
"Jangan gegabah! Polisi saja tidak bisa menemukan bukti! Dan menyatakan bahwa itu murni kecelakaan. Itu artinya, yang merencanakan semua ini bukan orang biasa. Kita selediki bareng-bareng dan secara diam-diam. Pokonya lu tenang dulu jangan gegabah!!!" Andy berusaha menenangkan Arka yang sedang emosi.
"Gimana gue bisa tenang? Selama ini gadis gue hidup menderita! Jika posisi ini ada di elu, lu bisa tenang nggak?" Arka membentak Riko.
"Ya makanya lu tenang dulu! Lu mau selidiki sekarang? Yakin bakalan langsung dapat buktinya?" Andy menarik tangan Arka, sehingga Arka pun tersungkur dan kembali duduk.
"Usaha lagi sukses-suksesnya, tiba-tiba kecelakaan, rumah langsung di sita! Cctv pun menunjukan murni kecelakaan, semuanya sudah di setting. Kita lagi berhadapan dengan orang yang berbahaya, itu bukan orang sembarangan! Kita nggak bisa semena-mena!" Riko kembali bersuara, Arka menyimak dengan mata terpejam, sepertinya dia terlihat lebih tenang.
"Lu ke RS sekarang! Bayar semua tunggakan perawatan tante Luna." Perintah Arka pada Andy.
"Sekarang? Gila kali diluar lagi hujan deras dengan petir yang menyala-nyala." Perotes Andy yang tidak mau beranjak dari Coffee shop.
"Gue maunya lu lunasin sekarang!" Sengit Arka dengan tatapan nya yang mematikan itu.
"Kalian berdua tuh beg* banget sih! Lu hubungi pihak RS trus transfer sekian nominal. Kelar kan? Jangan dibuat ribet lah!!" Sarkas Riko, Andy dan Arka langsung mangut-mangut tanda mengerti.
Andy langsung mengutak-atik ponselnya, 10 menit kemudian "Udah kelar! Gue udah lunasin!" Andy langsung memasukkan ponselnya kedalam saku.
"Sekarang gimana? Mau langsung kasih tahu bahwa lu adalah Willi?" Tanya Riko yang langsung membuat Arka menegakkan kepalanya.
"Nggak bisa! Bulan ini kang Yoora ada fashion week disini, gue mau kelarin masalah gue dulu sama kang Yoora." Arka mendesah kan nafasnya pasrah.
"Lu tinggal pilih mau Kalista atau kang Yoora! Jangan sampai lu sakitin Kalista." Andy memperingatkan Arka.
"Kalista lah! Gila kali kang Yoora!" Sarkas Arka, Andy dan Riko menatap Arka dengan senyum meledeknya.
"Beberapa bulan ini gue udah nyuruh orang kepercayaan gue di Korea buat mantau semua kegiatan Yoora, dan gue udah tau semua kebusukan dia! 2 bulan yang lalu dia berhubungan dengan Randy? Lu berdua tau lah siapa Randy? Randy menyuruh Yoora untuk menghancurkan karir gue."
"Gue haus bro! Kasih minum lah!" Protes Arka yang memang semenjak dia duduk di ruangan Riko sama sekali belum meneguk air, Riko menyerahkan sebotol air mineral, dan langsung diteguk oleh Arka.
"Lanjut!" Andy ingin mendengar kelanjutan cerita dari mulut Arka.
"Rencana nya nanti Yoora selesai fashion week, akan menjebak gue gitu. Ngasih minum sampai gue mabuk, lalu gue disuruh menandatangani dokumen-dokumen yang dia pegang. Nah di dokumen itu semuanya telah dipersiapkan oleh Randy, bahwa gue harus menyerahkan perusahaan gue sama Randy." Arka menjelaskan dengan santai.
__ADS_1
"********!" Andy mengumpat atas kelakuan Yoora dan Randy.
"Pengecut banget sumpah!" Riko pun terlihat emosi sama seperti Andy.
"Kalem bro! Gue tau kalian berdua sayang banget sama gue!" Arka terkekeh geli dengan perkataannya.
"Nah gue juga udah punya planning, yakali gue diam aja!" Arka menaik turunkan alisnya dengan senyum menyeringai.
"Jadi gini, nanti Yoora kan ke Indonesia nih, gue akan berpura-pura untuk tetap menjadi teman kencannya dia. Tiba waktunya dia ngasih minum ke gue, gue bakalan ngulur waktu dan cari cara untuk menukar gelas itu, gue bakalan pura-pura mabuk terlebih dahulu dan menandatangi dokumen itu. Nah saat dia mabuk gue akan beraksi menukar dokumen ditangannya dengan berkas yang gue punya. " Arka masih berkata dengan sangat santai.
"Lu nyiapin dokumen apa?" Tanya Riko.
"Gue bakalan rebut perusaahan Randy menjadi milik gue." Arka tersenyum dengan menyeringai, seperti sedang membayangkan hari itu tiba.
"Dan pada saat itu juga gue bakalan ungkap ke publik semua kelakuan bejat kang Yoora yang sering naik ranjang para pejabat di negeranya. Biarkan mereka berdua hancur bersama." Arka tersenyum simpul.
"Wah gila lu bro, keren banget dah boss gue ini." Andy langsung menepuk-nepuk bahu Arka.
"Terus penyelidikan kecelakaan ortu Kalista?" Tanya Riko.
"Gue penasaran deh siapa orang di balik kecelakaan ortu Kalista?" Andy berkelana dengan pikirannya.
"Gue lebih penasaran siapa backing'an Randy?" Riko pun ikutan menerka-nerka.
"Kita tunggu tanggal mainnya!" Lagi-lagi Arka tersenyum menyeringai.
"Sumpah ya gue baru tau kalau seorang Arka pun bisa meneteskan air mata demi wanita." Riko mulai meledek Arka.
"Sampai ingus nya meler-meler keluar, menjijikan sumpah!" Andy bergidik ngeri diselangi dengan tawa terbahak.
"*******! Sialan ya kalian berdua!" Umpat Arka yang tidak terima ditertawakan oleh kedua sahabatnya.
"Kalista, gadisku. Akhirnya gue menemukan si gadis kecil gue yang sudah dewasa menjadi wanita cantik." Arka tersenyum-senyum membayangkan wajah Kalista.
__ADS_1
"Lu harus mempersiapkan hati dan mental lu, belum tentu Kalista mau jadi pacar lu!" Riko berbicara serius, sehingga Arka mengernyitkan dahinya merasa bingung dengan ucapan Riko.
"Iya bro! Ingat kan lu sering banget ngerendahin Kalista, lu juga bilang dia murahan. Yakin cinta lu diterima? Gue sih yakin lu ditolak mentah-mentah untuk menjadi pacarnya." Andy ikut menimpali perkataan Riko.
"Terus gue harus gimana? Gue nggak mau Kalista jadi milik pria lain?" Arka gusar dan merutuki kebodohannya, dengan panik Arka mengambil ponsel di dalam saku jasnya, akan menghubungi Kalista. Andy dan Riko memperhatikan tingkah laku Arka, mereka ingin sekali terbahak-bahak.
"Ngapain ngambil ponsel?" Andy kini bertanya dengan terbahak-bahak.
"Nelpon gadis gue!" Sengit Arka.
"Gadis gue? Really? Kemarin-kemarin lu ngerendahin ya, sekarang? Selama ini kemana aja? Baru ngeh sama perasaan sendiri? Gue tau ko sebenarnya elu udah jatuh cinta sama Kalista, jauh sebelum lu tau kalau bunga adalah Kalista. Iya kan? Gengsi lu luas banget bro! Seluas samudera!" Riko mencibir, karena selama ini Riko tau perlakuan Arka pada Kalista.
"Lu sahabat gue kan? Dukung gue dong!!!" Arka berteriak pada dua sahabatnya itu.
"Lu berjuang sendiri!" Andy berkata sambil menyenderkan punggungnya ke sopa.
"Sebenarnya gue jatuh cinta sama Kalista." Celetuk Riko.
"Brengsek! Lu mau tikung gue hah? Sahabat macam apa lu?" Lagi-lagi Arka terpancing emosi.
"Gue nggak akan nikung lu! Lu berjuang aja dulu, nanti kalau Kalista nggak mau sama lu, biarkan gue yang maju untuk menjadi pendamping hidupnya." Ujar Riko santai, yang sebenarnya sedang meledek Arka.
"Nah setuju! Gue dukung lu bro!" Andy merangkul dan menepuk-nepuk punggung Riko.
"Lu berdua *******! Setan lu!" Arka semakin terpancing emosi, marah-marah terusan, sementara Riko dan Andy sudah tidak kuat menahan tawanya. Tawa mereka pun pecah diruangan Riko.
----------------------------------🌻🌻
Jangan lupa like dan coment!
Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!
Find Me On Instagram : @halloimas13❤
__ADS_1
Gaes ini aku up nya tgl.4 jam 2 siang, tapi sampai sekarang belum dilulusinjuga😌 nggak tau deh kenapa😔