SUN FLOWER

SUN FLOWER
KEDATANGAN KANG YOORA 2


__ADS_3

Arka semakin liar berciuman, bahkan kini tangannya menyentuh dada wanita itu, mengusap perlahan dengan lembut bahkan memainkannya. Suara desahan pun mereka lontarkan.


Kalista menyaksikan hal tersebut, hatinya merasa panas terbakar api cemburu. Pikirannya berkelana, dadanya terasa sesak, bahkan matanya memanas, cairan bening itu sudah terkumpul di pelupuk matanya, membentuk butiran-butiran yang sekali kedip pun akan terjatuh.


Kalista tidak sanggup menyaksikan hal tersebut, lalu ia beranjak keluar. Membanting pintu sekeras mungkin, tujuannya agar Arka segera tersadar dan ingat bahwa di ruangan tersebut ada dirinya.


Bantingan pintu yang keras menghentikan adegan mesra Arka dan Yoora. Arka menoleh ke arah pintu dan tersenyum simpul. "Gadisku cemburu".


Bantingan pintu yang keras pun membuat semua karyawan menatap Kalista yang baru saja keluar dari ruangan kerjanya, ada yang tersenyum mengejek, dan ada pula yang memberikan tatapan kasihan pada Kalista. Banyak juga karyawan yang mencibir Kalista.


"Wanita tadi pacarnya si boss ya? Malang sekali Kalista."


"Mampus tuh! Dijadikan pelampiasan ketika kesepian doang."


"Gila kali kalah jauhlah! Model terkenal disandingkan dengan Kalista? Jangan mimpi deh!" Ketus salah satu karyawan sambil mengejek Kalista.


Intan dan Riri tentu saja sangat senang mengetahui hal tersebut, mulutnya terus saja berkoar.


Kalista berdiri di depan pintu ruangannya, matanya menatap langit-langit ruangan itu sengaja agar air matanya tidak tumpah di hadapan para karyawan.


"Kenapa berdiri di depan pintu ibu sekretaris?" Entah dari arah mana Riko dan Andy muncul, cukup membuat shock Kalista.


"Di dalam lagi ada adegan dewasa, saya keluar karena belum cukup umur untuk menyaksikan adegan itu." Kalista berbicara pelan, matanya masih terus melihat ke atas.


"Adegan dewasa?" Tanya Andy bingung.


"Iya! Saya permisi ke toilet." Pandangan Kalista bertemu dengan mata Riko dan Andy, air mata sudah menggenang bahkan hampir tumpah membasahi pipinya.


"Akan ada hujan di kamar mandi." Bisik Riko di telinga Andy.


"Yuk masuk! Gue penasaran!"


Begitu Andy membuka pintu hal yang pertama dilihatnya adalah adegan panas yang Arka dan Yoora lakukan, Andy merasa emosinya membara karena Kalista menyaksikan hal tersebut.


"Bruuuuuukk.. Ini kantor! Ada cctv juga! Kalau mau bermain liar ya pergi saja ke hotel! Atau mau rekaman cctv nya gue kasih pak Anggara?" Suara pukulan meja yang sangat keras, Andy merasa tidak terima atas perlakuan Arka dan Yoora, karena Andy tahu bahwa Arka dan Kalista sudah dekat, bahkan dirinya bisa melihat dari sorot mata Kalista bahwa Kalista mulai mencintai Arka.


"Kelakuan binatang!" Umpat Riko sambil memberi tatapan nyeleneh kemudian senyum seringainya ia tampilkan untuk Arka.


"Apaan sih bro? Ganggu aja!" Ucap Arka berusaha senormal dan sesantai mungkin, karena kaget akan tindakan Andy dan Riko, tetapi memang dirinya seperti tidak sadar dan terbawa suasana.

__ADS_1


"Hey, how are you?" Yoora menghampiri Andy dan akan memeluknya, tetapi Andy menolak, begitu pun dengan Riko.


Tidak berselang lama Kalista masuk, wajahnya sudah biasa saja. Mungkin ketika dikamar mandi bulir-bulir air bening sudah tumpah, tetapi langsung di touch up oleh make up nya, sehingga tidak ada bekas dan jejak air mata di pipinya. Kalista kembali sibuk dengan pekerjaannya, dan sama sekali tidak menghiraukan keberadaan Yoora, Andy, dan Riko.


Riko dan Andy terus menerus memberikan tatapan tajam pada Arka, tatapannya mengisyaratkan agar Yoora segera keluar dari kantor ini.


"Hmmm.. ibu Kalista berapa menit lagi rapat penting akan di mulai?"


Kalista menyadari bahwa Arka sedang berbohong dan meminta bantuannya "Tidak ada rapat penting hari ini." Kata Kalista sambil memberikan wajah jengah lalu tersenyum menyeringai.


Andy merasa Kalista kesal pada Arka, sehingga dirinya angkat bicara "10 menit lagi rapat penting! Maklum ibu Kalista kan banyak pekerjaannya, lupa itu sesuatu hal yang wajar." Andy tersenyum pada Kalista, mau tidak mau Kalista pun ikut tersenyum.


"Jawaban kalian sedikit mencurigakan." Yoora melirik Kalista sekilas, lalu melirik Andy.


"Jangan-jangan kamu yang mencurigakan." Arka menatap Yoora, sehingga Yoora merasa kaku dan wajahnya terlihat sedikit pucat.


"Bercanda sayang, masa langsung pucat gitu sih? Apa jangan-jangan beneran ada sesuatu hal yang mencurigakan di diri kamu?" Lagi-lagi ucapan Arka mampu membuat Yoora gugup.


"Bercanda! Seorang model terkenal dan internasional kebangsaan Korea masa gitu aja langsung baper?" Arka mencubit gemas pipi Yoora. Andy, Riko, dan Kalista hanya memperhatikannya saja dengan mulut terkunci rapat.


"Andy benar, hari ini memang ada rapat. Andy itu kan asisten pribadi aku, jadi dia tahu segalanya. Kalau ibu Kalista memang pekerjaannya sedang padat, sehingga dia kelupaan rapat penting hari ini."


"Anterin ke hotel."


"Nggak bisa, kan ada rapat penting sebentar lagi."


"Pake sopir pribadi!"


"Aku nggak pake sopir pribadi, biasanya nyetir sendiri, atau di sopirin Andy. Tapi kan kamu tau Andy bentar lagi rapat sama aku."


"Cih.. orang kaya yang terlalu ngirit." Yoora meninggalkan kantor dengan wajah kesal nya itu.


Setelah kepergian Yoora, Andy dan Riko harus berbicara pada Arka.


"Kalista, bisa tolong pesankan kopi dikantin lantai dasar?." Sebenarnya itu hanya alasan saja agar Kalista keluar dari ruangan itu, karena ada sesuatu hal yang memang harus di bicarakan.


"Apaan lu nyuruh-nyuruh Kalista, kan lu bisa bisa nyuruh.." ucapakan Arka terhenti karena dipotong oleh Kalista.


"Terus nyuruh siapa? Nyuruh ibu Yoora? Dia kan model terkenal mana mau disuruh-suruh." Kalista menampilkan wajah jengahnya, lalu pergi dari ruangan itu.

__ADS_1


*****


"Brengsek! Apa-apaan lu bercumbu tepat di depan mata Kalista? Kan lu tau sendiri, Kalista itu Bunga! Coba lu buka mata lu lebar-lebar!" Riko menarik kerah baju Arka, bersiap untuk memberikan pukulan pada wajah Arka.


"Lu tau nggak tadi pas gue sama Andy kesini, Kalista lagi berdiri di depan pintu dengan air mata yang bersiap tumpah. Kenapa lu jadi pengecut? Jawab gue!" Riko berteriak pada Arka, sambil tangannya berusaha menahan agar Andy tidak memukul Arka.


"Ndy lu tuh terlalu polos jadi cowo, makanya lu disakitin Dinda." Arka tersenyum geli dan mengejek kisah asmara Andy.


"Dan elu ko, serius lu bilang gue pengecut? Lantas elu yang sering gonta-ganti wanita tanpa di pacari itu apa? Lu juga sama brengseknya kaya gue!" Seorang pemain wanita menyebutnya pengecut? Hal itu cukup terdengar menggelikan ditelinga Arka.


"Itu kan dulu! Sekarang gue udah tobat! Dan gue nggak pernah kaya gitu lagi." Riko membantah ucapan Arka, karena dirinya yang sekarang bukan seperti dirinya yang dulu.


"Iya gue tahu." Arka melepaskan cengkraman tangan Andy dari kerahnya.


"Jadi gini, Yoora datang tiba-tiba langsung nyerang gue. Awalnya gue coba merespon ciuman Yoora tuh cuma pengen lihat aja reaksi Kalista. Dan itu berhasil, Kalista keluar membanting pintu, itu cukup menjadi bukti bahwa Kalista cemburu." Arka berbicara dengan mata berbinar.


"Tapi ya lu tau juga lah bro.. cowo mana sih yang tahan terhadap godaan wanita seksi? Gue jadi lupa diri dan terlanjur di kuasai nafsu, yaudah lah lanjutin aja kan tanggung." Arka terkekeh.


"Gue tuh udah lama nggak kencan, dan udah lama juga nggak di sentuh. Makanya ketika mendapatkan sentuhan-sentuhan sensual seperti itu, gairah gue langsung bangkit, dan kepunyaan gue juga langsung mode on. Wajar kan gue normal!" Arka menjeda kalimatnya.


"Tapi gue tau ko Yoora itu kotor, tidak sebersih Kalista." Arka masih sibuk berbicara, sementara Andy dan Riko hanya menjadi pendengar yang sedari tadi sudah beberapa kali mengganti ekspresinya.


"Lagian kan gue udah tau tuh busuk nya Yoora, jadi gue harus mengikuti acting dan permainannya. Nggak mungkin juga kan kalau gue langsung menjauh darinya begitu saja? Yang ada dia malah curiga!"


"Tapi kan lu nggak seharusnya beradegan panas di depan Kalista! Dasar bodoh!" Riko mengumpat untuk merutuki kebodohan Arka.


"Gue nggak yakin Kalista cemburu, bisa jadi itu karena dia jijik melihat elu dan Yoora." Ketus Andy.


----------------------------------🌻🌻


Jangan lupa like dan coment!


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!


Find Me On Instagram : @halloimas13❀


Kalian kecewa sama Arka atau sama author nih? Yang pasti author sudah punya alur nya sendiri ya!😊


Cerita dikit deh! Jadi gini ya dulu author juga cuma pembaca setia novel dan komik, author juga suka kesal sama alurnya! Author juga suka komen, menurut aku harusnya dia itu begini, dia begitu! Padahal aku tuh cuma baca doang, tapi kenapa seolah-olah aku tuh pengen ngatur alurnya. Jelas-jelas itu hasil karya orang masa harus aku rombak alurnya?πŸ˜‚ Ketika diriku memutuskan untuk menulis, dan mendapat komen-komen yang seperti itu.. percaya deh gaesss, komen seperti itu sangat tidak enak untuk author, karena kan author udah punya alur cerita tersendiri hehe❀❀❀

__ADS_1


__ADS_2