
Kalista berjalan ke kantin, menemui Tiara yang sudah duduk dimeja kantin sedari tadi.
"Kenapa lu?" Tanya Tiara yang memang melihat Kalista mukanya merah.
"Apanya? nggak ada apa-apa sama gue." Seru Kalista yang sedikit berbohong.
"Gue tuh sahabatan sama lu lumayan lama, yakali gue nggak tahu kalau lu lagi bohongin gue." Jawab Tiara jutek.
"Ngawur lu! Mana ada gue bohongin lu." Bela Kalista yang masih kekeuh gamau jujur.
"Muka lu tuh merah banget cuy kek cherry, ayo jujur!" Perintah Tiara tegas.
"Ada apaan sih? Keliatan tegang banget nih nona-nona." Celetuk Bimo yang tiba-tiba datang entah dari arah mana.
"Iya ada apaan? Eh nih bidadari kenapa mukanya merah? Lu pake blush on semuka ya ta?" Bima memperhatikan Tiara.
"Tuh Bima aja tau muka lu merah." Tiara berkata penuh penekanan.
"Apaan sih? Lu berdua sana pergi! Gue mau makan nih sama Tiara." Tegas Kalista yang mengusir Bima dan Bimo agar menjauh.
"Ayo bicara jujur! Gue pengen tau ada apa sebenarnya." Tiara tidak sabaran.
"Permisi neng, ini pesanannya." Tiba-tiba muncul ibu kantin membawakan bakso dan teh manis pesanan Kalista.
"Makasih bu." "Sama-sama neng"
__ADS_1
"Makan dulu lah, gue laper." Kalista langsung melahap bakso pedas pesanannya.
Tiara masih setia duduk menemani Kalista makan, dan masih setia menunggu sahabatnya itu untuk berkata jujur.
"Ah kenyang." Seru Kalista sambil mengusap perutnya.
"Cerita sekarang! Gaada tapi-tapian titik!" Perintah Tiara tajam.
"Iya-iya, ra tadi si boss sialan itu.. arghhhh gue malu ceritanya."
"Ada apaan woy? nggak usah malu gue ini sahabat lu!" Tiara penasaran sambil melihat rona wajah Kalista yang semakin memerah seperti cherry.
"Wajah gue sama wajah dia dekat banget, gue pejamin mata, gue kira gue mau dicium. Padahal bukan.. aaaaaaah malu banget gue sumpah deh." Cerita Kalista sambil menutupi wajahnya dengan telapak tangannya.
"Terus-terus pak CEO itu ngapain lu?" Tiara senyum menggoda.
"Eh ***** sialan lu! Gue serius nih." Sarkas Tiara.
"Elu yang sialan! Gue lagi kaya gini, malah digodain." Jawab Kalista kesal.
"Cerita lagi, seru nih." Seru Tiara.
"Eh dia malahan deketin bibirnya ke telinga gue, bisikin sesuatu sambil menghembuskan nafas perlahan. Sumpah ra gara-gara hembusan nafasnya gue jadi panas-dingin gemetaran." Kalista cerita sambil menahan malu.
"Wajar itu normal! Trus lu ko tau kalau mau ciuman mejamin mata?". Tanya Tiara penasaran karena dia tahu betul bahwa Kalista tidak pernah pacaran.
__ADS_1
"Lah beg* gue kan nonton drakor, gue tau dari situ setiap mau adegan gitu pasti nutup mata." Kata Kalista emosi.
"Selama 22tahun lu hidup di dunia ini, lu nggak pernah pacaran. Lu juga nggak pernah ciuman, ya wajar dong gue nanya haha." Seru Tiara yang sebenarnya mengejek Kalista.
"Jam istirahat udah abis! Nanti kalau gue telat lagi malah kena semprot si CEO songong." Kalista berlalu menjauhi Tiara.
-----------------------------------------
Kalista masuk ke ruangannya, disitu Arka dan asisten Andy sedang berdiskusi. Kalista langsung menyalakan komputernya dan memulai aktifitasnya. Ketika sedang sibuk menyusun materi untuk rapat nanti, tiba-tiba asisten Andy bertanya.
"Kalista demam? Mukanya merah loh." Andy meneliti wajah Kalista.
"Ah eng..ga pak, sa saya sedikit nggak enak badan aja." Kalista gelagapan menjawab pertanyaan asisten Andy.
"Itu bukan demam bro, itu muka merah karena nggak jadi ciuman." Celetuk Arka santai yang membuat Kalista makin geram.
"Omong kosong pak!" Sinis Kalista.
"Oh jadi Kalista punya pacar? Hancur lebur sudah harapan gue." Asisten Andy tersenyum sambil meninggalkan ruangan.
"Sudah lama ga dicium ya? Tegang tuh, muka juga merah banget kaya tomat busuk." Arka meledek dan menjauh dari ruangan karena mendapatkan panggilan.
"Brengsek, CEO sialan!" Geram Kalista bergumam dalam hati.
-------------------------------------🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan coment!
Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!