
"Andy lama banget! Tunggu bentar ya saya ke toilet dulu!" Ujar Arka pada Kalista.
Ketika Arka ke toilet, Kalista melihat-lihat baju. Kalista terpaku pada dress yang sangat cantik berwarna peach, lalu mata Kalista tertuju pada hills berwarna gold dengan aksen bunga-bunga kecil di pinggiran hills tersebut. 10 menit berlalu, sebenarnya Arka telah kembali dari toilet, tetapi Arka memilih untuk memperhatikan Kalista terlebih dahulu sebelum menghampirinya. Tiba-tiba ponsel Arka berdering dan Arka segera menjauh dari keramaian.
"Wah cantik banget." Kalista menyentuh atasan bertali bahu kecil berwarna marun.
"Hallo, cari apa kak? Ada yang bisa saya bantu? Silahkan di pilih-pilih dulu." Tanya wanita penjaga toko tersebut dengan senyum sangat ramah.
"Ah nggak ko, saya cuma lihat-lihat saja!" Jawab Kalista tak kalah ramahnya.
"Padahal cantik, yakali ke mall cuma lihat-lihat saja! Penampilan juga oke banget, kayanya bajunya juga dari brand ternama. Gadis seperti ini pasti suka manjat ranjang pejabat atau ranjangnya om-om." Wanita penjaga toko itu bergumam pelan tetapi masih terdengar oleh Kalista.
"Ya ampun siapa sih gue? Jangan sentuh-sentuh deh malu, gue kan missqueen." Batin Kalista sambil berjalan akan keluar dari toko tersebut, tetapi baju yang dipatung nyangkut di jam tangan Kalista, sehingga baju tersebut dan baju-baju yang lainnya pun ikut terjatuh.
Braaaaaaak, baju-baju terjatuh. Kalista kaget dan speechless di tempatnya berdiri, para karyawan menghampiri toko tersebut. Semuanya menatap Kalista dengan tajam dengan sorot mata yang tidak bersahabat. Semuanya menatap dan memperhatikan Kalista, seperti seekor singa yang siap menerkam mangsanya, seperti seorang ibu tiri yang siap memarahi anak tirinya.
"Total semuanya! Gadis ini harus membayarnya sekarang juga." Ucap wanita penjaga toko pada temannya sesama karyawan.
"Tapi kan bajunya nggak rusak, saya bisa bereskan sekarang juga! Kalau perlu saya cuci sekalian saya setrikaan deh!" Kalista membantah jika harus membayar, karena ini harganya mahal-mahal, uang Kalista tidak akan cukup untuk membayar semua baju yang terjatuh.
"Nggak ada uang? Pakaian oke banget, sepatu juga dari brand ternama. Kamu simpanan om-om ya?" Sindir penjaga toko tersebut sambil terus mencibir Kalista.
"Kalau ekonomi pas-pasan, kantong kering, apalagi miskin jangan berani menyentuh baju mahal!" Bentak penjaga toko merendahkan Kalista.
"Saya memang miskin, saya juga memang tidak sanggup membayar baju-baju yang jatuh itu, tetapi saya masih punya harga diri, dan saya bukan simpanan om om!!!" Teriak Kalista sangat lantang dengan emosi yang meluap-luap.
Suasana mall menjadi sangat ramai, karena banyak orang berkumpul dan menyaksikan kejadian di toko tersebut. Kalista masih beradu mulut dengan wanita penjaga toko itu.
"Kalista mana?" Tanya asisten Andy menghampiri Arka yang baru selesai menerima panggilan telpon.
"Buang hajat sekarung ya lu? Lama bener!" Protes Arka.
"Mules gue! Sorry!" Asisten Andy mengusap-usap perutnya.
"Eh ada apaan tuh rame banget!" Asisten Andy sambil memperhatikan kerumunan orang tersebut.
__ADS_1
"Nggak tahu tuh ada yang teriak-teriak dari tadi." Kata Arka santai.
"Eh iya tadi gue tinggalin Kalista di toko itu." Arka dan asisten Andy langsung menghampiri kerumunan orang tersebut.
"Kamu gadis simpanan om om kan? Hubungi om om itu dan suruh ganti rugi semua baju-baju yang kamu jatuhkan itu!" Penjaga toko terus-terusan membentak Kalista.
"Saya bukan simpanan om om, dan saya tidak semurahan itu!!!" Kalista mencoba berontak, karena kedua tangannya di pegang erat oleh penjaga toko.
Suasana sangat tegang, Kalista menjadi objek atas semua kesalahan itu. Arka dan asisten Andy menerobos kerumunan orang-orang yang berdesakan menyaksikan kejadian tersebut.
"Lepasin dia!" Jawab Arka.
"Ini wanita simpanan mu bukan? Bayar semua baju yang dijatuhkan dia!" Bentak karyawan penjaga toko tersebut.
"Panggil manager departemen store ini! Cepat!" Teriak Arka lebih lantang dari penjaga toko.
"Bawakan kursi ke sini!!" Arka marah-marah dan berteriak pada semua orang yang berkerumun di situ.
Manager departemen store datang dengan tergesa-gesa, karyawan yang dibentak Arka pun datang membawa kursi.
"Ada apa ini tuan?" Tanya bapak manager tersebut.
"Pecat semua karyawan ini, mereka tidak punya etika!" Arka menunjuk semua karyawan yang membentak dan menghina Kalista.
"Tapi pak..." Para karyawan berontak, tetapi apa daya? Arka tidak akan menarik ucapannya kembali dan bisa dipastikan bapak manager pun tidak akan membantah.
"Tidak ada tapi-tapian! Kalian membuat saya malu!" Bentak bapak manager pada karyawan.
"Saya minta maaf yang sebesar-besarnya tuan, saya tidak becus memilih karyawan. Mereka semua akan saya pecat!" Ujar bapak manager yang sama sekali tidak di hiraukan Arka.
"Gadis ini sekretaris pribadi saya! Hari ini dia di make over atas perintah saya, dia bukan simpanan om om! Dan dia tidak semurahan yang kalian pikirkan! Camkan itu!!!" Arka berkata dan menatap bengis para karyawan tersebut, semua orang terdiam tidak ada yang berani menjawab.
"Pak Arka kalau marah ngeri juga ya, kaya harimau lagi laper." Celetuk Kalista berbisik ditelinga asisten Andy.
"Hati-hati ya kamu nanti dimakan harimau." Balas asisten Andy berbisik ditelinga Kalista, dan mereka pun berusaha menahan tawa akibat percakapan yang mereka lontarkan barusan.
__ADS_1
"Andy, bawa Kalista ke mobil!" Perintah Arka.
"Oke." Asisten Andy menjawab singkat.
Asisten Andy dan Kalista keluar dari mall tersebut dan berjalan ke parkiran. Sementara Arka masih berada di dalam mall.
"Periksa cctv! Bungkus semua barang yang disentuh gadis tersebut dan kirim ke alamat apart saya!" Ujar Arka sambil melemparkan kartu kredit, lalu meninggalkan toko tersebut.
"Baik tuan." Bapak manager terlihat gugup.
"Kalian semua tahu tidak siapa dia? Dia Arkana William Anggara! Seorang CEO perusahaan Anggara! Anak dari bapak Anggara pemilik mall ini!" Manager tersebut menjelaskan pada semua karyawan, semua karyawan hanya bisa terdiam dan merutuki tindakan bodohnya tadi.
*****
Asisten Andy menyetir, Arka dan Kalista duduk di belakang. Kalista menyenderkan punggungnya dan memejamkan kedua matanya, Arka memperhatikan gerak-gerik Kalista, dan hatinya merasa seperti ada perasaan sedih.
"Jika ingin menangis, menangis lah! Luapkan semuanya, sekuat apapun seseorang pasti ada titik rapuhnya! Walaupun air mata tidak dapat menyelesaikan masalah, tetapi terkadang air mata bisa membuat hati sedikit lebih tenang." Ucap Arka sambil terus memperhatikan wajah Kalista dengan mata terpejam.
"Jika saya bisa menangis, mungkin dari tadi sudah saya tumpahkan ini air mata. Tapi saya sadar diri, wajah saya telah di make up oleh MUA yang sangat terkenal dan profesional dengan bayaran yang pasti fantastis, dan saya sadar bahwa saya tidak akan mampu untuk membayar itu. Jadi, saya akan menjaga make up di wajah saya ini agar tidak luntur sampai jam kerja saya selesai." Ucap Kalista panjang lebar dengan mata yang masih terpejam.
"Ya nangis aja! Kalau make up nya luntur nanti saya panggil lagi MUA nya." Jawab Arka santai.
"Nggak perlu tuh! Bapak nggak ngerti sih gimana susahnya cari rupiah." Kalista terus berbicara tanpa membuka kelopak matanya.
Asisten Andy sama sekali tidak ikut berbicara, dia memilih untuk fokus menyetir. Arka dan Kalista sudah tidak terlibat dengan percakapan, mereka saling diam.
"Sudah sampai! Ayo turun!" Suara asisten Andy menyadarkan Kalista dan Arka dari lamunan mereka.
----------------------------------🌻🌻
Jangan lupa like dan coment!
Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!
Find Me On Instagram : @halloimas13❤
__ADS_1