SUN FLOWER

SUN FLOWER
BUKET BUNGA


__ADS_3

"Eleuh-eleuh neng geulis teh kunaon atu mukanya teh mani camberut kitu?" Tanya ibu kost, karena melihat raut muka Kalista yang masam.


"Nggak apa-apa bu." Jawab Kalista singkat.


"Curhat sama ibu!!!" Ibu kost masih penasaran.


"Nanti ya ibu sayang! Udah ah Kalista mau mandi dulu."


Kalista bergegas masuk kedalam kost, niat awal ingin mandi ia urungkan karena merasa malas. Lalu Kalista merebahkan dirinya di kasur. Tiba-tiba ia teringat kejadian di dalam mall.


*Kalista POV.


Ya ampun gue bodoh banget sih? Niat pengen bantuin pak Arka malah gue yang terjebak. Ciuman pertama gue.. ah sial kenapa direbut sama boss sialan itu, "maafkan aku suami ku! Diriku sudah tidak suci lagi." Tapi ada apa sama gue? Detak jantung gue gaberani ketika dalam dekapannya, ini ga mungkin!!


*****


"Pak ini berkas yang harus di tandatangani." Kalista menyerahkan berkas kepada pak Arka.


"Taruh di atas meja." Arka masih sibuk dengan laptop nya.


Kalista menaruh berkas tersebut, lalu berbalik badan. Kemudian Kalista akan melangkah keluar ruangan, karena ini memang jam istirahat.


"Kalista." Panggil pak Arka.


"Ya?" Jawab Kalista singkat.


"Saya minta maaf atas kejadian di mall 2 hari yang lalu, wanita itu Maria. Maria adalah gadis yang akan dijodohkan dengan saya, perjodohan itu diatur oleh ayah, tetapi saya selalu menolak karena saya memang tidak mempunyai perasaan kepada Maria. Dan terimakasih kamu telah membantu saya." Arka menjelaskan tentang Maria dan berterimakasih kepada Kalista, karena Arka merasa bersalah dan Kalista pun 2 hari ini selalu menghindarinya.


"Baiklah, saya maafkan! Asalkan hal konyol tersebut tidak bapak ulangi lagi." Kalista tersenyum dan berjalan keluar ruangan.


Andy yang sedari tadi hanya mendengarkan akhirnya angkat bicara "Gue curiga nih sebenarnya ada kejadian apa? Sampai-sampai 2 hari ini Kalista selalu menghindar dari lu pak boss." Andy penasaran.

__ADS_1


"Gausah kepo hidup orang!" Sarkas Arka.


******


"Pelan-pelan aja makannya. Gaakan ada yang mau nyuri bakso lu!" Tiara merasa ngeri karena Kalista makan seperti orang tidak makan sebulan.


"Ini tuh enak banget, swear deh!" Suara Kalista nyaris tidak terdengar karena mulutnya penuh dengan bakso.


"Kesurupan setan bakso nih bocah!" Cetus Tiara.


"Iya, gue kan setan bakso nya." Kata Kalista yang baru saja menghabiskan bakso semangkuk dengan kuah pedas.


"Nih cepetan minum! Gue mau curhat." Tiara menyodorkan es jeruk pada Kalista.


"Sluuurppp.. " Tiara menyedot es jeruk.


"ayo curhat! Gue mau dengar ada kabar apa si sama sahabat gue ini?" Kalista menatap Tiara serius.


"Aseeeeeek udah nggak galau lagi, siapa cowo itu?" Tiara penasaran dan tersenyum menggoda Tiara.


"Gue tunjukin orangnya! Tapi mulut lu jangan ember, trus lu jangan kaget!" Ucap Tiara serius.


"Siap-siap ibu negara, bawel banget dah lu! Cepetan tunjukin!" Kalista tidak sabaran.


"Itu orangnya." Tiara menunjuk cowo yang duduk semeja berempat, yang berada tidak jauh dari meja mereka.


"Oh itu, ko gue nggak pernah liat ya?" Kalista sambil memperhatikan cowo itu.


"Karyawan baru dari departemen keuangan." Tiara menjelaskan, tiba-tiba cowo itu melihat kearah Tiara sehingga pandangan mereka bertemu.


"Hii, boleh gabung?" Tanyanya sopan.

__ADS_1


"Boleh!" Jawab Tiara spontan.


"Lu Tiara, dan lu Kalista. Benar kan?." Tanya cowo itu sambil tersenyum ramah.


"Benar." Kata Tiara antusias.


"Ya ampun gue lupa deh, masih ada berkas yang harus gue urus. Gue duluan ya, takut kena amukan CEO dingin." Kalista berjalan menjauhi mereka, karena Kalista ingin memberikan waktu kepada Tiara dan cowo itu.


"Gue Rangga Aditama." Cowo itu memperkenalkan diri.


"Salam kenal ya Rangga." Tiara berkata sangat manis dan lembut.


*****


"Permisi pak, ada kiriman buket bunga untuk ibu Kalista." OB menyampaikan paket untuk Kalista.


"Untuk saya?" Kalista yang sedang sibuk berkutat dengan komputer dihadapannya itu langsung mendongakkan kepalanya.


Asisten Andy mengambil buket bunga itu, dan membaca sekilas "Untuk Kalista yang cantik, semoga senyum mu sehangat bunga matahari ini! Yang mengagumimu Rangga Aditama..." Belum selesai asisten Andy membaca tiba-tiba buket bunga diambil oleh Arka. Dan langsung dibuang ke tempat sampah, tindakan tersebut membuat asisten Andy bingung.


"Itu buket punya saya! Kenapa bapak buang?" Tanya Kalista tidak terima karena buketnya di buang.


"Kalau mau ngasih buket bunga jangan dikantor, ganggu jam kerja aja." Ketus Arka.


"Sayang sekali, buket bunga matahari nya sangat cantik.." ucap Kalista.


-----------------------------------🌻🌻


Jangan lupa like dan coment!


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!

__ADS_1


Sampai sejauh ini ceritanya nyambung ga?


__ADS_2