
Arka bersiap ke kantor dengan stelan jas yang elegan, ciri khas CEO kantor.
"Ganteng banget gue." Arka memuji dirinya sendiri sambil bercermin merapihkan rambut yang mengkilat karena memakai pomade. Memasukan jemari tangannya kedalam saku celana, bergaya cool didepan cermin.
"Wow wangi nasi goreng, gila sih siapa nih yang masak nasgor pagi-pagi gini." Arka mengendus-endus tajam hidungnya karena wangi nasgor yang menggugah selera.
Setelah Arka selesai rapih-rapih, ia pun bergegas ka kantor. Arka tak lupa mengunci pintu apartment, tiba-tiba ada suara pintu terbuka. Suara itu tepat di depan apartemen Arka, ketika Arka berbalik badan untuk melihat siapa si penghuni apart itu? Wanita itu posisi nya membelakangi Arka karena ia pun sedang mengunci pintu.
"Pekerja kantor nih kayanya?" Gumam Arka yang memperhatikan wanita yang membelakangi dirinya itu, dengan stelan celana bahan warna hitam dipadukan dengan kemeja merah muda dengan motif ciri khas wanita kantoran. Rambut dikuncir kuda tapi rapih.
"Selamat pagi pak." Sapa Kalista tersenyum ramah. Sebenarnya Kalista pun cukup gugup, karena ketika ia berbalik badan ternyata ada pak Arka yang sedang memperhatikannya.
"Pagi." Jawab Arka datar. Arka baru ngeh bahwa apartment tersebut ayahnya berikan kepada Kalista.
"Duluan ya pak, permisi." Kalista langsung berjalan mendahului pak Arka yang masih mematung di tempatnya.
"Ke kantor naik apa?" Tanya Arka, sebenarnya basa-basi aja sih karena Arka sempat kikuk sewaktu Kalista menyadari bahwa ia memperhatikannya.
"Gojek." Jawab Kalista datar tanpa menoleh ke sumber suara.
"Bareng aja?" Tawar Arka, yang membuat langkah Kalista terhenti.
__ADS_1
"Nggak usah pak, saya naik gojek saja. Lagian saya nggak mau ada gosip di kantor." Kalista terang-terangan menolak ajakan Arka.
"Kamu sekretaris pribadi saya! Harus turuti perintah saya! Kamu harus tau saya CEO perusahaan Anggara, dan saya bisa menutup mulut siapa saja! Mulut penggosip doang mah mudah!" Sarkas Arka tajam dengan ucapan yang terkesan sombong.
"Baik lah." Jawab kalista.
Didalam mobil hampir tidak ada yang mereka bicarakan, Susana sangat hening seperti di ruang USBN. Arka fokus menyetir, dan Kalista sibuk memainkan ponselnya.
"Sejak kapan pindah ke apart?" Tanya Arka tiba-tiba.
"Kemarin siang." Kalista menjawab seperlunya saja.
"Siapa yang bantuin?" Arka penasaran, karena semenjak itu Arka menyadari bahwa Kalista adalah gadis yatim piatu.
"Oh." Jawab Arka dingin.
*****
Ketika Kalista sedang menuju ke ruangannya, tiba-tiba langkahnya terhenti karena di hadang sahabatnya dan 2 kurcaci bim-bim.
"Ayo jelasin kenapa lu bisa berangkat bareng pak CEO?" Tiara to the point karena sangat penasaran.
__ADS_1
"Kenapa lu turun dari mobilnya pak Arka?" Bima mengajukan pertanyaan yang hampir sama saja dengan Tiara.
"Jelasin baby!" Perintah Bimo tidak sabaran.
"Gue pacaran sama pak Arka?" Jawab Kalista santai mengerjai para makhluk yang sedang menghadangnya itu.
"Alhamdulilah akhirnya sahabat gue punya doi!" Tiara antusias.
"Serius?" Tanya Bimo.
"Kalian mendengar suara hati gue retak ga sih? Hancur berkeping-keping nih hati." Bima so dramatis.
"Hahaha mau aja gue bohongin! Gue pindah ke apartment makanya tadi berangkat bareng pak Arka. Oiya nanti kalian main-main ya ke apartment gue." Kalista terkekeh karena berhasil membohongi sahabatnya.
"Parah lu!" Jawab Tiara.
"Hati gue normal lagi." Ucap Bima.
"Lebay amat Bim." Celetuk Bimo.
----------------------------------🌻🌻
__ADS_1
Jangan lupa like dan coment!
Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!