SUN FLOWER

SUN FLOWER
MIMPI BURUK


__ADS_3

Arka memandang Kalista yang sedang memijit-mijit keningnya, kemudian ia melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Lu mandi dulu sana!" Perintah Arka, tetapi tidak di tanggapi oleh Kalista.


"Hey, laper nih gue." Lagi-lagi Arka yang memecah kesunyian dikamar ini.


"Bawel banget!" Ketus Kalista, lalu bangkit dan menuju kamar mandi.


Sementara menunggu Kalista mandi, Arka sibuk membaca majalah yang ditemukan di kamar hotel ini. Setelah sekian lama membolak-balikan majalah, Arka pun kembali melirik arlojinya "Eh buset tuh bocah mandi apa semedi sih? Gila udah hampir 40 menit." Arka merasa bosan menunggu Kalista mandi.


Didalam kamar mandi sana, sebenarnya Kalista mandinya hanya sebentar, tetapi ia ceroboh lupa membawa pakaian ganti. Mau keluar malu oleh Arka, jadinya Kalista mengeram diri di kamar mandi. Setelah berpikir sekian lama, dan tubuhnya mengigil karena kedinginan. Akhirnya Kalista memutuskan untuk keluar, dan berharap Arka tidak ada di dalam kamar.


Cekleek... Pintu kamar mandi terbuka.


"Kalista... Lu mandi apa semedi sih? Biar kinclong ya lu." Ujar Arka sambil menatap majalah ditangannya, kemudian menoleh pada Kalista. Arka tertegun dan bersusah payah menelan saliva nya


Didepan pintu kamar mandi Kalisa berdiri, tubuhnya hanya dililiti oleh handuk. Bahu dan pahanya terlihat putih bersih, rambut basah berantakan. Hal itu malah membuat Kalista terlihat semakin cantik di mata Arka.


"Saya lupa bawa baju!" Jawab Kalista kikuk, dengan muka merah merona karena menahan malu.


Kalista membuka kopernya, dan mengambil piyama tidur. Lalu masuk kembali ke kamar mandi.


"Ah sial, gila menggoda iman banget." Batin Arka, yang masih terbayang dengan penampilan Kalista keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk.


Tidak lama kemudian Kalista keluar dari kamar mandi, sudah mengenakan piyama tidurnya. Berjalan menuju meja rias memoleskan bedak tipis dan lipstik.


"Gue laper! Dan gue bosan menu makanan hotel. Cari makan diluar yu!" Ajak Arka pada Kalista.

__ADS_1


"Ayo!"


*****


"Kirain boss besar nggak bisa makan di pinggir jalan kaya gini." Seru Kalista sambil menyantap makanannya itu.


"Jangan lihat orang dari penampilan!" Ucap Arka, sambil terus menjejalkan sate kedalam mulutnya.


"Gimana udah nggak jetlag kan?" Tanya Arka.


"Udah nggak ko, apalagi ini satenya pedas banget, enak nih kepala jadi nggak keleyengan." Kata Kalista.


"Kalau kepala keleyengan bisa disembuhkan oleh makanan pedas, ngapain ada dokter? Nggak berguna dong." Ujar Arka yang telah menyelesaikan makannya.


"Nggak gitu juga sih." Ujar Kalista santai.


*****


Setelah makan di kedai pinggir jalan, Kalista dan Arka memutuskan untuk balik ke hotel. Karena sudah malam dan mereka pun harus berisitirahat karena besok adalah acaranya om Bayu.


"Pak saya tidur di sofa aja, bapak silahkan tidur di kasur." Kalista merasa tidak enak kalau dirinya tidur di kasur, sedangkan Arka bossnya tidur di sofa.


"Saya nggak apa-apa tidur di sofa!"


"Panggil Arka! Jangan pake embel-embel pak, ingat ini kan lagi berdua!" Arka berdecak sebal karena dipanggil bapak.


"Maaf." Kata Kalista datar.

__ADS_1


"Tapi saya merasa tidak enak kalau bapak tidur di sofa." Kalista memandang Arka dengan muka bingungnya.


"Karena yang enak itu saya tidur di kasur berdua sama kamu!" Arka menyeringai dengan penuh senyuman penuh arti.


"Menyebalkan!" Geram Kalista.


Kalista kemudian naik ke kasur, menarik selimut dan beberapa saat kemudian Kalista sudah terlelap dalam tidurnya.


"Mama boleh peluk nggak? Sakit ma sakit.. Arka nggak mau di pukul! Arka nggak nakal ko ma.. mama menjijikan! Mama seperti binatang! Seperti seorang pelacur! Jangan tinggalin Arka ma! Ma punggung Arka sakit di pukul mama.."


Kalista terbangun karena mendengar teriakan Arka, Arka berteriak dalam tidurnya, keringat dingin bercucuran. Kalista melirik jam dinding, angka menunjukan pukul dua dini hari. Kalista bangkit dan menghampiri Arka.


"Arka.. bangun! Arka, Arka bangun!" Kalista menepuk-nepuk pelan. Arka mengerjapkan matanya, kemudian terbangun dan langsung memeluk Kalista.


Arka cukup lama memeluk Kalisa. Kemudian Kalista menuntun Arka untuk duduk di kasur.


"Minum dulu pak." Kalista memberikan segelas air. Arka langsung meneguknya hingga habis.


Kalista duduk di atas kasur, Arka masih belum membuka mulut, sama sekali tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. Tiba-tiba Arka merebahkan kepalanya di atas paha Kalista, lama kelamaan Arka tertidur.


"Sebenarnya ada apa sih sama mama nya Arka? Setiap mimpi pasti sebut-sebut mamanya? Sepertinya Arka sangat terguncang sekali dengan mimpinya itu." Pikiran Kalista terus berkecamuk menerka-nerka kejadian apa yang ada di kehidupan masalalu Arka. Akhirnya Kalista pun tertidur.


----------------------------------🌻🌻


Jangan lupa like dan coment!


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!

__ADS_1


Find Me On Instagram : @halloimas13❤


__ADS_2