
Arka POV
Rangga Aditama? Karyawan baru departemen keuangan? Berani-beraninya dia kirim buket bunga untuk sekretaris pribadi gue? Gue nggak akan biarin Kalista dekat sama lu! Malahan nanti gue depak lu dari kantor gue. Ahhhh mood gue ancur gara-gara buket bunga. Gue emang nggak ada hubungan apa-apa sama Kalista selain boss dan sekretaris, tapi.. ah nggak tahu deh hati gue sedikit terusik gara-gara si Rangga setan sialan!
Oh, jadi Kalista suka sama bunga matahari? Gadis kecil jika kau tidak kembali pun tidak masalah, sepertinya gue jatuh cinta sama gadis sekretaris pribadi gue.
"Kalista pulang ngantor temani saya ke mall, beli sesuatu yang tempo hari nggak jadi dibeli." Ucap Arka.
"Harus?" Tiara bertanya.
"Nanti saya tlaktir makan!" Kata Arka agar Kalista mau menemaninya.
"Oke deal." Sahut Kalista yang langsung fokus lagi dengan rutinitas kerjaannya.
"Gue ikut." Asisten Andy tiba-tiba nimbrung.
"Lu pulang aja! Lu kan cape seharian ini. Gue bisa bawa mobil sendiri ko." Tegas Arka.
"Modus teruuuuuus lu! Giliran kerjaan kantor dikasih ke gue, giliran makan diluar gue malah nggak diajak." Cerocos asisten Andy karena tidak diajak.
*****
"Bapak sebenarnya mau cari apa?" Tanya Kalista sambil jalan beriringan dengan Arka disebuah mall.
"Besok peringatan hari ibu, saya mau membeli sesuatu sebagai kado buat Oma." Jawab Arka.
"Oma bapak sukanya apa?" Tanya Kalista.
"Gatau!" Jawab Arka singkat.
"Aneh" Kalista bingung
"Coba deskripsikan Oma orangnya seperti apa?" Perintah Kalista.
"Oma usianya 75 tahun tapi masih segar dan bugar berbeda jauh dengan usianya, Oma terlihat seperti masih 60tahunan." Arka mencoba mendeskripsikan Oma Wenny.
"Hmmm, apa ya jadi bingung." Kalista mulai berpikir.
"Oma orangnya nggak ribet dan santai." Arka masih melanjutkan perkataannya.
"Kasih liontin aja." Mata Kalista berbinar.
__ADS_1
"Oma nggak suka perhiasan." Jawab Arka.
"Yaudah, ikutin saya pak." Kalista berjalan mengitari mall, keluar masuk toko sudah berkali-kali tapi masih belum menemukan barang yang cocok.
"Saya mau itu yang di patung." Kalista menunjuk daster yang di patung, daster warna merah dengan motif bunga anggrek.
"Oma suka pake daster, kenapa saya nggak kepikiran ya?" Kata Arka.
"Berat badan Oma berapa?" Tanya Kalista.
"Sekitaran 60kg."
"Oke ini muat." Kalista antusias.
Kalista langsung mengajak Arka berjalan ke arah kasir.
"Gaada yang mau dibeli buat ibu kamu gitu?" Tanya Arka.
"Ada." Jawab Kalista datar.
"Yaudah sana cari barang buat ibu kamu, nanti saya yang bayar." Perintah Arka, karena Arka mengira bahwa Kalista tidak ada uang.
"Nanti pak, barang yang saya cari nggak ada disini." Kata Kalista.
Tanpa sepengetahuan Kalista, ternyata Arka dari tadi telah selesai menerima telepon. Diam-diam Arka mengikuti Kalista, dan Arka pun melihat wajah kaget Kalista ketika melihat price tag dress tersebut. Arka kemudian mengirim pesan pada Kalista, agar Kalista langsung saja ke parkiran.
*****
"Rangkai bunga mawar merah dan mawar putih menjadi buket berbentuk love." Perintah Kalista kepada pelayan di toko bunga.
"Baik, mba." Pelayan tersebut segera merangkai bunga sesuai keinginan Kalista.
"Nih pa." Kalista memberikan Arka pena dan secarik kertas.
"Untuk apa?" Arka bingung.
"Tulis ucapan hari ibu, buat Oma." Jelas Kalista.
"Mba ini bunga nya, apa ada lagi yang akan dipesan?" Pelayan tersebut tersenyum ramah.
"Rangkai bunga matahari, bunga mawar merah dan putih, dan bunga anggrek. Disatuin di bikin 2 buket." Kata Kalista.
__ADS_1
"2 buket?" Tanya Arka.
"Untuk Bunda dan Ayah." Seru Kalista, Arka malah bingung ini kan hari ibu, masa ayahnya juga dikasih buket.
*****
"Mau makan dimana?" Tanya Arka, tetapi masih tetap fokus melajukan mobilnya.
"Perempatan lampu merah." Jawab Kalista.
"Perempatan lampu merah?" Arka kaget.
"Iya, disana ada bakso yang super duper enak. Nanti di bungkus aja, saya makannya di kost. Karena saya tahu, bapak nggak mungkin mau makan di pinggir jalan kaya gitu, dipikiran bapak pasti tempat itu kotor dan kumuh." Kata Kalista sambil tersenyum.
"So tahu banget deh! Saya juga mau makan di situ." Arka merasa tersinggung oleh ucapan Kalista, tetapi hatinya ragu karena menyetujui Kalista untuk makan ditempat tersebut.
"Kamu aneh banget deh, dari sekian banyak cewe yang dekatin saya, cuma kamu doang yang minta tlaktir makan pinggir jalan. Kalau cewe lain mah mintanya di restoran bintang 5, restoran mahal, kafe-kafe high class." Arka berkata seperti itu, karena merasa aneh dengan Kalista.
"Bapak harus tahu, bahwa saya tidak termasuk kedalam golongan cewek-cewek seperti itu." Tegas Kalista sambil tersenyum.
*****
"Ternyata bakso disini emang super mantap ya." Kata Arka sambil makan bakso.
"Mantap nya bukan main pak, ini adalah kenikmatan yang haqiqi." Seru Kalista yang masih sibuk mengunyah bakso dengan kuah pedas andalannya. Arka hanya tersenyum saja melihat Kalista antusias makan bakso.
"Bunga nya layu nggak ya? Rencana saya mau kasih ke oma besok sore." Tanya Arka.
"Layu! kenapa ngga nanti malem atau besok pagi aja?" Kalista heran kenapa Arka harus menunggu besok sore.
"Ya karena besok sore baru mau pulang ke rumah, malam ini masih di apart. Seru Arka.
"Ambil tissue masukin ke dalam gelas, lalu tuangkan air, trus tangkai bunga nya masukin. Jadi bunga nya segar terus." Jelas Kalista.
"Oiya pak, besok saya izin masuk siang ya, sekitaran jam 10an. Soalnya saya mau ketemu ayah bunda dulu." Kata Kalista.
"Iya boleh. Jawab Arka.
-----------------------------------🌻🌻
Jangan lupa like dan coment!
__ADS_1
Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!