SUN FLOWER

SUN FLOWER
MAIN KE APART 2


__ADS_3

"Ayo dong cepat cerita! 30menit lagi ban bemo datang!" Seru Tiara yang sangat penasaran dengan cerita Kalista.


"Iyaa gue ciuman! Udah gitu doang!" Jawab Kalista datar.


"Ah lebih detail dong!" Paksa Tiara yang sangat antusias untuk mendengarkan.


"Kepo banget sih lu!" Ketus Kalista.


"Elu kan curhat, ya wajar aja gue kepo kan gue pendengar!" Balas Tiara sengit.


"Ceritain dari awal! Cepat! Atau nggak gue pulang aja!" Ancam Tiara.


"Eh bentar deh gue WhatsApp 2 kucrut dulu, suruh beli kopi sama cemilan." Tiara mengirim pesan kepada Bima Bimo.


"Sorry sorry gue nggak ngeh kulkas gue kosong hehe." Seru Kalista yang mendapat tatapan menusuk dari Tiara, arti dari tatapan Tiara adalah agar Kalista langsung curhat saja tidak perlu berbasa-basi.


"Si brengsek itu dengar celotehan yang dikantin, terus pas gue lagi foto copy berkas gosip murahan itu trending lagi! Tiba-tiba si Arka sialan itu muncul seakan-akan lagi ngebelain gue gitu. Yaaah gue senang dong! Tapi itu awalnya doang. Hmmmm bentar ya gue perlu nafas dulu!" Seru Kalista sambil menarik nafas.


"Trus dia tarik tangan gue, kencang banget deh sumpah. Sampe sakit nih tangan gue." Kalista menunjukan pergelangan tangannya.


"Lanjut mba!" Tiara menopang dagunya, serius sekali mendengar curhatan Kalista.


"Gue ngomong aja sama sekali nggak di dengar! Pura-pura tuli tuh si brengsek! Eh taunya gue di bawa keruangan dia! Ruangan kerja gue juga sih. Yang bikin jantung gue mau copot adalah dia ngunci pintu ruangan itu." Kalista malu sehingga berbicara sambil menutupi wajahnya.


"Wadidaw mantap jiwa! Seru nih!" Tiara semakin dibuat penasaran.


"Tiba-tiba CEO gila itu nyerang gue! Abis deh pokonya bibir gue dilumat nya! Beg* nya diri gue nih ya tanpa sadar malah merespon ciumannya. Mana ke pergok lagi sama asisten Andy. Sumpah deh ya rasanya gue pengen cabut nyawa gue aja gitu saking malunya! Muka juga yakin nggak ke kontrol, pasti kek kepiting rebus." Kalista menceritakan dengan nafas yang tidak beraturan.


"Tomat busuk kali muka lu mah." Celetuk Tiara.


"Sialan lu!" Umpat Kalista.


"Perkataan gue yang dikantin kan cuma iseng doang tuh, eh dia dengar ternyata. Gila cuy berasa drakor banget ini mah." Kalista sesekali menghela nafas disela-sela ceritanya.


"Mau dong gue, eh btw enak nggak ciumannya? Lembut nggak?" Tanya Tiara semakin penasaran.


"Mana gue tau! Gue aja nggak pernah ciuman!" Kalista merasa kesal dengan pertanyaan Tiara.


"Eh bentar-bentar deh maksud lu perkataan dikantin apa? Perkataan yang mana?" Tiara baru ngeh.


"Yang itu 'Pak Arka hebat di ranjang'" Kalista merasa sangat malu.


"Terus apa tanggapan dia? Lu sih iseng tapi kebangatan." Cerocos Tiara.


"Katanya dia emang hebat di ranjang, mari kita buktikan! Najiiis nggak sih CEO mesum." Kalista makin geram walaupun hanya bercerita.


"Elu mau? Mau aja dong! Pak Arka kan ganteng trus dia juga pewaris tunggal perusahaan Anggara loh! Enak banget jadi lu udah ciuman eh dapat tawaran ranjang." Tiara senyum-senyum seperti sedang membayangkan sesuatu.


"Ya nggak mau lah! Lu pikir gue cewe apaan! Elu tuh ya otaknya harus di cuci! Sejak kapan lu jadi mesum begitu?" Kata Kalista dengan penuh penekanan!


"Kalista yang cantik dan aduhay ya lu pasang tarif lah 80juta!" Kata Tiara.


"Jangan 80 juta! Tahun kemarin aja artis yang itu keciduk polisi gara-gara 80 juta. Lu mah 10 M juga laku ta." Celetuk Bima yang tiba-tiba datang tanpa menekan bell.


"Tapi gue yakin! My queen kita tidak semurahan itu." Ujar Bimo santai sambil bergabung duduk di sopa.


"Ngagetin aja kalian." Ucap Kalista.

__ADS_1


"Sorry hehe." Bima.


"Beli cemilan nggak?" Tanya Tiara.


"Beli nih." Kata Bimo yang mengangkat sekantong cemilan.


"Gue masak dulu ya." Kalista.


"Lu bisa masak?" Tanya Bima.


"Bisa dong!"


" Woooow hebat! Gue kira cuma bisa bikin cupcake aja! Salut gue." Ujar Bimo dengan mata berbinar.


*****


Kalista sedang tempur di dapur, sementara Tiara dan 2 kucrut itu sedang asyik mengobrol di ruang tamu. Sesekali tawanya terdengar sampai ke dapur.


"Mau gue bantu nggak?" Tawar Tiara.


"Eh anjiiir sialan lu ngangetin gue!" Kalista menoleh sebentar, lalu melanjutkan lagi acara masaknya.


"Potong-potong bayam! Terus cuci." Perintah Kalista.


"Siap ibu chef!" Tiara langsung memotong bayam.


"Ini apart 10 kali lipat lebih luas dari kosan gue!" Bimo muncul dan menepuk pundak Kalista.


"Lu beg* deh ngangetin gue!" Kalista kesal karena merasa kaget untuk yang kesekian kalinya.


"Kenapa sih? Hari ini lu kagetan?" Ujar Bima sambil memberikan segelas air mineral.


"Ra...." Kalista melotot pada Tiara.


"Siapa buaya itu? Brengsek!" Cetus Bima.


"Lu kenapa Bim? Nafsu amat! Becanda kali Tiara, mana ada di gigit buaya? Buaya masih di kebun binatang!" Ujar Bimo yang memang belum sepenuhnya mengerti ucapan Tiara.


"Gue mau baku hantam! Otak lu terbuat dari apa sih? Lemot banget!" Celetuk Bima.


"Baku hantam sama buaya! Yang ada nanti lu di telan!" Kata Bimo santai.


"Malam ini gue menyadari bahwa gue harus bersyukur sangat sangat bersyukur, karena otak gue jauh lebih baik daripada lu ban Bimo." Ucap Bima kesal.


"Ban bemo kali! Bukan Bimo." Bimo menyangkal.


"Woooyyy udah dong gausah debat di dapur! Ini gue masak udah kelar loh." Sewot Kalista.


"Udah kelar? Widih mantap nih." Bima mengendus-endus wangi masakan tersebut.


"Iya lah udah kelar, lu berdua malah sibuk debat." Cetus Tiara.


"Ayo bawa ke ruang makan!" Perintah Kalista.


*****


"Kenyang." Tiara mengelus perutnya.

__ADS_1


"Masakan lu enak banget ta." Seru Bima.


"Gue sampe nambah 3 kali, nikmat." Kata Bimo sambil merebahkan punggungnya ke sofa. Karena setelah selesai makan mereka langsung Pindah ke ruang tamu.


"Emang dasarnya aja lu rakus!" Celetuk Tiara pada Bimo.


"Kalian berdua sama-sama rakus! Jadi nggak usah saling menjatuhkan." Ujar Kalista santai.


"Mampus lu berdua di skakmat! Haha." Bima terkekeh.


"Oh iya, siapa buaya brengsek itu?" Tanya Bima serius.


"Kenapa sih lu? Mana ada buaya?" Kalista menyangkal.


"Kalista Bunga Pertiwi lu harus tau kalau Bima Andarajasa itu bukan orang bodoh!" Bima berkata tajam.


"Gue belum siap cerita ke lu lu pada." Ucap Kalista menunjuk Bima dan Bimo.


"Oke gue paham! Maaf deh!" Kata Bima.


"Cerita apaan sih?" Bimo bingung.


"Otak lu di dengkul! Mana paham!?" Celetuk Tiara.


"Jahat amat sama gue!" Kesal Bimo.


"Si amat mana sih yang jahat sama lu?" Celetuk Tiara yang langsung disambut gelak tawa oleh Tiara dan Bima.


"Lu betah nggak tinggal disini?" Tanya Bima.


"Baru sehari! Masa ditanya betah?" Celetuk Bimo yang masih agak kesal.


"Lumayan." Kata Kalista datar.


"Pasti betah lah! Disini luas banget." Ujar Tiara.


"Iya saking luasnya, gue dari kamar ke dapur aja lewat jalan tol." Celetuk Kalista.


"Dari dapur ke ruang makan pake jet pribadi." Bima menimpali.


"Dari ruang makan ke ruang tamu aja sampe harus pesan gojek." Tiara menambahkan.


"Sekalian aja lu ke kamar mandi naik taksi dulu." Bima pun menambahkan celetukan mereka.


"Gila bro sist kalian brilian haha." Kalista terbahak-bahak karena celetukan mereka.


"Udah malam nih! Go to home! Besok cari rupiah!" Kata Bima.


"Kuy lah!" Bimo beranjak dari sopa.


"Kita pulang ya!" Tiara pun bangkit dari sopa.


"Yuuuuuu gue antar sampai depan!" Kata Kalista.


----------------------------------🌻🌻


Jangan lupa like dan coment!

__ADS_1


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!


Berteman dengan author yu di Instagram, follow ig : @halloimas13❤


__ADS_2