, manik matanya melirik jam dinding lalu menepuk tempat di sebelahnya. Sudah tidak Arka di sampingnya itu, Kalista bangun dan mengecek box bayi. Kedua box itu sudah kosong.


Selimut itu hampir saja melorot, Kalista kembali membenarkannya. Sekarang Kalista harus pergi ke kamarnya dan segera membersihkan tubuhnya.


"Nyonya kecapean?" Tanya salah satu pelayan dengan wajah cemasnya.


Kalista yang baru saja membuka knop pintu itu pun mengerutkan dahinya, Kalista merasa bingung dengan pertanyaan yang diajukan oleh pelayan itu.


"Tidak." Jawab Kalista datar, sepunggungnya Kalista sangat malu pada pelayan itu, selimut yang meliputi tubuh Kalista, siapapun langsung bisa menebak, bahwa tubuh di balik selimut itu polos alias tanpa busana.


"Syukurlah, kami semua merasa khawatir, karena nyonya belum bangun dan takut nyonya merasa sakit karena kecapean. Dari tadi pagi yang kami lihat hanya tuan, dan tuan juga sangat sibuk dengan dede Nathan dan Nayla." Ucap salah satu pelayan.


"Saya tidak sakit, hanya saja saya telat bangun karena masih diserang rasa kantuk. Terimakasih ya sudah mengkhawatirkan saya." Ucap Kalista dengan senyum mengembang di bibirnya.


"Oh iya bu, tolong bersihkan kamar Nathan dan Nayla ya." Pinta Kalista dengan lembut. Pelayan itu menyetujuinya, karena itu emang susah tugasnya juga.


Kalista pergi ke kamarnya, mengambil handuk dan membersihkan badannya yang terasa gerah dan lengket akibat pergulatan cintanya tadi malam. Karena anak-anak juga sedang bersama Arka, Kalista memutuskan untuk menyelesaikan ritual mandinya dengan lengkap.


Lengkap?


Maksudnya tuh Kalista menyempatkan waktu untuk luluran, berendam di air mawar. Intinya Kalista melambatkan durasi mandinya. Aroma mawar itu sangat menyegarkan otak, hati, dan pikirannya.


Setekah mandi, Kalista memilih salah satu dress yang Arka belikan. Dress itu emang belum sempat Kalista pakai, dress itu bediameter kecil, sedangkan waktu itu kalista keburu gendut perutnya. Setelah melahirkan juga Kalista badannya masih berukuran besar, alhamdulilah sekarang badannya sudah kembali ramping, sehingga dress itu menjadi muat di badannya.


Kalista berjalan menuruni satu persatu anak tangga, menghampiri beberapa pelayan yang sedang menyiapkan sarapan. Kalista meminta di buatkan nasi goreng saja, dan meminta memasukkan kedalam Tupperware.


Manik mata Kalista celingak-celinguk menatap sekeliling halaman depan kediaman Anggara, tetapi suaminya berserta anak kembarnya tidak ada di sana.


Kalista berjalan ke arah taman belakang. Senyumnya mengembang tatkala melihat suaminya sedang bersama dua bocah kembarnya. Kalista berlari-lari kecil agar segera sampai di sana.


"Good morning para pria kesayangan bunda." Kalista memeluk Arka sekilas, kemudian mencium pipinya.


Kalista juga secepat kilat mendaratkan bibirnya di pipi Nathan dan Nayla, kedua bocah itu tersenyum karena di sun oleh bundanya.


"Bunda kenapa bunda kok bangunnya siang?" Ledek Arka disertai kekehan-kekehan kecil.


Kalista menajamkan pandangan matanya pada Arka, kemduain mendelik kesal. "Sok pura-pura nggak tahu! Gimana nggak bangun sudah coba, tadi malam di siksa sama suami." Kalista mendengus kesal bahkan bibirnya mencebik. Kalusta juga merasakan seluruh tubuhnya pegal-pegal karena telah di naikin oleh Arka semalam.


"Nyesel? Nggak boleh gitu dong! Kewajiban kamu kan memang melayani aku." Arka mencubit pelan hidung istrinya.


"Iya-iya!" Jawab Kalista acuh tak acuh.


"Yaudah yuk sarapan dulu!" Arka langsung merampas kotak makanan yang ada di tangan Kalista.


Mereka menikmati sarapan ditemani semilir angin pagi yang sejuk, warna-warninya bunga yang sedang bermekaran nampak indah dan sangat memanjakan mata.


Sudah menikah selama satu tahun, sudah di karuniai dua orang anak kembar, tetapi cinta diantara Arka dan Kalista tidak pernah surut. Selalu saja ada momen romantis yang mereka lakukan, seperti sekarang ini, mereka melakukan sarapan dengan saking menyuapi satu sama lain.


Rencana pergi ke tempat res renang hari ini. Arka sudah menyiapkan segala keperluan Nathan dan Nayla. Arka juga sudah menyiapkan baju renang untuk dirinya dan Kalista.


Setelah dirasa semuanya cukup, dan tidak ada yang ketinggalan. Arka segera melajukan mobilnya ke tempat les renang khusu bayi yang paling terkenal dan paling elite di kawasan Jakarta.


Mobil telah sampai di halaman depan tempat les renang ini. Arka terlebih dahulu memarkirkan mobilnya. Tempat res renang ini cukup luas, kolam renangnya pun ada yang indoor atau outdoor.


Ketika sampai beberapa petugas langsung mengukur suhu tubuh Nathan dan Nayla, Arka dan Kalista juga diwajibkan mengukur suhu tubuhnya terlebih dahulu. Petugas yang lainnya juga mencatat biodata si bayi kembar.


Lalu semua bunda dan ayah yang pertama kali membawa anaknya berenang di tempat ini, di berikan penyuluhan dan beberapa informasi penting. Mereka juga menjelaskan fasilitas di tempat les ini.

__ADS_1


Tempat les ini cukup luas, dan ada beberapa kolam renang juga. Tiap satu kolam renang di batasi jumlah bayi yang akan berenangnya, satu kok tenang untuk 15 orang bayi. Tujuannya cukup simple dan sederhana, agar bayi merasa tenang dan nyaman. Jika jumlah mereka terlalu banyak, maka kolam renang akan ramai, dan itu akan menjadikan bayi kurang nyaman.


Semua yang mendampingi para bayi berenang hari ini kebanyakan para bunda, para ayahnya seperti sedang produktif bekerja, karena ini adalah hari Senin, puncak harinya produktif untuk para pekerja.


"Para bunda, ada yang tahu tidak mengenai perlengkapan apa saja yang wajib dibawa saat mengajak bayi berenang?" Tanya salah satu karyawan di tempat itu yang memang tugasnya untuk memberikan informasi dan penyuluhan.


Kalista mengacungkan tangannya "Barang yang harus di persiapkan diantaranya adalah popok renang, pelampung, baju renang, handuk bertudung, sunscreen atau tabir surya, peralatan mandi, dan mainan karet." Ujar Kalista sambil tersenyum.


"Semua perlengkapan itu penting sekali di persiapkan. Kenapa sih harus bawa popok renang? Popok renang itu sangat penting ya bunda, karena untuk menjaga kebersihan bayi selama berada di kolam renang, tentunya juga untuk menjaga kolam renangnya juga. Popok renang juga ada macamnya, ada yang sekali pakai dan ada juga yang bisa digunakan berulang. Tips paling penting dalam memilih popok renang yaitu pastikan popok itu nyaman di bokong bayi." Imbuhnya lagi, Kalista mejeda sejenak ucapannya karena Kalista perlu memasok oksigen.


"Kalau untuk pelampung sebenarnya si setiap tempat les renang susah di sediakan, apalagi tempat lesnya elite seperti ini sudah pasti kebersihan dan keamanan ya terjamin. Kalau saya pribadi memang membawa dari rumah, soalnya sudah suami saya siapkan."


"Baju renang juga tentunya sangat penting. Kenapa sih harus berenang menggunakan baju renang? Bukannya berenang tidak mengenakan baju juga tidak apa-apa? Bisa saja ya tanpa menggunakan baju renang, tapi tolong di perhatikan apakah bayi tahan dengan kaporit yang larut di dalam kolam renang? Untuk berjaga-jaga dan mencegah kulit bayi iritasi mending pakai baju renang saja. Baju renang itu sendiri ukurannya harus pas dengan si kecil dan tolong ya bunda pilihlah baju renang dengan bahan yang berkualitas, utamanya pilihkan baju renang yang berbahan lembut dalamnya agar kulit si kecil tidak iritasi dan si bayi merasa nyaman."


"Ketika bayi telah selesai berenang, kita sebagai orang tua wajib mengeringkan badannya menggunakan handuk. Untuk menghangatkan seluruh badan bayi, sebaiknya menggunakan handuk bertudung yang tentunya berbahan lembut. Agar si bayi merasa hangat dari ujung kaki hingga ujung kepala. Bayi itu sangat sensitif bunda, jangan sampai telat mengeringkan si kecil atau membiarkan tubuh si kecil dalam keadaan basah dalam kurun waktu yang lumayan lama, tidak boleh ya bunda karena itu sangat berbahaya. Bisa menyebabkan demam, masuk angin, flu dan batuk. Si kecil kalau saya akan sangat rewel, dan kita sendiri lah yang sangat repot.


"Selanjutnya salah sunscreen atau tabir surya untuk mencegah kulitnya terbakar sinar matahari, terutama saat berenang di tempat yang terbuka. Kita nggak mau dong kulit anak kita terbakar, maka dari itu demi melindungi kulit bayi yang masih sensitif dan rentan terhadap radiasi, sunscreen atau tabir Surya sangat di perlukan si kecil."


"Hal lain yang harus di perhatikan juga adalah peralatan mandi. Walaupun kolam renang di sini sangat terkenal dengan kebersihannya, tetapi yang namanya bakteri kan tak kasat mata. Maka dari itu untuk mencegah bakteri menempel pada kulit bayi, kita harus memandikan dan membersihkan badan si kecil dengan peralatan mandinya yang biasa di gunakan di rumah, seperti shampoo, sabun, sisir, beserta pakaian ganti yang bersih."


"Kalau untuk mainan karet, sebenarnya itu inisiatif saya dan suami. Karena bayi kami pertama kalinya berenang di tempat seperti ini, bayi kami mungkin akan takut dan merasa tidak betah, mungkin akan menangis, rewel dan ingin keluar dari kolam renang. Maka kami membawa beberapa mainan karet agar bayi kami merasa nyaman berenang sambil bermain. Kenapa harus mainan karet? Karena mainan karet itu sendiri tahan air dan bisa di mainkan di kolam renang. Kami juga membawa beberapa mainan karet yang berwarna-warni dan memiliki bunyi, tujuannya agar menarik perhatian si kecil sehingga si kecil merasa nyaman saat berenang." Kalista mengakhiri kalimat penjelasannya dengan seutas senyum.


Diam-diam Arka merasa kagum pada istrinya, benar-benar seorang bunda yang cerdas dan berpendidikan. Arka semakin merasa bangga, karena Kalista pasti bisa mendidik anaknya dengan benar.


Arka bahkan mengecup pipi Kalista, rasa kagumnya pada Kalista tidak bisa menghentikan keinginannya untuk mencium dan memeluknya. Kalista bahkan merasa malu, ini tempat umum dan ada beberapa orang juga yang memperhatikannya.


"Wah hebat sekali penjelasnya, struktur bahasanya tertata rapi, dan sangat mudah di pahami. Sehingga informasinya sampai kepada kita semua yang mendengarkan. Boleh bundanya memperkenalkan diri terlebih dahulu?" Pinta salah satu petugas bagian informasi itu.


"Nama saya bunda Kalista, dan ini suami saya bernama Arka. Kami baru pertama kali mengajak bayi kami berenang di tempat ini, biasanya saya hanya mengajaknya berenang di bak mandinya. Bayi kami bernama Nathan dan Nayla, bayi kami ini merupakan anak kembar." Kalista memperkenalkan dirinya beserta suami dan kedua anaknya.


"Wah bayi kembar ya. Lucu kali. Mari kita ucapkan selamat datang kepada baby Nathan dan baby Nayla. Semoga mempunyai pengalaman berenang yang menyenangkan ya sayang." Suaranya sangat lembut, bahkan nada suaranya juga di sesuaikan sehingga sangat lucu untuk anak bayi.


Banyak sekali informasi yang disampaikan. Mulai dari suhu air saja segala macamnya. Arka dan Kalista juga merasa tenang ketika mengetahui lingkungan kolam renang ini termonitor, itu artinya ada penjaga yang tabu dengan jelas bagaimana cara memberitakan pertolongan pertama pada bayi dalam kondisi darurat jika nanti ada hal-hal yang tidak diinginkan tiba-tiba terjadi.


Kolam renang ini juga di sertai papan informasi, suhu air di kolam renang ini juga hangat sehingga si bayi tidak akan merasa kedinginan.


Frekuensi waktu berenang juga sudah ditentukan. Untuk bayi dibawah usia 6 bukan sebaiknya berenang dengan frekuensi 15-20 menit.


Arka dan Kalista sudah menggantikan baju si kecil. Sekarang giliran Kalista yang berganti baju, Kalista menggunakan baju renang yang sangat minim, sehingga semua lekuk tubuhnya terlihat dengan jelas. Arka tidak mempermasalahkan hal itu, karena laki-laki yang ada di kolam renang ini palingan hanya 5 orang, selebihnya para bunda. Lagipula Arka juga tidak mungkin melarang, nanti Kalista akan mengucapkan kalimat "Emang berenang harusnya pakai baju kaya gimana? Yang longgar kaya gamis?" Duh bahkan Arka juga sudah bisa menebak jawaban apa yang akan keluar dari mulut istrinya.


Karena mereka tidak membawa pelayan, akhirnya sekarang Kalista dengan sangat repot menggendong keduanya. Arka pergi ke toilet sebnatar, sekaligus mengganti bajunya.


Arka benar-benar menjadi pusat perhatian para bunda-bunda. Bagaimana tidak? Arka hanya menggunakan boxer bermotif garis salur, bagian dadanya di biarkan talang. Sehingga bahu lebar, dada bidang dan perut kotak-kotak yang terlihat sangat sempurna. Beberapa orang menatapnya dengan tatapan genit, seperti memikirkan bagaimana nikmatnya ketika berada di bawah Kungkungan badannya.


"Ayah, kenapa nggak pakai baju sih?" Tanya Kalista sambil melotot tajam, Kalista tidak suka badan indah milik suaminya di lihatin para wanita. Tubuh indah atau yang biasa di sebut roti sobek itu seharusnya hanya menjadi miliknya, hanya boleh di lihat olehnya saja.


"Biarin aja! Kalaupun mereka suka sama aku, mereka bisa apa? Yang bisa melihat pemandangan ini setiap hari hanya istriku tersayang, bukan hanya melihat tetapi istriku juga bisa menikmatinya, merabanya, bahkan menggigitnya sekalipun juga bisa." Ujar Arka sambil menggoda Kalista, kini Arka menggendong Nathan dan mulai berjalan menuju arah kolam renang.


Nathan dan Nayla tidak rewel sama sekali, bahkan meraka berdua langsung bisa beradaptasi dengan suhu air di kolam renang ini. Selanjutnya Nathan dan Nayla diambil alih oleh petugas renang itu sendiri.


Tidak banyak gerakan yang diajarkan, bahkan jika di lihat dan di perhatikan bayi hanya menggerakkan kaki dan tangannya saja. Banyak sekali bagi yang menangis, tetapi sangat berbeda sekali dengan Nathan dan Nayla. Mereka terlihat bahagia, bahkan mereka selalu tertawa ketika tubuhnya di gerakan diatas air.


Berenang menjadi salah satu olahraga penting yang harus di ajarkan pada anak. Berenang merupakan suatu kegiatan yang popular, dimana dari bayi nol tahun sudah dapat melakukannya. Bagi bayi sendiri, berenang merupakan olahraga yang menggunakan hampir seluruh bagian otot yang ada pada tubuh mereka. Olahraga ini cocok bagi semua usia, dari bayi hingga lansia, karena berenang memberikan pengaruh rasa nyaman bagi yang melakukannya, olahraga di dalam air ini memberikan sensasi tersendiri karena membuat seseorang menjadi rileks dan bugar. Ketika berada didalam air, tubuh bayi bergerak dan melibatkan sebagian besar tubuh ikut bergerak. Sehingga, tubuh si kecil bisa menciftakan miliaran neuron baru saat ia menendang, meluncur, atau bermain ciprat-cipratan air.


Berenang itu sendiri mempunyai berbagai macam manfaat, diantaranya adalah:



Baik untuk kesehatan fisik dan mental si buah hati.


Memperkuat jantung dan paru-paru.


Otak bayi akan di stimulasi dengan keselarasan gerak dari lima panca inderanya.


Melatih keselamatan diri di air (Mengurangi risiko tenggelam)


Meningkatkan rasa percaya diri.


Membentuk keseimbangan dan koordinasi tubuh yang baik.


Melancarkan peredaran darah.


Rekreasi dan penyegaran.


Meningkatkan fungsi kognitif (Kemampuan membaca, perkembangan bahasa, pembelajaran akademik, kesadaran spesial)


Memperbaiki pola tidur.


Meningkatkan nafsu makan.



Nathan dan Nayla sudah berada selama 15 menit di kolam renang. Itu artinya berenangnya telah usia, kini Arka dan Kalista bersiap bersiap memberisihkan badannya.


Memandikan Nathan dan Nayla dengan sangat telaten. Arka bahkan mengusapkan shampoo dan menyanyi mereka dengan sangat lembut dan hati-hati. Mereka berdua harus bersih, tidak boleh ada secuil bakteri pun yang menempel di badannya.


Kalista memakaikan baju ganti yang berbahan lembut dan ringan. Tujuannya agar pori-pori kulitnya tetap merasa nyaman.


Kalista sedang memakai pakaian ganti, tetapi sangat lama. Mungkin dirinya sambil memoleskan make up tipis dan natural. Arka menggeleng kedua bayi kembarnya dan berjalan-jalan sebentar di halaman depan sambil menunggu Kalista.


Arka hanya mengenakan kaos putih polosan, dan mengenakan celana pendek yang berwarna hitam. Kakinya juga hanya memakai sandal jepit yang biasa, tidak mahal dan sangat murah meriah. Tidak ada yang wow dari penampilannya, tetapi wajah tampannya memang tidak bisa di sembunyikan.


Dengan badan bagus dan tinggi menjulang, menggendong bayi berusia 4 bulan. Sinar matahari menerpa rambutnya yang masih basah mengucurkan air di ujungnya. Beberapa wanita genit mencuri pandang ke arahnya, tetap Arka malah semakin sibuk dengan kedua bocah kembar kesayangannya.


"Hallo mas, rumahnya di daerah mana ya? Barangkali se-arah, bodoh dong saya menumpang di mobilnya." Ucapnya dengan gamblang tanpa basa-basi dan babibubebo, bahkan dia juga sok akrab banget pegang-pegang Nathan dan Nayla.


"Duh bahagia banget ya punya suami kaya kamu mas, sudah ganteng perhatian pula." Nada suaranya terkesan di seksi-sekiiin, malah ucaoannya terdengar seperti sebuah desahan.

__ADS_1


Kalista yang baru saja selesai memoles make up natural di wajahnya, melihat suaminya sebagai di godain wanita genit tiba-tiba saja hatinya merasa geram. Dengan langkah cepat Kalista segera menghampiri suaminya, dan ingin sekali rasanya menjambak wanita itu sampai rambutnya terlepas dari kepalanya.


"Sudah punya anak, berarti susah punya suami kan? Begitu pula dengan pria ganteng yang barusan kamu godain, sedang menggendong anak berarti susah beristri dong. Mendingan urus anak dengan benar deh, urus suami juga, ngapain sih genit-genit sama suami orang?" Ketus kalista sambil mendelikkan matanya jengah, Kalista juga segera menggendong Nayla, karena Arka pasti merasa pegal harus menggendong keduanya.


"Anak dan suami? Semua itu bisa di tinggalkan kapan saja. Jangan terlalu naif ya mbak, suami gantengnya itu masih bisa saya rebut." Ucapnya sambil tersenyum sinis.


"Dasar wanita gila!" Umpat Kalista dengan penuh kebencian. Kalista hampir saja terpancing emosi, untung aja Arka segara menenangkannya.


"Kalaupun rumah kita searah saya juga tidak akan memberikan tumpangan untuk wanita rendahan seperti kamu. Rumah kita tidak mungkin searah mbak, soalnya limais rumah saya itu di sebuah perumahan elite di kawasan Jakarta. Sebanarnya itu modus kan? Jadi mbaknya pengen tahu alamat rumah saya? Cih, mau ngapain?" Tanya Arka dengan gaya cool.


"Kawasan rumah saya juga tak kalah elite, jangan sombong dulu ya mas. Kan nggak lucu kalau nanti mas bertekuk lutut, apalagi sampai meronta-ronta menginginkan kehangatan dari tubuh saya." Ucapnya dengan sombong juga, anaknya yang menangis di pangkuannya saja tidak di hiraukan.


"Duh jangan mimpi deh mbak! Jujur saja, saya sebagai sekarang perempuan sangat merasa mau dengan sikap dan perlakuan mbak." Sarkas Kalista.


"Saya pernahkan nama saya, mbaknya jangan kaget atau pingsan ya." Arka tersenyum sinis mengejek wanita itu.


"Nama saya Arkana William Anggara, anak tunggalnya bapak Anggara pemilik perusahaan Anggara, pewaris satu-satunya keluarga Anggara. Saya juga sekarang CEO di perusahaan Anggara, mempunyai bisnis di luar kota dan ada beberapa bisnis juga yang saya bangun di luar negeri. Dan ini istri saya, namanya Kalista bunga Pertiwi. Kami menikah sudah satu tahun dan di karunia dua anak kembar yang bernama Nathan Keenan Putra Anggara, dan Nayla Keeya Putri Anggara. Saya tidak pernah merasa kesepian apalagi kedinginan, karena istri saya selalu hebat dalam menghangatkan tubuh saya. Saya tidak akan selingkuh, karena cinta kita berdua abadi, yang memisahkan cinta kita hanya maut dan yang maha kuasa."


"Sudah yuk sayang, ngapain ngomong sama wanita seperti itu? Percuma otaknya nggak bakalan sampai." Kalista menarik pelan pergelangan tangan Arka.


"Hmm, benar juga. Sekarang kita cari makan aja yuk, laper." Jawab Arka, Arka bahkan mencium dahi dan pipi Kalista tepat di hadapan wanita itu, bukan hanya itu Arka juga ******* bibir Kalista sekilas, lalu Kalista semakin tersenyum sinis pada wanita itu.


Arka tengah duduk di kemudi setir, Kalista beserta dua bocah kembarnya duduk di kursi belakang.


"Bun, sebelum pergi ke kafe aku mau ke apartment Andy dulu ya sebentar." Arka berusaha meminta izin pada Kalista.


"Ngapain? Andy kan kerja." Tanya Kalista.


"Mau naro beberapa berkas di apartemennya, biar nanti besok ketika ayah masuk kerja berkas itu telah di pelajarinya."


"Terus masuknya?" Tanya Kalista lagi.


"Gampang! Pascode pintu apartment Andy mah aku juga hafal banget."


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, Arka fokus menyetir sedangkan Kalista sibuk memutar lagu anak kecil. Kedua anaknya merasa bahagia, tertawa riang gembira sembari menggerakkan tangan dan kakinya.


Arka menepikan mobilnya sebentar, meminta Kalista dan anaknya agar tetap berada di dalam mobil. Arka turun dan segera naik ke apartment Andy, mencoba menekan beberapa digit angka tetapi pintu apartment itu masih tidak terbuka.


Tiba-tiba pintu terbuka dari dalam. "Maaf, cari siapa?" Seorang pria asing muncul dari balik pintu itu, bahkan Arka sama sekali tidak mengenali pria tersebut.


"Cari teman saya, ini kan apartemen nya." Jawab Arka sedikit bingung.


"Apartment ini telah saya beli sebulan yang lalu." Tuturnya memberitahukan informasi itu pada Arka.


"Oh begitu ya! Maaf saya tidak tahu, dan maaf pula menggangu waktu bapak." Arka pamit undur diri dengan sopan.


Kenapa Andy menjual apartment? Sebegitu butuh uang kah? Mengapa Andy tidak bilang? Ada apa sebenarnya yang terjadi pada Andy?


Beberapa pertanyaan itu terus muncul dan menari-nari di benak Arka. Tidak biasanya Andy seperti itu.


"Loh, kok berkasnya di bawa lagi?" Tanya Kalista bingung, Kalista juga mengamati raut wajah Arka yang juga sama bingungnya.


"Apartment itu ada yang nempatin, bukan Andy. Katanya membeli apartemen itu sebulan yang lalu, itu artinya Andy menjual apartemennya susah satu bulan." Jawab Arka yang Kemabli lagi melajukan mobilnya.


*****


Sore hari di kantor Anggara.


Hari ini benar-benar hari yang melelahkan bagi Andy. Senin adalah puncak awal produktif untuk bekerja, tetapi hari ini Arka tidak masuk, sehingga semua pekerjaannya harus di handle olehnya. Tidak hanya itu, Andy juga harus mengecek dan memperhatikan kinerjanya karyawannya. Karena biasanya kalau Arka mengambil cuti, ada beberapa oknum karyawan yang kerjanya malas-malasan dan semena-mena.


Tadi jam 11:00 WIB juga Arka sebenarnya memiliki jadwal meeting dan bertemu klien di sebuah restoran di kawasan Jakarta pusat. Andy lah yang menggantikannya di di dampingi oleh Gina.


"Kak, ini laporan keuangan bulan ini yang baru saja Risa kasih ke saya." Ujar Gina memecahkan lamunan Andy.


"Oh oke! Thank you gin." Ujar Andy yang langsung terfokus pada selembaran kertas itu.


"Gin, minta tolong dong bikinin kopi." Andy yang memang sedang mempunyai pikiran yang sangat bercabang itupun merasa ngantuk, otaknya terlalu lelah jika terus-terusan memikirkan masalah kehidupan yang sedang menimpanya.


Gina menuruti perintah Andy, lagi pula Gina juga bisa melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana lelahnya Andy bekerja hari ini.


"Ini kak." Gina kembali membawa secangkir kopi, dan meletakkannya diatas meja kerja Andy.


"Ada yang perlu di bantu nggak kak?" Tanya Gina dengan ramah.


"Nggak ada sih kayanya." Jawab singkat, manik matanya tertuju pada layar komputer di hadapannya, sebagian jari jemarinya sedang aktif dan sangat lincah menari-nari diatas keyboard.


Gina mesin kursi, dan duduk tepat di sebelah Andy.


"Kak, lagi ada masalah ya?" Tanyanya dengan wajah menyelidik, Gina ini memang cukup pintar dalam membaca raut wajah seseorang.


"Banyak masalah mah! Di putusin kamu juga itu menjadi sebuah masalah besar." Jawab Andy sambil bersenda gurau.


"Ih serius kak!" Ketus Gina.


"Mau ngajak serius sama kamu, tapi kamunya keburu mutusin aku. Aku bisa apa?" Jawab Andy yang masih menyangkut pautkan semuanya pada Gina.


"Kan bisa seriusin Karin! Katanya sama ibu Karin aja hormat banget, menghargai banget." Cibirnya dengan bibir mencebik.


"Hmm, justeru ini juga lagi lagi lagi pusing karena masalah Karin dan keluarganya." Ucap Andy dengan menghembuskan napas gusarnya.


"Oh masalah Karin! Malas ah." Ujar Gina yang langsung bangun dari duduknya.


Bersambung...


----------------------------------🌻🌻


Jangan lupa like dan coment yang banyak!

__ADS_1


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!! Klik ❤ tambahkan favorit 🙏🤗


Find Me On Instagram : @halloimas13❤


__ADS_2