SUN FLOWER

SUN FLOWER
PINDAHAN


__ADS_3

Arka POV


Gue belum sepenuhnya percaya terhadap makhluk yang bernama perempuan. Trauma dimasa kecil, pengkhianatan mama, pukulan mama, semua itu tidak pernah bisa gue lupain! Perlakuan gila mama ke ayah, jalang nya mama bersama pria brengsek itu, pokonya susah buat gue lupain. Gue nggak tau apa semua wanita itu tergila-gila materi atau masih ada wanita yang mendahulukan hati? Sejauh ini menurut penilaian gue, Kalista memang berbeda. Dia nggak pernah godain gue, gue ajak makan aja dia malah milih makan di pinggir jalan, dan dia terlihat masih polos.


Tapi gue masih belum tau, lu sosok wanita seperti apa? Gue nggak ada niatan sedikit pun untuk mempermainkan hati lu! Kaya nya ada yang salah sama hati gue.. setiap gue lihat tatapan si Rangga Aditama brengsek itu natap Kalista, dada gue terasa sesak. Tapi gue masih belum yakin, sebenarnya hati gue untuk siapa? Lu Kalista? Gadis kecil yang entah kemana? Atau Kang Yoora?


*****


"Woyyyyyyyyyyy! Ngelamun lu!" Teriak asisten Andy menepuk pundak Arka, sehingga membuat Arka terlonjak karena kaget.


"Anjiiir ngagetin lu." Kesal Arka.


"Boss besar mikirin apaan sih?" Asisten Andy bertanya.


"Hidup lu kurang kerjaan? Kepo banget!" Ketus Arka.


"Hidup gue mah kurang duit bro! Btw.. Kalista mana?" Tanya asisten Andy.


"Pesugihan sana biar cepat dapat duit gepokan." Seru Arka.


"Musrik bro.. nggak halal dosa dong gue!." Timpal asisten Andy.


"Kalista mana?" Tanya Asisten Andy lagi.


"Cuti." Jawab Arka datar.

__ADS_1


"Cuti kenapa?" Asisten Andy penasaran.


"Mana gue tahu! Lu pikir gue bodyguard nya!" Sarkas Arka tajam.


*****


Di kosan Kalista sedang sibuk mengemasi barang-barang, dibantu oleh ibu kost dan dokter Rian.


"Ini yakin mau pindah ke apartment?" Tanya dokter Rian.


"Yakin dong." Jawab Kalista mantap.


"Yakin banget nih ibu di tinggalkeun? Kamu teh udah ibu anggap anak sendiri." Sedih ibu kost.


"Sering-sering mampir ke kost ya neng geulis, tengokin ibu!" Perintah ibu kost yang makin memeluk erat Kalista dengan berlinang air mata.


"Jangan nangis!" Kalista mengusap air mata yang lolos dengan sempurna dari kelopak mata ibu kost.


"Semua udah siap kan? Yuk berangkat!" Ajak dokter Rian. Mobil bak pengangkut barang sudah siap dengan barang-barang yang tersusun rapih.


*****


Dokter Rian, dan ibu kost ikut mengantar Kalista pindahan ke apartment. Barang-barang sudah diangkut oleh orang-orang suruhan dokter Rian. Tinggal di tata dan dirapihkan saja oleh Kalista.


"Keren banget ini mah, lega pisan. Kosan ibu mah nggak ada apa-apanya dibandingin ini." Seru ibu kost.

__ADS_1


"Wajar lah bu H O L A N G K A Y A!" Celetuk Kalista.


"Sayang sekali pak dokter ini bukan holang kaya." Timpal dokter Rian terkekeh.


"Pak dokter merendah nih, lain kali ajak Kalista ke rumah pak dokter dong." Pinta Kalista.


"Iya nanti diajak sekalian di kenalin ke ayah ibu." Goda dokter Rian.


"Sebagai calon istri, itu pun kalau Kalista nya mau." Celetuk ibu kost.


"Ngomong apaan sih kalian ini?" Kalista pura-pura mengalihkan perhatian.


"Ah bukan apa-apa, neng geulis sing betah nya tinggal disini! Sering-sering kunjungi ibu." Ibu kost memeluk Kalista lalu mencium kening Kalista.


"Iya ibu, Kalista bakalan sering ngunjungi ibu." Kalista terharu sampai berkaca-kaca karena perlakuan ibu kost yang hangat dan nyaman sehingga Kalista merasa bahwa bundanya hadir kembali di hidupnya.


"Semoga nyaman ya di tempat baru ini, kalau ada apa-apa hubungi aku! Jangan sungkan, baik-baik ya cantik." Dokter Rian mengelus puncak kepala Kalista.


"Siap pak dokter, terimakasih untuk hari ini." Kalista secara spontan memeluk dokter Rian, dan dokter Rian pun membalas pelukannya.


----------------------------------🌻🌻


Jangan lupa like dan coment!


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!

__ADS_1


__ADS_2