
"Nggak! Gue masih suaminya, dan tidak akan menceraikannya sampai kapanpun."
Arka benar-benar tidak akan menceraikan Kalista sampai kapanpun juga. Bahkan Arka takut ketika mendengar kata 'cerai'.
"Yakin suaminya? Emang ada suaminya yang tidak menafkahi istrinya selama kurang lebih dua bulan? Emang ada suami yang mentelantarkan istri dan anaknya? Emang ada suami yang mementingkan egonya sendiri? Emang ada tuh suami modelan kaya gitu?" Sarkas Gerry dengan blak-blakkan.
"Ada, itu gue! Dan gue nyesel banget, sumpah deh. Makanya ini gue lagi minta maaf sama istri gue. Please banget deh lu jangan kompor. Ini gue masih dalam meminta maaf pada istri." Ucap Arka.
"Baru nyesel nih? Duh kemana aja sih? Padahal ya, istri lu itu cakep banget bro. Gue aja sampai punya niatan kalau kalian cerai mau langsung gue nikahin aja tuh Kalista. Gue mah nggak peduli dia janda dan beranak dua, kalau gue cinta dan sayang sama dia, berarti gue juga sayang dan cinta sama anaknya. Semoga aja Kalista nggak maafin lu dan tetap milih cerai, gue mau banget miliki dia seutuhnya, akan gue berikan kebahagiaan yang sesungguhnya." Ujar Gerry, Gerry ingin menyalakan api di hati di Arka.
"Nggak bisa gitu lah! Kalaupun gue nggak di maafin dan istri gue tetap milih cerai, nggak akan gue kabulin! Gue nggak bakalan tanda tangani surat cerai itu, gue gantung dia biar nggak bisa nikah dan di miliki oleh siapapun selain gue." Arka mulai tersulut emosi.
"Dih, egois banget lu! Paham nggak sih lu? Nyadar nggak? Elu tahu nggak gimana repotnya dia dalam kurun waktu dua bulan itu? Gue tahu lu tuh lagi berduka, tapi ya nggak harus lah cuekin istri. Tanpa lu sadari duka itu bukan cuma milik lu, tapi milik Kalista juga. Elu berduka tapi malah menghilangkan kasih sayang lu pada kedua anak lu. Bro, lu tuh belum dewasa untuk menjadi seorang suami dan seorang ayah, udah deh mundur aja, biar gue yang gantiin peran dan posisi lu sebagai suami." Suara Gerry ini sangat nyeleneh, apalagi ekspresinya yang mengejek itu sangat terlihat jelas dari layar ponsel.
Kalista tidak banyak terlibat dalam percakapan, Kalista lebih memilih diam dan mendengarkan saja. Tentunya bukan hanya diam, Kalista juga mulai berpikir, apakah semua ini adalah ulahnya Gerry? Kalista mulai paham dan mengerti, itu sebabnya dia lebih memilih menjadi pendengar setia.
"Ini masalah rumah tangga gue, masalah pribadi gue sama istri gue. Lu siapa hah? Nggak seharusnya lu masuk jadi orang ketiga di hubungan orang lain? Emang lu nggak ada kerjaan ya? Sampai-sampai punya waktu untuk tahu masalah pribadi orang lain." Sinis Arka dengan senyum menyeringai.
"Karena gue paling emosi ketika mengetahui orang yang gue sayang, orang yang sudah gue anggap adik gue sendiri, di telantarkan oleh elu. Emang gue salah pengen belain adik gue? Iya gue tahu, gue adalah orang asing di rumah tangga kalian, tapi gue bakalan berdiri paling depan saat Kalista di telantarkan, bukan cuma untuk merangkulnya, tapi gue juga akan menyayanginya setulus hati. Gue cuma mau bilang, lu beg* banget, brengsek!" Umpat Gerry dengan kasar.
"Jadi selama ini Kalista curhat sama lu? Seharusnya kan elu nggak tahu, oh jadi begini ya kalian berdua di belakang gue? Sumpah gue kecewa kalau masalah rumah tangga gue di ketahui oleh orang lain. Cukup tahu gue, gue kira Kalista nggak bakalan buka mulut mengenai urusan rumah tangganya." Bibir itu mencebik, bahkan mata jengahnya sempat melirik Kalista dengan sinis.
"Emosian banget sih lu! Gue tahu karena gue cukup bisa memahami istri lu yang kurang bersemangat dan mukanya kusut. Biasanya kalau gue ketemu sama dia, dia tuh orangnya ceria banget. Tapi waktu itu gue datang ke rumah elu, raut wajahnya beda banget. Yang gue lihat dari mukanya tuh banyak beban banget, sedih, menderita, bahkan matanya sembap. Terus ketika gue tanya kemana ayah dan Oma lu, istri lu bilang mereka sudah di panggil yang maha kuasa. Dari situ gue paham, gue mulai menyadari pasti ada sesuatu yang tidak beres diantara kalian berdua. Yang harus banget lu tahu adalah Kalista tidak pernah curhat ataupun menceritakan kisah rumah tangganya. Sampai sejauh ini lu paham kan?" Bentak Gerry, jujur saja Gerry sangat emosi ketika Arka bilang Kalista ngadu mengenai permasalahan rumah tangganya.
"Hari itu gue datang ke rumah lu, suasana di rumah lu udah beda banget. Dan selama beberapa hari itu juga istri ku jalan bareng gue, jalan bareng sebagai senior junior waktu kuliah, atau sengaja Kaka adik yang bukan sekandung. Kita ngemall dan makan aja sih, nggak ada hal aneh yang kita berdua lakuin. Yang beliin mainan banyak juga gue, yang ngajak ke gym juga gue, yang nyuruh potong rambut dan ganti warna rambut juga gue. Bingung nggak kenapa gue nyuruh-nyuruh? Simple aja sih, biar ku cemburu dan curiga. Ketika penampilan istri lu berubah, ketika istri lu pulang diantar pria lain, ketika istri lu terlihat semakin cantik, pasti dong elu cemburu? Pasti dong lu curiga dan menebak-nebak? Kalista kenapa? Ada apa dengan penampilannya? Syukur-syukur lu mikir gini 'apakah Kalista sendang dengan pria lain?' mikir gitu nggak sih lu?" Imbuhnya lagi.
Jujur saja, saat ini Arka merasa sangat lega. Itu artinya Kalista selama ini jalan sama Gerry, nggak akan sama pria lain. Padahal Arka sudah merasa was-was, takut Kalista jalan sama Andre. Arka takut Kalista akan jatuh ke pelukan Andre ataupun ke pelukan pria lain.
"Hal yang paling penting yang pengen gue sampaikan adalah, surat gugatan cerai itu dari gue. Apa lu? Mau marah sama gue? Dengerin penjelasan gue dulu. Jadi begini ya tuan CEO beranak dua, gue sengaja banget ngirim surat gugatan cerai itu, karena gue mau lihat reaksi elu kaya gimana? Terlebih lagi waktu itu gue harus segera pulang dan mengurus perusahaan gue, gue udah nggak punya waktu lagi buat jagain dan nemenin istri dan anak lu jalan-jalan, jadi itu kayanya satu-satunya cara agar lu segera sadar. Ya sorry banget kalau gue lakuin cara ekstrim kaya gitu, surat gugatan itu palsu bro!" Gerry tercengir sembari mengangkat jari telunjuk dan tengahnya menjadi sebuah peace.
"Lu harus tahu, ketika gue jalan bareng sama Kalista di mall, banyak banget woy para pria yang melirik istri lu. Gila aja sih, padahal notabene nya Kalista jalan sama gue, bisa kali orang mikir gue ini suaminya. Tapi tetap aja banyak yang meliriknya, di gym juga sama aja. Padahal kan Kalista bawa Nathan dan Nayla, mereka seakan nggak peduli kalau Kalista punya anak atau statusnya janda sekalipun. Gila nggak sih pensona istri lu tuh mantap banget?" Gerry masih terus saja berbicara, sedangkan Arka hanya terdiam dengan mulut yang menganga.
"Pada intinya, istri lu cantik walaupun sudah mempunyai dua anak. Istri lu masih sering dilirik pria lain, yakin lu mau mentelantarkan dia? Sebelumnya gue minta maaf ya udah ikut campur urusan rumah tangga kalian, gue minta maaf sama lu bro. Pesan gue cuma satu, kejar maafnya! Jangan ulangi kesalahan yang sama! Nggak ada salahnya siapkan kejutan biar dia makin sayang sama lu! Tolong banget nih, jaga dan sayangi dia dengan sepenuh hati, dia itu bidadarinya lu bro, gue titip dia sama lu, tapi kalau lu nggak bisa bahagiain dia, gue bakalan ambil!" Gerry memberikan beberapa pesan pada Arka.
"Berikan ponselnya pada Kalista, gue mau ngomong serius dulu!" Perintah Gerry, dan Arka langsung memberikan ponsel itu pada Kalista.
"Hello junior gue sewaktu di kampus, keren nggak sih gue? Sorry udah menebak alur permasalahan rumah tangga lu dengan benar, jangan heran ya, gue kan titisan cenayang." Gerry pun menjeda kalimatnya dan tertawa terbahak-bahak. Melihat Gerry yang tertawa seperti itu tentu saja Kalista juga ikutan tertawa.
__ADS_1
"Dengerin gue! Elu tuh wanita cantik dan baik hati. Di luaran sana banyak banget pria yang ngantri ingin mempersunting dan membahagiakan elu. Kalau suami lu si Arka itu tidak bisa membahagiakan elu, usaha cerai aja deh. Nanti gue maju jadi suami lu. Haha bercanda, si Arka kayanya udah ngeseks tuh! Sebagai wanita cantik dan menjunjung harga diri yang tinggi, jangan gampang maafin dia! Yakali dimaafin gitu aja, ingat udah berapa kali lu nangis saat itu? Udah berapa kali lu di sakiti? Udah berapa kali mata lu smebap gara-gara dia? Ingat dia pernah makan dan jalan sama cewe lain. Ingat dia sudah memakai parfum pemberian dari wanita itu! Jangan gampang ngomong maaf, marahannya lamain aja biar dia semakin jera dan menderita. Pria kaya gitu kayak di tinggalkan, hidup lu kayak bahagia bagai ratu ya ...,"
"Lu kenapa kompor banget sih? Tadi lu nasehatin gue biar minta maaf dan mengejar kembali cintanya? Sekarang lu malah komporin dia biar nggak maafin gue, dan komporin yang lainnya juga. Lu kok setan banget sih." Arka langsung memotong ucapannya Gerry, dari tadi Arka mendengarkan dan merasa geram pada kata-kata yang Gerry lontarkan pada Kalista.
"Iya kak Gerry makasih support dan sarannya. Makalah lu udah nemenin aku ngemall, nyalon, nge-gym, main bareng sama anak-anakku juga. Terimakasih kak sudah menjadi yang paling care sama aku, maaf loh jadi ngerepotin." Kalista tersenyum sumringah sambil menatap Gerry dari pantulan layar ponsel.
"Udah malam kak, aku ngantuk. Kak Gerry juga seharusnya tidur sih, nggak lucu loh kalau nanti lagi kesiangan atau pas kerja mata pandangan kelihatan? Nanti karisma dan ketampanannya ilang. Bye kak, good night." Dengan senyum yang masih hangat Kalista mengakhiri sambungan video call itu.
Arka masih menatap Kalista, seharusnya senyum hangat nan sumringah itu untuknya, buka untuk Gerry. Sudah lama juga Arka tidak melihat senyum sumringah itu tersungging di bibir istrinya.
"Sayang, aku minta maaf." Arka mencoba meraih pergelangan tangan Kalista, menggenggam erat jari jemarinya.
"Bosan!" Jawab Kalista singkat.
"Benar banget kata kak Gerry, aku ini masih muda cantik pula. Seharusnya aku nggak usah sedih ketika di telantarkan, karena di luaran sana masih banyak pria yang mau mempersunting aku. Ternyata jadi wanita cantik juga menyenangkan ya, biarpun udah punya anak dua, tapi masih banyak yang naksir, banyak yang suka." Kalista menatap dirinya dari pantulan cermin, tersenyum manis dan menatap cermin dengan tatapan wanita genit.
"Sayang, aku.." tiba-tiba saja Arka terduduk lemas, tangannya mencoba mengusap bahu dan tenguknya yang terasa sangat pegal.
Kalista membantu Arka untuk bangun, membaringkan tubuh Arka di kasur. Baru saja Kalista akan bersikap cuek, sekarang Arka malah sakit. Kalau sudah seperti ini, biasanya Kalista tidak akan tega kalau tidak mengurainya dengan benar.
Kalista menyuruh Arka untuk tengkurap, Arka menurut saja. Sekarang Kalista sedang memijat bahu dan tenguk Arka dengan sangat lembut. Diam-diam Kalista merasa bangga pada Arka, hari ini Arka sudah menghargai peran seorang istri dan peran para art. Walaupun Kalista tahu Arka melakukan semua ini demi kata maaf dari Kalista, tapi hari ini Arka hebat dan luar biasa.
"Mau kemana?" Secepat kilat Arka membalikan badannya, meraih pergelangan tangan yang akan menjauh itu.
"Mau tidur lah, ini udah malam. Wanita cantik kaya aku nggak baik tidur malam, nanti wajahnya kusam dan nggak cerah." Celetuk Kalista asal, Kalista menghempas tangan Arka dengan kasar, lalu berjalan keluar dari kamar ini.
Kalista kembali ke kamar Nathan dan Nayla, melihat kedua bocahnya itu sebagai terlelap dalam tidurnya. Kalista mencium keningnya secara bergantian. Menatap wajah anaknya yang tertidur ternyata cukup mententramkan hati Kalista. Malaikat kecilnya kelelahan beranjak menjadi balita yang super aktif.
Tenggorokan Kalista terasa sangat kering, Kalista merasa haus dan ingin minum air dingin. Tepat ketika Kalista membuka pintu dan akan keluar, teenyata Arka juga membuka pintu dan akan masuk ke kamar Nathan dan Nayla.
"Mau kemana sayang?" Tanya Arka seramah mungkin, karena Kalista membuka pintu itu artinya Kalista akan keluar dari kamar ini.
Kalista menatap Arka jengah, melihat Arka yang sudah membawa selimut tebal, berarti Arka akan bermalam di kamar Nathan dan Nayla, tentunya bermalam bersama dirinya di kamar ini.
"Kepo!" Ketus Kalista.
"Mau kemana? Kamu butuh apa? Biar aku yang ambilin." Tanya Arka.
__ADS_1
Seketika otak Kalista mempunyai ide yang sangat brilian. "Aku haus, mau jus mangga. Jus mangga yang segar tentunya jus dari buah mangga asli yang di blend mendadak." Ucap Kalista.
"Aku bikinin, kamu tunggu di dalam aja sayang." Arka langsung turun ke dapur.
Arka nampak sibuk di dapur, mencari buah mangga segar di dalam kulkas, mengupasnya, lalu membelndernya. Sepuluh menit kemudian Arka kembali lagi ke lantai dua, tekatnya ke kamar Nathan dan Nayla.
"Ini sayang." Arka memberikan satu gelas mangga segar buatannya."
Kalista mengambilnya, mencium aromanya lalu menutup hidungnya. "Ini bau banget, aku nggak mau." Kalista berpura-pura seolah-olah dirinya merasa mual dan ingin muntah.
"Ini nggak bau loh!" Arka pun ikutan mencium aroma jus tersebut. "Yaudah mau jus apa? Biar aku bikinin lagi." Tanya Arka.
"Mau jus kiwi aja!"
"Oke, tungguin ya."
Arka kembali melakukan hal yang sama, mencari buah kiwi segar, mengusapnya, sana membelndernya.
"Ini sayang."
Kalista tentunya melakukan hal yang sama juga." Ini bau! Kamu nggak cuci tangan atau gimana sih? Ini bau banget, aku nggak sanggup minumnya. Padahal aku lagi haus banget." Menggerutu sambil memegang tenggorokannya yang terasa kering.
Malam itu Arka benar-benar di kerjai oleh Kalista, jus mangga, jus kiwi, segelas cokelat dingin, susu hangat, dan bahkan salad buah. Semyanya nggak ada yang masuk satu tetes pun kedalam mulut Kalista, Kalista mengatakan itu semuanya baunya menyengat.
Sekarang Kalista malah meminta di bawakan segelas air mineral yang ada di botol dalam kulkas. Harus di tuangkan dalam gelas Swiss polos. Arka tetap menurutinya, karena demi di maafkan oleh Kalista.
"Sayang in..,"
"Aku udah nggak haus, sekarang aku ngantuk banget, aku mau tidur duluan. Airnya kamu masukin lagi aja ke botol." Ujar Kalista yang sama sekali tidak memperdulikan Arka yang terlihat kecelakaan karena turun naik tangga saja berusha membuatkan macam-macam jus tadi yang Kalista minta.
Ubun-ubun Arka terasa memanas, dengan langkah gontai Arka mencoba menenangkan hati dan pikirannya. Arka mencoba berdamai dengan hatinya, Arka tahu benar sifat Kalista. Dan ini pasti kelakuannya yang di sengaja.
----------------------------------🌻🌻
Jangan lupa like dan coment yang banyak!
Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!! Klik ❤ tambahkan favorit 🙏🤗
__ADS_1
Find Me On Instagram : @halloimas13❤