SUN FLOWER

SUN FLOWER
PENYESALAN ARKA


__ADS_3

Arka benar-benar mengikuti saran dari Riko. Pagi-pagi buta Arka sudah bangun, langsung cuci muka dan beranjak pergi ke dapur.


Hari ini rencananya Arka akan membuatkan Kalista sarapan nasi goreng kecap plus telur, serta membuatkan MP ASI untuk Nathan dan Nayla. Untuk nasi goreng kecap plus telur Arka bisalah memasaknya, walaupun mungkin nanti rasanya tidak seenak buatan Kalista. Tetapi untuk MP ASI Arka sama sekali tidak mengetahuinya.


Arka mengambil ponselnya dan langsung mencari tahu mengenai menu MP ASI, persetan sama menu MP ASI Arka lebih memilih mencari tutorialnya di YouTube. Kalau tutorial kan enak gitu, bisa tahu dengan jelas dan Arka akan lebih paham.


Tiba-tiba Arka kepikiran untuk membuat bubur ikan salmon, brokoli plus kacang. Arka membuka kulkas, alhamdulilah semua bahan yang di butuhkan untuk membuat MP ASI semuanya lengkap.


Arka mencuci tangan hingga bersih, Arka ingin masakannya higenis. Arka tidak mungkin membuat anaknya diare akibat cara masaknya yang tidak steril. Arka juga sudah memastikan semua alat masak dan alat makan si kecil terjaga kebersihannya.


115 gram fillet ikan salmon, 4 sendok makan kacang polong, 2 kuntum brokoli dan 2 sendok teh minyak zaitun untuk menggoreng. Semua bahan tersebut utama sudah tersedia atas meja di dapur. Semua bahan telah Arka cuci dengan bersih, pertama-tama Arka masak ikan salmon hingga matang, bila tidak di goreng bisa di kukus juga, yang terpenting adalah memasaknya hingga matang.


Brokoli yang sudah di cuci bersih Arka potong-potong kecil. Lalu mengukus brokoli dan kacang polong itu hingga lunak. Menurut tutorial yang telah Arka tonton, mengukusnya hanya membutuhkan waktu sepuluh menit.


Ikan tuna telah matang, brokoli yang sudah di kukus juga sudah lunak. Arka mencampur ketiganya di dalam sebuah mangkuk lalu melumatkannya hingga halus, Arka juga menambahkan sedikit air untuk melembutkan teksturnya, sehingga Nathan dan Nayla bisa memakannya dengan aman. Karena mereka berdua belum tumbuh gigi sehingga tekstur makannya harus selembut mungkin.


Arka tersenyum puas dengan hasilnya, sudah Arka cicipi dan rasanya lumayan enak.


Tiba-tiba terdengar suara tangis si kecil, Arka segera berlari menaiki satu persatu anak tangga. Dengan langkah lebar-lebar Arka segera mendekati pintu kamar anaknya, ternyata bocah kembar itu telah bangun dan sedang merajuk pada bundanya yang masih memejamkan bola matanya.


"Sudah bangun sayang." Arka langsung menghampiri dan menengkan kedua bocahnya. Arka juga menyempatkan untuk bermain dengan kedua anaknya.


Kalista segera menggerakkan kedua bola matanya, mengusaknya lalu bola mata itu terbuka dengan sempurna. Manik mata itu menatap jarum jam sekilas, kemudian menatap Arka dengan tatapan heran. Biasanya jam segini Arka sudah rapi dengan stelan kerjanya, sekarang malah masih koloran dan masih memakai kaos yang di pakai tidur tadi malam.


"Kamu mandi dulu aja, anak-anak biar aku yang mandiin." Ucap Arka sambil tersenyum pada Kalista.


Mengernyitkan sebelah dahinya dan tetap menatap Arka dengan tatapan heran. Kalista bahkan sama sekali tidak beranjak dari kasurnya.


Arka segera mengisi bak mandi Nathan dan Nayla dengan air hangat. Mengambil handuk dan menggantungkannya di kamar mandi. Arka meminta tolong pelayan untuk menggendong Nayla, karena Arka akan memandikan Nathan terlebih dahulu.


Manik mata Kalista membulat sempurna, Kalista benar-benar terperangah melihat suaminya memandikan Nathan. Begitu lihai dan lembut, sambil memandikan Arka juga bernyanyi sehingga Nathan tidak nangis. Nathan telah selesai di mandikan, Arka memberikan Nathan pada pelayan dan segera memandikan Nayla hingga selesai.


Selanjutnya Arka segera memakaikan baju Nathan dan Nayla, tentu saja Arka mengolsekan dulu minyak telon agar mereka berdua merasa tubuhnya hangat. Arka benar-benar lancar memakaikan baju anaknya, menyisir rambutnya, mengaplikasikan bedak tipis di wajah Nayla. Last, Arka menyemprotkan pewangi bayi.


"Nathan dan Nayla sudah cantik nih, bundanya segera mandi dong." Ujar Arka.


"Ini Arka bukan sih?" Batin Kalista, Kalista masih saja merasa heran dengan tingkah suaminya di pagi hari ini.


Kalista bahkan melamun sambil berjalan ke kamar Arka, semua bajunya yang berada di kamar Nathan dan Nayla sudah Arka pindahkan lagi ke lemarinya. Sehingga mau tidak mau Kalista harus mandi di kamar mandi yang tersedia di kamar Arka, dan berganti pakaian juga di kamarnya.


Sambil menunggu Kalista yang sedang mandi, Arka kembali meminta pelayan untuk menggendong Nathan dan Nayla sebentar. Saat ini Arka sedang berperang membuat nasi goreng kecap plus ceplok telur untuk sarapan Kalista.


Membuat telur ceplok ini sangat drama sekali, beberapa kali minyak meletup mengenai tangan Arka. Arka juga meringis berkali-kali, jujur saja minyak panas ini membuat tangannya terasa perih. Tetapi Arka tidak menyerah begitu saja, ini semua Arka lakukan dengan ikhlas agar Kalista mau memaafkannya.


Hanya nasi goreng kecap plus telur ceplok dengan segelas susu, tentu saja itu semua tidak membutuhkan banyak waktu. Nasi goreng itu telah tersedia diatas meja makan beserta dengan bubur ikan salmon, brokoli, kacang untuk Nathan dan Nayla.


Setelah selesai berpakaian dan memoles wajahnya sedikit, Kalista keluar dari kamar itu. Pandangan matanya menatap beberapa pelayan yang terlihat santai, bahkan tidak mengenai baju pakaian. Mereka mengenakan pakaian biasa, ada yang sedang duduk sambil ngeteh, ada yang selonjoran kaki sambil menonton, mereka tidak sesibuk biasanya.


Pertama, Kalista masuk ke kamar Nathan dan Nayla. Kamar itu telah rapi, tetapi beda dari biasanya. Itu artinya bukan pelayan yang biasanya yang membereskan kamar ini, padahal untuk kamar Nathan dan Nayla Kalista menugaskan satu pelayan saja, agar kamar ini tetap steril dan terjaga kebersihannya.


"Siapa yang membereskan kamar anak saya? Kenapa kamu nggak pakai seragam, sudah buatkan mp asi untuk Nathan dan Nayla?" Begitu keluar dari kamar itu, Kalista berpapasan dengan pelayan yang biasanya mengurus kamar Nathan dan Nayla. Kalista juga melayangkan beberapa pertanyaan beruntun, karena melihat pelayan itu tidak berseragam.


"Tuan Arka, yang membuatkan MP ASI juga tuan Arka. Katanya hari ini pelayan tidak udah bekerja, bahkan untuk makan saja semua pelayan di izinkan untuk gofood saja, nanti tuan yang akan membayarnya. Semua tugas rumah akan di kerjakan oleh tuan, termasuk masak, nyuci baju, ngejemur, dan bersih-bersih yang lainnya juga." Pelayan itu mencoba menjelaskan apa yang telah Arka instruksikan pada semua pelayan yang ada di rumah ini.


"Ya ampun kekonyolan macam apa ini? Seharusnya dia pergi ke kantor hari ini." Kalista geleng-geleng kepala smabil memijatnya pelayan. Ucapan dari pelayan itu cukup membuatnya kaget sekaligus merasa heran dan aneh.


"Baiklah, nikmati waktu kalian untuk bersenang-senang." Kalista mengusap baju pelayan itu, senyum manis terpancar dari wajahnya.


Kalista kembali melangkahkan kakinya, menuruni satu persatu anak tangga. Di meja makan sana sudah ada Arka yang sedang menggendong Nathan dan Nayla.


"Nah kan enak kalau sudah mandi, terlihat fresh dan sangat cantik." Arka langsung berdiri, menarik satu kursi dan mempersilahkan kalista untuk sarapan.


Kalista duduk di kursi itu, di hadapannya sudah ada satu porsi nasi goreng kecap plus telur ceplok. Sebelum benar-benar menyantapnya, kalista mengamatinya terlebih dahulu. Penampilan nasi goreng kecap itu sangat hitam, entah itu gosong atau kebanyakan kecap. Untuk telur ceploknya itu sendiri juga terlihat gosong sebelah, saat ini Kalista menjadi ragu untuk mencicipinya.


"Kalau cuma di lihatin aja nasi gorengnya kapan abisnya? Perut kamu juga jalan kentangnya sayang? Atau mau aku suapin?" Ujar Arka, Arka tahu apa yang sedang ada di pikiran Kalista. Dan itu wajar, penampilan nasi gorengnya saja jelek, pasti Kalista ragu soal rasanya.


"Nggak perlu!" Ketus Kalista, mata jengahnya itu terlihat jelas oleh Arka.


Satu sendok nasi goreng telah masuk ke mulut Kalista, Kalista langsung memejamkan matanya. Nasi goreng ini agak asin, kecapnya juga kebanyakan, sehingga terasa eneg saat di kunyah. Telur ceploknya juga agak pahit, karena gosong sebelah.


"Nggak enak!" Kalista masih berbicara ketus dan jutek.


"Iya emang nggak enak kok, nggak usah di makan, biar nanti aku yang makan aja. Kamu mau makan apa? Aku pesan gofood deh." Tawar Arka.


"Lagi malas makan!" Lirih Kalista.

__ADS_1


"Nggak bisa gitu dong! Kamu kan lagi masa menyusui, masa nggak mau makan. Apa yang kamu makan akan terserap kedalam asi, dan itu akan di minum oleh Nathan dan Nayla. Yaudah kamu tetap duduk di situ, bentar aku gofood dulu buat sarapan." Arka langsung mengambil ponsel dan langsung memesan beberapa menu makanan.


Arka menyuapi Nathan dan Nayla makan, keduanya makan sangat lahap. Antusias mereka sangat tinggi, seperti berebutan karena takut kehabisan.


"Ini apa?" Kalista langsung mengambil mangkuk itu, mencium aromanya dan melihat teksturnya dengan jelas.


"Kamu tahu kan Nathan dan Nayla itu masih MP ASI, nggak boleh makan sembarangan." Kalista berkata judes, manik matanya menatap Arka tajam.


"Aku tahu kok, ini tuh bubur ikan salmon, brokoli, kacang. Kombinasi ketiga makanan ini adalah makanan rendah kalori, tapi kaya akan antioksidan, omega-3, vitamin A, C, E dan berbagai nutrisi lainnya. Resep MP ASI ini juga bisa memperkuat sistem imun, menunjang kesehatan otak dan pencernaan, serta mengurangi reaksi alergi." Arka berusaha menjelaskan mengenai menu MP ASI yang ia buat sendiri.


"Tenang saja, aku tidak akan memberikan anakku makan sembarangan. Bahkan aku naskahnya saja steril banget, bersih banget, higenis banget. Semuanya aman dan jauh dari kuman." Imbuhnya lagi.


Kalista terdiam mendengarkan penjelasan dari Arka, tidak terpikir oleh Kalista bahwa Arka akan sedetail itu mengenai MP ASI buatannya.


"Cobain deh! Enak kok, Nathan sama Nayla aja suka. Teksturnya juga lembut banget, aman di lidah dan pencernaannya mereka berdua." Arka mengulurkan satu sendok bubur ikan salmon tersebut.


Menu MP ASI tersebut begitu terasa enak di lidah. Bahkan Kalista sampai speechless. "Kok bisa ya seenak itu? Biasanya Nathan dan Nayla atau sudah kalau makan, tapi kali ini mereka doyan." Batin Kalista, Kalista tidak mau terang-terangan memuji Arka.


"Gimana enak kan? Teksturnya juga udah pas kan?" Tanya Arka.


"Lumayan." Jawab Kalista singkat.


Tidak berselang lama ,gofood telah datang. Beberapa menu sarapan untuk Kalista, itu semua pilihan Arka. Toh Kalistanya saja tidak menyebutkan mau makan apa? Jadi Arka memilihnya secara random, dan Arka berharap Kalista mau memakan salah satu dari makanan tersebut.


Dari sekian banyak makanan yang telah di pesan oleh Arka, Kalista hanya mengambil bubur ayam saja. Memakannya langsung tanpa mengucapkan kata terimakasih sama Arka.


Misi pertama : membuatkan sarapan untuk istri dan membuatkan menu MP ASI untuk Nathan dan Nayla.


MP ASI berhasil, sarapan untuk istri gagal! Nasi goreng kecap yang tadinya sangat spesial khusus untuk Kalista, kini harus Arka makan seorang diri.


Satu sendok nasi goreng kecap masuk kedalam mulut Arka, Arka memejamkan bola matanya dan merutuki kebodohannya. Asin dan manis sangat dominan, rasa pahit dari telur yang gosong juga sangat menggangu Indra perasa. Arka saja merasa mual jika menghabiskan satu piring nasi goreng kecap tersebut.


"Makanan kalau tidak di makan itu mubazir. Di luar sana masih banyak banget orang yang mau makan, tetapi tidak mendapatkan makanan. Kamu harus bersyukur." Celetuk Kalista, dari ekor matanya itu Kalista menangkap dengan jelas ekspresi Arka ketika memakan nasi goreng tersebut.


"Iya aku sangat paham. Kamu juga harus tahu ya, semua makanan ini di beli pakai uang. Jaman sekarang ini serba susah, nyari uang juga nggak gampang. Di Indonesia sendiri angka pengangguran masih tinggi, ketika makanan sudah di beli dan ada di depan mata tolong di habiskan ya. Nyari uang nggak semudah metik daun loh." Senyum menyeringai Arka tampilkan, Arka sebenarnya geram pada Kalista tetapi Arka juga tidak bisa marah.


Kalista mendengus kesal, bibirnya mencebik. Arka ini niat mau minta maaf atau mengajaknya lagi untuk perang dingin?


Selesa makan, Arka langsung membersihkan meja makan dan langsung mencuci piring. Ada dua pelayan yang Arka tugaskan untuk menggendong Nathan dan Nayla ketika dirinya sedang sibuk dengan pekerjaan rumah atau beres-beres. Tentunya Arka juga memberikan tip untuk pelayan itu, karena pelayan yang lain sedang santai dan mendapat kesempatan untuk menikmati hidupnya dengan nyaman hari ini, sedangkan dua pelayan itu masih harus menerima beberapa perintah dari Arka.


Jemuran semuanya Arka juga yang urus, Arka bahkan menyetrika baju dengan susah payah. Satu kemeja kesukaan Arka bolong karena terkena setrikaan panas dan Arka lupa untuk mengangkatnya.


Pagi, siang, sore, malam, Arka memesan gofood. Sadar dengan masakannya yang tidak bisa melewati tenggorokan Kalista, karena itulah Arka memesan gofood.


Saking sibuknya dengan pekerjaan rumah, Arka tidak sempat mandi, tidak sempat menyisir rambut, sama sekali tidak sempat memperhatikan penampilannya. Sekarang Arka terlihat sangat jelek, jika bertemu dengan salah satu rekan bisnisnya pasti tidak akan ada yang mengenalinya. Arka yang sering tampil gagah dan berwibawa, kini terlihat sangat lusuh dan terlihat seperti seorang pelayan di rumah majikannya.


Nathan dan Nayla saya full day bersama Arka, Arka mengurusnya dengan baik. Mengganti popok saja sama Arka, hari ini benar-benar membuat Arka merasakan menjasi bunda sekaligus ayah untuk kedua anaknya.


Sejenak terlintas di pikiran Arka, mungkin seperti ini ya jika suatu hari Kalista pergi meninggalkannya. Hidup sederhana beserta kedua anaknya, tidak terasa mata Arka berkaca-kaca, membayangkannya saja Arka tidak mampu, bagaimana jika itu benar-benar terjadi pada dirinya.


Sementara Kalista merasa sangat bahagia hari ini, setelah sekian lama dirinya tidak memiliki waktu luang untuk bersantai. Hari ini benar-benar "me time" untuk Kalista, Arka bilang hari ini Kalista bebas dari Nathan dan Nayla, Kalista bebas untuk pergi ke salon, mall, ataupun bioskop. Arka mengizinkan Kalista untuk melakukan apapun yang diinginkannya, dengan satu syarat harus tahu waktu dan tentunya harus mengisinya botol susu dengan ASInya yang di pompa.


Benar saja, Kalista merasa memiliki waktu yang sangat leluasa. Kalista pergi ke spa, melakukan beberapa treatment, pijat, luluran, totok wajah, serta pedicure medicure.


Pergi ke salon, keramas, nyatok rambut selain memotongnya sedikit. Kalista juga meminta wajahnya di make up seperti salah satu tokoh utama di serial drama Korea kesukaannya.


Pergi ke mall, shopping, ini itu serba di beli. Menyempatkan untuk menyeruput kopi di salah satu kafe ternama. Hari ini Kalista benar-benar merasa mempunyai waktu yang sangat berharga, sepeti kembali menjadi Kalista yang masih gadis, dimana tidak ada yang melarangnya untuk melakukan ini itu, untuk pergi kemanapun, dan tidak mempunyai tanggung jawab untuk mengurus suami apalagi anak.


Sore menjelang magrib, Kalista sudah tidak kembali di kediaman Anggara. Kalista tidak mempedulikan siapapun, tidak memperdulikan Arka maupun kedua anaknya.


Masuk ke kamarnya, mebwrsihkan make up dan langsung mandi. Setelah itu kalista again menonton serial drama Korea. Karena Arka bilang Kalista bebas melakukan apapun sampai jam delapan malam.


Setelah magrib, Nathan dan Nayla yang memang merasa kelelahan seharian bermain dengan ayahnya yang biasanya super sibuk itupun kini sudah menguap beberapa kali. Arka mencoba menidurinya sambil menyanyikan sebuah lagu anak. Lambat laun mereka berdua terlelap dalam tidurnya.


Setelah bocah kembar itu terlelap, Arka langsung pergi mengaliri Kalista. "Turun dulu yuk, bentar." Ajak Arka pada Kalista yang sebagian tengkurap dengan mata yang masih fokus menatap layar laptop.


"Ngapain sih? Ganggu aja!" Ketusnya dengan suara yang sedikit meninggi.


"Iya nyonya! Lanjutkan saja menonton drakornya." Ucap Arka selembut mungkin.


Arka kembali ke dapur, mengambil pudding mangga susu buatannya. Tadi sore Arka membuat pudding ini, berharap Kalista menyukainya, karena pudding ini juga merupakan salah satu pudding kesukaan Kalista.


"Mau ngapain nyuruh turun?"


Arka terperanjat, tadi Kalista sibuk nonton drakor sampai nggak mau turun. Tiba-tiba sekarang sudah ada di dapur dan mengagetkannya.

__ADS_1


Arka segera menuntun Kalista dan menyuruhnya duduk di meja makan.


"Silahkan di makan. Ini buatan aku, kali ini di jamin enak deh, seriusa." Satu loyang pudding mangga susu tersaji di hadapan Kalista.


Kalista ini benar-benar cuek banget, tidak banyak menanggapi ucapan Arka, dirinya malah sibuk mengunyah pudding mangga susu itu.


"Peran kamu sebagai seorang istri dan seorang bunda ternyata tidak mudah ya. Mengasuh Nathan dan Nayla itu menyenangkan, tetapi tetap saja rasa lelah itu pasti ada. Mereka berdua berat badannya sudah nambah, gendong tiga puluh menit aja bahu sama punggungku berasa pegal dan sakit. Kamu hebat banget ngurusin Nathan dan Nayla."


"Hari ini juga aku menyadari dan mengerti peran dari seorang ibu rumah tangga, kerjaannya banyak dan numpuk tapi selalu tersenyum dan tidak banyak ngeluh. Masak juga nggak gampang ternyata, apalagi membuatkan menu MP ASI untuk Nathan dan Nayla, harus ada variasi setiap harinya, tentunya tetap memperhatikan gizinya juga. istriku hebat banget dalam urusan dapur dan menu MP ASI untuk kedua bocah kembarku."


"Beres-beres rumah! Terdengar sangat simpel, aslinya sih masyaAllah banget. Nyapu ngepel juga ternyata sangat menguras tenaga. Para pelayan juga hebat, mereka bekerja tanpa ngeluh. Padahal selama ini aku memandang mereka biasa saja, hari ini aku tersadar apa yang aku berikan pada mereka tidak sebanding dengan pengabdian mereka di rumah ini. Pelayan semua gajinya aku naikin."


Kalista kini mulai berhenti mengunyah, Arka berbicara panjang lebar terus menerus sepertinya memang ada yang ingin di sampaikan olehnya. Sehingga kini Kalista lebih fokus untuk mendengarkan.


"Mengambil alih semua tugas pelayan dan mengambil alih tugas seorang istri ternyata cukup membuat aku kenyang. Hari ini aku cuma makan nasi goreng kecap asin dan kemanisan, dengan ceplok telor yang agak pahit yang membuat istriku tidak mau memakannya karena terasa eneg dan ingin muntah. Sampai sekarang aku belum makan lagi, nggak tahu nih malas aja gitu bawaannya. Melihat istri bahagia, dan kedua bocah kembar tersenyum lebar saja sudah cukup membuatku melupakan segala kelelahan di hari ini. Masak juga tidak mudah ternyata, minyak panas yang meletup-letup mengenai tangan, wajahnya panas yang tersenggol dan mengenai telapak tangan. Semua ini terasa sakit dan menyiksa, istriku pintar masak hebatnya, pelayan bagaian dapur juga hebat. Makhluk yang bernama wanita itu sangat spesial dan istimewa. Terimakasih sudah mau menjadi istriku dan bunda dari anak-anakku." Kini tangan Arka sedang menggenggam erat jari jemari Kalista.


"Aku menyesal." Suara itu terdengar lirih dan sedikit tertahan. "Aku telah mentelantarkan seorang istri yang sangat cantik dan sangat lihai dalam mengurus suami dan kedua anaknya. Aku mengabaikannya, aku mencampakkannya. Aku tidak bisa menghargainya sebagai sekarang istri Soleha, aku ini sangat bodoh karena terjebak oleh keterpurukan. Aku menyesal, aku meminta maaf kepadamu, aku ikhlas jika kamu harus menghukumnya, asal kamu jangan meninggalkanku." Arka menangis sesenggukan, kepalanya tertunduk. Bahu dan punggungnya bergetar hebat.


"Aku takut kehilanganmu, aku takut kamu dibuat nyaman oleh pria lain. Aku takut kamu menjalin kasih dengan pria selain aku. Aku mohon dengan sangat, aku mau kamu tetap menjadi istriku." Air mata yang telah bercampur dengan ingus itupun berjatuhan.


"Aku nggak rela kalau sampai kita pisah, aku nggak sanggup hidup tanpa kamu dan anak-anak. Aku nggak mau cerai, sampai kapanpun aku nggak mau cerai." Arka semakin menangis histeris bagikan seorang bocah yang mengamuk ingin di belikan mainan.


Arka bangun dari duduknya, mengambil gelas dan pisau.


"Lemparin gelas ini ke kepalaku, lukai dahi aku dengan pisau ini. Aku harus merasakan sakit yang telah kamu alami."


Kalista merampas gelas dan pisau tersebut dan meletakkannya di atas meja. Kalista memeluk Arka erat, Kalista ingin menenangkan Arka sejenak.


"Aku nggak mau cerai." Dalam pelukan Kalista saja Arka masih mengucapkan kalimat itu.


"Kamu bau keringat, mandi dulu sana nanti baru bicarakan lagi." Kalista mengusap lembut punggung suaminya yang bergetar hebat karena menangis.


Arka menurut, ia langsung bergegas membersihkan badannya yang terasa lengket. Tetapi Kalista harus menunggunya di kamar, kalau tidak Arka mengancam akan bunuh diri.


Selesai mandi dan berpakaian, Kalista langsung mengoleskan krim luka bakar pada tangan ada yang terkena minyak panas.


Ponsel Kalista berbunyi, panggilan video call dari Gerry. Kalista langsung mengangkatnya.


"Hi, selamat malam." Gerry melambaikan tangannya sambil tercengir.


"Kak, maaf kemarin malam aku ketiduran karena capek, sampai lupa padahal Kaka ngajak video call." Ujar Kalista.


"Iya nggak apa-apa, santai lah sama gue mah. Btw, suami mu mana?" Tanya Gerry.


"Apa?" Ketus Arka yang tiba-tiba mendekatkan wajahnya dengan Kalista.


"Mata lu kenapa bro? Sembap banget, abis nangis lu? Kenapa? Mau di talak ya sama kalista? Ih kasian banget." Ledek Gerry sambil tertawa terbahak-bahak.


"Diam deh lu!" Ketus Arka sambil menunjukan tangannya yang sudah mengepal.


"Waduh serem banget." Gerry belahan sok-soakan takut sama Arka.


"Kak Gerry ada apa video call?" Tanya Kalista.


"Mau ngobrol sama suami lu yang brengsek." Ujarnya dengan nyeleneh dan sangat nyebelin.


"Jagat mulut lu!" Geram Arka.


"Mulut gue kenapa? Ngapain harus di jaga? Nggak bakalan lepas kok? Yang harusnya di jaga tuh kelakuan lu!" Ujar Gerry sambil mendelikkan mata jengahnya.


"Maksud lu alasan?" Teriak Arka.


"Biasa aja lah ngomongnya gausah teriak-teriak, kalian tuh cewe cantik di sebelah lu takut budeg pendengarannya."


"Jadi gini bro, lu udah siap nggak lihat Kalista naik ke pelaminan bareng gue?" Imbuhnya lagi.


"Nggak! Gue masih suaminya, dan tidak akan menceraikannya sampai kapanpun."


Bersambung...


----------------------------------🌻🌻


Jangan lupa like dan coment yang banyak!


Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!! Klik ❤ tambahkan favorit 🙏🤗

__ADS_1


Find Me On Instagram : @halloimas13❤


__ADS_2