
Dokter Fani memapah Kalista di bantu oleh para suster, masuk ke ruangannya. Dokter Fani langsung memeriksa kandungan Kalista.
"Syukurlah tidak ada pendarahan, janinnya cukup kuat, dia hanya terguncang, semuanya baik-baik saja." Dokter Fani memberikan segelas air mineral, Kalista masih ngos-ngosan karena takut terjadi sesuatu pada janinnya.
"Aku takut." Kalista merasa cemas dan masih terasa gemetaran.
"Kalista nggak apa-apa kan? Ko bisa terjatuh? Fani jagain yang benar dong." Dokter Rian masuk ke ruangan dengan nafas yang memburu, dan langsung menggerutu begitu saja.
"Semuanya baik-baik saja, tapi tadi tuh emang beneran orang itu sengaja nabrak Kalista." Dokter Fani pun berusaha menjelaskan pada dokter Rian.
"Aku mau ke kantor, nemuin suamiku." Kata Kalista yang langsung di'iyakan oleh dokter Rian dan dokter Fani.
Dokter Fani dan dokter Rian langsung mengantarkan Kalista ke kantor Anggara. Selama di dalam mobil dokter Fani terus menerus memberikan wejangan mengenai semua informasi kehamilan.
"Makasih ya pak dokter bu dokter." Kalista keluar dari mobil seraya melambaikan tangannya.
"Hati-hati jalan nya! Ingat loh itu hak tinggi." Menunjuk hills Kalista, tersenyum kemudian mobil pun melaju.
Kalista masuk ke kantor Anggara, menuju lift lantai 5. Begitu sampai di depan ruangan Arka, Kalista di cegat oleh Gina.
"Pak Arka lagi ada tamu penting! Sebaiknya jangan masuk." Tamu yang Gina maksud adalah Evan, Gina tahu Evan itu sahabatnya Arka, dan Gina sengaja bilang begitu agar Kalista tidak masuk ke ruangan Arka dan mengganggu obrolan pak Arka dan Evan.
Dengan wajah jengah Kalista duduk menunggu di sofa dekat meja kerja Gina. Karena lama menunggu bahkan Kalista sampai ketiduran.
"Tidur?" Andy bertanya bingung pada Gina. Gina hanya mengangguk aja.
"Wess udah bro ketemu kliennya?" Evan tersenyum pada Andy yang baru saja membuka pintu ruangan Arka.
"Ada acara apa nih nyuruh gue kesini?" Riko pun tiba-tiba muncul.
"Siapa yang nyuruh?" Arka mendelik pada Evan.
"Gue yang nyuruh! Ya pengen meet up aja sama kalian, kan udah lama kita nggak kumpul." Evan memamerkan deretan gigi putihnya itu.
"Bini lu tidur di sofa." Andy langsung mendaratkan pantatnya di kursi kerjanya.
Arka langsung bangkit dan bergegas keluar. "Lain kali istri saya nggak boleh menunggu! Lihat baik-baik wajah istri saya, kalau dia datang langsung persilahkan masuk!" Arka berkata tegas pada Gina, sorot matanya menunjukan aura kemarahan.
Arka langsung menggendong Kalista dengan sangat hati-hati, agar Kalista tidak terbangun. Menggendong ala-ala bridal style, dengan refleks tangan Kalista langsung mengalung pada leher Arka. Padahal Kalista tidak sadar, soalnya matanya pun masih terpejam.
"Bini lu tiap hari datang ke kantor?" Riko memperhatikan Arka yang sedang menggendong Kalista
"Kadang-kadang." Tangan Arka pegal, bahkan Arka merasa berat badan Kalista telah nambah.
"Makin cantik ya Kalista." Evan berdiri di dekat Arka dan memperhatikan Kalista yang sedang tertidur dengan wajah cantiknya yang menggemaskan dan lumayan menggoda.
Arka melotot pada Evan, tiba-tiba Kalista terbangun dan segera Arka turunkan dari gendongannya.
Kalista duduk di sofa, dan menatap Arka secara intens. "Kamu harus tanggung jawab!" Mata Kalista sama sekali tidak berkedip menatap Arka. Arka hanya diam saja, melihat ekspresi istrinya dan belum mengerti dengan kalimat yang keluar dari mulut mungil Kalista.
__ADS_1
Kalista mengeluarkan 4 tespack dari dalam tasnya, dan menunjukannya pada Arka. Arka membelalakan matanya, senyum haru dengan air mata yang sudah berkumpul di pelupuk matanya.
"Kamu H A M I L?" Suara Arka sangat nyaring, sehingga Riko, Andy dan Evan pun langsung menoleh pada Kalista.
"Garis dua." Andy mengambil dan melihat semua tespack itu.
"Ndy, gue bentar lagi jadi ayah." Arka kegirangan sambil mengguncangkan bahu Andy.
"Sayang makasih ya sudah mau mengandung anakku." Arka memeluk Kalista, bibirnya tidak henti-hentinya mencium kening Kalista.
Kalista menangis tersedu-sedu, kemudian tangisnya semakin kencang, sehingga membuat Arka panik, tetapi Arka belum berani bertanya.
"Aku masih muda, sebenarnya aku belum siap hamil, tapi sekarang aku hamil, nanti gimana caranya aku mengurus bayi?" Isak tangis Kalista semakin pecah.
"Nikah sama bocil sih lu!" Evan terkekeh mentertawakan sikap Kalista.
"Aku udah gede, bukan bocil! Buktinya aku hamil." Kalista cemberut pada Evan.
"Anak kecil udah bisa bikin anak kecil." Kini Riko yang meledek Kalista.
"Gue pikir pedang lu karatan, ternyata masih runcing ya." Andy menepuk pundak Arka "Benih lu bagus juga, sampai langsung jadi janin."
"Berisik lu!"
"Sebenarnya aku udah curiga sayang, gelagat kamu akhir-akhir ini agak aneh, nasi di bilang bau, sukanya makan buah-buahan yang asam. Taunya kamu hamil, aku bahagia banget, tenang aja nanti kita urus anak kita bareng-bareng, aku tahu kamu pasti bakalan jadi ibu yang baik, ibu muda yang mendidik anaknya sampai sukses dunia dan akhirat." Arka menarik Kalista ke pelukannya, kemudian mengusap perut Kalista. "Masih rata sayang, berapa bulan?"
"Besok periksa lagi ya! Pokonya setiap periksa aku harus ikut, aku mau tahu semua perkembangan janinnya, aku mau jadi ayah yang baik." Arka meneteskan air matanya bahagia.
Kalista mengusap air mata yang jatuh membasahi pipi Arka, mengusapnya dengan lembut, lalu mencium pipi Arka.
"Duh jadi pengen punya istri." Riko iri melihat kemesraan Arka dan Kalista.
"Nyari kuy, club malam aja. Buat happy-happy doang!" Ucap Evan.
"Setan pun beraksi." Andy menoyor kepala Evan.
"Mendingan nikah, yang halal lebih nikmat." Ujar Arka.
"Sekarang kamu lagi pengen apa sayang? Makan apa kek gitu?" Arka mengusap pelan perut Kalista, Arka semakin menyayangi istrinya itu.
"Aku pengen makan salad buah, pengen boba, sekalian pengen tidur sama kamu." Kalista tersenyum sangat manis. Arka langsung pesan gofood.
"Ebuseeeet pengen tidur bareng katanya, makin enak aja hidup lu bro." Andy menepuk pundak Arka, namun belum ada respon, Arka masih sibuk memainkan ponselnya.
"Nasib kita sebagai jomblo gimana?" Evan merangkul Riko.
"Ya terimain aja, semangat nih gue bini lagi hamil." Arka nampak sangat bahagia, "Ayo sayang, katanya mau tidur bareng. Bagus juga nyoba di kantor." Arka mengedipkan sebelah matanya, senyum menyeringai telah ia tampilkan.
"Nanti makan dulu, lagian tidur bareng tuh pengen di kelonin, nggak ada plusplusnya! Mikirnya mesum terus sih." Kalista mencubit pelan pipi Arka.
__ADS_1
"Hahaha mampus lu! Lu kira mau ena-ena wkwk." Evan tertawa terbahak-bahak, puas sekali dirinya meledek Arka.
"Sayang, ayolah." Arka mencolek dagu Kalista, seraya menggodanya. Kalista melotot melihat tingkah Arka.
Tidak lama kemudian datanglah gofood, Kalista memakan lahap salad buah dan Boba yang memang beberapa menit yang lalu sangat di inginkannya. Diam-diam Arka sibuk mengambil foto Kalista, dirinya ingin mengabadikan setiap moment kehamilan istrinya itu.
"Permisi pak, paket." OB langsung meletakkan paket tersebut di meja kerja Arka.
Andy mengambil dan membuka paket tersebut, isinya flatshoes. Andy Evan dan Riko langsung mengernyitkan dahinya. "Flatshoes?"
Arka langsung merampas flatshoes dari tangan Andy, Arka mencopot hills yang di pakai Kalista. "Sekarang kamu lagi hamil, jangan pakai sepatu hak tinggi, pakainya flatshoes atau sandal jepit aja ya." Ujar Arka sambil memakaikan flatshoes di kaki Kalista.
Selesai makan, Kalista benar-benar ingin tidur bareng Arka. Arka merasa sangat bahagia, perut Kalista tidak henti-hentinya di elus, lama kelamaan Kalista pun tertidur. Arka memperhatikan wajah Kalista, di tatapnya kemudian mencium keningnya. Arka pun tertidur di sampingnya.
Setelah 2 jam mereka tertidur, Kalista lebih dulu mengerjapkan dan membuka matanya. Berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi.
"Mau kemana?" Arka langsung bangun ketika menyadari Kalista tidak ada di sampingnya.
"Pipis."
"Aku antar, takut kepleset." Arka menuntun Kalista dan menunggunya di depan pintu kamar mandi. Tidak lama kemudian Kalista pun keluar.
"Evan sama Riko mana?"
"Udah pulang."
"Kumpulin semua karyawan, meliputi ob juga." Perintah Arka.
Andy langsung keluar, mengumpulkan semua karyawan di aula sesuai dengan perintah Arka. Setelah semua karyawan berkumpul, datanglah Arka yang sedang menggandeng tangan Kalista.
"Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi saya, 27 tahun saya hidup di dunia, baru kali ini saya merasa sangat bahagia. Istri saya, ibu Kalista atau nyonya Arka, sedang mengandung, usia kandungannya baru berusia 6 minggu." Semua karyawan tersenyum gembira, banyak pula yang mengucapkan selamat pada Arka.
"Karena istri saya lagi hamil, saya minta pada kalian semua terutama ob jangan ada lantai yang licin, pokonya jangan ada sesuatu hal yang membahayakan untuk istri saya! kalau ada air yang tumpah harap segera di lap! Ini bukan kepada ob saja, tapi kepada semua karyawan!"
"Dan kamu Gina, jangan sekali-kali biarkan istri saya menunggu, jika istri saya datang ke kantor, biarkan dia langsung masuk ke ruangan saya." Sarkas Arka pada Gina.
"Mulai posesif ya pak Arka?" Ujar Andy.
"Iya, tapi suamiku ganteng." Jawab Kalista yang tidak ada nyambung-nyambungnya dengan pertanyaan.
----------------------------------🌻🌻
Jangan lupa like dan coment!
Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!
Find Me On Instagram : @halloimas13❤
Hari ini author lagi lumayan sibuk, jadi tulisannya agak pendek🙏 jangan lupa komen yang banyak ya!!! Biar author makin semangat nulisnya🙏😂🤗
__ADS_1