SUN FLOWER

SUN FLOWER
OBROLAN DI COFEE SHOP


__ADS_3

Kalista masuk ke ruangan kerjanya, tetapi pak Arka dan asisten Andy tidak ada di dalamnya, sehingga Kalista merasa tenang.


"Suasana nyaman banget kalau kaya gini, fokus kerja gue!" Kata Kalista, lalu duduk di kursi kerjanya dan menyalakan komputer.


Kalista sibuk berkutat dengan pekerjaannya yang memang padat sekali, sesekali Kalista menatap ke arah pintu karena sudah 2 jam Kalista duduk di kursi kerjanya tetapi pak Arka dan asisten Andy sama sekali tidak menampakan batang hidungnya.


Cklek.. pintu terbuka, Kalista kaget dan mengarahkan pandangannya ke arah pintu. Pak Arka dan asisten Andy masuk ke ruangan dan langsung membereskan meja kerjanya. Kalista hanya menatap bingung, karena ini masih jam kerja, belum saatnya pulang.


"Kalista, handle pekerjaan kantor ya sampai jam pulang! Saya sama Andy pergi keluar, jika ada urusan mendesak kabari saya!" Ucap Arka dengan datar, ekspresinya biasa aja, berbeda sekali dengan Kalista yang merasa malu akibat kejadian tadi.


"Baik pa." Jawab Kalista.


"Kunci ruangan kalau udah selesai ngantor!" Perintah Arka.


"Baik." Jawab Kalista.


*****


Arka dan asisten Andy pergi ke coffee shop, karena ada yang hal yang harus di bicarakan, sekaligus nongkrong aja, soalnya sudah lama mereka tidak berkumpul bersama. Suasana di coffee shop sangat ramai, rata-rata para pengunjungnya adalah mahasiswa-mahasiswi yang sedang mengerjakan tugas sambil nongkrong, ada pun pekerja yang mungkin mampir sekedar untuk melepas lelah. Arka dan Andy langsung masuk dan duduk di meja dekat dengan jendela, karena di sini terasa nyaman dan memang spotnya dapat banget.


"Cakep juga tuh cewe!" Ujar Andy sambil memperhatikan wanita yang sedang duduk dan menikmati coffee pesanannya, wanita tersebut hanya berjarak 4 meja dari meja asisten Andy.


"Samperin sana! Langsung ajak kencan!" Sahut Riko yang tiba-tiba muncul dan duduk di kursi yang berhadapan dengan Arka.


"Ogah! Masih lebih cantik Kalista." Jawab Andy sambil melemparkan pandangannya pada Arka.


"Jelas lebih cantik Kalista! Kalista kan punya gue!" Riko menimpali sambil melirik Arka.


"Kenapa harus Kalista?" Tanya Arka sambil memandang kedua sahabatnya itu.


"Kenapa harus bertanya seperti itu? Why? Keberatan lu?" Tanya Riko sambil nyengir memperhatikan Arka.


"Pertanyaan dari boss besar ini sedikit aneh ya bro." Andy menimpali perkataan Riko.


"Yaaaaaa, nggak apa-apa sih." Jawab Arka datar.


"Iya lah nggak apa-apa! Kang Yoora kan jauh lebih cantik daripada Kalista. Ya kan pak boss?" Kata Andy.


"Iya lah!" Jawab Arka singkat padat dan jelas.


"Kalista juga cantik! Apalagi dia daun muda, mantap bro!" Sahut Riko.

__ADS_1


"Yang muda-muda emang mantap bro!" Andy menimpali ucapan Riko.


"Nggak usah ngomongin Kalista!" Ketus Arka.


"Kenapa? Cemburu lu?" Tanya Andy.


"Cemburu dia bro! Haha." Riko terkekeh.


"Gue nggak suka aja sekretaris pribadi gue jadi topik utama obrolan lu berdua! Cemburu? Maaf Kang Yoora jauh lebih segalanya! Apalagi body nya Kalista kalah jauh!" Ucap Arka sambil tersenyum seperti sedang membayangkan wajah teman kencannya itu.


"Ya bagus dong kalau lu nggak suka! Buat gue aja Kalista, gue jomblo ko." Riko tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.


"Bilangnya sih nggak suka! Terus ngapain tuh berduaan di ruang CEO sampai pintunya di kunci. Pas gue masuk bibir bawah Kalista ada tanda kissmark?" Sindir Andy yang tidak suka Arka membanding Kalista dengan Kang Yoora.


"Wah parah lu! Ngejilat ludah sendiri ya lu?" Riko berkata sambil memandang intens Arka.


"Terus gue ngejilat ludah lu? Jijik!" Sarkas Arka.


"Serius nih gue!" Ucap Riko tanpa basa-basi.


"Itu mah gue khilaf! Kebawa suasana aja." Jawab Arka datar.


"Yakin nih khilaf? Ko khilafnys sampai bisa kunci pintu? Andy masih saja menyindir Arka.


"Tau ah!" Arka menjawab pasrah sampai terdengar bunyi desahan nafasnya.


"Mau dengar yang lebih hot nggak bro?" Tanya Andy pada Riko.


"Apaan tuh?" Tanya Riko penasaran.


"Tadi Arka sang boss besar ini dengan sengaja menarik tangan Kalista, sehingga terjatuh dengan posisi Kalista diatas menindih tubuhnya. Udah gitu dia langsung pergi ke kamar mandi 30 menit." Andy menjelaskan pada Riko.


"Gimana enak?" Goda Riko.


"Enak lah! Rezeki itu namanya." Arka terkekeh.


"Lemah juga ya lu bro, ketindih gitu doang aja langsung ke kamar mandi." Kata Riko.


"Lain dimulut lain di hati dia bro!" Ucap tajam Andy.


"Ya wajar aja dong gue langsung ke kamar mandi. Lu lu pada nggak tau sih, jadi pas Kalista jatuh itu ya kepunyaan gue kesentuh bro, trus karena posisi Kalista ada diatas tubuh gue, dada bagian atasnya terlihat jelas, ya punya gue auto langsung mode on lah." Arka mencoba membela diri.

__ADS_1


"Intinya lu jangan permainkan Kalista!" Andy berkata serius pada Arka.


"Kenapa lu suka dia?" Tanya Arka.


"Iya gue suka! Tapi disini bukan masalah suka atau nggak suka! Dia bukan wanita seperti itu, pokonya dia wanita baik-baik! Dia masih muda, masa depannya masih panjang, dia nggak boleh dirusak! Yang ngerusak jelas banget pria brengsek!" Ujar Andy berkata dengan serius dan penuh penekanan!.


"Stop! Bahas Kalista lain kali ya! Jadi gue nyuruh kalian berdua kesini karena gue mau mendiskusikan masalah Evan sama Shafa." Riko baru ngeh dengan tujuan utamanya menyuruh Arka dan Andy datang ke coffee shop miliknya.


"Ada apa lagi tuh bocah?" Tanya Arka.


"Evan kenapa?" Tanya Andy.


"Evan cekcok terus sama Shafa, katanya Shafa mulai berubah dan lebih parahnya ada yang bilang Shafa selingkuh." Riko bercerita sambil sesekali menyesap kopi.


"Lagian kan dari awal gue udah bilang, Shafa itu cuma manfaatin Evan. Dia tuh nggak tulus! Dasar cewe matre." Umpat Arka.


"Tenang aja lah, di dunia ini kan cewe masih banyak! Bukan cuma Shafa doang!" Kata Andy.


"Masalahnya Evan cinta mati sama Shafa! Gue khawatir, dia kan orangnya nekat." Riko mulai khawatir dengan keadaan Evan.


"Suruh balik dia ke Indonesia! Dia bertahan disana juga demi Shafa kan? Heran gue, kenapa Evan bisa se-beg* itu sih?" Arka semakin merasa kesal.


"Bener tuh bro! Suruh balik aja! Gatau aja dia di sini ada Kalista yang jauh lebih cakep daripada Shafa." Andy menimpali.


Tiba-tiba pandangan Arka teralihkan pada seorang laki-laki yang berpakaian layaknya seperti dokter, masuk ke coffee shop bersama seorang wanita. Duduk berdua di meja yang letaknya di sudut ruangan, menikmati kopi sambil bercanda tawa suka cita. Mereka terlihat bahagia sekali.


"Liatin apaan lu bro?" Tanya Riko yang memperhatikan arah pandangan Arka.


"Kalista beg* juga ya, itu pacarnya selingkuh." Ucap Arka tegas.


"Itu pacarnya? Wow keren profesinya dokter." Kata asisten Andy.


"Lebih keren gue lah CEO!" Sarkas Arka tajam.


"Cemburu bro?" Riko terkekeh dan disambut gelak tawa oleh Andy.


----------------------------------🌻🌻


Jangan lupa like dan coment!


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!

__ADS_1


Find Me On Instagram : @halloimas13❤


__ADS_2