
Sekarang Kalista dan Arka sedang berada diatas awan, kepala Kalista mulai pusing dan perutnya terasa mual. Arka yang menyadari hal tersebut segera menarik kepala Kalista agar menyender di bahunya.
"Tidurin aja!" Perintah Arka pada Kalista.
Tidak lama setelah itu kalista tertidur menyender di bahu Arka, Arka merangkulnya agar kepala Kalista tidak banyak bergerak supaya tidurnya nyaman.
Entah sudah berapa lama berada diatas awan, Arka tidak menyadarinya karena ia pun tertidur. Pesawat telah mendarat, tetapi Arka enggan untuk membangunkan kalista. Arka masih betah memandangi wajah Kalista yang sedang tertidur itu. "Bahkan tertidur pun terlihat cantik." Lirih Arka pelan. Wajah itu tertidur dengan nafas yang teratur.
Arka menepuk-nepuk pipi Kalista, Kalista mengerjapkan matanya perlahan.
"Udah landing?" Tanya Kalista sambil memegangi keningnya.
"Udah." Jawab Arka santai.
"Kapan? Nggak dibangunin ya aku?" Kalista menggerutu dengan muka ditekuk.
"Barusan, baru mau bangunin malah!" Arka merasa kewalahan menjawab pertanyaan gadis cantik disebelahnya itu.
"Saya tidurnya jelek ya? Atau ileran?" Tanya Kalista bawel dan mencoba melihat pantulan dirinya menggunakan ponselnya.
"Dimata seseorang yang sedang jatuh cinta, mau lu tidurnya ngorok atau ileran, semuanya tampak cantik dan nggak ada yang jelek sama sekali!" Arka berbicara serius sambil menatap lurus Kalista.
"Gombal apa gembel nik pak?" Kalista terkekeh mendengar jawaban dari Arka.
"Gembol lu gue karungin!" Sarkas Arka tajam sambil tertawa.
*****
"Duh sorry banget gue membuat boss besar menunggu." Andy baru menjemput, padahal Arka dan Kalista sudah menunggu sekitaran 10 menit dari pesawat landing.
"Bacot lu! Gila so sibuk banget sampe telat jemput gue." Gerutu Arka yang langsung masuk ke dalam mobil. Kalista tidak langsung masuk, sehingga Arka celingukan mencari kemana Kalista? Padahal barusan berada di sampingnya.
"Maaf telat." Ujar Kalista yang langsung menempelkan punggungnya ke sandaran kursi mobil, di tangannya terdapat dua permen kapas berwarna pink.
__ADS_1
"Menghilang ternyata untuk membeli permen kapas?" Andy tertawa karena Kalista membeli permen kapas, dimatanya terlihat seperti anak kecil.
Mobil melaju, Kalista tidak henti-hentinya memasukkan permen kapas kedalam mulutnya, bahkan sampai belepotan, hal tersebut malah terlihat semakin lucu di mata Arka.
"Pelan-pelan aja! Gue nggak akan nyomot ko!" Ujar Arka yang memperhatikan Kalista asyik memakan permen kapas.
"Duh bocil belepotan!" Arka mengelap ujung bibir Kalista pake tangannya. Kalista nampak kaget sehingga menjadi bengong dan terdiam.
"Ekhem.." asisten Andy berdehem.
"Perasaan lu beda banget bro!" Andy memecah keheningan di dalam mobil.
"Iya lah beda! Gue tambah ganteng!" Mulai deh Arka dengan gaya sombongnya.
"Terserah elu dah terserah!" Sengit Andy.
Mobil melaju telah sampai ke apartment.
"Bawain koper Kalista!" Perintah Arka pada Andy.
"Iya! Gue sih bisa bawa sendiri." Kata Arka santai.
"Saya bisa ko bawa sendiri!" Kalista mengambil alih kopernya yang sedang diseret oleh Andy.
"Jangan! Biarin aja Andy yang bawa! Kamu lagi jetlag, bahaya kalau pingsan." Arka menyerahkan kembali koper Kalista pada tangan Andy.
"Pake rok mini tapi pake syal?" Andy bertanya karena merasa bingung dengan fashion Kalista kali ini.
"Lagi pengen aja!" Kalista menjawab sambil menormalkan nada bicaranya, sebenarnya Kalista cukup kaget dengan pertanyaan Andy.
"Sejak kapan lu jadi kepo!" Celetuk Arka.
"Gue jadi curiga nih, sebenarnya apa yang terjadi sama kalian ketika di Surabaya?" Andy menatap curiga Arka dan Kalista secara bergantian.
__ADS_1
"Ah ng..gak.. ada apa-apa kok." Jawab Kalista gelagapan karena pertanyaan Andy.
"Masa lupa kejadian tadi malam!" Arka menggoda Kalista dengan senyum seringainya itu. Kalista melotot pada Arka.
"Wah ada apaan nih? Bahaya!" Andy memandang Arka serius meminta penjelasan.
"Gue udah menabur benih di rahim Kalista." Bisik Arka pada Andy, Kalista tidak mendengarnya sehingga dia menatap bingung pada dua pria di depan nya itu.
"Brengsek! Sialan lu!" Andy mengeluarkan umpatan untuk Arka.
"Sekarang lu balik ngantor! Nanti siang gue ke kantor sendiri, nggak usah dijemput." Arka mengambil koper kalista dari tangan Andy, dan mendorong Andy agar segera angkat kaki dari apartment ini.
Andy meninggalkan apartment dengan berbagai macam pertanyaan berkecamuk di pikirannya, dan kepikiran tentang ucapan Arka yang berbisik di telinganya.
"Jangan masuk kerja dulu 3 hari ya!" Arka berkata pada Kalista.
"Kenapa? Saya melakukan kesalahan?" Tanya Kalista bingung karena dilarang masuk kerja.
"Lu nggak ngelakuin kesalahan! Tapi masa iya lu masuk kerja dengan leher bonyok kaya gitu? Mau di bilang wanita murahan?" Arka berkata serius, ini juga demi kebaikan Kalista.
"Udah biasa di bilang murahan!" Ucap Kalista lirih, tetapi masih terdengar ditelinga Arka.
"Maafin gue soal kejadian tadi malam! Udah sana masuk istirahat." Arka mengusap puncak kepala Kalista, sehingga beberapa helai rambutnya jadi berantakan.
Ketika Kalista akan memasuki apartment, tiba-tiba Arka menarik lengan Kalista, sehingga kalista menatap Arka bingung. "Cup." Secepat kilat Arka mencium kening Kalista, lalu Arka pun masuk ke apart nya.
"Dag Dig dug hati gue! Napa tuh CEO jadi berubah manis sama gue? Pokonya gue nggak boleh tertipu!" Bantin Kalista.
----------------------------------🌻🌻
Jangan lupa like dan coment!
Berikan ratting ⭐⭐⭐⭐⭐ ya!!
__ADS_1
Find Me On Instagram : @halloimas13❤