
"Kenyang banget." Kata Tiara sambil mengusap perutnya, lalu mengambil segelas jus pesanannya.
"Gimana nggak kenyang coba? Semuanya elu yang abisin, emak gue rakus banget!" Celetuk Kalista santai.
"Laper gue ta! Besok langsung menggendut nih body." Jawab Tiara, lalu celingak-celinguk memperhatikan suasana rumah makan tersebut.
"Jangan dulu menggendut! Jomblo juga! Nanti nggak ada yang naksir gimana tuh?" Kalista mengingatkan Tiara.
"Oh sad😢 gue sama sekali nggak kepikiran kesitu huhu." Suara Tiara sendu, lalu menunduk meratapi kebodohannya karena makan banyak malam ini.
"Pria yang tulus mencintai wanitanya, tidak akan pernah peduli soal berat badan." Ujar dokter Rian sungguh-sungguh, dan sedikit menghibur suasana hati Tiara.
"Betul tuh!" Sahut Tiara semangat.
"Halah tetap aja kan kalau lihat yang langsing mah langsung berpaling." Kalista membantah ucapan dokter Rian.
"Berarti cintanya tidak cukup dalam dan tulus." Jawab dokter Rian.
"Bingung deh, kenapa sih cowok maunya yang cantik, putih, tinggi, ramut panjang, kinclong, glowing, body bagus, kurus kerempeng kek triplek! Sana aja pacaran sama kuntilanak!" Cerocos Tiara tanpa jeda.
"Bihun kali ah putih, kurus, kinclong, glowing!" Sahut Kalista.
"Gadis-gadis cantik dengar ya! Tidak semua cowo seperti itu! Jangan menyamaratakan!!" Bantah dokter Rian.
__ADS_1
"Hmmmm.. Btw, pulang yuk! Lelah, kuingin rebahan!" Ajak Kalista.
"Yuk!" Jawab Tiara dan dokter Rian barengan! Sehingga mereka merasa bingung dan saling pandang.
"Wah cocok! Jadian sana! Gue dukung 100%!" Kalista sangat antusias terhadap Tiara dan dokter Rian.
"Emang Tiara mau?" Tanya dokter Rian ambigu.
"Apaan sih." Jawab Tiara dengan muka kepiting rebus.
*****
"Anak durhaka ya nak! Kenapa jarang pulang ke rumah?" Tanya Oma Weny kesal diseberang telpon.
"Nak, kamu nggak sayang sama Oma? Oma ini udah tua loh, nanti Oma keburu nggak ada baru kamu nyesel!" Cerocos Oma yang makin kesal karena Arka malah menjawab betah di apartment.
"Iya-iya nanti Arka lebih sering pulang ke rumah." Jawab Arka.
"Oiya, sekretaris kamu yang waktu itu bikinin Oma cupcake masih jadi sekretaris kamu kan? Oma mau ketemu dong sama wanita itu!" Oma Weny sangat penasaran pada sosok sekretaris pribadi Arka.
"Masih ma, nanti Arka kenalin. Udah dulu ya ma, Arka ngantuk! Bye bye Oma sayang." Ucap Arka langsung memutuskan panggilan telpon.
*****
__ADS_1
Setelah selesai makan, dokter Rian terlebih dahulu mengantar Tiara pulang, kemudian mengantar Kalista ke apartment. Mobil telah sampai di depan gerbang apartment, Kalista segera turun dan mengucapkan terimakasih. Suasana malam ini sangat indah dengan bintang bertaburan di langit, Kalista diam sejenak dan memandang langit malam. Tanpa Kalista sadari, ada seseorang yang memperhatikan nya. Ya, dia Arka! Setelah menerima telpon dari omanya Arka pergi ke balkon, sehingga Arka memperhatikan Kalista dari balkon. Dengan menenteng kantong belanjaan yang berisi sayuran, Kalista berjalan masuk ke apartment.
"Baru pulang?" Tiba-tiba Arka muncul di hadapan Kalista, dan cukup membuat Kalista kaget.
"Iya." Jawab Kalista datar.
"Darimana?" Tanya Arka kemudian.
"Supermarket, sekalian cari makan." Jawab Kalista santai dengan senyum mengembang.
"Ogitu." Singkat Arka, tetapi dalam hatinya Arka senang sekali melihat Kalista tersenyum, ini tidak seperti Kalista yang biasanya, Kalista yang selalu jutek dan dingin.
"Saya permisi masuk terlebih dahulu ya, Arka." Kalista kemudian masuk ke apartment nya.
Lagi-lagi Arka di buat tersenyum, karena Kalista memanggilnya Arka tanpa embel-embel pak/bapak. Memang itu perintah Arka, tapi kali ini inisiatif Kalista sendiri atau dalam artian tanpa di suruh.
"Suasana malam yang indah dengan bintang bertaburan, dan malam ini juga gue merasa bahagia. Entah ini karena Kalista atau apalah, terkadang gue juga tidak mengerti dengan isi hati dan jalan pikiran diri gue sendiri!" Arka bergumam sambil memandang hamparan bintang di langit.
----------------------------------🌻🌻
Jangan lupa like dan coment!
Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!
__ADS_1
Find Me On Instagram : @halloimas13❤