SUN FLOWER

SUN FLOWER
Episode 21


__ADS_3

"Hus.. Enak saja.. Bunda gak bakal setuju.. Kalau anak bunda kenapa-kenapa gimana??" goda bunda


"Aahh.. Bunda.. Masa gak percaya sama Vino.." rengek Vino


"Jelas lah bunda gak percaya.." bunda masih menggoda Vino


"Vino kan cinta sama anak bunda.. Vino pasti jagain anak bunda kok.."


"Justru karena bunda tau kamu mencintai anak bunda.. Nanti anak bunda pergi ke sana satu orang,, pulangnya satu keluarga.." bunda tetawa ringan


Vino tertawa dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. "Bunda hapal betul sama Vino.." percakapan mereka berubah jadi candaan dan tawa terus keluar dari mulut Vino.


Hati Mike terasa hangat melihat pemandangan di depannya. Ternyata bosnya adalah orang yang berhati besar. Bahkan ia lebih memilih menyelamatkan keuangan keluarganya dulu di banding menjenguk papanya. Mike mengerti dengan pola pikir Vino. Mike mendekati Vino setelah Vino menyelesaikan panggilan. Mike melaporkan apa saja yang perlu ia laporkan. Vino kembali berkutat dengan pekerjaannya.


Karyawan Vino dari Indonesia sudah datang. Vino sendiri yang menyambut mereka bersama beberapa direksi. Mereka dijemput menggunalan bis perusahaan dan dibawa langsung ke apartment.


Para direksi tentu saja tercengang ketika mereka datang. Bagaimana tidak, para pekerja itu memiliki rentang usia 24-35. Usia yang terlalu muda untuk karyawan perusahaan besar. Para direksi saling adu pandang, tidak mempercayai penglihatan mereka.


"Apa tuan muda becanda?? Dari penampilannya saja, mereka belum berpengalaman.. Mengapa tuan membawa yang mudanya saja ke sini? Apa tuan muda tudak benar-benar ingin membantu??" gumam seorang direksi


"Bukankah tuan muda juga usianya belum 30 tahun? Bisa saja kan? Jangan-jangan mereka punya pola fikir tajam seperti tuan muda, makanya  tuan muda membawa mereka kesini!!" tebak yang lain


"Benar,, tidak mungkin tuan muda membuang banyak uang untuk menyelamatkan perusahaan kita, jika karyawan yang ia pilih tidak kompeten.." sambung yang lain

__ADS_1


Mereka tidak lagi membicarakan bos mereka saat para karyawan melintasi mereka. Mereka membungkuk satu persatu. Dilihat dari penampilan saat ini, mereka lebih terlihat seperti model dibanding pekerja.


"Apa tuan muda  menentukan standar ketampanan dalam memilih kaeyawan??" gumam beberapa direksi


Karyawan Vino dari Indonesia segera di bawa ke apartment untuk beristirahat. Vino kembali ke mansion saat waktu mendekati dini hari.  Kali ini para maid menunggunya dan menyambut Vino kala ia memasuki mansion.


"Tuan muda.." para wanita itu membungkuk hormat dengan seragamnya.


Vino hanya bergumam sembari berlalu tak menghiraukan mereka. Ketua maid mengarahkan kamar baru Vino dan melaporkan apa saja yang terjadi.


"Tuan, kamar tuan ada di sebelah barat.. Semua perlengkapan sudah saya bereskan beserta biji bunga matahari itu.. Saya pastikan tidak ada satupun dari mereka yang menghilang.." jelas Bianca ketua maid


"Terima kasih, Bianca.. Lalu bagaimana renofasi kamarku.." ucap Vino sambil terus menaiki anak tangga


"Tuan Vincent bilang, kamar akan selesai satu minggu lagi.." ucap Bianca


Bianca masih belum terbiasa dengan sifat tuan mudanya yang dingin tapi perhatian ini. Jika tuan yang lain tidak akan menyuruhnya istirahat, walau mengisaratkan untuk pergi. "Tuan, apa tuan mau makan malam dulu? Atau mau saya siapkan air hangat untuk mandi? Atau ada yang tuan butuhkan lagi?" tawar Bianca sopan


Vino terdiam dengan tangan tengah berusaha melepas dasinya. Vino menoleh ke arah Bianca dan dengan dingin berkata. "Apa kamu masih kekurangan pekerjaan??" ucapnya sarkas


"Ti.. Tidak, tuan.. Saya akan istirahat sekarang.." Bianca menunduk dan berlalu meninggalkan Vino.


Para maid menunggu kedatangan Bianca dengan berbaris di bawah tangga. Setelah Bianca tiba di anak tangga terakhir, para maid segera menyerang Bianca dengan rangkaian pertanyaan. Bianca hanya dengan datar menjawab "kembali ke kamarmu dan Istirahat..." ucapnya.

__ADS_1


Para maid menjadi semakin kaget dan tidak bisa mempercayai apa yang mereka dengar. Setelah Bianca menghilang di koridor yang menuju ke kamar para maid, akhirnya mereka mengikuti dan beristirahat untuk hari ini. Tidak banyak yang bisa mereka kerjakan, karena tuan rumah tidak ada satupun yang tinggal di rumah.


Vino membersihkan badannya dan kembali menggunakan kaus panjang kebesaran kesu kaannya. Ahir-ahir ini dia lebih suka berpakaian santai seperti ini. Dia tidak suka menunjukkan badan atletisnya.


Vino memasuki kamarnya yang tengah di renovasi. Sebelah dinding kamarnya terbuka dan baru selesai dibentuk ulang. Vino menebak, besok baru akan di pasang kaca besar di sana. Cat kamarnya sudah berganti, ornamen dan segala bentuknya sudah berubah. Vino merasa puas dengan kerja Vincent yang cepat dan akurat. Beberapa pot besar sudah tersedia di sana.


Vino kembali ke kamar dan beristirahat. Kali ini ia bisa tidur lebih nyenyak setelah mengetahui Lantana bangun meski belum mau membuka matanya.


*


Alarm digital berbunyi dari pelan perlahan menjadi keras. Vino mengerjapkan matanya dan mematikan alarm. Ia bangun dan membersihkan diri, namun tidak langsung berganti pakaian. Ia membawa biji bunga matahari di pelukannya dan pergi ke gudang penyimpanan. Ia mengambil mobil traktor dari sana dan membunyikannya lalu membawanya untuk menghancurkan halaman yang terselimuti rumput hijau.


Para maid dan guard segera terbangun oleh bunyi traktor itu. Para guard malah bersiap menodongkan senjata dan berteriak ke arah Vino. Bagaimana tidak, ini masih jam lima. Tentu semua orang mengira bahwa dia adalah maling atau penyusup. Namun, melihat tidak ada pergerakan dari pengendara traktor, guard melompat kearah traktor yang bergerak lambat di atas tanah. Guard itu segera membungkuk dan menjatuhan diri berguling di tanah setelah melihat siapa yang ada di dalamnya.


"Mengapa kau turun lagi?? Mengapa kau tidak menghentikan orang itu?? Apa yang ada di sana itu iblis??" ucap salah satu Guard tidak mengerti dengan tingkah temannya ini. Badannya besar, namun wajahnya pucat saat ia baru saja terjun dari atas traktor.


"Tidak.. Orang yang ada di sana, tuan muda Vino" jelasnya gugup


"Apa?? Apa tuan akan menghancurkan mansion?" tanya temannya


"Entahlah.. Sepertinya tuan mau menanam bunga" ucap guard itu.


Setelah mendengar pengakuannya, guard yang lain mengangguk dan kembali ke tempat mereka berjaga. Bebrapa yang dulu pernah membantu Vino menanam mawar membantu Vino meratakan tanah. Beberapa ada yang mengangkut pupuk dan menyebarkannya di atas tanah yang gembur. Pagi-pagi sudah berkebun. Tuan muda yang satu ini memang berbeda sejak kecil. Itulah mengapa, papanya tidak bisa mempercayakan perusahaannya ke anak bungsunya.

__ADS_1


Tiga puluh menit kemudian, Vino selesai menggemburkan tanah dan mengaduk pupuk menggunakan traktor. Lengkap dengan bedengan dan resapan airnya dibantu 5 orang body guard.


"Ambil mangkuk.. Atau apapun.." ucap Vino asal kepada siapa saja yang mendengar.


__ADS_2