SUN FLOWER

SUN FLOWER
INTAN CARI MUKA


__ADS_3

Sepanjang perjalan menuju kantor Kalista terus saja melamun, pikirannya berkecamuk karena ucapan pak Anggara yang berharap dirinya menikah dengan Arka. Kalista sama sekali tidak pernah berpikir sejauh itu, lagi pula mana mungkin menikah dengan Arka? Yang ada nantinya ia kena semprot terus. Saking asyik nya melamun, Kalista tidak sadar bahwa mobil sudah sampai di parkiran kantor.


"Mau sampai kapan melamun? nggak mau turun nih?" Tanya pak Anggara sambil memperhatikan Kalista.


"Ah maaf." Jawab Kalista sambil membuka pintu mobil.


Kalista langsung berjalan dan masuk ke dalam lift, sementara pak Anggara masih sibuk berbincang-bincang dengan para karyawan yang ada di lantai dasar. Di dalam lift terdapat beberapa karyawan. Karyawan memandang Kalista dengan tatapan sinis, karena mereka melihat Kalista keluar dari mobil pak Anggara.


"Enak ya jadi kamu, bisa jadi sekretaris pak Arka trus makan diluar lagi dengan Pak Anggara." Celetuk karyawan perempuan sangat sinis, nada bicaranya meninggi.


"Maaf, saya tidak tertarik untuk menimpali ucapan anda." Jawab Kalista datar.


"Sombong ya lu! Mentang-mentang udah naik jabatan. Berani lu sama gue?" Teriak karyawan yang ada disebelah perempuan tadi.


Kalista hanya memandang sekilas, lalu memalingkan wajahnya ke sebelah kiri.


"Gila gila! Udah so banget nih cewe jalang." Ucap perempuan tadi sambil mengangkat tangannya dan akan menjambak rambut Kalista.


"Jangan berani-berani sama gue! Nanti lu bakal tau akibatnya." Gertak Kalista sambil menjauhkan tangan perempuan itu yang akan menjambak rambut Kalista


*****


"Permisi pak, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Intan ramah dan sopan kepada pak Anggara.


"Ah tidak ada sih, tapi saya bisa tanya-tanya nggak ke kamu?" Seru pak Anggara.

__ADS_1


"Bisa banget pak." Jawab Intan semangat.


"Yaudah yuk ikut saya ke kantin." Seru pak Anggara.


"Baik pa."


Intan berjalan mengekori pak Anggara. Semua mata karyawan tertuju pada Intan. Para karyawan bingung mengapa Intan mengikuti pak Anggara, Intan yang merasa diperhatikan oleh seluruh karyawan kantor tentu saja menunjukan sikap songong nya. Dengan langkah kaki bak model yang berlenggak-lenggok dan tatapan sinis ia tunjukan kepada seluruh karyawan yang memperhatikannya.


"Siapa nama kamu?" Tanya pak Anggara.


"Saya Intan, Karyawan personalia." Jawab Intan dengan senyum yang sangat manis.


"Intan, menurut pandangan kamu Arka cocok tidak sama Kalista?" Tanya pak Anggara serius. Pertanyaan tersebut cukup membuat Intan geram dan membuat emosi.


"Tentu saja tidak cocok." Seru Intan yang berusaha menormalkan nada bicaranya.


"Kalista itu orangnya sombong banget pak, apalagi semenjak di angkat jadi sekretaris pribadi CEO. Dia sangat tidak ramah terhadap semua karyawan, dan selalu memandang rendah karyawan baru. Dia sering sekali datang terlambat, dan dia suka membantah perintah pak Arka." Intan menjelaskan panjang lebar versi dia sendiri yang ingin membuat citra Kalista jatuh dihadapan pak Anggara.


"Masa? Saya rasa Kalista bukan orang seperti itu." Jawab pak Anggara tegas.


Sebenarnya Kalista dan Arka sedang menuju kantin, karena kata asisten Andy tuan Anggara belum pulang dan sedang duduk di kantin. Arka berniat menghampiri ayahnya, tetapi ia lebih memilih untuk berhenti sejenak karena ingin tahu pembicaraan ayahnya dan karyawannya itu.


"Saya rasa itu semua kelakuan kamu! Kalista sama sekali bukan orang seperti itu." Arka menimpali dan langsung menduduki kursi dihadapan pak Anggara.


"Ah, maaf saya tidak bermaksud seperti itu." Intan menjawab ketakutan.

__ADS_1


"Apa tujuan kamu yang sebenarnya?" Tegas pak Anggara.


"Nggak ada tujuan apa-apa ko." Intan menjawab ketakutan tapi tetap dengan senyum yang dipaksakan.


"Pergi!!!" Perintah Arka dengan sangat lantang.


Intan pergi dengan rasa ketakutan. Tidak jauh dari kursi mereka duduk, Kalista sedang berdiri sambil tersenyum mengejek ke arah Intan. Ketika Intan berjalan kearah Kalista ia dengan sangat sengaja menjatuhkan dirinya, Kalista menatap heran.


"Arrrrghh sakit, tolong saya jatuh sengaja di dorong oleh Kalista." Intan masih dengan tingkah bodohnya menjatuhkan harga diri Kalista. Sehingga tingkahnya tersebut menarik perhatian karyawan yang ada di kantin tersebut.


"Jelas-Jelas Intan sendiri yang menjatuhkan dirinya. Kenapa nyalahin Kalista?" Seru karyawan yang duduk tidak jauh dari meja pak Anggara.


"Iya saya lihat sendiri ko, dia sengaja menjatuhkan dirinya." Karyawan yang lain menimpali.


"Intan cukup! Pergi dari sini sekarang!" Perintah Arka geram.


Kalista yang sedari tadi berdiri dihadapan Intan yang dengan sengaja menjatuhkan dirinya itu semakin merasa senang.


"Biar ku bantu nona Intan." Seru Kalista sambil mengulurkan tangannya tidak lupa Kalista pun memberikan senyum ejekannya.


Intan semakin geram terhadap Kalista, Intan dengan sangat kasar menepis tangan Kalista. Ketika Intan sudah berdiri Kalista dengan segera membisikan sesuatu di telinganya.


"Nona Intan, Cari mukanya tidak berhasil ya? Kasian sekali sih non." Ejek Kalista yang membuat Intan semakin geram dan emosi.


---------------------------------------🌻🌻

__ADS_1


Jangan lupa like dan coment!


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!


__ADS_2