
"Nak sarapan dulu." Oma melihat Arka berjalan terburu-buru.
"Arka sarapan di kantor." Jawab Arka.
"Lihat Kalista aja dia mah langsung kenyang Bu." Ledek pak Anggara.
"Ayah jangan mulai deh!" Arka langsung meninggalkan mereka.
*****
"Kalista periksa e-mail! Kerjakan sekarang langsung kirim ke saya." Perintah Arka.
"Iya pak." Jawab Kalista singkat.
Kalista sedang serius dengan pekerjaannya. Sedangkan Arka dari tadi hanya melamun saja sambil sesekali melirik ke arah Kalista. "Anjiiir cantik banget, kenapa ya apa gue mulai jatuh cinta? Pesona nya bikin gue pangling."
"Pak sudah saya kirim." Kalista menyadarkan Arka dari lamunannya.
"Iya, kerja bagus." Jawab Arka cuek.
"Mau kemana?" Tanya Arka karena melihat Kalista terburu-buru merapihkan meja kerjanya.
"Ini udah jam pulang ngantor pak." Jawab Kalista sekenanya.
__ADS_1
"Iya, mau pulang bareng saya?" Tanya Arka yang sebenarnya ajakannya itu terucap tanpa ia sadari.
"Ah tidak terimakasih atas tawarannya, saya tidak berani naik mobil mahal takut lecet." Kalista meledek.
"Iya takut lecet, bahaya! Servis nya muahall" Celetuk asisten Andy yang ikutan meledek.
"Saya becanda pak, sebelumnya terimakasih atas tawarannya tapi maaf saya udah ada janji sama teman. Duluan ya." Kalista langsung beranjak keluar dari ruangannya.
"Jangan nyerah! Besok coba lagi bro!" Asisten Andy memberi semangat.
"Apaan sih, basa-basi doang gue!!" Jawab Arka datar dan cuek.
*****
"Silahkan naik!" Rangga membuka pintu mobil, tersenyum ramah mempersilahkan Kalista masuk ke mobilnya.
"Elu kan?" Tiara bingung karena ia melihat dengan jelas bahwa Rangga menyuruh Kalista bukan dirinya.
"Bisa semobil bertiga ko, kalian lengket sih kaya prangko." Rangga terkekeh mencoba tetap ramah walaupun sebenarnya ia bingung dengan tingkah Kalista.
"Lu berdua aja di mobil! Gue lagi pengen angin-anginan menikmati suasana sore dijalanan." Kata Kalista antusias.
"Lu dimotor Bima aja! Kalau dimotor gue repot nanti kalau dijalan ketemu gebetan gue." Celetuk Bimo.
__ADS_1
"Iyaa repot, nanti jones nya kelamaan keburu ber-uban nggak ada yang mau deh cewe sama lu wkwk!" Kalista terkekeh.
"Tengil dasar." Bimo menyoyor kepala Kalista.
"Jangan sentuh kepala cewe gue!!" Perintah Bima tegas.
"Cewe lu? Ngarep!" Sengit Bimo.
"Udah ah! Apaan sih malah berantem, kita kan becandaan doang." Kalista langsung memakai helm dan duduk menyamping di motor Bima, soalnya Kalista pake rok span jadi nggak bisa duduk secara semestinya di motor.
Ruangan Arka sekelilingnya menggunakan kaca, dan berada di lantai 5. Arka menyaksikan cukup jelas kejadian tersebut. Arka berdiri di depan cermin mengahadap ke lantai dasar.
"Saingan lu banyak!" Seru asisten Andy.
"Kalau pun gue bisa dapatin dia, dia hanya mainan!" Jawab Arka tajam.
"Sadis! Jauhin kalau cuma dimainin doang!" Saran asisten Andy.
"Perempuan semua matre! Dan terlebih lagi body dia nggak ada yang wow! Tidak semenarik kang yoora!" Arka memandang Kalista rendah dan membandingkannya dengan kang yoora teman kencannya.
"Kalau lu beneran nggak ada niatan serius sama Kalista, gue cuma minta tolong sama lu jangan permainkan hati dia, karena menurut gue dia adalah perempuan baik-baik dan pekerja keras. Perempuan seperti dia tidak pantas masuk dan terdorong ke permainan lu! gue harap lu nggak jadi seorang laki-laki brengsek!" Asisten Andy berkata dengan tegas, setiap pengucapan menggunakan penekanan. Ya, asisten Andy takut Kalista hanya di permainkan oleh Arka.
----------------------------------🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan coment!
Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!