SUN FLOWER

SUN FLOWER
APA SYARATNYA?


__ADS_3

"Mau kemana lu?" Andy melihat Arka bangun dan langsung menyambar kunci mobilnya, sedangkan Andy akan di tinggal begitu saja, padahal tadi Arka ke coffee shop bareng Andy.


"Mau ketemu si gadis sunflower!" Jawab Arka enteng tanpa melihat Andy.


"Gue ikut!" Andy bangkit dan menghampiri Arka yang sedang menatap nya tajam.


"Gue juga!" Riko pun melakukan hal yang sama dengan Andy.


"Ngapain sih? Udahlah kalian disini aja!" Perintah Arka tegas! Arka tidak mau Andy dan Riko ikut ke apartment Kalista.


"Lagian kan kerjaan lu masih banyak ko!" Arka masih mencari alasan agar Riko tidak ikut dengan nya.


"Gampang bro! Nanti di handle sama manager gue!" Riko tersenyum dan menaik turunkan alisnya.


"Apa-apaan sih lu? Gue juga nggak boleh ikut gitu? Lu kan tau sendiri tadi gue datang ke sini bareng lu, berarti gue juga pulang harus bareng lu!" Protes Andy tidak terima akan ditinggal di coffee shop oleh Arka.


"Yaudah ayo gue anterin lu pulang dulu!" Arka masih kekeuh tidak ingin dua sahabatnya itu ikut.


"Parah lu! Yaudah sana tinggalin gue! Besok gue akan resend dari kantor Anggara!" Ceritanya Andy ngambek, trus ngancam mau keluar dari kantor Anggara.


"Boleh tuh! Nanti gue tinggal cari orang baru!" Arka tersenyum penuh kemenangan. Andy dan Riko langsung menampilkan wajah jengahnya.


"2 kampret ayo!" Arka berjalan, kemudian menengok lagi ke belakang karena Andy dan Riko tidak mengikutinya.


"Tadi maksa-maksa pengen ikut, sekarang diajak malah pada cengo melongo gitu kaya orang idot!" Sarkas Arka yang mulai kesal dengan 2 sahabatnya itu.


"Let's go!" Riko langsung menarik tangan Andy agar mengikuti Arka.


"Pake mobil siapa?" Tanya Andy.


"Mobil gue! Riko juga nebeng mobil gue aja!" Kata Arka.


"Okey!" Riko berkata santai.


Kini mereka tengah berada di dalam mobil, menuju apartment Kalista, tetapi di tengah jalan Arka meminta berhenti untuk membelikan makanan untuk Kalista.


Jalanan lumayan macet, karena ada pohon tumbang di tengah jalan. Hujan deras di sertai petir itu cukup memporak porandakan satu pohon beringin. Tidak jauh dari situ Arka melihat seorang wanita paruh baya, memakai payung keluar dari angkot dan berjalan dengan tergesa-gesa. Arka melihatnya, dan mengenalinya dia adalah ibu kost. Langsung saja Arka mempersilahkan nya masuk.

__ADS_1


"Mau kemana Bu?" Tanya Arka, ibu kost sudah duduk didalam mobil disebelahnya.


"Mau ke apartment si neng Kalista, ibu teh mani khawatir pisan, soalna pan si neng mah takut guludug. Suka nangis-nangis." Memang terlihat dari wajahnya ibu kost sangat khawatir pada Kalista.


"Andy, naikkan kecepatan!" Arka memerintah, dan Andy langsung menaikkan kecepatan. Sepuluh menit kemudian mobil telah sampai di depan gedung apart.


Semua nya turun, dan langsung menuju lift. Sekarang semuanya sudah berada di depan pintu apartment Kalista. Ibu kost sudah memencet bel, tetapi Kalista tidak kunjung membukakan pintu.


Arka langsung saja menekan beberapa digit angka, lalu pintu apartment pun terbuka. Kenapa Arka tahu? Karena Arka lah yang men-setting pascode apartment Kalista.


Langkah pertama mereka masuk, mereka langsung celingak-celinguk mencari Kalista, mata Arka terpaku pada selimut tebal diatas sofa, seperti sedang membalut seseorang.


Arka berjalan mendekati sofa, kemudian menyibak selimut tersebut.


"Kalista." Arka bergumam lirih, didalam selimut tebal Kalista tertidur dengan mata sembab khas orang setelah menangis, sambil memeluk 1 pigura, yaitu foto keluarganya.


"Neng geulis." Ibu kos menatap Kalista sedih kemudian mencium pipinya, seperti seorang ibu kandung yang sangat menyayangi anaknya.


"Pindahin aja ke kasur." Ujar Andy.


"Iya, tidur di sopa nggak bakalan nyaman!" Riko menimpali perkataan Andy.


Arka pun sebenarnya mengetahui kalau Kalista sudah bangun ketika sedang berada di pangkuannya, makanya pas sampai kamar Arka langsung menutup pintu kamar Kalista, merebahkan badan Kalista diatas kasur, kemudian cup😘 Arka mencium kening Kalista.


Kalista bangun, dan langsung mendorong tubuh Arka.


"Minggir! Dasar mesum sialan!" Kalista mengumpat atas perlakuan Arka.


"Bisa usir mereka semua nggak?" Kalista panik ketika mendengar suara mereka, karena keadaan Kalista sedang tidak memungkinkan untuk bertemu dengan mereka.


"Kenapa?" Arka malah bingung dengan ucapan Kalista.


"Lu pikir gue cewe apaan hah? Harus nemuin mereka dengan leher gue yang penuh dengan gigitan elu?" Noda merah di leher Kalista memang sebagian sudah memudar, tetapi masih banyak juga yang masih terlihat jelas.


"Lu makin cantik ya kalau lagi panik! Gue jadi pengen menikmati bibir mungil ini lagi." Arka menggoda Kalista, sambil menempel kan telunjuknya pada bibir Kalista.


"********!" Umpat Kalista.

__ADS_1


"Mau gue bantu ilangan nggak tanda merahnya? Tapi ada syaratnya!" Arka seperti sedang melakukan penawaran dengan senyum seringainya, seperti sedang merencanakan sesuatu.


"Gimana?" Tanya tanya Arka tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.


"Apa syaratnya?" Kalista mendelik kesal, dan merasa was-was takut Arka melakukan sesuatu.


"Peluk gue! Trus cium pipi gue!" Jawab Arka santai.


"Nggak mau!" Ketus Kalista.


"Yaudah gue keluar!" Arka kemudian melangkahkan kakinya menuju pintu.


"Oke!" Suara Kalista menghentikan langkah Arka.


"Oke apa?" Tanya Arka yang pura-pura tidak mengerti.


Kalista tanpa menjawab, langsung memeluk Arka dan mencium pipi Arka, Kalista berjinjit untuk mencium pipi Arka, karena tinggi Kalista hanya sebatas bahu Arka. Arka pun langsung mengecup puncak kepala Kalista.


"Boss.. ngapain lu di dalam? Lama amat." Tiba-tiba pintu di kamar Kalista di ketuk oleh Andy.


"Awas aja lu! Jangan macam-macam!" Kali ini yang terdengar adalah suara Riko.


"Gimana ini? Pasti mereka mengira kita ngapa-ngapain?" Seru Kalista dengan wajah paniknya.


"Ya udah sih tinggal bilang aja tadi lu peluk gue, cium pipi gue, terus gue cium puncak kepala lu. Simple bukan?" Seperti biasa Arka selalu santai dalam berbicara.


"Sialan! Setan!" Lagi-lagi Kalista mengumpat.


"Sekali lagi mengumpat, gue ***** bibir lu satu jam!" Arka menekan-nekan bibir Kalista dengan telunjuknya.


"Najis! Bisa bengkak bibir gue." Kalista kesal dan menghempaskan telunjuk Arka dari bibirnya.


----------------------------------🌻🌻


Jangan lupa like dan coment!


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!

__ADS_1


Find Me On Instagram : @halloimas13❤


__ADS_2