SUN FLOWER

SUN FLOWER
GAGAL HONEYMOON


__ADS_3

pagi-pagi sekali Kalista dan Arka sudah berada di bandara, mereka akan pergi honeymoon. Arka tidak pernah melepaskan tangannya dari jemari Kalista. Rencanya mereka akan honeymoon selama 7 hari. Kalista sih maunya 2 minggu, tetapi apa daya kerjaan Arka banyak.


"Rajin-rajin melakukan aktivitas suami istri ya, biar ayah cepat dapat cucu." Pak Anggara memeluk Arka dan menepuk punggungnya.


"Siap yah." Arka antusias.


"Semoga pas pulang honeymoon udah ada Dede kecil diperutmu sayang." Oma Weny memeluk Kalista, mencium pipi kiri kanan dan keningnya.


Kalista tersenyum pada Oma. "Jaga kesehatan ya Oma." Lalu Kalista mencium punggung tangan Oma.


Dari kejauhan sudah terlihat gerombolan tukang rusah para sahabatnya Arka. Evan, Andy, dan Riko sengaja datang ke bandara untuk mengantarkan Arka dan Kalista yang akan pergi honeymoon.


"Ini buat lu bro!" Evan tersenyum memberikan kotak kecil yang dibalut dengan pita pink. Arka mengambilnya, lalu mengamatinya.


"Apaan nih pak Evan? Cantik banget kotaknya." Kalista mengambil kotak itu dari tangan Arka, tangannya gatal untuk segera membuka kotak tersebut. Didalamnya terdapat beberapa pil dan serbuk, Kalista memperhatikannya dengan seksama. "Pil apa? Ini juga serbuk apa?" Tanya Kalista bingung dengan polosnya.


"Wah enak banget lu bro, punya istri polos. Berarti lu lebih dominan ya?" Riko terkekeh sambil mengikuti lengan Arka.


"Kalian nggak tahu aja, setelah tidur dengan Arka, Kalista berubah jadi macan tutul." Andy tertawa geli, Kalista yang menyadari arti dari ucapan Andy, segera memalingkan wajahnya yang sudah merana seperti tomat.


"Mau di coba sayang?" Arka bertanya sambil memeluk Kalista. Kalista langsung mencubit lengan Arka.


"Nggak perlu!" Ketus Kalista.


"Harus nyoba dong!" Arka menyeringai pada Kalista. "Gue sih mau sampai pagi juga oke-oke aja! Cuma bini gue nya aja yang keburu ngantuk."


"Awwwwww sakit yang!" Arka meringis, karena Kalista menginjak bagian depan sepatunya.


"Jangan membicarakan masalah ranjang! Nggak peka ya, istrimu malu." Ujar Oma sambil mengelus pelan rambut Kalista.


Setelah beberapa saat Kalista dan Arka pun pamitan pada pak Anggara dan Oma, tak lupa juga pada sahabat-sahabatnya Arka, karena pesawat akan segera take off.


Selama mengapung di udara, Kalista merasakan pusing di kepalanya. Awalnya Arka mengira, "Mungkin Kalista jetlag." Lama kelamaan Kalista muntah-muntah, Arka menjadi panik tak karuan.


Arka selalu menjadi suami siaga, ia menunjukan perhatiannya pada Kalista. Mengoleskan aromaterapi ditenguk dan jidat Kalista. Aromaterapi membuat Kalista tenang dan merasa nyaman, hingga kini ia tertidur.


Ditengah perjalanan tiba-tiba cuaca buruk, semua penumpang panik. Pilot mencoba untuk kembali lagi ke bandara, karena perjalanan tidak mungkinkan untuk di lanjutkan.


Arka menghela nafasnya jengah, rencanya untuk honeymoon sepertinya di gagalkan oleh cuaca. Kalista masih saja terlelap dari tidurnya, Arka menyentuh kening Kalista. "Panas banget, demam?" Arka bergumam, kemudian menelpon Andy untuk menjemputnya di bandara.


Andy langsung melajukan mobilnya menuju bandara, sebenarnya sudah banyak pertanyaan di dalam kepalanya yang siap untuk diajarkan pada Arka.


"Ko balik lagi?" Tanya Andy.


"Nggak usah banyak omong, bukain pintunya! Istri gue sakit." Andy langsung membukakan pintu, kemudian Arka mengendong Kalista dan mendudukkannya di kursi belakang.


"Apartment apa RS?" Andy bingung mau melajukan mobilnya kemana.


"RS."


Andy fokus mengemudi, tapi diam-diam dirinya memperhatikan Arka dan Kalista "Kalista sakit apa?" Tanya nya, tanpa berani melihat Arka.


"Tadi pas di pesawat kepalanya pusing, terus muntah-muntah, sekarang jadi demam." Arka masih mengelus pipi Kalista.


"Hamil kali." Ujar Andy pelan.


"Konyol! Gue baru melakukan tugas gue itu 3 hari yang lalu, nggak mungkin langsung hamil lah!" Arka merasa dibuat kesal oleh kalimat Andy.


"Oh berarti jetlag, nggak usah ke rs! Ke apartment aja, di kompres juga sembuh." Tanpa persetujuan Arka, Andy langsung memutar arah menuju apartment.


"Awas aja kalau istri gue sakitnya makin parah."


Andy sudah tidak mempedulikan ocehan Arka, dirinya mengemudi dengan tenang. Setelah sampai di apartment, Andy langsung kembali lagi ke kantor.


Arka menggendong Kalista, kemudian membaringkan nya di ranjang. Mengambil baskom berisi air dan es batu, lalu dikompres lah Kalista.


Arka memainkan ponselnya, untuk delivery. Karena Kalista sakit, itu berarti tidak akan ada yang memasak.

__ADS_1


Kalista mengerjapkan matanya perlahan, tatapannya terpaku pada jam dinding yang menggantung di kamar. "Ko di apartment?" Kalista langsung bangkit dan mencari Arka yang sedang nonton sambil ngemil.


"Udah enakan sayang?" Arka mengajari Kalista dan menyentuh keningnya.


"Nggak jadi honeymoon?" Tanya Kalista.


"Iya nggak jadi, cuaca buruk. Maaf ya." Arka takut sekali Kalista marah, pasalnya honeymoon adalah sesuatu hal yang sangat di idam-idamkan wanita.


"Cuaca buruk atau aku gara-gara nggak enak badan?" Kalista duduk disebelah Arka.


"Dua-duanya." Arka nyengir, aslinya takut Kalista marah.


"Berarti salah aku, maaf." Kalista menatap Arka.


"Nggak masalah! Setiap hari bareng kamu aja serasa honeymoon terus." Arka mendaratkan bibirnya di bibir Kalista, dan terjadilah pergulatan panas di depan tv yang masih menyala.


Menurut Arka setiap detik bersama Kalista adalah sesuatu hal yang sangat berharga. Arka berharap semesta selalu mempersatukan mereka, walaupun berbagai macam rintangan pasti menghampiri mahligai rumah tangga mereka.


"Hah hah.." Kalista mendorong dada Arka "Susah nafas tahu." Kalista menggerutu, dan menekuk wajahnya.


"Abisnya bibirmu menggoda sih." Arka mengusap pelan bibir Kalista.


"Makan dulu yu!" Arka mengajak Kalista menuju ruang makan.


"Aku belum masak."


"Aku delivery! Nggak harus masak setiap hari, aku banyak uang jadi apapun tidak akan masalah sayang." Arka mengecup kembali bibir Kalista.


Setelah selesai makan, Arka mengajak Kalista untuk honeymoon di rumah. Sebuah usaha untuk mendapatkan keturunan.


*****


"Lu lakuin apa yang gue suruh nggak sih?" Randy membentak dan menjambak rambut Yoora.


"Apa-apaan lu! Harusnya lu tuh ber-terimakasih sama gue, karena gue udah bantuin lu merebut perusahaannya pak Anggara!" Yoora berteriak tak kalah kencangnya.


"Apa maksud lu Ran?" Yoora memicingkan matanya. "Jadi gue di jebak? Arrrrrggghhh Arka sialan, your stupid!" Yoora langsung memukul dinding disebelahnya.


"Gue bakalan ke Indonesia, gue bakal rebut balik semuanya! Nggak peduli sekuat apapun Arka, gue bakal pikirkan cara untuk menjebak dia!" Yoora membanting pintu dengan keras.


Randy langsung menghubungi seseorang, namun ponsel seseorang itu tidak aktif. "Arrrrghh pak tua sialan ini kemana lagi? Disaat lagi genting seperti ini malah tidak bisa di hubungi." Randy menjambak rambutnya sendiri frustasi, melemparkan ponselnya, memukul-mukul dinding dan bahkan menendang meja. Alhasil, apartment Yoora sudah seperti kapal pecah, karena Randy membanting dan menghancurkan apapun yang ada di apartment itu. Apartment Yoora? Ya! Randy telah menghabiskan malam penuh cinta bersama Yoora.


Siang ini Arka memang sengaja untuk mengumumkan akuisisi perusahaan Randy. Sebenarnya perusahaan itu sudah menjadi milik Arka dari 3 bulan yang lalu, namun Arka masih berbaik hati memberikan mereka sedikit waktu untuk bersenang-senang. Dan Arka sengaja memilih mengumumkan di hari weekend, biar para karyawan tidak terlalu ricuh.


Tidak terasa pernikahan Arka dan Kalista sudah menginjak 2 bulan. Arka selalu bertanya perihal kehamilan, hal itu kadang membuat Kalista sedikit stress, hingga menimbulkan percikan pertengkaran, namun setelahnya langsung berbaikan. Tetapi akhir-akhir ini Kalista sering banget dandan, bahkan Arka sampai merasa cemburu, kadang juga curiga. "Apakah Kalista sedang jatuh cinta? Atau ada seorang pria yang berusaha menggodanya?" Arka selalu bertanya-tanya. Membeli cemilan di minimarket bawah sebrang apartment aja Kalista sampai dandan dulu.


Arka melihat Kalista yang baru saja keluar dari kamar, istrinya itu cantik sekali. "Mau kemana?" Arka menatap Kalista dari ujung kepala sampai ujung kaki, cantik dan sempurna! Itulah yang ada di benak Arka.


"Shopping yuk!" Kalista merajuk manja pada Arka.


"Shopping?" Arka mengernyitkan dahinya bingung, karena selama ini Kalista jarang sekali meminta shopping, kalau disuruh sama Arka baru Kalisat mau.


"Duitmu banyak! Nggak bakalan habis kan kalau aku pakai shopping hari ini."


"Nggak bakalan sayang, bentar aku ganti baju dulu."


"Nggak usah ganti baju! Ayo berangkat!" Kalista menarik tangan Arka.


"Ganti baju dulu dong, masa kamu cantik akunya buluk. Nggak malu apa jalan sama aku yang seperti ini?" Kata Arka, Kalista sudah berdandan cantik, sedangkan Arka hanya memakai celana pendek, kaos polos, dan sandal jepit.


"Yaudah nggak jadi!" Mata Kalista berkaca-kaca.


"Jadi dong! Ayo!" Arka menggandeng tangan Kalista, mencium puncak kepalanya. Arka tidak tega melihat istrinya berkaca-kaca, apalagi kalau sampai nangis. "Mungkin hari ini mood istri gue lagi jelek, sabar Arka sabar." Arka bergumam dalam hatinya.


Arka dan Kalista langsung meluncur ke pusat perbelanjaan terbesar di kota itu. Begitu sampai di mall, Kalista langsung mengambil baju apapun yang dia mau. Arka seperti tidak mengenali Kalista, ini bukan Kalista yang biasanya.


2 jam sudah berlalu, Arka merasakan kakinya pegal. Sedangkan Kalista masih sibuk melihat-lihat dan memilih baju.

__ADS_1


"Sayang, kaki aku pegal."


"Terus?" Kalista bahkan tidak melirik Arka sedikit pun.


"Aku tuh suami kamu, bukan jongosnya kamu!" Arka menjatuhkan beberapa goodie bag, karena kesal pada Kalista. Beberapa dari karyawan mall melihat itu.


"Iya maaf, udah ko." Kalista mengambil alih semua goodie bag di tangan Arka, membawanya sendiri dengan susah payah. Arka sama sekali tidak membantunya, karena merasa jengkel pada sikap Kalista hari ini.


Arka memasuki restoran yang ada di mall tersebut, Kalista mengikutinya dengan langkah tertatih-tatih. Hanya memilih menu saja, Arka menghabiskan waktu 30 menit. Kalista sangat-sangat merasa jengkel, padahal Arka hanya membalas Kalista saja, biar Kalista tahu apa yang tadi Arka rasain.


Pesanan telah tersedia di meja, Kalista menatap Arka heran. Karena makanan yang di meja itu hanya untuk Arka saja. Kalista mengira mungkin Arka memesankan makanan untuknya. Arka makan dengan sangat lahap, Kalista yang berada di hadapannya hanya bisa menelan saliva nya.


Sepanjang perjalanan menuju apartment, keduanya saling diam. Tidak ada yang membuka mulut untuk berbicara. Di tengah perjalanan, di pinggir jalan ada yang jualan rujak, Kalista terus saja memperhatikan abang yang jualan rujak itu, tetapi tidak di hiraukan oleh Arka.


Begitu sampai di apartment, Kalista langsung menuju kamarnya. Sedangkan Arka langsung merebahkan dirinya di sofa. "Gue tadi keterlaluan nggak sih? Kira-kira istri gue lapar apa nggak ya?" Arka bergumam merasa bersalah, tapi rasa jengkelnya lebih tinggi. Sudah sekitar 20 menit Arka rebahan di sofa.


Tiba-tiba... Ada suara yang memencet bell.


"Eh pak dokter." Arka menyapa tersenyum ramah.


"Loh kok ada di rumah?" Pertanyaan dari dokter Rian cukup membuat Arka bingung. "Kalista mana? Ini tadi dia katanya mau rujak, sekalian lewat jadi dibeliin." Seperti mendapat tamparan, Arka baru ngeh ternyata tadi Kalista tuh pengen rujak.


"Makasih pak dokter. Pak dokter emang terbaik." Kalista mengambil bungkusan rujak tersebut. "Mau mampir dulu nggak?"


"Nggak, soalnya udah ada janji sama Fani." Dokter Rian tersenyum, "Ohiya, ini kan ada suamimu, kalau mau apa-apa suruh dia yang beli dong. Kalau punya suami harus di manfaatkan tenaganya."


"Kalau suaminya nggak mau gimana pak dokter?" Kalista terkekeh sebenarnya meledek Arka.


"Aku mau ko." Arka berbicara.. Kalista hanya tersenyum sinis saja.


"Pak dokter ada janji kan? Yaudah sana, hati-hati ya." Kalista melambaikan tangannya pada dokter Rian.


Kalista duduk di meja makan, memakan 3 bungkus rujak dengan lahap. Arka diam-diam memperhatikannya, hatinya merasa bersalah.


"Emang udah makan nasi?" Arka mengerutkan dahinya.


Kalista tidak menanggapinya, dia terus memakan rujaknya sampai habis. Setelah itu dia mencuci tangan, dan balik lagi ke kamarnya.


Arka mengusak rambutnya frustasi, "Ada apa sih sama istri gue?" Kemudian Arka tertidur di sofa, pas bangun sudah pukul 20:00.


Arka pergi ke meja makan, disana tidak terdapat masakan Kalista, hanya ada buah saja.


"Kamu nggak masak?" Arka membuka pintu kamar, dilihatnya Kalista sedang ngemil, berbagai macam snack yang dikulkas telah berpindah ke kamar.


"Nggak! Malas!" Jawab Kalista datar, nggak tahu kenapa akhir-akhir ini Kalista merasa malas masak, apalagi kalau mencium bau nasi, bawaannya eneg dan pengen muntah.


"Kamu harusnya sadar akan kewajiban kamu!" Arka berlalu dengan wajah jengkelnya.


Dengan wajah malas akhirnya Kalista pergi ke dapur, mengikat rambutnya cepol, mengenakan celemek berwarna pink. Kalista berperang di dapur sambil melawan rasa mual di perutnya. Padahal Kalista menggunakan masker, tetapi bau dari nasi masih tercium.


Kalista menata masakannya di meja makan, Arka sedang duduk sambil mengutak-atik ponselnya.


"Udah mateng nih, silahkan makan." Kalista mengambilkan nasi ke piring Arka, keringat bercucuran di wajah Kalista.


"Sorry, gue mau makan di luar." Arka bangkit dari duduknya, Arka sama sekali tidak menghargai Kalista. Padahal Kalista sudah susah payah memasak, terlihat jelas sekali di wajah Kalista, Kalista kecapean.


"Bruuuuuk, prang....." Kalista menarik serbet di meja makan, sehingga semua makanan, piring, gelas, sendok, gardu semuanya tumpah, pecahan piring dan gelas berserakan dilantai bawah meja makan. Kalista mengusap keringat yang bercucuran di dahinya, kemudian dirinya terduduk dan menutup wajahnya dengan telapak tangan.


"Bagus! Hancurin aja apartment gue! Harusnya lu tuh jadi istri yang baik." Arka membentak Kalista, kemudian mengambil kunci mobilnya, keluar sambil membanting pintu.


Kalista menangis tersedu-sedu, bentakan Arka masih terngiang di telinganya. Bukannya nggak mau menjadi istri yang baik, namun akhir-akhir ini Kalista merasa sering malas dan mudah kecapean.


----------------------------------🌻🌻


Jangan lupa like dan coment!


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!

__ADS_1


Find Me On Instagram : @halloimas13❤


__ADS_2