
"Kosongkan schedule hari ini" Arka memerintah kepada asisten Andy.
"Kenapa?" Asisten Andy bingung.
"Gausah banyak tanya!" Sarkas Arka.
Kemudian Arka mengambil ponsel disaku jas nya, mencari kontak yang akan dihubungi dan mendekatkan ponselnya ke telinga.
"Hallo bro, tumben nelpon. Ada apaan nih?" Tanya Riko diseberang telpon.
"Lu dimana? Gue mau ke coffee shop!" Tanya Arka.
"Gue di coffee shop bro! Ayo sini pak boss nanti gue sambut pake penari jaipong." Riko terkekeh.
"Otw!"
Tut.. tut.. tut.. Arka langsung memutuskan panggilan.
"Kalista, Andy kita ke coffee shop.. Andy siapkan mobil." Seru Arka dan Kalista langsung membereskan pekerjaannya.
"Ada apa?" Andy penasaran
"Gue mumet seharian dikantor terus, lagian juga Kalista butuh relaxsasi. Lu liat kan tadi matanya sembap?" Arka berbisik ke telinga Andy.
__ADS_1
"Siapkan mobil sekarang!" Perintah Arka lagi.
"Baik boss.." Andy langsung berlalu menuju parkiran dan menyuapkan mobil.
Kalista dan Arka jalan barengan menuju lantai dasar, setiap berpapasan dengan karyawan kantor pasti aja selalu ada yang berbisik-bisik. Entah itu kagum atau pun nge-judge. Begitu pula dengan Intan dan Riri, mereka berdua semakin panas dan tidak suka melihat Kalista akrab dengan pak Arka. Kalista dan Arka telah sampai dilantai dasar, mereka masih menunggu asisten Andy yang masih di parkiran. Dari kejauhan terlihat Tiara, Bima dan Bimo berjalan dengan langkah cepat akan menghampiri Kalista.
"Permisi pak, tanpa mengurangi rasa hormat saya. Tapi saya perlu memastikan bahwa sahabat saya ini tidak apa-apa kan?" Tanya Tiara cemas sambil memutar balikkan tubuh Kalista, ditatapnya Kalista dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Gue nggak apa-apa ra, gue baik-baik aja loh ini." Kata Kalista meyakinkan Tiara.
"Seksi banget baby.." Bimo mengomentari Kalista sambil memperhatikan lekuk tubuh Kalista, dengan senyum menggoda andalannya.
"Bidadari sih emang cantik terus." Bima mencolek dagu Kalista sambil menarik turunkan alisnya.
"Mantap banget kan stelan kerja gue? Maklum aja cuy ini kan baju muahal, pokonya pasti sangat muahal. Tau sendiri gue nggak pernah pake yang mahal-mahal hehe." Kalista terkekeh dengan omongannya sendiri.
"Iya, kadang gue kasian sama lu hidup pas-pasan, hutang belum lunas, boro-boro shopping.. hidup lu super hemat sangat sangat harus dikasihani." Tiara berkata dengan raut muka sendu dan itu membuat Kalista tidak nyaman.
"Gue nggak apa-apa kali, gue udah biasa kaya gini. Lagian kan cicilannya tinggal 6bulan lagi, trus gaji gue kan naik trus nanti gue pindah ke apartment jadi nggak ada biaya sewa kost, jadi kesimpulannya mulai bulan depan cicilannya gue bayar 2kali lipat hehe." Ujar Kalista penuh semangat.
Arka yang sedari tadi berada di samping Kalista, sibuk memainkan ponselnya sambil sesekali mendengarkan percakapan sekretaris pribadinya beserta sahabat-sahabatnya ini. Arka pun memperhatikan "Kalista yang tadi sendu sekarang malah ceria, cepet banget perubahannya kaya bunglon"
"Ayoo." Arka menarik tangan Kalista agar segera masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Gue pergi dulu.." Kalista langsung masuk ke dalam mobil.
*****
"Widih boss besar beneran datang ke coffee shop gue, benar-benar merasa tersanjung loh gue." Riko sedikit berteriak menyambut kedatangan Arka.
"Lebay lu!" Ketus Arka.
Semua pengunjung langsung mengarahkan pandangannya kepada Arka karena mendengar teriakannya Riko. Pengunjung langsung terpana melihat Kalista berjalan dibelakang Arka dengan setelan kerja yang press body, langkah anggun dan elegan bak model papan atas.
"Selamat datang cantik, silahkan duduk!" Riko ramah.
"Terimakasih." Jawab Kalista.
"Harusnya gue yang disuruh duduk, boss besar loh gue ini." Sarkas Arka karena tidak suka melihat Riko ramah kepada Kalista.
"Santai.. santai.. dong bro." Riko terkekeh.
Mereka kemudian duduk, dan menikmati pesanan mereka.
--------------------------------------🌻🌻
Jangan lupa like dan coment!
__ADS_1
Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!